
Jam di meja dalam kamar Arini berbunyi seperti biasanya ,Dimas membuka matanya ,dan Arini masih terlelap di sampingnya sambil memeluknya
Dimas tersenyum bahagia ,impiannya selama ini untuk menjadikan Arini istri sudah terlaksana,
''perlahan dia bangun dan kemudian menuju kamar mandi ,setelah mandi sunah dan berganti pakaian ,di dekatinya istrinya yang masih tertidur ,terdengar dengkuran halus dari mulut Arini ,
''dik,,dik ,,bangun ,,nanti jualan ngak ,entar kesiangan ,bangun yuk,''
Arini membuka matanya ,dengan memasang senyuman ,''ngak mas hari ini aku libur ngak jualan dulu ini kan Minggu ,akhir bulan jadi pelanggan semua tau kalau aku libur, tidur sebentar lagi masih ngantuk ,semalam ada yang ganggu ,''liriknya pada Dimas yang badannya sudah harum bau sabun dan sampo, mendekati Arini dan mencium rambutnya ,
''ih sudah deh jangan lagi ganggu , jarang kan aku bangun siangan dikit ,''Arini menarik selimutnya hingga menutupi semua tubuhnya ,
Dimas pun lalu beranjak turun dari ranjang dan berjalan ke luar ,
''dek aku ke mesjid dulu ,'' ucapnya sambil menutup pintu kamar,
Arini memang tak sholat ,sudah lama sekali dia melalaikan kewajibannya itu, dan Dimas pun juga demikian tapi setelah melakukan pernikahan dengan Arini ,hatinya terketuk kembali untuk melaksanakan kewajibannya sebagai muslim ,dan dalam hatinya ia selalu berdoa agar Arini pun segera mau kembali menjalankan sholat ,
Dimas ingin menjadi imam yang baik untuk Arini walaupun harus terus belajar,
Dengan berjalan pelan bersama tetangga sambil berbincang Dimas mendekati pak Usman ketika pulang dari masjid,
''pak Usman siang nanti kalau ada waktu tolong ke kebun ya ,menyiangi rumput ,'' kata Dimas dengan harapan pada pak Usman,
'' memangnya kamu hendak kemana katanya Minggu ngak ke pasar ?'', tanya balik Usman ,''ada acara mendadak ya ?''
'' mau antar istri lihat ruko nya haji Anwar pak ,mau nyewa ,buka toko roti dan kue , memang bik Janah ngak cerita,?''
ngak lupa paling dia,'' jawab Usman yang berjalan beriringan dengan Dimas di belakang ,ya nanti tak ke kebun kamu ,lagi pula sudah waktunya menyemprot untuk terong dan tomatnya ,nanti siapkan saja obatnya ,'' lanjut Usman sambil berbelok ke pekarangan rumahnya.
Sambil bersiul Dimas yang sudah sampai di rumahnya berjalan membuka pintu depan ,di ucapnya salam ,Sabil melangkah masuk rumah tapi tak ada jawaban , Arini tak ada di dapur seperti biasanya, lalu di menuju kamar dan dilihatnya teryata Arini masih tertidur ,
di dekatinya istrinya dan di sentuhnya ,lengan Arini ,
''dik,,,dik,,bangun sudah siang lo,lalu di ciumnya wajah Arini ,
Arini terkejut ,di buka nya matanya ,
__ADS_1
''mas Dim ,,bau apa sih ,wanginya ngak enak banget ,
bikin pagi -pagi mual saja,'' ucap Arini dan dengan tergesa di singkirkan ya tangan Dimas ,berlari dia menuju kamar mandi dan ,
''hoek,..Hoek ,,ingin rasanya muntah ,Dimas mendekati Arini ,di sentuhnya pundak arini dengan memijitnya pelan ,''mas,Dim jauh deh ,bau parfum mu ngak enak ,bikin mual ,''
''tapi dik biasanya yang ku pakai juga ini ,kamu masuk angin ya ,'??
Arini lalu keluar dan duduk di kursi depan meja makan, Dimas segera membuatkan teh hangat ,di letakkan yeh itu dieja depan Arini
''tehnya di minum dulu dik,''ketika Dimas hendak duduk ,
''mas aku minta ,mandi ganti baju kamu bau banget ,'' Arini memohon
''iya,,'' Dimas lalu berjalan mengambil baju dan segera masuk kamar mandi ,''yang belum mandi kan dia kok yang bau aku,'' gerutu Dimas,
''mas Dim aku denger lo,'' ucap Arini dengan mata melotot pada dimas,
Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi ,Dimas dan Arini berangkat ke tempat pak haji Anwar sesuai rencana dan setelah nego dan meraih kesepakatan dengan harga sewa mereka pun berencana langsung pergi ke pasar pusat ,
Dimas heran Arini dari tadi nempel terus seperti takut kalau Dimas di ambil orang lain,
Arini yang di bonceng memeluk pinggang Dimas dengan senyum -senyum dai merasa sangat bahagia ,dan dia akan selalu berusaha menerima dimas,dan melupakan Rian ,itu sudah jadi tekatnya .
'' dek kamu melarang aku pakai parfum ku yang di rumah ,nanti beli yang baru ya ,yang kamu sukai aromanya,'' kata Dimas ketika mereka sudah sampai di pasar pusat,
Dimas memarkirkan sepeda motornya di depan toko gerabah ,mereka akan membeli alat -alat untuk mengisi toko baru mereka kerena rencananya lusa sudah mau mendekor ulang toko kue yang akan mereka buka seminggu lagi,
Saat keluar dari toko Dimas mata Dimas menangkan sosok dua orang yang sedang berjalan bergandengan tangan ,layaknya orang yang lagi pacaran masuk ke sebuah rumah makan di samping toko tempat Dimas keluar,
Dimas menarik tangan Arini yang tadi berjalan mendahuluinya.
''dik ,, itu seperti mantan ayah mertuamu ,?'' kata Dimas sambil menunjuk ke arah mereka ,
Arini lalu memandang pada orang yang di tunjuk Dimas ,
''seperti papa Burhan tapi sama siapa ,aneh kok mesra banget,?'' ucapan yang terlontar dari mulut Arini membuat Dimas mengingat siapa orang yang bersama Burhan ,
__ADS_1
''itu besannya , dik ,,ibunya Siska itu ,kamu belum pernah lihat ?'',
'' belum ,tapi kok kalau sama besan mesra benget ,terus mas Dim kok malah tau kalau itu ibunya Siska ?'', Dimas mengernyitkan wajahnya ,
ya pernah lihat saja pas ngk sengaja ,'' jawabnya sambil menarik lagi tangan Arini ,
''yuk kita ikut makan di sana ,ya sambil silaturahmi ,kan bagaimanapun juga mantan mertua ,'' Dimas segera mengandeng tangan Arini mengajaknya masuk dan mendekati kedua orang itu,
Sebenarnya salah satu tujuan Dimas juga karena ingin menunjukan kepada Santi bahwa Dian sudah bisa menaklukan Arini ,dan pasti janji Santi dan Siska waktu itu akan ia dapatkan ,
''Siang,pa ,,,?'', sapa Arini dan spontan membuat Burhan terkejut karena waktu itu dia sedang menggenggam tangan santi,
dengan buru-buru di lepaskan tangan itu,
''kamu ,,,'' dengan muka malu ,Burhan mempersilahkan Arini dan Dimas duduk bersama mereka ,walaupun Arini sudah menolak tapi Burhan memaksa,
''kamu dan Dimas apa kabar, maaf ya waktu kalian menikah aku ngak bisa datang,?''
''ngak apa-apa pa,, ngak usah di pikirkan , yang penting doakan saja supaya pernikahan kami bisa langgeng ,'' ucapan Arini membuat Santi melirik ke Dimas dan Dimas pun mengangguk dan tersenyum ke arah Santi ,dan santi pun membalas anggukan Dimas tanpa di ketahui oleh yang lain,
''kenalkan ini ,maminya Siska istri Rian tadi kebetulan kami ketemu di jalan ,'' ucapan Burhan membuat Santi mengulurkan tangan pada Arini ,yang di sambut Arini bergantian dengan Dimas menyalami Santi,
Burhan menceritakan kalau Lia sedang menemani Rian dan istrinya ke luar negeri dan belum pulang ,padahal sudah hampir sebulan ,
Arini meminta tolong pada Burhan agar menyampaikan pada Rian bahwa ia sudah bisa menerima keadaan dan berharap Rian pun demikian ,
''tolong pa ,sampaikan juga kalau sewaktu -waktu mas Rian balik suruh temui aku ,ada hal penting yang akan ku sampaikan ,
tapi tenang saja Tante ,aku ngak akan balikan lagi sama mas Rian ,aku akan merasa senang jika mas Rian sudah bahagia ,'' ucapan Arini sangat membuat Santi senang ia mengangguk pelan disertai senyuman.
Setelah pulang sampai rumah ,
''dek aku coba parfum ,baru nih kan tadi kamu yang milih ,gimana suka ngak ,?'' tanya Dimas mendekati Arini yang duduk di tepi ranjang ,
''hoek,,hoek ,,,,? bau mas ngak enak ???''
Arini berlari ke kamar mandi ,
__ADS_1
''