Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Dimas cemburu


__ADS_3

Sore itu perasaan Arini sudah merasa baik, sejak kiriman wa dari Lia yang membuat nya sedih,


Arini lalu pergi ke rumah, Dami ,yang punya rumah kontrakan .


setelah sampai di jalan depan rumah dimas, dilihatnya pintu rumah masih tertutup, ''ah mungkin Dimas belum pulang,''pikirnya .


kemudian ia berjalan lagi dan sampai di pertigaan dekat rumah Dami ,dilihatnya Soni dengan sepeda motornya mendekatinya,


''mau kemana ? mbak Arin ,'' tanyanya dengan nada yang manis.


'' eh,Soni ,dari mana,?tanyanya balik.


''Wong di tanya kok balik nanya, piye , to ?'' senyum Soni semakin mengembang.


''mau ke rumah mbak dami,'' jawab Arini sambil terus berjalan pelan,


soni mematikan mesin motornya lalau menuntun motornya sambil berjalan di sisi arini.


''kamu kenapa mengikuti aku?' Arini berhenti lalu menoleh pada soni .


''cuma mau memastikan mbak Arini selamat sampai tujuan,'' ucap Soni cengengesan Soni.


arini melotot menatap soni,


'''ye emang aku anak kecil,udah pulang sana?'' Arini terus berjalan mendahului soni,


dari depan terlihat dimas,menenteng tas plastik ,ketika mereka bertiga tiba di depan rumah dami, dengan tatapan mata yang tajam pada soni,


''kamu kenapa ngikuti mbak Arin terus kalau ngak ada kepentingan mendingan kamu pergi ?'' perintah Dimas .Soni yang sedikit kaget pun membalas tatapan mata Dimas .


''Suka aku lah orang mbak Arin mau ,apa urusan sama kamu.'',


Dimas kemudian memegang setir sepeda motor soni, sudah ku bilang jangan ganggu terus mbak arini,''


''sudah ,apaan sih kayak anak kecil aja,'' Soni maaf sebaiknya kamu pulang dulu ,dim ayo kita ada urusan dengan mbak dami? aku ngak mau ada perselisihan dengan kalian ,tolong Soni pergilah dulu,'' bujuk Arini dengan tatapan memohon.

__ADS_1


dengan kesal Soni segera membalikan sepeda motornya yang tadi hanya di dorong ,


namun belum sempat menyalakan sepeda motornya terdengar teriakan dami.


''soni kamu mau kemana ,ngak ikut ke sini?'' tanya Dami segera setelah Dimas dan Arini sampai di halaman rumah dami.


Soni yang kesal langsung menghidupkan sepeda motornya dan bergegas pergi tanpa menjawab dan tanpa menoleh,


Setelah di persilahkan duduk dan disuguhi minuman Arini pun segera mengungkapkan keinginannya.


''begini mbak Dami saya mau minta ijin apa boleh separuh teras rumah yang saya tempati itu tak tutup untuk jualan,?''


silahkan di minum dulu ?'' Dami mempersilahkan sambil mencuri -curi pandang pada dimas.


Dimas meraih gelas dan langsung meminumnya ,sambil pura pura tak melihat aksi dami.


''bagaimana mbak? kalaupun sewanya disuruh nambah juga ngak apa-apa,'' ucap Arini sambil memandang dami, ''BAGAI MANA MBAK?'' setelah mengulang pertanyaan nya ,Dami yang kaget karena dari tadi cuma memperhatikan dimas pun menjawab Arini tadi ,


''boleh aja , memang mau jualan apa?''tanyanya balik .


''mbak Dami kenapa ,kesambet? tanya dimas cuek ,


''ngak dim lihat kamu aku senang banget beneran deh aku suka sama kamu,''dami berucap sambil mengambil gelas minumnya ,setelah melihat gelas Dimas sudah kosong,


''ih mbak Dami di tanya apa jawabnya apa?'' jawab Dimas sambil menerima gelas pemberian dami.


''tapi makasih mbak Dami tau aja aku lagi kehausan,'' Dimas pun langsung minum ,memang cuacanya tadi sedikit panas dan Dimas yang baru pulang dari pasar dan belum sampai rumah tentu saja merasa sangat haus,


''sudah kalau mau jualan ya segera saja , jualan sayur matang dan lauk bagus juga ,di sini kan banyak yang kerja di pabrik atau di perkebunan ke desa sebelah ,berangkat pagi ,ya siapa tau ada rejekinya ,ya coba saja ,'' jawab Dami sambil melihat Dimas ,hari ini Dimas memang terlihat ganteng ,karena biasanya pulang kerja belum mandi tapi tadi sudah mandi dan berganti baju yang bersih,dengan rambut yang sedikit basah habis keramas


Arini pun puas dengan jawaban Dami ,lalu berpamitan mau pulang,


''dim kamu ngak di sini saja nemenin aku ?'' Dami tertawa terbahak,


''ih mbak Dami biasanya juga sendiri ?'' Dimas lalu pergi menyusul Arni yang sudah berjalan duluan.

__ADS_1


''mbak tunggu?'' Dimas bergegas menyusul arini.


''memangnya ada urusan apa itu si Soni kok ngikut mbak tadi?''


''tau ,tuh sebenarnya risih juga takut ada yang salah paham ?'' Arini tersenyum


''emang siapa yang salah paham mbak ?''


''kamu lah nanti kamu ngira aku ada apa gitu sama Soni terus kamu lapor sama mas Rian lagi. ''


''ye enggak lah mbak ,''dimaa tersenyum ,''tapi kalau cemburu ,sedikit sih,'' kata Dimas sambil pura -pura menggaruk rambutnya yang tak gatal .


dan ya memang Dimas kesal kalau lihat Soni lagi bersama arini.


''ih kamu ini?'' tiba -tiba Arini mencubit lengan dimas.


''au, sakit,'' Dimas terkejut ,tapi senang sekaligus merasa dadanya bergetar.


Dua hari kemudian di saat pagi rumah Arini sudah ramai pak Usman datang dengan membawa perkakas tukang ,Dimas yang memang hari ini hari Minggu dan tak kerja juga sudah standby dari tadi tak ketinggalan Soni dan ada dua orang pekerja lainnya mereka bekerja sama menutup separuh teras rumah arini untuk di jadikan tempat jualan .


Arini dan istrinya pak Usman menyiapkan makanan untuk mereka . pada saat Soni memaku sebuah kayu tak sengaja dilihatnya Arini yang lagi berjalan di dekatnya sambil membawa minum ,di hentikan memakunya malah beralih memandang Arini sambil membayangkan sesuatu entah apa,


''hei ,bengong saja ,cepat biar ngak sore sudah selesai,'' sedikit berteriak dimas, sambil melempar sebuah kuas ke sebelah soni.


''kamu?''. soni yang sedikit terkejut sambil marah melotot ke dimas,


Dimas hanya memandang sekilas sambil terus meneruskan kerjanya,


''ah sudah jangan bersitegang dulu nih sudah di buatin minum ,yuk minum dulu. '' ajak pak Usman pada mereka ,sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan segera pak Usman pun menyuruh para wanita untuk menyiapkan makan siang karena mang sudah waktunya, dengan dongkol soni pun diam saja ,bukannya tak berani sama Dimas tapi Soni hanya menjaga perasaan bapaknya di depan arini.


Akhirnya warung kecil yang hanya di teras itu pun selesai ,karena hanya untuk jualan sayur matang dan lauk jadi tak ada yang akan makan di sana semua yang beli pasti di bungkus,


''bik nanti bibi bantuin aku ya kalau sudah berjalan terus rame jualannya,?'' kata Arini saat mereka duduk -duduk di teras sebelahnya.


''iya ,mbak saya mau,''jawab istri pak Usman itu sambil mengangguk

__ADS_1


nanti kalau belanja biar aku yang bawakan sambil pulang dari pasar mbak Arin tinggal menulis apa yang mau di beli ,'' Dimas mengatakan nya sambil melirik Soni yang merenggut dari tadi.


__ADS_2