
Sebenarnya aku pun tak menyangka kok mami bisa dengan tenang melepaskan papi Bram ,walau pun sebenarnya aku juga senang bisa terhindar darinya.
teryata setelah sekian waktu mami mengaku sejak tau Bram selingkuh dan juga menodai ku mami pun sekarang sudah punya selingkuhan ,
seiring berjalannya waktu aku pun lulus SMA jadi aku melanjutkan kuliah,mami dan aku tak pernah kekurangan uang ,karena selingkuhan mami orangnya sangat royal pernah mami minta untuk di nikahi tapi dia tak mau karena dia punya seorang istri dan anak .
pergaulanku yang mempunyai teman-teman yang bisa di bilang anak yang kebablasan ,itu pun tanpa sepengatahuan mami ,tapi aku tak mau sembarangan melakukan hubungan intim .
aku takut kena penyakit aku hanya melakukan dengan Leo ,ya pria yang ku tolak waktu aku masih SMA.
Saat itu malam Minggu biasanya aku pergi ke diskotik ,tentu saja dengan alasan yang bisa meyakinkan mami ,tapi malam itu mami belum pulang dari Bandung aku pun tak ambil pusing ,pikirku mungkin mami bertemu dengan selingkuhannya ,
saat hp ku berdering ,teryata Leo meneleponku bahwa ngak bisa mengajakku keluar karena pergi ke rumah neneknya yang sedang sakit.
sebenarnya aku kangen sekali bercumbu dengannya ,karena sejak liburan dua Minggu aku tak bertemu dengannya
dengan terpaksa aku pun mengusir kejenuhan ku dengan menonton film panas ,aku pun terbawa situasi ,kubayangkan saat gerimis begini bercinta dengan seseorang ,ah tentu akan nikmat sekali. pikiran kotor ku muncul ,namun bel pintu rumah mengejutkan ku ,
segera ku matikan hp ku lalu aku menuju pintu ,
begitu ku buka aku begitu terkejut teryata papi Bram .
''papi?' mau apa papi kemari?'' tanyaku sambil masih berdiri di pintu.
''hai?'' Siska sayang ,papi kangen kamu,?'' papi langsung memelukku ,
ku coba mendorong tubuhnya tapi tak bisa ,pelukannya begitu kuat.
''aku tau kamu sendirian di rumah ,jadi kita bisa melepas kangen ,kamu kangen kan sama papi?'',
ditutupnya pintu dengan tangannya yang satu ,kemudian langsung mendekap ku ,tak kuasa aku memberontak di ciumnya leherku dan aku pun terhanyut , entah karena efek dari film yang ku tonton tadi atau aku memang merindukan sentuhan ayah tiri ku ini.
akhirnya kami melewati malam sampai pagi bersama .
Ketika kubuka mataku pagi itu Ki lihat papi baru keluar dari kamar kamar mandi.
__ADS_1
''sayang papi pergi dulu ya ,kamu hebat sayang ,'' senyum di wajah papi mengisyaratkan kepuasan.
di kecilnya keningku lalu di ulurkan nya cek dan saat ku lihat bertuliskan tujuh puluh juta, aku hanya diam ,kenapa aku seperti pelacur saja, cek itu pun ku terima ,
''sampai jumpa pi?'' ucapku lirih.
setelah papi pergi aku bergegas ke kamar mandi .
''sayang mami pulang''? teriak mami ketiak aku sudah selesai berdandan ,
Ku lakukan mobil ku menuju kampus ,dua tahun setengah melewati jalan yang sama ,bertemu dengan teman yang sama kadang membuat kejenuhan di hati ku,
hanya saat bersama Leo saja aku bisa gembira ,walau kadang teman -temanku juga ada bersamaku tapi aku bosan juga.
ku telpon Leo karena aku benar-benat kangen padanya ,aku kemarin lusa aku baru bersih dari datang bulan,. dan ''dek''. berdebar jantungku karena aku ingat semalam berhubungan badan dengan papi,
''ah semoga saja aku tak hamil ,'' batinku
''tak mungkin ,''batin ku dulu pun aku juga ngak hamil ,aku ngak akan hamil,'' perang batin di hatiku.
karena suntuk akhirnya aku balik ke rumah sampai di rumah aku langsung menuju kamar ,tak ku hiraukan ,aku pun tak ingin menceritakan kejadian tadi malam sama mami.
Tak terasa sebulan sejak kejadian itu ,saat bangun pagi tiba -tiba aku mual dan badanku terasa lemas, mirip orang hamil ,
pikiranku pun sudah tak karuan ,apa lagi aku ingat sudah telat dari hari yang seharusnya aku mens.
mami yang datang karena mendengar ku muntah -muntah dengan gugup lalu minta penjelasan pada ku , setelah aku berterus terang, mami pun sock,
segera di belokannya aku testpack
kami berdua lalu terkejut karena aku memang hamil,
''mi?'' maafkan siska?'' tangis ku terisak
''mami yang semula diam ,
__ADS_1
lalu mengatakan akan mencari jalan untuk aku,
''ketika mami menghubungi papi Bram ,dan meminta pertanggungjawaban dari nya ,dia menolak,dia tak mau mengakuinya ,sakit sekali hatiku.
''bukannya Siska itu tak hanya berhubungan denganku ,tanya dengan siapa saja dia berhubungan?'' jawaban papi sangat menyakitkan,
''mi?''bagaimana kalau ku gugurkan saja mi?'' aku malu kalau nanti lahiran ngak punya suami.,''
kami yang sedang duduk di ruang makan sambil sarapan pun ,saling diam kembali ,sibuk dengan pikiran masing -masing,
ku coba hubungi Leo tapi diapun ngak bisa menemui ku ,rencana ku aku ingin menjebak Leo agar mau bertanggung jawab ,tapi apes Leo tak mau menemui ku karena teryata sudah punya pacar baru.
''kamu teryata cewek gampangan ya katanya ,jadi maaf mulai sekarang kita putus.'' jawaban nya ketika aku hubungi lewat telepon.
Ku lihat mami baru saja menghubungi seseorang ,dari pembicaraannya seperti menyangkut tentang aku ,
''siska mami tak ingin kamu gugurkan kandungan mu,''
''mami ada jalan untuk masalah kita, kau akan ku nikahkan dengan anak teman ku,'' mami lalu duduk di sebelahku .
mami lalu memberitahukan semua rencananya
''kamu harus merahasiakan kehamilanku ,temanku sangat menginginkan cucu jadi kau harus bisa berakting yang bagus.''
mami lalu menceritakan keadaan rumah tangga Burhan dengan detail ,
aku heran mami kok bisa tau sedetail.itu,tapi aku tak mau tau,aku iya -iya aja .
''tapi Rian kan punya istri bagaimana caranya agar Rian pisah sama istrinya,?'' tanyaku
''aku akan mempengaruhi Lia kan ku buat Arini menantunya itu menjadi tak berguna lagi dan tak dibutuhkan lagi di keluarga itu,'' terlihat senyuman sinis di wajah mami.
Dalam waktu yang begitu cepat hanya seminggu sudah ku dengar kabar bahwa Rian dan Arini sudah bercerai ,
mami ku memang hebat ,dibolak-balik kan fakta bahwa Arini mandul,itu semua atas kerjasama dokter yang di bayar mami dan itu semua tanpa sepengetahuan lia,
__ADS_1
akhirnya aku menikah dengan Rian ,ku sembunyikan fakta bahwa aku telah hamil ,dan Rian pun teryata goblok juga ku bodoh i dia dengan darah perawan palsu di waktu malam pertama, aku tak tahu dia curiga apa tidak tapi dengan rayuanku dan juga keahlian ku di ranjang aku pikat pria naif itu.