
Malam yang sudah larut tak juga membuat mata Burhan bisa tertutup ,di bolak balikan badannya,sementara Lia sudah dengan dengkuran halusnya.
Teringat akan masa dimana dia selalu merindukan Lia nya yang dulu, Lia yang selalu memperhatikannya ,selalu tersenyum untuknya ,mengiyakan semua omongannya.
Namun setelah Rian menikah dengan Arini Lia seperti berubah, tambah bawel dan suka semaunya sendiri, kadang liburan keluarga seperti biasanya pun ia tak mau ,apalagi setelah umur pernikahan Rian sudah menginjak lima tahun dan belum juga dikaruniai seorang anak,sikapnya sedikit berubah ,
setiap pulang dari arisan atau shopping dengan temannya sampai di rumah sering marah marah tak jelas ,sebenarnya aku tau dia sangat menginginkan cucu aku pun begitu ,tapi mungkin kita memang harus bersabar dulu.
Hari itu saat masalah kantor menumpuk aku merasa sangat capek dan ingin sekedar refreshing jadi ku ajak Lia liburan ke Bali hanya berdua ,tapi dia menolak ''kamu sendiri aja mas, aku lagi malas,'' ucapnya seraya menarik selimut hingga menutupi semua tubuhnya,
''Ma,mana enak liburan sendiri ,mending kamu temani pa-pa ya ,atau kamu mau kemana gitu ?''ucapku sambil ku dekati tubuh yang masih tertutup selimut itu,
''Ngak ,ah ,pa terserah pa-pa mau liburan kemana terserah ,maaf aku beneran lagi malas.'' jawabnya sambil masih memunggungi ku.
''Ok,,,kalau mama ngak mau aku sendirian aja, nanti kalau mama pingin dibawakan sesuatu bilang ke papa ,sekalian aku mau menemui Yoyok,dia kan tingal di sana dengan istrinya,'' ucapku lalu aku merangkul tubuh Lia dari belakangnya .
'Ma boleh ngak malam ini pa-pa minta ,?'' rayuku pada Lia '' ,maaf pa aku capek '' hanya itu yang keluar dari mulutnya ,lalu sesaat kemudian terdengar lagi dengkuran Lia yang tadi terhenti karena di bangunkan Burhan tadi.
Pagi harinya Burhan sudah siap untuk pergi liburan tanpa istri dan anak juga menantunya,
''setelah pamit pada semuanya segera Burhan diantar oleh sopir mereka ke bandara.
Burhan hanya ingin menenangkan pikirannya dan juga dia sedang membutuhkan sedikit hiburan ,
Selama ini Burhan adalah seorang suami yang setia ,tak pernah sekalipun dia melirik wanita lain ,baginya cukup Lia seorang ,dan sifatnya juga di turut oleh Rian sang putra,
Sore itu di tepi pantai Burhan yang hanya seorang diri berjalan sendiri menikmati angin dan deburan ombak yang menghantam kakinya . dia berhenti ,ditatapnya air laut yang seperti tak berujung ketika suara seseorang menyapanya dengan lembut dia terkejut dan menoleh ,di lihatnya seorang wanita yang memakai baju sexy warna maroon yang sangat pendek dan tipis,
__ADS_1
''Kamu Burhan kan?,,,,suami Lia ,'' wanita itu lalu mendekat dan mengulurkan tangan,
Sebagai lelaki normal Burhan terpesona ,memandang wanita itu dari atas ke bawah, sungguh jauh bila dibandingkan Lia yang sedikit gemuk dan akhir -akhir ini kurang perawatan,
''Maaf,kalau tak salah kamu ,,,,,Santi ya?'' ujar Burhan yang tanpa berkedip ,segera mengulurkan tangannya menyambut tangan santi.
Santi tersenyum ,lalu mengajak Burhan minum kopi di kedai pinggir an pantai.
''Wah ,ngak nyangka kaya bertemu di sini ,kamu di sini liburan ,atau tingal disini,?''tanya Burhan sambil memperhatikan Santi yang menyeruput kopinya.
''Aku hanya liburan ,sudah dari kemarin aku kesini ,kamu sama siapa ,mana Lia ,kangen aku sama dia ,'' ucap Santi sambil melirik burhan,yang masih saja memandangnya,
''aku ke sini sendiri ,sudah jangan bahas Lia kalau kamu kangen dia datang saja kapan -kapan ucap Burhan sambil mengambil cangkir kopinya,
''Memangnya kamu lagi marahan ,kok gitu jawabnya?''. mata Santi penuh curiga.
Kata -kata Burhan membuat Santi tertawa sekaligus senang .
''kamu ini sekarang sudah bisa merayu wanita ya, sudah berubah rupanya dari Burhan yang culun menjadi wau ,kamu pun makin berumur juga makin mantap.'' Santi tersenyum menggoda .
Dan Burhan tersenyum senang ,dan entah dari mana dia jadi bisa merayu wanita seperti tadi.
Burhan pamit dengan Lia dan kantor hanya cuti dua hari tapi sepertinya dia akan menambah hari untuk berlibur.
Sampai siang mereka tetap mengobrol sambil di iringi candaan dan tawa , rasa kejenuhan Burhan langsung terobati dengan adanya Santi ,sampai setelah makan siang merekapun bejalan jalan berdua bahkan sampai Sora hari.
Dua hari bersama Santi membuat Burhan bersemangat ,di telponnya Lia dan Rian ,bahwa dia menambah lagi liburannya jadi empat hari dengan alasan bahwa temannya yang bernama Yoyok sedang sakit dan masih minta ditungguinya.
__ADS_1
Dan teryata santi pun merasakan hal yang sama ,setelah pisah dari suaminya baru kali ini ada seorang pria yang benar benar Mau mengerti akan dirinya ,hingga suatu malam saat malam terakhir mereka di Bali ,mereka menghabiskan malam bersama ,malam panas di satu ranjang yang seharusnya tak terjadi antara mereka berdua.
Dan sejak itulah mereka diam -diam menjalin hubungan terlarang sampai sekarang ,sampai anak -anak mereka menikah, dan tanpa ada yang mengetahuinya.
Pagi itu,saat di lihatnya Siska mual -mual dan muntah Santi sudah mengetahui kalau Siska hamil , ketika Santi mengintrogasi Siska siapa babak dari jabang bayi yang di kandungnya Siska hanya diam dan menangis,.
memang semua ini salahku yang kurang memperhatikan pergaulan Siska yang ,sebagai ibu aku menyesal ,tapi harus bagaimana lagi,. nasi sudah jadi bubur.
Aku lalu menelepon Burhan memberitahukan kesialan yang Siska ,aku berharap Burhan kekasih gelap ku itu yang notabennya suami dari teman ku sendiri ,bisa memberiku solusi dari masalahku ini ,
Walaupun aku adalah perempuan ngak bener dan bisa di bilang pelakor tapi aku tak mau juga membunuh cucuku sendiri , walaupun Siska ngotot mau mengugurkan kandungannya, tapi aku akan mencari jalan keluar dari masalah ini.
''Aku punya solusi ,Santi asal kau merahasiakan ini ,'' ucap Burhan ketika kami bertemu di suatu hotel dan tentu setelah kami menikmati panasnya hasrat bersama ,
''bagaimana ide mu itu mas?'' tanya Santi sambil membelai dada Burhan sambil masih tiduran .
''kalau kau bisa menyingkirkan menantuku si Arini itu dan menjadikan anakmu Siska sebagai menantuku, maka itu bisa jadi jalan keluar untuk masalahmu,'' senyuman Burhan dan jawaban Burhan membuat Santi kaget .
''maksudmu aku harus membunuh menantu mu itu?'' Santi mendongakkan kepalanya memandang wajah Burhan.
''Ha,,,ha ya ngak harus membunuh ,memang kau mau masuk penjara?''
''singkirkan saja dia dari rumah ku ,Lia kan saat ini sedang kurang bahagia karena menginginkan cucu ,,,jadi?'' belum sempat Burhan melanjutkan kata-katanya ,Santi sudah menyelanya,
''Aku tau apa yang harus aku lakukan ,'' bias bahagia terpancar dari matanya ,senyumnya pun kembali merekah .
''Pandai -pandai saja kamu bersandiwara dan mengatur semuanya,,ha,,,ha,,''ucap Burhan yang langsung menyambar bibir manis Santi .
__ADS_1
Merekapun melanjutkan kegiatan nafsu setan mereka.