Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
salah jebak


__ADS_3

Sudah empat hari ,Arini berjualan dan teryata jualannya laris tak di sangka banyak juga peminatnya ,karena Arini memang pintar masak,jadi masakan apapun yang dimasak Arini banyak yang suka, sudah seminggu pula Arini tidak di telpon Rian ,pernah sekali sebelum pertama jualan Arini menelepon Rian tapi tak diangkat ,Arini yang jengkel pun tak mencoba menghubunginya lagi.


Masalah, tentang kehamilan Siska pun Rian belum menjelaskannya ,namun karena kesibukan Arini saat ini ,Arini pun sedikit terhibur dari kesedihannya.


hari ini baru Jan delapan dagangan Arini tingal sedikit bik janah baru saja pulang,namun tiba-tiba Soni datang membawa daun ketela muda ,


''mbak bisa ngak masak sayur daun ketela ? nih tak bawakan, tadi aku di suruh tetangga untuk memanen jagung ladangnya dan ini aku di kasih,


''wah enak ini ,makasih ya?'' Arini yang sedang membereskan panci bekas tempat dagangannya .


''sini tak bantu mencuci mbak?'' tangan Soni meraih panci yang di bawa arini,


''ngak usah Son?''


''apa mau tak temani belanja?'' soni lalu duduk di kursi teras.


''ngak usah ,tadi sudah titip Dimas seperti biasanya nanti juga kalau Dimas pulang juga dibawain ''.


setelah Arini selesai beres-beres Arini lalu duduk di sebelah soni .


''mbak boleh ngak aku nanya sesuatu?'' Soni menghadapkan mukanya pada Arini '


Arini yang merasa tak nyaman pura -pura memperhatikan hp yang tadi di pegang nya .


tanpa menoleh pada soni yang masih memperhatikannya .namun belum sempat Soni melanjutkan pertanyaannya hp Arini berdering,


dengan segera di angkat telepon itu,


''hello ,mas kamu ini keterlaluan ya? sudah seminggu kamu ngak menghubungiku ?,


kenapa sih kamu?'' dengan nada marah Arini berdiri lalu menoleh pada soni dan mengisyaratkan agar Soni diam.

__ADS_1


''maaf ,enak ya ngomong maaf,tak kau hiraukan perasaanku saat ini, aku kok seperti berjuang sendiri, atau kamu akan mengingkari semuanya?'' lanjutnya dengan emosi .


Soni yang ada di sana merasa heran kok Arini yang biasanya bersikap lembut sampai kasar begini, namun dia hanya diam ditempat duduknya.


diseberang sana Rian minta maaf karena telah salah paham juga sama Arini karena Rian mendapat kiriman foto dari seseorang yang memperlihatkan Arini dan Dimas berboncengan sepeda berdua waktu ke pasar . padahal di foto itu Dimas cuma memegang tangan Arini karena Dimas tak mau menerima uang pemberian Arini untuk beli bensin


''lalu kapan kita bisa bertemu mas?'' tanya arini.


''sementara ini aku belum bisa ,kandungan Siska lemah,jadi aku harus terus menemaninya.'' jawaban yang membuat hati Arini seperti teriris.


''aku berjanji akan segera menemui mu ?ucap Rian aku pun rindu padamu.


setelah menutup pembicaraan nya dengan Rian Arini berdiri berniat masuk rumah, tapi sebelum melangkah Soni segera memegang tangan arini,


''mbak ?'' panggilan yang lirih dan mengandung sedikit kecemasan ,''mbak kenapa?'' pa yang teng terjadi?'' tanyanya,


Arini lalu duduk lagi, menghela nafas yang serasa sesak di dadanya, dia hanya menggeleng pelan .


''sudahlah ngak usah difikirkan ,ngak ada sesuatu yang serius kok,'' jawab arini. lalu dia diam .


''tanyalah,''


''tapi mbak sudah ngak kenapa -kenapa kan?'' dengan sedikit keberaniannya di pandangnya wajah cantik arini, karena sebesar apa cintanya pada Arini Soni sangat menghormati Arini dan dia bertekad akan mengutarakannya entah nantinya di terima atau tidak ,''sebenarnya ada hubungan apa sih mbak sama dimas?''


''maaf kalau saya lancang ,karena yang seperti saya lihat mbak dekat banget sama dimas?''


''oh itu,'' belum sempat Arini menjawab dari Dimas sudah datang dengan membawa kantong belanjaan Arini buat jualan besok pagi.


Dengan muka dongkol Dimas langsung masuk rumah lalu meletakkan belanjaannya dan bergegas menuju teras tempat arini dan Soni duduk.


ketika Dimas yang tanpa sepatah kata berjalan menuruni tangga teras Arini segera menghentikannya.

__ADS_1


''Dim ?, kok main langsung pergi ngak minum apa makan dulu ,tadi tak simpan kan untukmu lo lauk kesukaanmu?'',


Dimas lalu berhenti ,''dim tolong duduk dulu ,ada yang mau aku bicarakan ?'' lanjut perkataan Arini .Dimas lalu duduk masih dengan diam ,hatinya yang kesal kerena melihat soni di rumah arini.


''untung kamu datang dim tolong kamu jelaskan sama Soni sebenarnya ada hubungan apa antara kita? aku ngak mau ada salah paham antara kamu dan Soni. ''


''oke ,jadi begini mas Soni ?''Dimas menatap soni dengan mata tajamnya,


''aku dan mbak Arini sebenarnya mau menikah tinggal sebulan lagi jadi ,itulah alasannya mengapa aku tak suka melihat mas Soni ini dekat dengan calon istri saya ,apakah mas Soni ini sudah paham?''


jawaban Dimas langsung terasa menghujam jantung Soni .lalu dengan kesedihan yang ia tutupi di ditundukkannya mukanya sedikit ,


''kalau begitu saya sudah jelas ,saya tak akan menganggu mbak Arini lagi ,saya minta maaf,dan terima kasih atas kebaikan mbak Arini pada keluarga saya, Soni lalu berdiri


-'saya permisi ,''kemudian berjalan meninggalkan rumah Arini dengan perasaan kacau ,pertama jatuh cinta ,sudah patah sebelum berkembang.


Rian yang waktu itu menelepon Arini ,sangat merasa bersalah telah oleh karena hanya kirimi foto yang memperlihatkan Dimas memegang tangan dan memandang Arini saja sudah cemburu hingga seminggu lebih tak menghubunginya,


namun saat ini dia belum juga bisa menemui Arini karena siska sangat manja di awal kehamilannya ini sampai kadang Rian sering bolos kerja hanya untuk menemani siska,


''ngak pa-pa bolos kerja kan perusahaan sendiri lagian kan ada papa, ini adalah kesempatan yang sangat istimewa Rian ,memanjakan istri yang hamil ,toh baru kali ini kan ?'' ucap Lia tanpa mendengar alasan Rian ,itu setiap kali Siska minta ditemani dan ngak boleh di tolak.


''sehabis Rian menutup telponnya pada Arini tadi Lia datang mendekati Rian lalu duduk di dekat nya .


''telpon siapa kamu ?''tanya lia ketus.


''kamu masih menghubungi Arini ya?'' tanyanya lagi sambil menatap marah pada Rian .


''hanya menanyakan kabar kok, ''jawab Rian cuek.


''kamu ini ya Siska tuh sedang hamil anak kamu terus kamu malah mau ketemuan sama Arini ,ngak bisa mama ngelarang kamu menemui dia,'' dengan nada sedikit tinggi Lia melotot pada rian.

__ADS_1


''ingat nya jangan undang kemarahan mama,'' tanpa menunggu jawaban Rian Lia lalu berdiri meninggalkan Rian ,


''gimana sih Dimas ini kiriman fotonya kok ngak mempengaruhi Rian agar benci ke Arini ,kenapa sulit sekali untuk membuat mereka jauh ,oke hari ini jebakan ku pada Rian belum berhasil tapi aku ngak akan menyerah ,ngak akan ku biarkan rencana Rian dan Arini untuk bersama lagi nanti berhasil ,'' batin lia tersenyum jahat


__ADS_2