
Dimas segera melajukan motornya dengan membonceng Arini menuju tempat Dami,
''mbak Arini maunya hanya mengucapkan selamat saja kan?'' tanya Dimas datar.
''ya,iyalah ,saat ini aku lagi suntuk banget Dim,
hanya butuh hiburan sebentar ,tolong temani aku,?''
Setelah tiba di pernikahan Dami mereka lalu mendekati Dami dan Soni yang berdiri di pelaminan ,tampak guratan kebahagian terpancar dari wajah mereka.
''Selamat,atas pernikahan kalian ,semoga bahagia selalu,'' ucap Arini dan Dimas menyalami ke dua pengantin.
Tampak pak Usman dan janah pun sangat bahagia dengan pernikahan anaknya,
setelah mengucapkan selamat Arini lalu mendekati janah ,bik untuk dua hari ke depan kita ngak jualan dulu ya ,?''kata Arini di jawab dengan anggukan oleh Janah.
Setelah meninggalkan pesta perkawinan itu Arini dan Dimas pergi menuju taman dekat kator kecamatan dan juga pasar ,banyak pedagang makanan, berjajar di tepi jalan dan pinggir taman .
Setelah memarkirkan motornya Dimas mengajak Arini duduk di bangku dekat dengan tukang jualan cilok ,
''mbak mau makan apa tak belikan?'' tawar Dimas setelah menjatuhkan pantatnya di kursi itu.
''Ngak Dim ,aku masih kenyang,'' perlahan Arini mengedarkan pandangannya melihat sekeliling,
tampak muda mudi yang sedang pacaran, ada juga seperti sebuah keluarga kecil seorang anak yang sedang di pangkuan ayah sedang disuapi makan oleh sang ibu, dan yang paling membuat Arini merasa terhanyut oleh perasaannya adalah saat melihat seorang wanita yang sedang hamil berjalan dengan suaminya ,
Tanpa disadari Arini air matanya sudah mengambang di pelupuk matanya, Dimas yang mengetahui itu lalu menyenggol tangan Arini .
''Mbak,,,,mbak Arini sedih ya lihat mereka ,?'' tanya Dimas ketika Arini masih memperhatikan kemesraan suami istri yang duduk di seberang mereka .
Terlihat sebentar sebentar sang suami mengelus perut buncit istrinya, sang istri tersenyum sambil membelai pucuk kepala sang suami ketika suaminya mencium perut sang istri.
''Dim ,,kau tau aku sangat iri dengan mereka ,aku mungkin tak akan punya kesempatan seperti itu,''arini berkata dengan perasaan yang sedih.
__ADS_1
''Mbak jangan bilang begitu,. Tuhan akan memberikan kebahagiaan yang lain padamu mbak,besuk aku akan datang ke pak RT tentang pernikahan kita akan ku minta pak RT membantu kita ,'' ucapan Dimas membuat hati Arini kembali berbinar bahagia ,sebentar lagi berarti dia bisa kembali ke pelukan Rian setelah bercerai dengan dimas.
''Dim nanti kalau sudah menikah ,ku harap kau tetap menjaga komitmen kita ,''Arini mendesah panjang sekolah mengeluarkan sedikit perasaan yang mengganjal di hatinya.
''Iya mbak kita kan sudah tanda tangan surat perjanjian itu jadi saya akan berusaha untuk melaksanakan apa yang ada di dalamnya .''
''Maaf mbak tapi aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu ,dan juga atas perintah nyonya Lia aku akan menjauhkan mu dari mas Rian ,aku mau kau jadi milikku ,'' batin Dimas diikuti senyuman di bibirnya.
''Kenapa senyum sendiri ,ada yang lucu ?''
''mbak aku hanya takut kalau aku beneran jatuh cinta padamu?'' ucap Dimas sambil mengalihkan pandangannya dari arini,''
''kamu ,ya jangan aneh -aneh deh ,kita kan sudah sepakat setelah sebulan atau dua dua bulan kita bercerai ,dan ingat kau tak boleh menyentuhku.'' ucap Arini sambil melengos
Dimas tak menjawab ,lalu dia berdiri mendekati tukang cilok ,di belinya cilok ,kemudian setelah di dekatinya Arini sambil memberikan colok ditangannya,
Setelah Arini menerimanya Dimas lalu duduk kembali,
Arini diam seperti mencerna perkataan dimas.
''pikirku aku akan menjalankan rencana kita Dim, tapi sejujurnya aku juga sudah sedikit ragu,'' ucap Arini sambil menelan cilok .
''Ah,,semoga perasaanku salah ,karena aku masih mencintai mas rian,'' batin arini.
''Dim ,,aku sangat berterimakasih padamu kalau kau tak ada aku tak tau siapa yang akan mau membantuku,ku harap kau membantuku sampai semua ini berakhir,?'' pinta Arini sambil matanya menatap lekat wajah dimas,
''teryata aku merasa nyaman setiap dekat dengan mu ,ku harap kau mau menganggap ku seperti saudaramu ,'' Arini tetap memandang Dimas dengan mata yang menunjukan perasaan senang.
''aku akan selalu menjagamu mbak ,kamu tenang saja aku tak kan rela jika ada orang yang membuatmu sedih lagi,percayalah padaku.'' ucapan Dimas tajam menandakan keseriusannya.
Tak terasa sudah malam mereka lalu pulang ,walaupun tempat itu masih terlihat ramai ,karena belum Jan dua belas malam ,malam ini rasa kecewa pada hati Arini sedikit terobati ,
Sementara di rumah Dami ketika tamu -tamu sudah pulang kedua pengantin sudah merasa capek dan ingin segera beristirahat.
__ADS_1
''kita sekarang sudah suami istri ,kamu jangan panggil aku mbak dong?'' ucap Dami sambil duduk di depan meja rias menghapus sisa makeup di wajahnya,
''iyalah ,,,kan aku Kepala keluarga jadi ku panggil kamu Dinda aja ya?'' pinta Soni yang baru keluar dari kamar mandi,
''ngak pa-pa itu juga bagus kok,api aku panggilnya ke kamu kanda dong?'' ucap Dami lalu mendekati suaminya ,segera di peluknya Soni ,
''Dinda ,bagaimana tentang rencana mu untuk menjual salah satu rumahmu ,aku kan butuh modal ,kalau mau kamu aku harus buka bengkel,'' kata Soni sambil memapah istrinya menuju ranjang,
''Tenang nanti di omongin lagi sekarang kan waktunya kita malam pertama ,jadi nikmati saja malam ini,'' Dami langsung saja ******* bibir Soni. Merekapun segera larut dengan hasrat yang sudah tak terbendung lagi ,sebagai pasangan yang sudah halal ,bukan seperti tempo hari.
Pagi hari di rumah Lia ,Lia yang sedang mempersiapkan sarapan menoleh pada sang suami yang baru keluar dari kamar,
Tadi malam pulang jam berapa pa,maaf aku ketiduran sampai ngak tau papa datang?'',.
''Ngak malam banget kok ,,aku ngak tega bangunin mama,'' Burhan lalu duduk di kursi sambil mengambil memakan sarapannya,
''Sepertinya papa capek ,ngak usah ngantor aja pa istirahat di rumah ,''usulan Lia ditolak Burhan .
''pagi ma,pa'' ucap Rian lalu mendekati meja makan ,''
''Siska mana Yan?'' ,Taya Lia sambil mengambil gelas susu untuk Rian,
''belum bangun ma,capek katanya,'' ucap Rian kemudian meminum susu di tangannya.
''anak itu ya, jadi istri kok ngak bisa bangun pagi ,seharusnya kan ya meladeni suami, ini malah bangun tidur saja nunggu suami berangkat kerja,'' Lia sedikit kesal dengan Siska .
''kan dia lagi hamil ma, jadi wajar Mungin bawaan bayi kali,'' bela Burhan .,
Lia hanya melengos dan Rian hanya tersenyum ,''mantu kesayangan mama sih?'' Rian sambil berkata kemudian berdiri dan menyalami lia.
''kalau Arini kan ngak begini ma, ucapnya ketika akan melangkah keluar pintu rumah.
''Ah Arini semoga kau sabar menantikan ku .'' batin rian, walau perasaanya kini sedang gundah satu sisi ia tetap mencintai Arini tapi di sisi lain dia juga mulai menerima siska yang sedang mengandung anaknya.
__ADS_1