Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Seorang yang perasa


__ADS_3

Waktu Arini menerima wa dari Lia dengan hati sedih pun mengucapkan selamat.


masih di teras duduk sendirian ,tak terasa air matanya berlinang ,


''hai ? mbak arini?' dari jalan tampak Soni datang sambil melambaikan tangan,Soni kemudian berjalan mendekati Arini dan duduk di kursi sebelah arini tanpa Arini mempersilahkan .


Arini dengan cepat menghapus air matanya .menyadari Soni memandangnya ,Arini segera mengalihkan pandangannya,


''mbak,kenapa menangis tanya Soni


''ngak apa-apa kok ,kamu ada apa kesini,?'' tanya Arini .


''kangen sama mbak lah ,kan udah sebulan ngak ketemu ,''jawabnya sambil cengar-cengir.


''kamu ini bisa saja bercandanya,sebentar tak ambilkan minum,''arini lalu masuk rumah dan sebentar kemudian keluar membawa segelas teh hangat ,


''minum ,'' katanya sambil menyodorkan gelas pada soni.


''aku mau mengucapkan terima kasih mbak ,kalau waktu itu mbak ngak ngasih uang sama bapak untuk jaminan ,mungkin aku masih di penjara saat ini,''


'' iya yang penting kamu ngak mengulangi lagi .''


Arini sekilas memandang Sono yang masih memandangnya .


''kenapa kamu pandang aku begitu?'' pertanyaan Arini mengagetkan Soni


''mbak Arini cantik,jujur aku tak pernah memperhatikan seorang wanita ,namun melihat mbak Arini aku merasa mbak ini cantik banget?'' jawab Soni kemudian sedikit menundukkan muka nya,


Saat itu Dimas yang juga mau ke sana melihat soni ada di teras arini,hatinya merasa aneh ,tak suka saja melihatnya ,dia yang sudah mengemban amanah dari Rian untuk menjaga dan menikahi arini setelah masa iddah nya merasa hak untuk segera mengusir Soni ,''tapi bagaimana caranya?''pikir dimas.


''wah lagi ngomongin apa nih ?'' tanya Dimas setelah ikut duduk ,


''ngak cuman ngobrol biasa aja'', Soni menjawab sambil menunjukkan sikap kurang senang dengan kedatangan dimas,


mbak Arin ada yang harus kita bicarakan ''? ucap Dimas ,sambil tersenyum simpul.


''iya dim aku juga mau mengatakan sesuatu yang penting,'' ucap arini.


''Son ?, maaf,bisa tinggalkan kami berdua sebentar ?'' pinta arini.


''iya mbak,'' dengan terpaksa Soni berdiri lalu melangkah meninggalkan mereka .


''soni ,minumnya ngak kamu minum dulu?'' teriak Arini.


''nanti mbak aku akan kembali lagi,'' jawab Soni berjalan menuju jalan tanpa menoleh .

__ADS_1


Dimas tersenyum ,merasa mengalahkan Soni .dia tahu kalau Soni suka pada Arini .


Dimas mendengar nya dari teman Soni waktu di pasar.


''Mbak aku di kirimi kabar dari mas Rian kalau istrinya sudah hamil ,itu beneran mbak., ucap Dimas sambil memperhatikan wajah Arini ,ia ingin tau bagaimana reaksi Arini Arini mendengar semua ini.


''iya dim, tadi mamanya mas Rian juga sudah memberitahukan padaku ,''jawab Arini terlihat murung,


''lalu bagaimana dengan perasaanmu mbak?, ku harap mbak ngak terlalu terbawa oleh kesedihan yang berlarut. ''


''aku ngak tau harus bagaimana ,di satu sisi aku sedih ,tapi aku juga senang akhirnya mas Rian akan punya anak.''


''ya mbak harus tetap sabar dan kuat tunggu mas Rian toh semuanya akan segera berlalu dan aku berdoa, semoga mbak Arini dan mas Rian segera bisa bersatu lagi,'' ucap Dimas lalu di genggamnya tangan Arini , tapi waktu itu dia merasakan getaran yang aneh, pada hatinya ,sebenarnya dia tak tega melihat Arini sedih tapi Dimas juga sudah berjanji untuk membantu Lia membuat hubungan Arini dan Dimas putus,


''Terima kasih dim ,kamu satu-satunya temanku yang bisa ku ajak ngomong ,?'' arini lalu melepaskan tangannya.


''iya,walau pun dari awal cuma karena kerjaan tapi aku akan ku pastikan aku selalu ada buat mbak?''


kata Dimas meyakinkan Arini


.''Kedepannya apa rencana mbak arini,? mau kerja apa gimana?'' tanya dimas.


''gimana kalau aku buka warung sayur matang toh di sini ngak ada yang jualan ,'''


''wah ide bagus mbak?''


''wah mantap itu '' ,


''Yan ,?''panggil pak burhan, ''nanti kamu pulang duluan papa mau ada kepentingan mendesak, ada teman papa yang ngajak buat kerjasama ,jadi nanti papa pulangnya malam ,nanti kalau sampai rumah bilangin Sama mamamu,'' setelah ngomong sama Rian Burhan segera pergi meninggalkan ruangan rian.


''memang Sampek malam pa?'' sebelum Burhan keluar Rian masih sempat bertanya,


''ya ngak tau juga , namanya ketemu sama teman lama ,'' Burhan lalu pergi .


setelah keluar dari halaman kantor di lajukan mobilnya menuju sebuah rumah, dan rumah itu teryata rumahnya santi,Burhan datang ,bergegas dia membukakan pintu , di peluknya Burhan .


santi yang sudah tau kalau Burhan sudah kangen berat .


''kamu cantik banget sayang ,'' Burhan mencolek gemas dagu Santi ,


''ih yang ada maunya,'' berlagak cemberut tapi tersenyum juga.


mereka lalu duduk berdua di sofa ruang tengah, teryata Santi dan Burhan memiliki hubungan ,dan yang dimaksud selingkuhan Santi ya si Burhan ini selama ini mereka berdua memang bermain cantik ,Hinga sampai saat ini tak ada yang tau bahkan Siska pun tak tahu.


setelah memberikan minum pada Burhan ,Santi mengajak Burhan makan.

__ADS_1


Santi memang tak menuntut banyak waktu pada Burhan yang penting uang selalu mengalir.


dalam seminggu pun hanya tiga kali bertemu hingga Lia tak pernah curiga.


''ke kamar yuk ?'' ajak Burhan dan dengan segera mengandeng tangan Siska ,


''sabat dong mas?''


''kangen berat aku sama goyangan kamu?''


segera mereka terlena dengan nafsu yang mendera .


''kamu tetap hebat sayang?'' ucap Burhan sambil mencium kening santi.


''kamu juga selalu bikin aku ketagihan,'' ucap Santi begitu mereka sudah keluar dari kamar mandi setelah mandi bersama,


''rencana kamu menjodohkan Rian dan siska memang sangat cerdas,mas?'' dengan begitu kamu akan segera punya cucu, walaupun bukan cucu kandungmu, ''


''ya kamu kan tau aku hanya ingin Lia bahagia ,supaya aku tak diceraikannya karena harta semua kan milik dia,dan kamipun masih ingin menikmatinya kan?'' senyuman Burhan membuat Santi meleleh,


''ide mu menyingkirkan Arini pun sangat bagus ,dengan memalsukan surat tes hasil kesuburan itu.'' ujar Burhan sambil memakai kemejanya ,


''kamu pulang sana mas ,nanti Lia curiga lagi ,'' kata Santi sambil mengenakan piyamanya.


''iya nanti ku transfer ya sayang.''


Burhan lalu pergi meninggalkan rumah santi.


sambil menutup gerbang Santi hanya senyum senang,''besok aku ke rumah Lia ah,'' batinnya ''aku juga kangen sama anak ku''.


saat itu memang masih jam sembilan malam Arini yang sedang sendiri menonton tv di kejutkan dengan ketokan pintu rumah,


''siapa ?'' teriaknya sambil membuka pintu


''aku mbak soni?'' jawab Soni .


setelah membuka pintu Arini melihat soni membawa setangkai bunga ,di serahkan ya pada Arini ,


Arini yang kaget tak segera menerimanya ,


''ini bunga apa soni?'' tanyanya sambil masih di tengah pintu.


''ini biar mbak Arini ,terima ya mbak ,kalau pun mbak belum bisa menerima cinta saya ,tapi terima saja dulu bunga ini.'' ucap Soni sambil terus mengacungkan bunga itu ke arini.


''kamu ini kenapa to,Soni ,aneh banget?'' raut muka Arini sedikit merenggut.

__ADS_1


''ya karena aku merasa sepertinya mbak Arini suka sama saya?'' sambil perlihatkan gigi.putihnya Soni tersenyum malu -malu ,


''


__ADS_2