
Setelah selesai makan mereka bertiga pergi menuju ke tempat kontrakan Dimas ,mereka terlebih dahulu ke rumah Bu Dami janda semok setengah baya yang sedikit centil dan norak,tapi baik hati.
''permisi?'' teriak Dimas begitu tiba di halaman rumah Bu Dami ,
Bu Dami sudah berumur empat puluh lima tahun tapi masih kelihatan cantik, tubuhnya pun masih bagus mungkin karena ngak pernah melahirkan jadi ngak melar.
''iya ,duh siapa sih udah hampir magripan kok bertamu,'' ocehan Dami terdengar Spain di depan pintu,
begitu membuka pintu, ''eh,pujaan hatiku ,mas Dimas ,masuk yuk pamali mau magrib di luar ,yuk masuk,dengan begitu centilnya mengandeng tangan Dimas menuntunnya masuk .
''ayo mas ,mbak silahkan masuk,''
''memangnya ada keperluan apa dim kok ngajak teman mu kesini ,jangan bilang mau ngelamar aku ya ,aku sih mau ,tapi belum siap ,'' ucapnya sambil tersenyum genit .
'ih ,mbak Dami ini ada aja bercandanya,'' Dimas tersipu malu mendengar ocehannya Dami .
''begini mbak kenalkan saya Rian dan ini arini,'' Rian memperkenalkan diri ,Arini pun ikut menganggukkan kepalanya .
''maaf kalau mendadak kami mau cari kontrakan untuk Arini ,untuk ditempati saat ini juga.'' dan kebetulan tadi bertemu Rian ,ya dia ajak kami ke sini .
''iya mbak tolong ya kasih kontrakan yang di sebelahnya Rian katanya kosong,'' sela arini.
''memangnya kalian baru di usir kok mendadak begini ,jangan -jangan habis ketahuan berbuat yang tidak -tidak ya,'' celoteh dami.
''bukan begitu ceritanya mbak ,tuduhan mbak Dami salah,'' jawab Arini
''iya mbak kami ini masih sah sebagai suami istri secara hukum ,tapi secara agama sudah bukan lagi ,''tambah Rian .
''maksudnya ,gimana ya ?'' ''kok ngak paham aku,?''
''karena baru saja Arini ini aku talak mbak ,maka dari itu kami butuh tempat tingal untuk Arini .'' dengan sendu wajah Rian menoleh pada Arini yang hanya diam.
''memangnya ada masalah besar ya antara kalian ,kalau masih saling cinta ya rujuk saja lagi ,bereskan .''ucap Dami sambil melirik dimas.
yang dilirik hanya mesem .
''masalahnya terlanjur talak tiga mbak '',jelas Arini lirih.
''ya sudah,karena aku nya baik hati dan kalian temannya Dimas ,aku membolehkan kamu tempati rumah yang di sebelahnya Rian ,tapi sekarang belum di bersihkan ,untuk sementara kamu nginep di sini dulu. '' senyum ramah yang kemudian ditunjukan dami..
''terima kasih mbak ,tas bantuan mbak.''balas Arini dengan senyuman yang mengembang .
Setelah Rian dan Dimas pulang Arini di ajak Dami makan malam,
__ADS_1
''wah,jadi merepotkan mbak dami,''
''ngak pa-pa Rin anggap saja saya ibu atau kakakmu,lagian saya ngak punya saudara perempuan juga ,''
''kalau anak mbak udah punya belum?'' tanya Arini sambil menyendok makanan ke mulutnya.
''mbak ngak punya anak Rin dua kali menikah dua kali pola diceraikan karena ngak bisa punya anak,'' ucap Dami dengan muka sedih.
''maaf mbak saya membuat mbak sedih,''
tapi nasib kita sama mbak ,'' sambil mengembuskan nafas yang berat.seakan beban berat yang di bawanya tak hilang juga.
''maksud mu kamu diceraikan Rian karena mandul juga,kayak aku,?'' tanya Dami sambil minum yang hampir saja tumpah dengan tidak sengaja karena kaget dengan kata -kata arini.
''iya mbak,'' Arini lalu bercerita tentang keadaan rumah tangganya selama ini ,tapi dia menyembunyikan masalah rencananya Rian dan dimas.
''yasudah sebaiknya ngak usah terlalu di pikirkan ,bukankah yang harus dihadapi memang tak bisa kita hindari,'' besuk aku akan suruh orang untuk membersihkan rumah yang akan kau kontrak itu .''
Setelah semalam nginep di rumah Dami ,Arini datang melihat rumah yang akan di tinggali nya ,rumah yang hanya berjarak lima rumah dari Dami ,di sana sudah ada orang membersihkan rumahnya ,tapi sepertinya sudah hampir selesai .
''pagi pak?'' sapa Arini pada orang yang sedang menutup pintu rumah itu.
'' pagi mbak'' ia menoleh sambil tersenyum,
''udah mbak ,mbak yang mau tinggal di sini ya?'' tanyanya lagi,
''iya pak ,wah bapak hebat cepat sekali kerjanya jam segini sudah selesai aja,''
''tadi di bantu sama mas Dimas mbak ,''sambil duduk dan ditunjuknya kursi lalu menyuruh Arini duduk.
''lalu dimas kemana pak kok udah ngak kelihatan,rumahnya yang sebelah ini kan?' tanya Arini sambil duduk dan tangannya menunjuk rumah di sebelah kanan.
''iya mbak ,tadi mas dimas berangkat kerja,diajak temannya ,kerja di pasar ,''
''ya sukur deh mbak mas Rian dapat kerja ,saya ikut senang dari kemarin cari kerja ngak dapat -dapat.''
''Oya mbak dari tadi kita ngobrol tapi belum kenalan ,saya pak Usman ,'' sambil mengulurkan tangan.
Arini mengulurkan tangan menyalami pak Usman ,'' Arini pak,''
''kalau nanti butuh bantuan bilang bapak ,mbak ,bisa juga sama istri bapak namanya Bu Jumi ,rumah bapak tujuh rumah dari sini mbak kami akan senang membantu .''
pak Usman lalu menyerahkan kunci pada Arini lalu pamit pulang ,
__ADS_1
Arini kemudian masuk rumah dan menelusuri sudut sudut rumah itu ,walaupun tidak begitu besar tapi sangat rapi dan perabotannya komplit.
kemudian dia melangkah masuk kamar ,ada dua kamar dalam rumah itu, kemudian dia duduk di tepi tempat tidur lalu merebahkan badannya ,terbayang lagi masa -masa romantis bersama Rian ,dia yang selalu di jadikan seperti ratu oleh rian,
sesekali dimanja ,apapun yang di mintanya selalu di penuhi oleh Rian ,mama mertuanya pun selalu sayang dan tak pernah sekalipun membentak atau menyakiti hatinya ,
tapi waktu itu entah apa yang merubah hati mamanya Rian ,Arini tak habis pikir.
karena sudah leleh dengan Isak tangis dan pikiran yang galau akhirnya Arini tertidur.
Tok,, ,,tok,
suara pintu diketuk orang,''mbak arin,teriak suara yang di rasa Arini adalah suara dimas,
''eh dimas'',sapa Arini setelah pintu di bukanya,
''duduk dim,dari mana ,eh bawa apa itu?'' tanya Arini ngak berhenti
''sabar dong mbak'' jawab dimas . ''eh mbak habis nangis ya ,udah mbak ngak usah ditangisi lagi,nih tak bawain jus mangga sama tahu telur ,makanlah .'' jawab dimas sambil duduk di teras di sebelah arini dan di serahkan bungkusan plastik itu pada Arini .
''makasih dim ,kamu mau perhatian sama saya,''
''mbak kenapa mbak ngak pulang ke rumah mbak di kampung bukanya masih ada ibu dan adik mu '' mbak kan pernah mengatakan tentang keluarga mbak sama saya .''
''saya ngak ingin Mak dan adik saya tahu dim ,saya hanya berharap segera bisa kembali sama mas Rian , itu saja.''
''ya kalau begitu saya pamit mbak mau mandi,'' Dimas lalu beranjak meninggalkan Arini yang masih duduk .
''dim nanti tolong bantu bawa barang ku dari rumah mbak Dami ya,?''
''ok''balas Dimas sambil melambaikan tangan.
Sore hari Dimas dan Arini datang ke rumah Dami mengambil barang -barang Arini yang ada di sana.
''dimas sayang ,ganteng,kata pak Usman udah dapat kerja ya ,?'' canda Dami sambil mencolek dagunya Dimas ,
''iya mbak ,walaupun cuma kuli angkut di pasar tapi aku udah seneng kok,''.
sebenarnya risih juga Dimas atas sikap Dami yang kadang keterlaluan .
''mbak saya pamit dulu ya ,uang kontrakannya kan udah dikasih mas Rian kan waktu itu?''
''oke Rin sebenarnya aku seneng Lo kalau kau tinggal saja sama aku disini biar aku ngak kesepian , Dimas sih ngak lekas -lekas lamar aku jenuh deh nunggu nya ,''senyum manyun diperlihatkan dami.
__ADS_1
Arini pingin tertawa tapi takut dami nya marah jadi hanya tersenyum sambil melirik Dimas yang sedikit cemberut.