
Namaku Siska jelita senang sekali aku tumbuh di keluarga yang kaya ,aku anak tunggal papi ku seorang pengusaha yang sukses pemilik perusahaan yang bergerak di Bidang impor.
Mami .ku walau pun tak bekerja tapi selalu manjakan ku .sayangnya setelah lulus dari SMA papi dan mami ku berpisah ,sebenarnya papi ku bukan ayah kandungku sih,mami ku Santi menikah dengan papi Bram setelah aku lulus SD mulanya papi ku sangat baik tapi tak ku sangka ,papi ku Bram yang membuat masa depanku hancur.
waktu itu aku sudah kelas dua SMA, papi dan mami pulang dari menghadiri pesta teman mereka, mereka berdua dalam keadaan mabuk. aku tak tau sejak kapan mami sering mabuk,
mungkin karena kebanyakan minum mami pun teler papi menuntun mami yang terhuyung hampir jatuh waktu jalan,
mereka berjalan menuju ke kamar, peda waktu hendak naik tangga papi melihatku dari arah dapur sambil membawa minuman.
''malam pi?'' baru pulang ,mami mabuk lagi ?'' tanyaku lalu aku berjalan menuju ruang keluarga ,
menghempaskan badanku ke sofa ,ku lihat papi hanya mengangguk sambil mencuri pandang padaku dengan pandangan yang aneh waktu itu aku memang hanya mengunakan baju tidurku yang tipis dan pendek , lalu ku nyalakan tv ,
walau aku sebenarnya ngak fokus nonton tv pikiran ku masih teringat pada leo teman sekolahku ,siang tadi dia menembak ku ,tapi aku menolaknya.
dia memang ganteng ,walaupun bukan idola di sekolah ,tapi banyak juga yang menyukainya.
sebenarnya aku suka pada leo tapi,aku belum berani untuk pacaran mau fokus saja sekolah,
tapi waktu aku pergi ke toilet saat jam pelajaran masih berlangsung aku mendengar suara yang seperti erangan seseorang ,aku celingukan mencari sumber suara ,suara erangan yang lirih itu pun berhenti ,aku yang berjalan mengendap menuju toilet yang paling ujung karena ku sangka suara itu berasal dari sana,ketika aku sudah berada di depan pintu, tiba-tiba pintu terbuka ,Leo keluar sambil membetulkan celananya dan ,astaga? gadis yang terkenal lugu sari ,ya itu sari walau tak sekelas dengan ku,tapi ku tau namanya sari.
__ADS_1
''aaapa yang ?'' belum selesai aku bertanya Leo sudah membekap mulut ku ,'' awas bila lapor atas yang kamu lihat?'' aku akan tak segan -segan berbuat sesuatu yang tidak bisa kamu bayangkan.?''ancamnya dengan sorot mata yang tajam,
sedang sari yang ku tau gadis pendiam dan alim malah ikut ikutan memberikan ancamannya dengan mengepalkan tinjunya padaku belum sampai aku menjawab ,dari belakangku muncul lima orang teman -teman leo.
''iiiya?''. sahutku dengan wajah takut,
''awas kalau ini sampai bocor maka kau akan kami beri pelajaran. ancam salah satu teman Leo ,aku tak tau namanya karena beda kelas.
papi mendekatiku lalu duduk di sebelahku
''kamu belum ngantuk sis?'' tanyanya ,tapi aneh ku rasa tangan nya diletakkannya di atas pahaku .
''belum pi,'' terasa risih tapi aku ngak bisa menolak, ingin ku ceritakan yang menimpaku tadi siang ,tapi aku takut ,
''ngak ada apa-apa pi?'' lanjut ku sambil memandang tv ,
''kok diam saja ,atau lagi galau ya ,mau papi hibur?'' tiba -tiba pakai yang satunya merangkul ku ,
aku pun hanya diam ,dengan pikiranku yang kacau ,tapi sesaat kemudian ku rasakan bulu kudu ku merinding ,papi menciumi leherku dengan begitu lembut.
''pi ?'' jangan begitu pi ,geli,ah?''teriakku sambil ku melepaskan diri dari papi.
__ADS_1
tapi karena aku kalah kuat aku pun tak bisa lepas , aku meronta ,tapi semakin papi jadi beringas ,
''dengar jangan sampai mami mu tahu kamu akan tahu akibatnya kan ,Santi sangat mencintaiku dan kalau sampai aku meninggalkannya kau harus ingat dia pasti akan mati . tak ku sangka malam itu kesucian yang ku jaga selama ini yang hanya ingin ku berikan pada suamiku kelak di terenggut oleh papi, aku hanya bisa menangis.
aku pun tak bisa bilang ke mami ,karena mami sangat tergantung sama papi bram.
dulu yang menolong mami saat depresi berat karena kehilangan laki-laki yang di cintai ya Bram ,dua kali Bram yang mengobati lukanya ,karena itu mami tak mau lagi kehilangan papi, dan menuruti semua perintah papi termasuk menemani papi saat mabuk di pesta.
Saat itu aku hanya menyesali nasib ku ,tak ku sangka papi begitu jahat padaku.
hari 'hari berlalu walaupun kami sedang bersama papi tetap menunjukan sikap sayangnya padaku seperti seorang ayah kepada anaknya. mama pun tak pernah curiga ,karena sikap kami yang wajar . sejak saat itu papi memang sering pergi ke luar negri bisnisnya yang berkembang membuatnya semakin sibuk , kadang sebulan sekali ,kadang bahkan dia bulan baru pulang ,kadang mami menyusul ke sana.
walau masih terasa sakit hatiku tapi aku pendam sendiri ,enam bulan dari peristiwa itu, papi memaksa aku untuk melayaninya lagi waktu itu mami sedang pergi ke salon ,
dan dengan terpaksa aku pun menyanggupinya ,
Dan sungguh pun aku beruntung aku tidak hamil,
dan sejak saat itu aku,pergaulanku pun berubah ,teman -teman ku sekarang adalah anak -anak yang mempunyai pergaulan bebas
apalagi sejak saat kejadian itu papi selalu memanjakan aku minta apa pun yang aku minta selalu di berikan ya ,
__ADS_1
namun setelah.aku lulus SMA papi dan mami memutuskan untuk bercerai ,papi memilih pergi dengan wanita lain ,untung mami ku tak mengalami depresi ,karena memergoki papi waktu memaksaku melayaninya,