Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Kesedihan Arini


__ADS_3

Sudah sebulan pernikahan Arini dan Dimas kadang rasa sungkan masih ada walau apa lagi sejak kejadian malam itu,


Arini sering sibuk dengan orderan kue dan pesanan online lainnya ,pagi hari masih saja jualan sayur matang dan lauk di teras depan ,membuat waktu dan pikirannya semakin fokus untuk mengembangkan usahanya ,dia terlalu menikmati usaha yang mulai berjalan lancar itu,


sementara Dimas setiap pulang dari pasar langsung menuju kebun belakang yang di sewanya mengolah tanah dengan di bantu pak Usman ,ia sudah mulai menanam beraneka macam sayur ,


Sore itu selesai menyirami tanaman dia masuk rumah melalui dapur ,kali ini terasa capek sekali badannya dan sedikit merasa pusing kepala, bergegas dia menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya ,setelah selesai dan berganti pakaian ,dia segera menuju ruang depan merebahkan tubuhnya di sofa,tak dilihatnya Arini karena tadi sudah ijin untuk ke rumah Janah mengantarkan upah Janah yang di bayarnya setiap seminggu sekali,


''Seandainya kamu sudah menerimaku dengan hatimu Rin ,mungkin hati ini akan bahagia kalau capek tak akan sungkan untuk minta pijit,,ah ,seandainya saja itu segera terjadi,


terdengar ponselnya berbunyi ,diambilnya lalu di jawabnya panggilan dari Siska ,


''hallo mbak Siska ,''


''Dim bagaimana, ku sudah bisa mendapatkan hati arini, sesuai rencana dan kesanggupan mu?'',tanya Siska di seberang sana,


''saya itu aku memang sudah pernah tidur dengan nya mbak tapi untuk menaklukkan hatinya masih perlu usaha lagi ,tapi sepertinya mas Rian jarang menghubunginya sekarang ,'' jawab dimas,


''ya itu karena aku selalu membatasi waktunya saat mas Rian sedang sendiri ,waktunya hanya untuk kerja dan untuk ku, '' ungkap siska,


''kita perlu lebih keras berusaha ,nanti aku akan kirim Vidio lagi ke Arini biar dia tambah jauh sama Rian ,'' tambah siska,


'' iya ,aku pun di sini akan berusaha mendekatinya lagi ,karena terus terang sejak saat itu dia agak sungkan padaku ,''


''kamu tenang saja akan ku ulur waktuku di sini supaya Rian tak segera kembali dan menjalankan rencananya, '' Siska lalu menutup telepon ,Dimas pun lalu kembali berbaring,


Sesaat kemudian Arini datang ,lalu menoleh pada Dimas yang berbaring dengan mata terpejam ,di sentuhnya tangan Dimas ,


''mas bangun ,, sudah makan apa belum,'' tanya Arini tapi saat tangannya menyentuh tangan Dimas dia merasa tangan Dimas sedikit hangat ,lalu di sentuhnya kening Dimas ,


''hah ,mas Dimas badanmu panas ,''? tanyanya dengan sedikit cemas ,


Dimas membuka matanya ,di lihatnya Arini duduk di sebelahnya ,

__ADS_1


''kami sudah pulang?'' ,


''mas Dim ,badan kamu panas kita kedokter ya ?'' Arini membantu Dimas duduk ,


''ngak usah dik tolong ambilkan obat panas saja nanti kan juga sembuh ,'' ucap Dimas setelah duduk ,tapi dia meras badannya juga kedinginan ,


Arini lalu mengambil obat dan nasi di dekatinya lagi suaminya lalu di suapi nya Dimas ,lalu setelah makan beberapa sendok Dimas meminum obat yang di serahkan arini,


''dingin dek,'' sambil menggigil Dimas Mandang Arini ,


''masuk kamar yuk ,'' ajak Arini lalu menuntun Dimas menuju kamar dimas,


''nanti temani ya,'' Rajuk Dimas


Arini mengangguk lalu setelah Dimas berbaring di selimutnya tubuh Dimas , ''aku temani di sini '', ucap Arini duduk di tepi ranjang ,


''tidurlah di sisiku ,aku ngak akan macam -macam ,'' ucap Dimas lalu memejamkan matanya,


Arini yang masih duduk di tepi ranjang hanya diam sambil memandangi suaminya yang sudah memejamkan matanya,


teringat dia akan perkataan si mbok ya tadi sore sewaktu dia mampir setelah pulang dari rumah Janah,


''Rin, bagaimana hubunganmu dengan Dimas ,ku lihat akhir -akhir ini kok malah kayak sedikit renggang ,ada masalah?'', Iyem yang sudah tau sengaja memancing pengakuan Arini ,


''jujur padaku kamu belum bisa melupakan Rian ya?'' tanya Iyem dengan memandang tajam pada Arini,


''iya mbok ,aku belum bisa sepenuhnya melupakan Rian dan juga jujur belum bisa sepenuhnya menerima Dimas,'' Arini menghela napas sedih,


''tapi sebaiknya segera kau lupakan Rian dia dan keluarganya sudah mencampakkan mu, apa pun alasannya dan apapun yang akan direncanakan oleh Rian ,itu salah ,'' tambah Iyem ,


'mbok tahu rencana ku dan mas Rian ,'' Arini Mandang mbok nya dengan takut,


''oya Dimas sudah menceritakan semuanya padaku ,dia tak ingin ada salah paham nantinya ,dia jujur padaku, '' Iyem pun ikut menghela napas,

__ADS_1


'maaf mbok , maafkan aku ,'' sebenarnya saat ini pun aku bingung dengan perasaanku sendiri ,''sahut arini,


''Rin,jangan bertindak bodoh ,andaikan nanti kau bisa kembali pada Rian belum tentu kau bahagia ,kau kan di cap jadi seorang pelakor ,lalu kau harus berbagi dengan orang lain ,dan bukannya keluarga Rian juga sudah tak mengharapkan mu lagi,'' Iyem meraih tangan Arini ,lalu menggenggamnya,


'' aku ingin kau bahagia ,terima Dimas diam pun sudah berjanji padaku untuk menerima keadaanmu walaupun kau mandul .sekarang lakukan kewajiban mu sebagai istri daripada kau berdosa ,


yakini saja kau akan bahagia dengan Dimas ,orang yang benar -benar mencintaimu,


Arini hanya diam terpaku ,pikirannya sangat kacau ,mungkin memang benar kata -kata Iyem ,karena kalaupun ia akan kembali pada Rian keluarga Rian pun tak akan mungkin menerimanya kembali.


Lamunan Arini berakhir karena terdengar bunyi dari ponsel nya setelah di buka dan Siska mengiriminya sebuah pesan suara yang didalamnya terdengar suaranya dan Rian ,


''sayang kamu sejak kapan mulai mencintaiku ,jujur ya,'' ucap manja Siska '',


''jujur awal mula pernikahan kita aku tak suka denganmu ,tapi makin lama dan sejak kau mengandung anakku ,aku sudah mulai mencintaimu ''jawaban Rian membuat hati Arini bergetar,


''tapi janji ya kamu jangan pernah meninggalkan aku apalagi menduakan aku ,atau akan ku pisahkan kau dengan anakmu ,'' ancaman Siska sukses membuat Arini bergidik ,ada perasan cemas dan sedih,


''tenang sayang aku akan setia padamu ,''tambah Rian , Arini masih saja mendengarkan rekaman itu,


''ingat urungkan niatmu balikan pada mantan istrimu itu ,'' ucapan Siska di Sergai dengan senyuman ,


tak terdengar jawaban dari Rian ,namun terdengar lagi suara siska setelah beberapa saat,


katakan sayang apa alasan salah satunya yang menjadi penyebab kau mencintaiku ,?'' pertanyaan yang di ajukan Siska ,dan jawaban rian yang membuat Arini terpaku


''e,,e boleh aku jujur, cara kamu melayaniku di ranjang bikin kamu jadi candu buatku ,'' ucapan Rian


''tentu dong aku kan jago membahagiakan suami, apalagi di ranjang, ucap Siska sambil terdengar tawanya ,


dengan kesal Arini menutup ponselnya ,merasa marah Rian telah membohonginya ,kecewa sekali hatinya ,lalu tak terasa ia pun menangis terisak ,


Dimas terbangun mendengar suara isak tangis Arini walaupun lirih ,Dimas duduk lalu melihat Arini yang masih duduk di tepi ranjang sambil membelakanginya ,perlahan didekatinya wanita yang sudah jadi istinya itu di raihnya tubuh Arini dan di peluknya wanita yang sedang rapuh itu ,di dekap nya sehingga sesaat tangisan Arini berhenti.

__ADS_1


__ADS_2