Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
pulang kampung


__ADS_3

Tepatnya hari Sabtu Arini dan Dimas berangkat menuju ke kampung arini, Dimas menemani arini,perjalanan yang di tempuh selama setengah hari membuat mereka berdua merasa kelaparan,


ketika sudah sampai di terminal ,


mereka mampir makan dulu,di sebuah warung,


''mbak Arini ?'' Dimas memandang Arini yang mengunyah makanannya, ''nanti kalau nanti sudah tiba di rumah mbak ,sebaiknya aku langsung saja pulang ke rumahku ,kita kan ngak bisa sama -sama terus ,nanti apa kata orang?''


Dimas masih saja memperhatikan arini,'' mbak Arini sangat cantik,walaupun sudah janda,tapi aku mencintai Ayu ,uang untuk tunangan pun sudah ku berikan ,tapi, aku memang harus menikahi mbak Arini walaupun hanya sebulan,itu seperti perintah mas Rian ,uang sebagai bayarannya pun sudah aku terima sebesar delapan puluh juta setelah aku menandatangani kontrak ku dengan mas Rian ,dan tanpa sepengetahuan mas Rian aku pun sudah menerima uang dari nyonya Lia sebesar seratus juta ,jadi mereka berdua tak ada yang tahu kalau aku bekerja untuk keduanya.


ya uang memang mengalahkan apapun.


''tentu saja Dim?'' tak usah mengantarku sampai rumah nanti kamu langsung ke rumahmu saja ,kalau


nanti ada perlu nanti aku hubungi.''


Setelah selesai makan mereka lalu berpisah,menuju rumah ,mereka masing -masing.l


Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit ,dengan ojek, Dimas sampai di rumahnya,


di ketoknya pintu rumahnya ,tapi tak ada jawaban .


karena lama akhirnya Dimas duduk di kursi di teras itu. sampai ketiduran.


akhirnya ia terbangun setelah di bangunkan oleh pak lik nya ,teryata pak Lik nya sudah keluar dari kantor polisi ,dengan uang yang di berikan Dimas dari meminjam kohar.


''maafkan aku. dim aku menyesal kan ku coba untuk tak judi lagi ,tapi aku bingung dari mana cari uang untuk membayar utang ku pada kohar,'' ucapnya sambil menghisap rokok.


''sebenarnya setelah tau dari bik Wati ,kalau Lik sudah mengadaikan surat tanah rumah ini aku pun juga ikut meminjam sebesar sepuluh juta ,tapi waktu bik Wati minta dicarikan uang untuk menebus mu aku pinjam lagi lima juta.'' jawab Dimas sambil berdiri mengambil tasnya.


dari halaman rumah bik Wati datang.


''Dim''? kamu pulang ,bagaimana kabar ibumu?''tanya bik Wati , setelah ku cium punggung tangannya saat bersalaman.


''ibu ,biak bik tapi belum bisa pulang ,bik Wati tenang saja ,aku tak memberitahu ibu masalah surat rumah ini.'' lanjut aku duduk lagi,


bik Wati lalu membuka pintu rumah karena bik Wati yang membawa kuncinya


''sini tas kamu tak bawakan ke kamarmu ,kamu istirahat saja dulu ,'' katanya lalu diambilnya tas ku di bawanya masuk rumah

__ADS_1


''aku dan Lik Yanto masih duduk di teras,


''maafkan Lik mu ini dim ,mungkin aku harus menjual sawah ,untuk membayar utang kita,,supaya tak bertambah besar bunganya,'' ******* berat nafas Lik Yanto membuatku merasa kasihan padanya,


''ya Lik itu utang kita jadi kita harus segera membayarnya ,'' bik Wati keluar lagi sambil membawakan es teh ,


''tapi Lik kalau jual sawah yang luasnya sepetak itu mungkin cukup tapi nantinya Lik Yanto mau garap apa ?'' tanyaku sambil menyeruput es teh tadi,


''iya Dim, tapi mau gimana lagi ,''timpal bik wati ,


''aku janji dim ,aku ngk akan judi lagi, aku akan giat kerja. kata Lik Yanto penuh keyakinan.


Baik kalau Lik Yanto berjanji mau berubah ,akan ku bayar semua utang kita,''


''hah'',,,


Meraka semua kaget,


''dari mana uangnya?'' Lik Yanto mengernyitkan dahinya .


''lik dan bik?' aku beneran ada ,nanti malam kita ke rumah kohar Lik kita ambil sertifikat rumah ini,'kataku sambil tersenyum lalu ku letakkan gelas yang sedari tadi ku pegang,gak penting dari mana aku mendapatkan uang yang penting ini uang aman,bukan dari curi atau rampok ini dari aku kerja dan di bayar di depan ,


setelah menghabiskan minum ku ,kami kemudian masuk ke kamar untuk istirahat ,


aku berencana nanti malam setelah dari rumah kohar akan pergi menemui Ayu ,sudah kangen sekali aku juga sudah membelikannya sebuah kalung yang cantik ,walaupun ngak mahal tapi untuk ukuran ku kalung seharga delapa juta tentu sudah menjadi barang yang malah,


semoga saja Ayu makin cinta padaku,


''lik kita sudah membereskan hutang kita ,tolong jaga sertifikat ini, lik pulang saja aku mau ke rumah Ayu,?''


kukatakan itu pada Lik ku setelah kami tiba di perempatan dekat dengan rumah ayu,


''kamu nanti pulang nya naik apa?' tanya Lik ku sebelum menghidupkan motor bebek miliknya .


''nanti aku jalan kaki saja lik, ?''


setelah Lik Yanto pergi ,aku berjalan menuju rumah ayu yang hanya lima rumah dari perempatan tadi.


''Yu, aku kangen banget sama kamu, semoga kamu akan terima jika aku mengundur pernikahan kita sebulan lagi dari rencana kita yang tiga bulan lagi itu.'' pikir ku sambil tersenyum membayangkan betapa senangnya ayu nanti bertemu dengan ku. tak ku beritahu ayu perihal kepulangan ku ,biar ini jadi kejutan ,siapa tau dapat rejeki ,paling tidak dicium sama ayu,

__ADS_1


Sesampai di depan rumah ayu ,ada sebuah mobil terparkir di sana ,sepertinya aku mengenali mobil itu.


aku tak bergegas masuk tapi aku diam - diam mendekati jendela, kerena penasaran aku pun menguping pembicaraan mereka .


ku naik kan sedikit kepalaku ke jendela yang terbuka tapi tertutup oleh kain transparan ,aku yang semula jongkok lalu dengan jelas dapat melihat Ayu tengah duduk di pangkuan seorang laki-laki ,


''dek,,,jantungku terasa berhenti berdetak.


tak salah pria itu adalah Heru anaknya kohar .


''mas ?'' kamu ngak akan bohong kan ?''


aku akan nurut deh sama kamu ,asal kamu menepati janji mu ,'' Rajuk Ayu sambil diciumnya pipi Heru .


pria itu pun membalas menciumnya. sungguh terasa panas sekali hatiku.


''tenang saja sayang ,duit ku banyak , kamu minta apa saja ,pasti tak kasih,'' jawabnya sambil tangannya mulai menyentuh dada ayu.


''Yu?'' suara Jarwo memangil ayu sambil berjalan tertatih mengunakan tongkat Ayu pun tergesa turun dari pangkuan Heru .sementara muka Heru memperlihatkan kejengkelannya .


''Nak Heru ?'' bapak itu setuju saja kalau nak Heru pacaran sama Ayu ,toh ayu juga belum ada yang punya ,ujarnya sambil duduk di depan Heru dan ayu.


'iya pak aku suka sama ayu nanti akan ku ajak bapak untuk melamar ayu dengan segera,'katanya Sabil merogoh sakunya lalu dia mengeluarkan amplop yang mungkin berisi uang ,lalu diserahkannya kepada Jarwo .


''inibpak sedikit untuk tambah biaya bapak,''sambil tersenyum .


''Nak Heru ini kok bikin bapak jadi tambah ngak enak, kemarin sudah dibawakan sembako , sekarang malah ngasih uang ,?'' jarwo tersenyum malu ,tapi tangannya langsung saja mengambil amplop di meja itu.


''pak nanti bagaimana dengan Dimas , ?'' tanya Ayu sambil melirik heru,


''Tenang saja nanti kita balikin uang nya ,dan bilang saja kau sudah tak cinta lagi ,bereskan ,''ujar Jarwo sambil tertawa.


''nanti aku yang akan ganti uangnya,''ucap Heru meyakinkan .


Dimas lalu masuk kedalam rumah, ayu dan semuanya pun terkejut ,


TAk ku sangka ,yu kamu teryata sangat rendah ,aku sudah dengar semuanya ,oke kalau mau mu memutuskan hubungan denganku aku terima ,


dan masalah uang yang sudah ku berikan tak usah di kembalikan anggap saja sebagai hadiah perkawinan mu nanti ,'' ucap dimas kemudian dia segera pergi dengan perasaan yang hancur.

__ADS_1


__ADS_2