Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Pernikahan Soni


__ADS_3

Pernikahan yang memang serba mendadak itu sebenarnya mengundang banyak pertanyaan di pikiran warga sekitar ,tapi mau bagaimana lagi toh yang menjalani maunya begitu .


Tetangga kiri kanan banyak yang membantu ,walaupun Soni kurang dalam bermasyarakat tapi semua menilai karena mbak Dami itu orangnya baik ,suka menolong dan ngak sombong walaupun termasuk orang berada,dan omongan yang suka menjiplak


Hari ini acara yang sudah ditunggu tunggu oleh kedua mempelai itu akhirnya berjalan dengan lancar Dami tak membedakan pada warga ,semuanya di undang.


Setelah urusan bantu-bantu dapur selesai Arini lalu pulang diantar Dimas dengan mengendarai motor yang Dimas beli seminggu lalu walaupun bukan baru tapi lumayan buat tranportasi ke mana-mana.


''mbak mandi dulu lalu dandan nanti tak jemput pas jam tujuh kan waktunya resepsi ,?'' usul Dimas ketika sudah di depan rumah arini.


Arini hanya mengangguk ,''sepeda motor saya biar di sini saja ya mbak?'' kata Dimas sambil berjalan keluar dari halaman Arini menuju rumahnya yang memang temboknya saja jadi satu ,


Arini yang sudah di depan pintu pun menoleh sebentar ,''ya?'' jawabnya lalu masuk rumah.


Rasa letih di badannya karena dari pagi membantu di rumah Dami ,rasa perih di hatinya mengingat nasinya saat ini ,Arini berjalan menuju kamarnya ,dihempaskan ya tubuhnya ke ranjang ,pikirannya pun melayang teringat akan semua foto -foto yang dikirimkan Lia padanya ,


''apa mungkin mas Rian sudah mulai jatuh cinta pada istri barunya ,sehingga sering tak menghubungiku ,sepertinya mas Rian lupa akan janji-janjinya ,''apa lagi istrinya sudah hamil ,''


Arini membalikan badannya ,


''ah,apa mas Rian sudah mengkhianati aku ,'' pikir Arini .


''tiba -tiba ponselnya berbunyi ,


''hello ,,sayang kamu lagi ngapain, aku kangen deh sama kamu,'' teryata Rian yang menelepon arini.


''aku di rumah mas, aku juga kangen ,''jawab Arini sambil menitikkan air mata bahagia.


''sebentar lagi aku sampai di rumah mu ,tunggu aku ya?'' Rian kemudian menutup telponnya.


Dengan perasaan yang gembira Arini lalau melangkah ke kamar mandi,


Segera setelah selesai dia segera berdandan dan kemudian menunggu Rian dengan perasaan yang tak sabar.


saat duduk di teras dan menantikan kedatangan Rian Dimas datang dengan senyuman yang merekah .

__ADS_1


''wah mbak Arin cantik banget udah lama ngak lihat mbak Arin dandan dan dengan senyuman yang wah bisa -bisa aku jatuh cinta nih ,mulut Dimas tak berhenti bicara ,lalu dia duduk di kursi sebelah arini


''kamu duluan aja ngak apa-apa dim aku mau nunggu mas Rian ,''


''memang mas Rian mau kemari.mbak?''


''iya,,,sudah sebulan ngak ketemu ,ada hal penting yang mau di bicarakan,'Selesai Arini berkata ,terlihat mobil Rian memasuki halaman arini.


Rian turun lalu dengan tatapan yang kurang senang dia berjalan mendekati Arini dan dimas.


''ngapain kamu di sini dim?'' tanyanya dengan sorot mata yang tajam.


''selamat sore mas,mas ini gimana to kanas yang nyuruh saya selalu menjaga dan membantu mbak arin ,lagian sebenarnya ini tadi mau ke pernikahannya tetangga.'' jawab Dimas sambil mengulurkan tangannya menjabat tangan rian.


Rian pun menjabat tangan dimas,lalu beralih menatap pada Arini yang segera menghambur ke pelukan Rian ,


''maaf ,sudah lama aku ngak bisa menemui mu ,


aku sangat sibuk,''ucap Rian setelah Arini melepaskan pelukannya,


''sibuk dengan istri barumu ya mas?,,,,sampai lupa hanya untuk sekedar meneleponku ''? dengan sedikit cemberut Arini lalu duduk di kursi .


Dimas lalau bergegas pergi dari rumah arini.


Rian kemudian duduk di sebelah arini,di genggamnya tangan Arini ,


''sayang aku sangat minta maaf sama kamu ,karena aku kamu begitu menderita, aku akan segera menebusnya ,seminggu lagi masa iddah mu sudah berakhir segeralah menikah dengan dimas ,


dan walaupun aku belum menceraikan Siska karena, dia sedang hamil aku harap kita segera bisa bersama secepatnya, '' ucap Rian sambil mencium tangan arini.


''tapi mas terus terang aku sedikit kecewa ,mamamu selalu menggangguku dengan mengirimkan foto-foto mesra mu dengan Siska hingga aku bahkan hampir berfikir kau sudah berpaling dari Ku,''kata Arini sambil melepaskan tangannya dari genggaman rian.


''itu,,,aku tak tau sayang ,kau kan tau aku tak bisa menghentikan mama, tapi aku berharap kau jangan terkecoh dengan semua itu.''


''baiklah ,,,mas aku akan menghadapi semua ini dengan kesabaran , lagian kan hanya sebentar lagi ,''senyuman Arini lalu hadir di wajah cantiknya.

__ADS_1


''tapi harap kau ingat dan kau juga ingatkan Dimas bahwa perkawinan kalian nantinya hanya sebagai formalitas saja, ''muka Rian berubah sedikit kesal,


''jangan sampai kalian ada hubungan atau perasaan apapun ,ingat itu,?'' Rian menatap tajam arini.


Tiba-tiba ponsel Rian berbunyi ,


''hello ,mas ,mas dimana sih ,kok belum pulang anakmu kangen nih ?,. pulang dong mas cepetan ?'' suara di seberang sana merajuk ,dan jelas itu suara siska,


''maaf sis, aku sedang lembur ,ngak bisa cepat pulang,?'' jawab Rian sekenanya.


''rian ,pulang kamu,aku tau kamu di mana sekarang ,?'' suara di ponsel Rian berganti suara lia..


''rian,belum bisa pulang sekarang ?'' jawab Rian


''pulang ,ngak pakai nanti .?'' teriak lia di sana sambil menutup telpon.


Wajah ayu arini,yang tadi tersenyum sekarang sedikit masam ,''pulang kamu mas,anak dalam kandungan istrimu sudah menantimu,'' katanya dengan membuang pandangan dari rian.


''maaf ,sayang lain kali aku akan cari waktu untuk bisa kita bertemu dengan leluasa,'' ucap Rian sambil jongkok di hadapan Arini yang masih duduk sambil memalingkan muka,


''aku ,aku mohon berhenti marah padaku, aku janji tak akan begini lain kali. ''sambil mukanya di buat lucu dan tangannya meraih tangan Arini lagi.


''ya ,sudah aku ngak marah lagi ,padahal tadi aku juga ingin kau ajak jalan-jalan ,tapi ya sudahlah,''


Setelah melihat wajah Arini tak marah lagi Rian pun meninggalkan rumah arini, ''oya ,bilangin ke Dimas akan ku transfer sisa pembayarannya malam setelah pernikahan kalian,dan aku juga akan men transfer padamu untuk keperluan pernikahanmu Minggu depan,'' ucapnya sebelum masuk mobil.


Sebenarnya Arini sangat kecewa dengan Rian ,namun dia masih bucin pada Rian hingga mau menyetujui rencana Rian ,namun dia juga heran kok Lia dan siska tahu kalau saat ini Rian ada di tempatnya ,, '' kok bisa tahu ya ,ah sebaiknya aku ke rumah mbak Dami ,mengucapkan selamat padanya dan soni.


Setelah mengunci pintu rumahnya Arini lalu berangkat menuju rumah Dami ,


baru beberapa langkah suara motor mendekat ,dan itu adalah dimas,


''ayo tak anterin mau kemana ?'' aku mah siap,'' ucap Dimas yang menghentikan motornya di dekat arini.


Dim antar aku ke pernikahan mbak Dami lalu bisa tidak kamu mengantarku jalan -jalan ke taman yang di dekat kantor kecamatan ,'' tanya Arini sambil memandang Dimas penuh harap.

__ADS_1


Dimas hanya tersenyum dan mengangguk.


''Apapun untukmu mbak Arin ,'' batin dimas.


__ADS_2