Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Lia tau


__ADS_3

Lia kemudian menuju kamar Rian diketuknya pintu kamar itu ,lalu dia masuk .


''siska sayang lagi ngapain?'' tanyanya sambil mendekati mantunya yang duduk di tepi ranjang sambil memegangi hp ,


''eh,mama?'' Lia lalu duduk di samping siska, di pegang nya tangan Siska


''ada apa to kok kayaknya murung begitu.?''


''mas Rian tuh ma, tadi ada yang ngirimin foto tapi aku tak tau foto siapa , terus waktu tak tanya malah marah ,aku kan jadinya sedih ma?''dengan muka di buat -buat sedih Siska menundukkan mukanya.


''oh itu tadi ,itu mama yang ngirimin ,mama punya rencana supaya Rian membenci Arini dan mereka ngak berhubungan lagi,jadi jangan sedih ya .''


''itu bagaimana mama tau kalau mereka masih berhubungan,?'' tanya Siska dengan menatap Lia ,


''sebentar ya kamu tunggu ,'' Lia lalu menelepon Rian


''riyan ini istrimu lagi kepengen makan manisan Bogor tolong belikan sana ,cepat dan sekarang kamu berangkat,'' Lia matikan hpnya .


''mama pintar sekali usir mas Rian '', Siska tersenyum . tak lama kemudian terdengar suara mobil meninggalkan halaman rumah,


''aku tuh sebenarnya tau kalau Rian dan Arini merencanakan agar mereka bisa kembali bersama,'' Lia memulai penjelasannya pada siska.


''tapi walaupun aku pernah menyayangi Arini ,aku ngak mau juga kalau sampai pernikahanmu ngak bahagia ,'' lanjutnya sambil menghela nafas.


''aku yakin kamu bisa membahagiakan Rian ,


apalagi kamu juga sudah hamil anak Rian .'' Lia mengelus perut siska,


''lalu apa rencana mama,?'' tanya Siska


'' aku tau Arini akan menikah setelah masa iddah nya habis , dan itu bisa kita gunakan untuk merenggangkan hubungan mereka berdua ,bagaimana sayang ?'


''oke ma ,aku turut apa kata mama aja ''.ucap Siska sambil tersenyum senang.


''yang penting kartu As mereka ada di tanganku ,'' Lia tersenyum memandang Siska yang ikut tersenyum.


Soni berjalan meninggalkan rumah Arini ,kekecewaan yang dia rasakan dirasa teramat dalam tapi dia seorang pria tak pantas untuk bermuram durja,


ketika sampai di pertigaan jalan dari belakangnya sebuah sepeda motor berhenti di sampingnya ,

__ADS_1


''Son ,dari mana?''tanya Ali salah seorang temannya , yang tukang judi dan mabuk ,


''mau kemana kamu ?'' Soni bertanya balik,


''cari hiburan lah suntuk di rumah ,ikut yuk toh sudah lama ngak nongkrong,'' ajak Ali sambil memegang tangan Soni ,Soni yang sedang galau pun mengangguk lalu naik ke boncengan sepeda motor ali.


Mereka berdua akhirnya tiba di sebuah tempat karaoke ,dulu pernah sih sesekali Soni nongkrong di situ kalau pas punya uang ,


masuk yuk kulihat kamu galau bener kayak orang yang putus cinta,'' Ali lalu menyeret tangan Soni ,


Tak lama mereka sudah ada di suatu ruangan ,di temani dua gadis cantik pemandu lagu yang bekerja di sana,


Ali pun sudah memesan minum ,


''ali ,aku tuh lagi bokek ,mau bayar pakai apa aku nanti ,?'' Soni. kata Sambil di sofa bersebelahan dengan seorang cewek yang menemani mereka.


''Tenang bro,aku tebal nih sambil menepuk sakunya .


mereka pun menikmati malam itu dengan bersenang -senang ,Soni dan Ali pun mabuk walaupun tak parah separah Soni Ali masih bisa melihat jam yang sudah menunjukan pukul Dua belas malam ,Ali pun segera mengajak soni pulang.


Soni dan Ali tiba di jalan di mana mereka bertemu tadi ,''maaf Son, aku ngak bisa mengantarkan mu sampai rumahmu aku takut sama bapakmu ,


sementara di rumah sebelah jalan itu yang memang rumahnya Dami janda yang hanya tinggal sendiri ,mendengar suara sepeda motor di samping kamarnya ,karena memang kamar Dami terletak di samping jalan ,karena rumahnya Memeng di pojokan perempatan jalan..


''motor siapa sih malam begini?'' dengan rasa penasaran lalu dia berjalan ke depan lalu di bukanya pintu rumah ,Dami lalu mendekati samping kamarnya dengan langkah perlahan dan sedikit takut,nun sekelebat dia melihat bayangan seseorang, ''siapa tengah malam begini ? jangan -jangan maling ?'' batinnya,


tapi orang itu malah mendekati pintu rumahnya ,langkah Dami berhenti diamati lelaki itu setelah tau siapa orang itu ,Dami lalu menghampirinya ,


''Soni, ya ampun kamu kenapa?'' tanya Dami sambil meraih tubuh Soni yang Memeng mabuk berat.


''mbak di ijinkan saya tinggal sebentar ,saya tak berani pulang ,'' dengan bau alkohol dari mulutnya .


Soni menjawab pertanyaan Dami .


Dami lalu memapah Soni masuk rumahnya di dibaringkannya tubuh soni di sofa ruang tengah, di ambilnya selimut lalu di selimutnya tubuh Soni ,


''kenapa kok mabuk lagi sih Son, kalau bapakmu tahu habis kamu katanya tobat kok kambuh lagi,'' omong Dami menggerutu tak henti ,


tak lepasin baju kamu sini biar ngak bau nih ganti sama kaos ,''

__ADS_1


Dami lalu menyuruh Soni bangun ,Dami duduk di depannya ,lalu di lepaskan ya jaket Soni ,dibukanya satu persatu kancing kemeja Soni ,''wah badan kamu bagus Soni ?''dami menatap dada dan perut Soni yang seperti roti sobek dengan terpesona, sudah lama Dami tak dapat sentuhan dari seorang pria ,


tiba -tiba tangannya gemetar jantungnya berdebar ,setelah tiga tahu menjanda Dami selalu merasa kesepian tanpa ada pelukan setiap malam ,


''ngak,,,ngak boleh aku berpikir yang tidak -tidak ,''dami lalu melepaskan tangannya dari Soni dan memberikan kaos , ''nih pakai sendiri kaosnya?''


perintahnya sambil menggeser sedikit tubuhnya .


''mbak aku sedang sakit ,cinta pertamaku bertepuk sebelah tangan, aku sangat terluka mbak ?'' lirih Soni menjawab dan dengan cepat di raihnya tubuh Dami dan dipeluknya erat'',tolong aku mbak ?'' Dami yang kaget dengan pelukan Soni dan tak bisa melepas diri


hanya bisa pasrah. ''bisa ngak Soni lepaskan dulu aku ,'' pinta Dami ,tapi Soni semakin memperkuat pelukannya ,


Dami yang waktu itu hanya memakai daster yang tipis merasakan tubuhnya bersentuhan dengan badan kekar Soni yang tak memakai baju meras panas hasrat nya naik ,sebenarnya hal ini sangat di inginkan ya tapi pikiran waras nya takut,


''soni tolong lepaskan aku''? pintanya


Soni tak mendengarkan perintah Dami ,tapi tangannya yang berada di pundak Dami justru turun mengelus badan belakang Dami ,dan dengan segera Soni mencium bibir Dami ,Dami yang kaget secara reflek ingin menghindar ,tapi pikiran nya kalah dengan keinginan batinnya yang mendambakan sentuhan kenikmatan ,


akhirnya antara sadar dan tidak Dami dan Soni melakukan perbuatan yang tak seharusnya .


''ah Soni kamu hebat ,aku sangat senang dan puas ,kamu harus jadi milikku apapun caranya agar kamu tak lepas dariku ,tak ku sangka hanya semalam aku sudah merasa jatuh cinta padamu,''batin Dami ketika mereka sudah terkapar dan Soni tertidur di sampingnya,


Soni terbangun jam menunjukan pukul sebelas siang,'' gila aku dimana?'' Soni celingukan memandangi sekeliling ,kamar siapa ini?''


belum hilang penasarannya di tambah dengan melihat tubuhnya yang telanjang dan di didapatinya cairan disekitar dia bangun, pintu terbuka,


''dilihatnya , Dami masuk dengan tersenyum manis padanya ,


''sudah bangun Soni ''? tanyanya lalu duduk di kursi di depan Soni ,


''mbak Dami maafkan aku aku ngak sadar tadi malam dan aku ,,,''


''sudah Soni ngak usah kamu teruskan ,sebenarnya ,aku juga salah tak bisa mencegah kita melakukan nya ''kata Dami datar,


'' lalu apa mau mbak Dami ?'' tanya Soni dengan menatap wanita yang sepuluh taun lebih tua darinya tapi masih kelihatan cantik dan seksi itu.


''maaf kan aku sekali lagi mbak ku jadikan mbak sebagai pelampiasan atas kekecewaan ku,''


Dami menghela nafas lalu tersenyum dan mendekati Soni yang diciumnya kening Soni ,''mandi dulu nanti kita bicara di ruang setelah kamu makan,

__ADS_1


__ADS_2