Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Soni bucin


__ADS_3

Arini mengeluarkan kunci dari dompetnya ,lalu membuka pintu ,''mari bik masuk ?''


janah lalu masuk sambil membawa belanjaan langsung menuju dapur . sementara Arini mau menutup pintu .


''mbak Rin ?'' Dimas mengagetkannya


''eh ,Dimas ya ,mengapa ?'' kok belum berangkat kerja ,'' tanyanya dengan masih memegang handel pintu ,


''ini ,mau berangkat ,cuma mau tanya ,nitip ngak ,atau butuh sesuatu nanti tak belikan.''


''e,e ,boleh deh ,kardus tempat makanan aja ya ,aku mau masak nanti tak bagi ke tetangga ,sebagai salam perkenalan , bisa ngak?''


''oke?'' jawab Dimas sambil mengacungkan dua jempol tangan dan tertawa ,''ha,ha.


arini lalu mengambil uang yang di sodorkan Arini padanya ,


''tambah minuman botol ,makasih dimas,. udah sana pergi , segera ditutupnya pintu ,padahal Dimas masih berdiri disitu.


Arini lalu menyusul janah di dapur lalu segera mereka memulai masak.


'''Tok ''


''Tok ''


''siapa ya bik , tak lihat dulu ya ,tolong lanjutkan goreng ayam ini ya bik tingal sedikit ,''


Arni lalu meletakkan spatula yang dia pegang dan berjalan menuju pintu depan .


Begitu pintu dibuka ,terlihat seorang pria dengan tatapan yang tajam,


''mbak saya cari ibu saya bu janah tolong panggilkan sebentar,?''


''''oh iya mas,silahkan duduk ,'' arininlalu mempersilahkan anaknya janah masuk rumah..


''saya ngak usah masuk ,tolong panggilkan ibu,?''


di dihempaskan pantatnya di kursi teras .


Bik janah yang mendengar suara anaknya segera berjalan mendekat .


''ada apa soni ,?''


Arini masih saja berdiri di sana sambil menendang soni,


''buk ,minta uang ,kemarin pak Sastro menawarkan ayamnya ,dan aku menyanggupi untuk membelinya,tolong beri aku uang .'


Janah hanya mengelus dadanya, kemarin kamu kan sudah minta dua ratus ribu sekarang ibu belum ada uang,'' jawab janah ketus


''sudah pergi sana cari kerja ,bukannya ngurusin ayam melulu ngak ada uangnya.''


-'pelit amat sih bu,atau pinjamkan sama mbak cantik ini ,nanti kalau ayam ku menang taruhan pasti tak bayar sendiri'.''di tatapnya ibunya lalu berganti melirik ke arini. Arini yang mengetahui kalau diam -diam Soni memperhatikannya jadi risih.


''hus ngawur saja kamu ,sudah mendingan pergi saja sana ?'' perintah janah.


-'tapi buk aku kadung sudah berjanji ,mali kalau ingkar,?''


''dua ratus lagi buk ,tenang nanti tak kembalikan ?''

__ADS_1


sambil masih menatap Arini '


''bah ,cantik juga teryata wanita ini ,'' batin Soni .


''ngak bisa aku ngak punya duit ,'' jawaban janah membuat Soni tersentak kaget.


''mbak bisa ngak pinjam duwitnya ,jangan khawatir nanti tak kembalikan,?'' sambil senyum sambil memperlihatkan giginya yang putih rapi.


''jangan mbak ,''kata janah sambil menggelengkan kepala.


Arini tersenyum kemudian melangkah ke kamarnya , di ambilnya uang dari dompet , lalu melangkah keluar menemui janah dan soni.


''bikin malu saja, mending pinjam sama temanmu sana ,'' janah mendorong Soni ,


''nih mas uangnya ,'' belum sempat Soni bergeser dari tempatnya berdiri ,Arini sudah menyerahkan uang ke soni.


''makasih ,mbak ,mbak baik banget ,tapi belum kenalan ,he,he'',kenalkan nama saya Soni mbak,'' sambil mengulurkan tangan setelah memasukkan uang ke dalam saku celana panjang yang robek di bagian dengkul.


Arini mengulurkan tangan nya,


''mbak maafkan anak saya ,sungguh ngak sopan padamu,''sabil melotot pada soni.


'arini hanya senyum dan menggelengkan kepalanya


'''cantik banget kalau dilihat ,baik hati lagi '' batin Soni saat tadi menerima uang dari arini.


'' coba jadi istriku ,pasti aku akan sangat bahagia,'' dengan tak berkedip soni tetap memandang arini.


''sudah sana pergi?'' bentak janah ,


dengan terkejut ''iya ibuku sayang ,dah ,mbak cantik,'' Soni melangkah pergi .meninggalkan rumah arini


''mana si kali pak ?'' begitu sudah dekat dengan pak Sastro yang duduk di kursi depan arena adu ayam , kali adalah nama ayam jagoan yang sering memenangkan adu ayam di daerah situ.


''udah bawa uangnya kamu,?'' nih si kali .


setelah serah terima ,Soni lalu berjalan menuju arena ,


''ayo siapa yang mau taruhan untuk jagoan ku si jali'',Sabil meletakan kali di tengah arena ,


sesaat kemudian banyak yang menaruh taruhannya ,


lawan jali pun sudah ada di arena .


Ramai suara orang dalam pagelaran judi taruhan ayam itu ,mengeluhkan jagoan masing-masing.


Namun tak di sangka ternyata ketika dalam kegaduhan itu, tiba -tiba polisi datang menangkap mereka yang sedang asik bertaruh ,


dengan terkejut mereka segera berhamburan melarikan diri,namun polisi bisa menangkap beberapa orang dan juga membawa ayam mereka sebagai barang bukti..


Soni pun ikut tertangkap,


Sementara itu ,Rian saat itu sedang berdua makan di cafe dengan Siska ,


sambil menyeruput minuman di hadapannya,


''siska kenapa kamu mau dijodohkan denganku ,padahal kamu itu gadis yang lama tinggal di luar negeri ,tentunya banyak teman dan banyak pilihan untuk jadi suamimu ?''

__ADS_1


''iya sih, tapi waktu mamaku memperlihatkan fotomu ,dan mengatakan, kalau kita dijodohkan aku mau aja ,karena aku yakin kamu adalah orang yang baik ,dan sayang sama keluarga., dan banyak sih cerita Tante Lia tantang mu yang membuat aku suka sama kamu ,''lalu di genggamnya tangan Rian ,


''percayalah padaku Rian aku akan menjadi istri yang baik untukmu.''


senyuman Siska seolah memberikan kepastian pada rian.


Di pandangnya wajah Siska yang ayu ,tubuh yang proposional bak model ,jujur dalam hati Rian mengagumi kecantikan Siska ,


selama ini Rian memang tak pernah memperhatikan wanita lain selain Arini seorang.


pernikahan mereka yang dipercepat membuat mereka harus lebih dekat untuk saling mengenal ,aneh memang,Santi ,mamanya Siska mendesak agar pernikahan mereka segera dilangsungkan .


Dali awal perkenalan hanya tengang dua minggu, Dan anehnya keluarga Rian semua setuju.


sementara itu di kantor polisi ,Soni sudah dapat bebas karena jaminan.


pak Usman yang menjemput Soni ,kemudian mengajak Soni mampir di sebuah warung makan pinggir jalan ,


setelah masuk ,duduk ,lalu memesan makanan untuk mereka ,


Soni dengan lahapnya makan nasi ayam yang dihidangkan ,dua hari di kantor polisi membuatnya kelaparan, bukanya tak diberi makan tapi memang dia tak mau makan.


Soni memandang bapaknya yang hanya meminum kopi tanpa menyentuh makanannya,


''''Soni kamu itu sudah besar ,tolong berhenti ,cari kerja ,kamu itu sudah waktunya menikah ,dewasa lah ,bapak dan ibumu sudah tua ,mau jadi apa kamu ,'' dengan menghela napas panjang ,sambil menggelengkan kepala.


'iya pak aku akan berubah ,memangnya bapak sudah ada calon istri untuk aku ,yang cantik ya pak ,atau mbak Arini saja bapak lamar kan untukku, he, he ,'' sambil terus mengunyah makannya ,


''jangan ngimpi kamu mana mungkin mbak arini mau sama kamu ''.


''memang kenapa?'' aku kan ganteng pak?'' sambil meraih makanan dalam piring bapaknya ,nasi mu tak makan ya pak? dari pada mubasir.


''carikerja dulu ,cari uang banyak dulu nanti pasti dapat istri . yang cantik ,''pak Usman memang orang yang sabar ,jarang banget marah -marah.


''bapak dapat uang dari mana buat Nebus aku?''


''bapak dikasih mbak arini, maka dari itu kamu bersikaplah yang baik padanya ,dia sudah anggap kita sebagai keluarga sendiri ,


''di berikan cuma-cuma pak?'' di pandangnya mata bapaknya ,Soni tau bapaknya ngak pernah berbohong


''iya semula aku pinjam ,tapi ngak boleh di kembalikan, dia begitu baik ,dia hanya minta kamu berubah .''dengan menghembuskan napas yang besar ,lalu berdiri membayar makanan pada pemilik warung.


''aku ngak nyangka arini sangat baik bik hati ,sudah cantik lembut ,bodynya pun sangat bagus ,andai aku bisa memilikinya ,ah aku harus bisa mengambil hatinya ,'' batin soni. lamunannya tersadar saat pak Usman menepuk pundaknya ,


''ayo pulang,?''


merekapun berjalan keluar warung menuju motor bebek milik pak usman.sebelum menghidupkan mesin motornya di toleh nya kembali anaknya di belakangnya


''sono tolong berubah ,demi kami dan masa depanmu juga ?'',


''ah,Arini ,kenapa kau selalu di mataku ,'' berkata sendiri Soni ketika sudah ada di kamarnya ,direbahkan nya badannya di kasur, ''apa aku jatuh cinta padamu ,ah Arini aku akan berusaha mendapatkan mu,'batin soni ,


tadi waktu pulang dari kantor polisi ketika lewat depan rumah Arini dilihatnya Arini sedang menyapu teras dan tersenyum manis padanya ,


''ah ,Arini ,kenapa kamu cantik banget,''


Ya Soni telah jatuh cinta pada Arini ,pria yang Memeng belum pernah dekat dengan seorang wanita itupun tersenyum senyum sendiri ,seperti orang gila.

__ADS_1


''


__ADS_2