
Namaku Dimas ,aku seorang anak tunggal,namun aku terlahir dari keluarga pas-pasan .
ibuku ,Sumi bekerja sebagai asisten rumah tangga sejak aku berumur delapan tahun ,a
bapakku ,meninggal setahun sebelumnya ,
karena itu ibuku nekat pergi kerja ke kota ,beruntung ibu memiliki majikan yang baik ,aku pernah di ajak ke tempatnya bekerja ,waktu itu aku masih kelas lima SD ,
di sana aku berkenalan dengan Rian ,anak majikan ibu,yang berumur empat tahun lebih tua dariku ,walaupun anak orang kaya ,tapi Rian sangat baik hati ,
dalam waktu berikutnya ,ketika aku datang ke sana lagi waktu itu aku sudah SMA kelas dua ,tapi, waktu itu bersamaan dengan liburan jadi aku tak bertemu dengan Rian .
waktu itu keluarga Rian sedang liburan ke luar negri,
Sejak kecil aku diasuh oleh adiknya ibu ,pak lik Yanto
dan istrinya wati, bik Wati sangat baik ,dan sudah menganggap aku seperti anaknya sendiri ,
sedang pak Lik Yanto sedikit kasar. kerjanya senang berjudi ,walaupun dia juga bekerja di perkebunan milik tetangga kami.
Selepas SMA aku tak melanjutkan sekolah ,aku pilih bekerja ikut paman di kebun ,tanaman tomat dan sayuran seperti sawi dan kacang panjang juga cabe yang di tanam di kebun itu
'tapi karena kerjanya ku rasa berat ,baru sebulan aku sudah keluar ,lalu aku bekerja di bengkel temanku Antok .
waktu itu aku sedang memperbaiki sebuah sepeda motor ,tiba -tiba aku dikejutkan dengan panggilan seseorang dari belakangku ,karena kaget tak sengaja tangan ku yang terkenal oli mengenai muka ku ,jadi mukaku yang ganteng ini kayak monyet,
Antok yang datang dari mencoba motor yang habis di servis tertawa terbahak
''ha,,,ha,''wajahmu tambah ganteng aja,'' sindirnya .
''sialan ,jawabku s ambil menoleh pada suara yang memangil tadi,
kulihat seorang gadis yang cantik dengan rambut panjang ,berpakaian sedikit **** tersenyum sambil berdiri di sebelah sepeda motor metik ,
''mas ganteng tolong ya sepeda saya mogok nih ,mana saya buru-buru mau ke pasar ,bisa ngak minta tolong perbaiki dulu ,please'?''
''dak bisa begitu mbak ,antri dong?'' kata orang yang duduk di kursi tunggu,
aku hanya mengangguk sambil masih meneruskan pekerjaanku sesekali ku lirik dia ,tampaknya dia sedikit gelisah .
''memang masih lama dim?'' tanya Anto ,aku mau ke toko onderdil dulu ambil pesanan. tanpa menunggu jawabanku Anto segera pergi .
ku lirik lagi gadis itu, dia sedikit gelisah,''mbak mau ada kepentingan yang mendesak ya?'' tanyaku sambil memasukkan ban dalam di hadapanku .
''oya mas, mau ke rumah sakit bapak aku sakit ,tau nih tiba -tiba mogok capek mas dorong tadi .'' ujar nya sambil mengambil hp nya yang berdering ,
''iya buk,sebentar lagi motorku mogok lagi di bengkel ini ''. jawabnya .
''mbak gimana kalau mbak pakai motorku aja nanti sore balikin ke sini ,nanti pas motornya mbak pasti udah jadi ,gimana?'' usul ku sambil ku pandang wajah cantiknya yang sedikit murung .
__ADS_1
''beneran mas ,?'' tanyanya ngak percaya .
''ya kalau mbak nya mau karena. motorku ngak sebagus punya mbak.
''mau,mas ngak pa--pa asal cepat bisa sampai rumah sakit. senyum riang terlihat di wajahnya.
''nih mbak kuncinya ,'' ku serahkan kunci sepeda motorku ,''diambil nya dari tanganku ,
lalu ku tunjukan sepeda motorku ,diapun pamit lalu pergi begitu saja.
''yah ,pak dhe pemandangan bagusnya sudah pergi ,'' kataku pada lali -laki setengah baya yang masih menanti berbaikan motornya.
Aku kerja di bengkel anto memang Sampai sore kadang kalau harapan banyak sampai lembur .
kebetulan hari ini sedang sepi hanya ada dua sepeda motor satu sudah diperbaiki Anto tadi yang satu masih ku garap dan kini datang motor nya gadis cantik tadi .
usai menggarap motor pak Dhe tadi ,aku segera menggarap motor cewek tadi , teryata hanya air accu ya yang habis ,segera ku bereskan lalu aku segera mandi ,ku tutup bengkel seperti pesan Anto tadi karena ini malam Jumat ,dan mumpung sepi . setelah Anto pulang ke rumahnya aku tetap di situ menanti gadis tadi.
setelah hampir satu jam setengah gadis itu datang .
''mas,?'' panggilnya.
aku yang tertidur di kursi panjang depan bengkel ,
terbangun ,ku lihat gadis cantik itu sudah duduk di sampingku,
'' mas kan tadi yang meminjamkan sepeda motor padaku kan, makasih ya mas?''katanya
''berapa aku harus membayar ?''lanjutnya
''ngak usah bayar mbak, tadi cuma air accu nya yang habis ,jawabku setelah duduk.
''boleh kenalan mbak?'' tanyaku sambil ku ulurkan tangan.
''dimas?''
diulurkan tangannya menyambut tanganku aku Ayu,mas'' ? sambil tersenyum
''terima kasih atas bantuannya ,'' lanjutnya kemudian dia bercerita bahwa bapaknya tadi keserempet motor ,tapi sudah dibawa pulang . setelah berbincang banyak hal ,tak terasa hampir magrib jadi kami lalu pulang ke rumah masing -masing .
sebelum berpisah kami pun sudah saling tukar no hp.
Di rumah Ayu ,terlihat bapaknya berbaring di tempat tidurnya ,kaki kirinya yang di perban sampai lutut ,diletakkan di atas bantal ,ayu masuk ke kamar bapaknya lalu duduk di pinggir tempat tidur '' pak apa sebaiknya bapak menelepon ibu ,suruh ke sini untuk merawat bapak,''?
kata Ayu sambil menyuapi bapaknya dengan makanan yang tadi di bawanya.
'' alah Yu ,mana mau dia ,sudah lama aku meninggalkannya ,bapak sudah mengecewakannya ,
sudahlah dia pasti tak mau.'' terdengar helaan napas pak Jarwo ,bapaknya ayu.
__ADS_1
''bukanya bapak masih sering berhubungan dengan dia ,?'-
''iya tapi dia sudah mengatakan ngak akan mau lagi jika rujuk dengan ku ,setiap telpon dia selalu menolak bila ku tanya tentang hal itu.
tiba-tiba hp ayu berbunyi.
'teryata Dimas meneleponnya ,diangkatnya telpon itu,sambil berjalan meninggalkan bapaknya.
''hollo Ayu ,?'' sibuk ngak?'' suara Dimas di seberang sana .
''ngak kok memangnya kenapa?'' jawab ayu.
''kangen aku sama kamu,masak kamu ngak kangen sama Abang ganteng ini?'' lanjut dima
Setelah saat itu keduanya pun menjalin cinta ,Dimas yang belum pernah memiliki pacar merasa sangat bahagia bisa mendapatkan cinta Ayu ,tapi sepertinya bapaknya ayu kurang suka pada Dimas karena Dimas bukannya orang kaya .
paman dan bibinya Dimas menumpang tinggal di rumah Dimas ,rumah peninggalan bapaknya Dimas ,karena itu bibinya dimas selalu baik hati pada Dimas ,lagian ibunya Dimas setiap bulan juga mengirimkan uang pada mereka.
mereka tidak mempunyai anak jadi hanya Dimas yang mereka asuh dari kecil,
suatu hari Dimas mengatakan pada bibinya, bahwa dia sudah memiliki pacar ,yaitu ayu ,ketika itu dimas baru pulang dari rumah ayu ,didekati bibinya yang sedang duduk di tera rumah sambil minum kopi.
di letakkan bokongnya di kursi sebelah bibinya
'' bik aku pingin nikah bik?'''
Wati terkejut ''menikah ngak salah kamu Dim,''?
buru juga kerja ,belum ada tiga bulan Lo ,memang sudah punya uang banyak apa''??
sambil hanya melirik ke Dimas, diminum nya kopi yang tinggal setengah itu.
''Mang uangku belum banyak ,tapi aku sangat mencintai Ayu ,aku ngak mau kehilangan dia.'''
''tapi menikah itu ngak sesederhana yang kau pikirkan Dim,?''
''harus siap mental ,batin ,dan juga dana yang banyak.'' sahut wati.
''iya,bik aku akan ngomong pada ibu, baiknya bagaimana,'' sahur dimas.
''kamu sudah membicarakan pada orang tua pacarmu tentang ini,?'' tanyanya kemudian.
''iya ,tapi bapaknya ayu minta maharnya ngak sedikit .'' jawab Dimas sambil tertunduk , karena kehadiran Yanto dari dalam rumah.
''Ada apa ini serius amat ?'' tanya Yanto setelah ikut duduk ,
''ini dimas mau ngelamar pacarnya dan orang tua pacarnya minta uang untuk resepsinya banyak karena ngak anak nya kalau pesta perkawinannya ngak besar dan meriah.'' jawab Wati .
''ya pak lik, aku harus bagaimana ya?''dengan sedikit takut Dimas menimpali omongan wati.
__ADS_1
''nanti kabari ibumu ,ya doakan saja ,aku nanti dapat rejeki yang besar pasti nanti pak Lik bantu,''yanto berucap sambil menyalakan rokoknya.
Dimas pun mengangguk senang ,.