
Sebulan tak terasa sudah berlalu Siska hari itu bangun lebih pagi dari biasanya, dia tiba-tiba merasa pingin makan bubur yang biasa jualan lewat depan rumah,
ia tau ini bawaan bayinya ,setelah bangun segera dia mandi dengan segera Siska turun ke bawah ,di ruang makan terlihat suami,dan mertuanya sedang sarapan .
Lia yang terbiasa dengan Siska yang tidak bisa bangun pagi ,tak begitu mempersoalkannya, apa lagi dari kemarin Siska mengeluh kurang enak badan , 'Sis? kok tumben bangun pagi sayang ,suami sarapan bareng,'' ajak Lia sambil menyendok makannya .
''iya, nih tumben sis, biasanya aku berangkat kerja belum juga bangun.'' timpal rian.
''badan kamu sudah enakan sayang?'' tanya burhan.
''sudah pa,'' jawab Siska .
''ya ,sukur deh'', Burhan lalu berdiri setelah menyelesaikan makannya,
''sarapan dulu sayang?'' Rian tersenyum pada Siska yang berjalan menuju dapur.
''ngak mas?'' Siska terlihat mencari sesuatu di dapur.
''cari apa sih ? sis?'' tanya Lia yang masih duduk di kursi makan .
''cari mangkuk ma?''
''buat apa?'' teriak lia.
''bik Sumi aku pernah lihat ada mangkok berwarna hijau ,tolong Carikan bik. ?'' perintah Siska pada bik Sumi yang baru masuk dapur,
''sis aku berangkat ke kantor dulu,?'' teriak Rian yang langsung menyusul papanya keluar rumah .
''iya ?'' teriak Siska ,biasanya jarang sih Rian pamit karena Siska bangunnya sering telat beda dengan arini sebelum Rian berangkat kerja pasti sudah siap antar Rian sampai di teras rumah.
''Buat apa sih sis?' tanya Lia ,
''anu ,ma aku pengen beli bubur yang lewat depan rumah ,tapi pakai mangkuk yang mama beli waktu mama liburan itu ,yang warna hijau,?'' rengek Siska kayak anak kecil,
bik Sumi kemudian membuka laci atas lari dan mengambilnya lalau di serahkan pada Siska ,
''ini non''
''iya bener yang ini ,tolong bik cegat tukang buburnya ya ?'' perintahnya lagi.sambil sentak -senyum,
__ADS_1
bik Sumi mengangguk lalu berjalan menuju depan ,
''kamu ini aneh sis biasanya jijik kalau beli makanan di sembarang tempat ini kamu kok malah beli pada orang yang jualan keliling ,gimana sih ?'' protes lia.''
''ngak tau nih ma, kok dari subuh pas bangun kok pingin banget makan bubur ,terus kebayang deh pakai mangkok warna hijau kok kayaknya enak gitu ,'' ujar Siska Sabil cengar-cengir
biar mama anterin aja ya ke cafe bubur langganan mama gimana ,tempatnya bersih enak lagi di sana,?''bujuk Lia
''ngak ah, pengin makan di depan aja sambil lihat kumisnya yang jualan.''jawab Siska malu-malu.
''hah kamu,?'' Lia tak melanjutkan perkataannya .jangan -jangan Siska hamil ,kemarin waktu bilang ngak enak badan disertai mual dan muntah,''batin Siska sambil berbinar -binar wajahnya penuh pengharapan.
kemudian di kerjanya Siska yang sudah menuju teras rumah .
Siska yang lagi duduk di kursi seperti tak sabar menanti tukang bubur.
Lia lalu menghampiri Siska sambil duduk di sebelah nya
''sis? jangan -jangan kamu hamil sayang ,ngidam itu ,''
''he,,,he sebenarnya iya sih ma,aku sudah hamil mau kasih surprise semuanya tapi mama malah menebaknya benar , maaf belum kasih tau semuanya.''kata Siska tersipu ,''padahal waktu nikah juga udah hamil,'' batin siska,
''non,?''teriak bik Sumi ini tukang buburnya?''
''iya bik ,isi buburnya tapi suruh bawa kesini yang jualan , ''
bik Sumi lalu masuk rumah ,sementara buburnya dibawakan sama yang jualan
''ini non?'' kata penjual bubur sambil menyerahkan mangkok yang berisi bubur .
''sini pak,tolong tungguin saya makan jangan pergi dulu nanti tak bayar lebih.''siska langsung makan bubur dengan lahap ,
''iya pak jangan pergi dulu ,mantu saya sedang ngidam?'' lanjut Lia .
''Siska sayang kamu sudah tes kehamilan kamu,?''tanya lia saat mereka di ruang keluarga.
''udah dong ma ,tak ambilkan dulu ma hasil tesnya,
setelah mengambil tes dari kamar kemudian, memberikan pada lia,
__ADS_1
''wah cocok ini,'' ucap Lia sambil tersenyum lalu memfotonya dan mengirim pada arini.
''rian sudah kau beri tahu?'' tanyanya kemudian sambil menghadapkan mukanya pada siska.
''belum ,baru mama yang tau,''ujar Siska ,nanti aja ma kalau sudah pulang kantor'' ,lanjutnya lagi.
tadi mama kirim ke siapa?' Taya Siska sambil minum teh yang baru di antar kan sumi.
''wah non hamil ,selamat ya non,ikut senang saya ,sekian lama akhirnya rumah ini bakal ada tangisan anak kecil.'' Sumi yang menunjukan rasa gembiranya segera pergi dari hadapan majikannya.
Dengan senang Lia pun mengelus perut Siska ,
tak kirim ke Arini ,biar dia tau Rian bisa punya anak dengan cepat.dan dia ngak bakalan ganggu Rian lagi,?''
''wah bagus ma?'' pintar deh calon eyang satu ini?'' ledek siska,
''maaf ma ? bercanda?''
merekapun tersenyum bersama.
Arini yang sedang duduk sendiri di teras rumahnya,mendapatkan kiriman foto testpack dengan garis dua garis merah dengan kata-kata ''Alhamdullilah akhirnya setelah sekian lama yang di tunggu akhirnya akan segera hadir di pangkuanku ,terima kasih Rin telah bersedia meninggalkan Rian untukku ''.
setelah membaca Arini pun membalasnya
''aelamat ma''.
Di sana Lia dan siska tersenyum senang ,Lia pun memasang foto itu di wa stori nya.
sedang Santi yang saat ini melihat nya ,segera di telponnya teman sekaligus besannya itu,
''wah selamat ya Lia kita mau punya cucu,'', suaranya yang nyaring membuat Siska yang duduk di sebelah lia tersenyum penuh arti ,
''terima kasih Santi karena kamu juga aku segera akan mendapatkan cucu, tawanya senang sambil mengelus kembali perut siska.
Setelah menutup telpon nya Lia ,Santi lalau menelepon seseorang ,
''sayang rencana kita berhasil ?''
''kamu memang benar -benar cerdik sayang nanti kita ketemu ya aku sudah kangen sama kamu ?'' jawaban dari seberang sambil tertawa nakal.
__ADS_1