Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Anggota keluarga


__ADS_3

Sehari sebelum acara pernikahan Dimas dan Arini di gelar ,warga sekitar sudah pada datang untuk membantu ,kebiasaan di komplek perumahan yang di tinggali arini memang semua warganya rukun ,saling membantu baik tetangga susah atau punya acara .


Sore itu ,ibu -ibu banyak yang sudah pamit pulang tinggal Janah dan Dami saja yang masih di dapur beres-beres , setelah selesai mereka pun pamit pulang ,


Iyem duduk di teras di temani Arini lalu Maya datang sambil membawa teh hangat,


''mbok pak Jarwo sama Ayu sudah lama ya ngak menghubungi mbok?'',Arini mulai membuka pembicaraan,


''iya Rin ,entah apa maunya si Jarwo itu, '' dengan menghela napas berat ,


''ah biarin saja ,toh mbak Arin juga ngak butuh Bapak jadi wali nikahnya,'' dengan bermuka jutek Maya meras kesal,


''lagi pula untuk apa menanyakannya orang bapak saja sudah ngak perduli sama si mbok dan aku sebagai anaknya,'' tambah Maya arah rasa hati Maya karena tak di anggap oleh bapak kandungnya yang tega meninggalkan dia dan ibunya saat dia masih kecil ,Maya lalu pergi pamit mau mandi ,


''Anak itu masih marah sama bapaknya ,'' ucap Iyem sambil menyeruput teh .


''sore mbok ,mbak Arin ?'' , Dimas datang membawa bungkusan dalam tas ranselnya, langsung saja tanpa sungkan di ciumnya punggung tangan calon mertuanya itu dan kemudian duduk di kursi sebelah Iyem,


''ini mbok aku belikan baju untuk mbok dan dik Maya ,semoga cocok ,'' diserahkannya bungkusan yang diambilnya dari ranselnya, kemudian di letakkan ya di atas meja ,


'-makasih ya Dim, '' ujar Iyem , Arin hanya tersenyum saat Dimas mengedipkan mata padanya ,


''klilipannya Dim?'' tawa Arini mengejek, ''o aku tau ,ini kamu pasti menyogok calon mertua supaya dapat restu,'' Arini melengos,


''ih ngak lah ,orang restu sudah pergi ke Malaysia ngak balik -balik malah, huh dasar bang Toyib tu si Restu,'' ucap Dimas manyun'' Iyem lalu tersenyum melihat Arini tertawa ,


dalam hati Dimas pun sangat merasa senang ,''tenang mbak aku akan membuatmu segera melupakan sua kesedihanmu ,'' ucap Dimas di hatinya.

__ADS_1


''Dim ada yang mau aku omongin ,''kata Iyem ,


''ada yang serius ya mbok ,atau sesuatu yang mendesak atau apa?'' , Dimas menatap Iyem ,


''sebenarnya anggota keluargaku tak hanya kami bertiga ,masih ada suami dan anak tiri ku tapi kami tidak tinggal bersama ,waktu itu aku menikah dengan mas Jarwo saat Arini masih berumur tujuh tahun ,bapak Arini meninggal karena kecelakaan ,waktu menikah denganku mas Jarwo juga membawa seorang anak berumur empat tahun ,kemudian dari pernikahan kami selang dua tahun Maya lahir ,tapi waktu Maya berumur dua tahun juga mas Jarwo meninggalkan kami ,ya walaupun balik lagi tapi sejak delapan tahun yang lalu dia meninggalkan kami ,walau sebenarnya ini tak penting juga tapi asal kamu tau saja ,'' ujar Iyem ,


Dimas hanya mengangguk ,''memangnya ngk ada kontak lagi mbok?'' tanya Dimas penasaran sebelum nya ada dan sedikit -sedikit juga setiap bulan kirim uang ,tapi setelah Arini menikah ,putus sudah kontak antara kami,


''lalu anaknya ikut pak Jarwo,?'' tanya Dimas penasaran ,


''pernah waktu itu aku mau masuk sekolah Kejuruan dan maksud hati mau minta tambahan dana ,tapi bapak ngak merespon sama sekali ,yah jadi malas deh ?'' tiba-tiba dari dalam Maya keluar langsung duduk di dekat Iyem ,selesai berkata demikian dengan cengengesan di liriknya Arini ,'' entar mbak kalau sudah jadi istrinya mas Dimas jangan berubah pelit ya sama aku ?'' rengekan dari mulut Maya membuat Arini tertawa ,


'' Sore semuanya, '' Soni datang dengan jalan kaki memasuki pekarangan rumah Arini yang sudah di pasangi tenda untuk acara besuk,


''eh ,mas Soni ,jalan kaki mas kok ngak kedengaran suara sepeda motornya, ?'' tanya Dimas,


Soni mendekat dan duduk di kursi yang di sediakan untuk tamu besok,


''memang ada yang penting yan mas?'' tanya Arini dengan penasaran,. tadi sih mbak Dami pamit ngantar bik janah dulu ,


Belum sempat Soni menjawab Dami sudah berjalan mendekati mereka , setelah duduk lalu Dami mengutarakan kepentingannya,


''Begini lo mbak Arin dan keluarga ,sebelumnya kami berdua minta maaf, sebenarnya saat ini tak tepat mengutarakan hal ini ,tapi saya hanya butuh kepastian saja,'' Dami berhenti bicara Sabil melirik Soni, membuat yang lainnya penasaran .


''Ada apa to mbak ,?'' ini ngak nyangkut acara kita kan?'', Dimas tak sabar menanti jawaban dari Dami,


Dami lalu tersenyum,

__ADS_1


'' gini lo,,, '' Dami kembali diam sebentar lalu menghela napas ,


''kami lagi butuh uang Dim , buat modal mas Soni mau buka bengkel, jadi saya terpaksa akan menjual salah satu rumah yang kalian tempati ,yang mana saja yang Dimas tempati boleh atau yang ini juga ngak apa -apa ,dan kalau kalian mau bisa kalian beli ,karena kulihat kalian juga sudah kerasan tinggal di lingkungan ini,''ucap Dami sambil memandang Dimas dan Arini secara bergantian,


''iya aku kan belum punya pekerjaan tetap dan juga sudah berkeluarga ,jadi aku mau usaha supaya bisa menafkahi keluargaku ,'' Soni pun menambahkan kata -kata Dami,


''tapi mbak kami masih mau nikah saja besok ,Tris gimana mesti ambil keputusan , ini mendadak sekali. '' ucap Dimas sambil minta pendapat arini, gimana mbak arini,


''memang kalau rumah yang ini mau di lepas berapa mbak ?'',


'' beneran mbak Arini mau? ,. kalau untuk mbak Arini lima ratus saja? , gimana ,kalaupun uangnya belum penuh juga ngk apa 'apa kurangnya bisa dibayar secara diangsur ,'' terlihat Dami dengan wajah senang.


Sedang Soni juga tersenyum bahagia,


''memang kamu ada uang Rin? '' tanya Iyem '', Dimas ada tapi tak sebanyak itu,'' ucap Dimas


''ya nanti tak berunding dulu ya mbak sambil lihat uang saya ada berapa?'' Arini ingat Karin Rian mentransfer sejumlah uang untuknya ,dan waktu dilihatnya ada seratus juta, sudah lama sejak dia meninggalkan rumah Rian mang tak mengecek saldonya di rekeningnya


''tapi mbak Arini mau kan?'' Dami masih belum terima dengan peryataan Arini tadi ,


''iyab mbak Dami aku sangat berminat tapi untuk transaksinya jangan sekarang ya, tunggu dua hari setelah pernikahan selesai,ok?'' Arini meyakinkan Dami ,


''mbak beneran ?'' Dimas memandang Arini ,


''Ya Dim lagi pula saya kan butuh tempat tinggal ,dan kalaupun nanti saya pindah toh bis dikontrakkan juga kan?'' .


Dami dan Soni lalu pamit ,'' karen mbak Arin sudah setuju jadi saya ngak perlu repot untuk cari pembeli, terima kasih ,kami balik dulu toh besuk juga kesini lagi ?'' Di lalu mengandeng tangan Soni mengajaknya pulang.

__ADS_1


''wuih , yang pengantin baru ,bikin iri saja ?'' Kelakar Dimas ,diacungi jempol oleh Soni sambil melangkah pergi ,


''eh mas jangan mengolok orang lain nanti KETULARAN dan tentunya LEBIH parah ,ha,,,ha , goda Maya sambil berlari ke dalam rumah,


__ADS_2