Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
POV lia


__ADS_3

Tujuh tahu sudah aku memilih mantu Arini ,wanita yang cantik ,penurut dan sangat menyayangiku di sayang tujuh tahun belum juga hamil


sebenarnya aku juga sangat sayang padanya ,ku anggap dia sebagai putriku sendiri.


Hari itu aku sedang di salon langganan ku ,ingin ku ajak Arini tapi katanya sedang ketemu temanya


''selamst datang jeng?'' sapa Winda pemilik salon langganan ku ini ''mau apa nih,?''tanya Winda dengan senyuman yang manis.


''luluran aja deh ,'' jawabku sambil berjalan mendekat sofa cantik yang di situ juga ada seorang wanita duduk sambil menelepon seseorang ,,,''iya sayang nanti habis dari salon mami jemput ok,dah sayang .''


ku dudukan pantatku di sebelah wanita itu ,setelah ku amati lagi sepertinya aku kenal dengannya gaya bicara dan dandanannya .


''santi?'' begitu dia menoleh padaku,. ''kamu lia, oh Lia ?'' tak kalah heboh dianya ,langsung dipeluk dan diciumnya pipiku .


''ya ampun ngak ku sangka ketemu lagi sama kamu ,'' ucapnya sambil melepaskan pelukannya.


''he,eh aku seneng banget ketemu kamu,kangen deh ,tapi kau ngak pernah menghubungiku ,kemana sih kamu?''


''aku ikut suamiku ke luar negri ,Oya anak kamu Rian gimana udah nikah belum?'' tanyanya .


ku Hela nafas ,ceritakan apa yang ku alami dan juga penderitaan ku begitu kepinginnya aku seorang cucu.


Santi mengangguk -angguk seperti tahu saja perasaanku .


''aku punya solusi untuk masalahmu ,itupun kalau kau setuju?''. ''yang bener,gimana itu?'' tanyaku dengan rasa tak sabar.


''jeng Lia Ayuk masuk udah siap katanya mau luluran?'' tersentak aku ketika Winda memanggilku .


''maaf mbak luluran ditunda besuk saja ,lagi seru nih ketemu teman lama.'' ''Santi kita bicara di kafe seberang aja yuk ?'' ajak ku sambil berdiri dan santi mengangguk lalu mengikuti.


''mau makan apa minum ?,tawaran pada santi

__ADS_1


''minum aja?''. cepetan ngak sabar nih .'' selaku sebelum dia memesan minuman yang dia mau.


''oke ,gini gimana kalau kita nikahkan anak -anak kita?''ucapnya kemudian menyeruput minumannya.


''dengar putriku Siska gadis yang cantik berpendidikan tinggi dan ku pastikan dia punya kandungan subur,''kata yang diucapkannya membuatku sedikit bingung.


''tapi?''. ''tapi apa Rian udah nikah ,dan sangat mencintai istrinya ,buat dia menceraikan istrinya.''


''bagaimana caranya ?'' sepertinya aku sudah termakan dengan hasutan santi.


''tenang kalau kau setuju aku beri tahu caranya ,Oya dan tenang saja jika Rian dan siska menikah dalam waktu yang ngak lama kita pasti akan segera memiliki cucu,bagaimana?''.


Aku seperti sudah terbius dengan kata -kata Santi aku yang sudah hampir gila karena mendambakan seorang cucu setiap kali kumpul Arisa dengan teman-temanku yang selalu membicarakan kelucuan cucu-cuci mereka,. membuatku sangat sedih.


jeng Lia ,bukannya Rian nikahnya udah tujuh tahun ya kok menantunya ngak hamil -hamil?''. setiap kali jeng Dewi selalu berucap membuatku ilfil


''iya jeng suruh periksa tuh mantunya jangan -jangan mandul lagi'' sambung jeng Lita ''secara ya jeng anakku aja yang masih empat taun nikah anaknya udah dua,''seneng Lo jeng kalau udah ada cucu.'' kata -kata yang mengiris hatiku.aku hanya diam.


''Iya jeng coba deh tanya sama mantunya.''imbuh jeng sari.


''lia kok ngelamun sih?'' bentak santi.


''eh iya dan maaf aku lagi mikirin tentang usul kamu tadi .''sungut ku perlihatkan muka yang memelas.


''aku harap kau setuju biar kita bisa besanan ,Oya nih aku kasih lihat foto Siska anakku.


''Sampai di rumah aku bergegas mencari Arini . ''bik Sumi teriak an ku membuat wanita yang sudah hampir dua puluh tahun bekerja padaku itu berlari tergesa men dekat . ''iya nyonya ,nyonya butuh saya ?'' ngak cuma mau tanya ,Arini kemana?''


'oh non Arin ada lagi siram bunga di taman belakang,mau bobok panggilkan ?''ucap bik Sumi sambil sedikit menunduk.


''ngak usah ,saya temui dia di belakang saja.'' bergegas aku berjalan ke taman belakang.

__ADS_1


''Rin bisa mama berbicara sebentar,''kataku ketika sudah dekat dengan tempatnya berdiri ,. seperti sedikit kaget .''oh mama ya ma bentar dia berjalan mendekatiku yang sudah duduk di bangku taman ,Arini Memeng sangat patuh padaku sedikitpun tak pernah dia membantahku apa yang ku suruh langsung dikerjakannya tanpa nanti -nanti.


''Iya ma ?'' Arini duduk di dekatku. ''begini Rin kamu kan sudah tujuh tahun nikah nya kok ngak hamil -hamil juga memang kamu ngak pingin punya anak?''


''ma,tentu aku kepingin ma tapi ngak tahunya sampai saat ini kok belum juga hamil . jawaban Arini membuatku kesal .


''jangan -jagan kamu memang ngak niat punya anak ya supaya badan kamu tetep bagus?'' ucapku dengan membuang pandanganku dari arini.


''mama kok nuduh aku begitu ,ngak ma ,mama salah sangka ,aku juga pingin segera punya anak ,pingin jadi seorang wanita yang sempurna ,'' jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca.


Arini memang wanita yang cengeng


''oke kalau begitu turuti mama,besuk datang ke rumah sakit temui teman mama ,seorang dokter kandungan ,kamu lakukan tes ,biar jelas kamu mandul apa tidak. ''kamu harus mau dan jangan membantah . aku segera beranjak dari bangku taman itu dan baru beberapa.langkah ''ma bukannya harus berdua dengan mas Rian ,bukannya banyak yang justru yang mandul ternyata suaminya bukan istrinya ?''


''kamu mau bantah mama?'' ''mau nolak perintah Mama ,'' aku berbalik badan menatap Arini .


''bukan maksud Arini ,'' belum sempat arini meneruskan kata-katanya sudah ku potong duluan ''pokoknya besuk mama ngak mau tahu ,besuk mama antar periksa Rian belakangan ,dan maaf bila kau terbukti mandul maka mama akan bertindak .


''maksudnya apa ma?'' tanya Arini sambil mendekat padaku . ''sudahlah persiapkan dirimu untuk besuk .'' ku tinggalkan Arini ,ku langkahkan kakiku menuju kamarku.


pagi hari saat sarapan bersama '' nanti aku dan Arini mau ke rumah sakit ,''. ''mau apa ma?'' tanya Rian dan Burhan hampir bersamaan .''aku akan menemui dokter kandungan untuk memeriksakan Arini tujuh tahun nikah kok ngak hamil juga jangan -jangan mandul.'' jawabanku dengan nada sedikit sewot .


''ma bukanya periksa nya harus sekalian sama suami biar ketauan siapa yang mandul.'' ucap pak Burhan sambil menyendok makanannya lalu di masukkan ke mulutnya.


''iya ma lagian baru juga tujuh tahu yang lebih lama saja banyak yang belum dikasih anak ,sabar dikit kenapa sih ma''. Rian sepertinya kurang suka dengan perkataan ku .


''ngak bisa ma lagian hari ini aku tuh sibuk banget,''


''kamu tar nyusul aja periksa nya ,mama ngak mau penantian selama ini sia -sia .


siang hari aku dan Arini mengendarai mobil menuju rumah sakit ,menemui dokter Wisnu atas saran Santi karena sebenarnya aku pun tak kenal dengan dokter Wisnu .

__ADS_1


__ADS_2