Ku Lempar Benang Merah, Pangeran Tampan Ku Dapat.

Ku Lempar Benang Merah, Pangeran Tampan Ku Dapat.
Chapter 19.


__ADS_3

"Kau berat sekali," keluh Han Wang Yue yang sedang berjalan sambil menggendong Xing'er. 


"Wang Yue, sekali lagi kau mengatakan aku berat aku pukul kepalamu," ketus Xing'er sebal pada Wang Yue yang terus meledek berat badannya. 


Sudut bibir Wang Yue sedikit melengkung ke atas ketika mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Xing'er. 


"Kau pergi dengan Yu Mu, kenapa bisa jatuh ke jurang?" 


"Tadi aku melihat kelinci, aku ingin memasaknya untukmu jadi aku mengejarnya tapi siapa sangka kelinci itu malah berlari sangat jauh sampai aku tidak sadar jika aku sudah tersesat … dan sekarang aku sudah kehilangan kelinci itu gara-gara kau menyuruhku untuk membuangnya," keluh Xing'er merasa kerja kerasnya untuk menangkap kelinci itu sia-sia. 


"Xing'er apa kelinci itu lebih berharga dari pada nyawamu?" 


"Tentu saja tidak, tapi bagiku kelinci itu tetap berharga sebab aku ingin memberikannya padamu," kata Xing'er dengan bibir yang mengerucut.


Tiba-tiba hati Wang Yue terenyuh dengan jawaban Xing'er, hanya karena menangkap seekor kelinci untuknya Xing'er sampai hampir kehilangan nyawanya. 


"Xing'er, kelak jangan lakukan sesuatu yang berbahaya lagi, jangan sampai kau menyia-nyiakan nyawamu yang berharga itu hanya untuk hal kecil," kata Wang Yue lembut.


Xing'er mendelikan kedua matanya. "Hal kecil apanya, jelas-jelas aku mengejar kelinci itu untukmu kau masih saja menyalahkanku," gerutu Xing'er. 


Han Wang Yue hanya menggelengkan kepalanya, ia terus melangkahkan kakinya sampai akhirnya mereka pun sampai di pondok Lian Hua. 


Melihat putra mahkota dan Xing'er telah kembali, Yu Mu serta Suan Ni menghampiri mereka dan membantu Xing'er untuk duduk di kursi. 


"Nona Xing'er kau baik-baik saja?" tanya Suan Ni cemas. 


"Tidak apa-apa, kaki ku hanya sedikit sakit," jawab Xing'er.


"Aiyo, nona Xing'er bukankah aku sudah bilang untuk menunggu ku disana kenapa kau malah pergi," omel Yu Mu.


"Yu Mu, kenapa kau dan Wang Yue sangat mirip sekali aku sedang kesakitan kalian masih saja mengomel," protes Xing'er cemberut. 


"Baiklah-baiklah, aku tidak akan mengomel lagi … mari, tunjukan bagian mana yang sakit." 


Sementara Yu Mu sibuk mengobati luka yang dialami oleh Xing'er. Han Wang Yue menemui kedua pria yang tadi dia temui di hutan guna untuk menanyakan kenapa mereka ingin bertemu dengan kaisar. 

__ADS_1


Sudah satu tahun lebih kemarau panjang melanda negara ibu kota Chang'an serta wilayah-wilayah lainnya dan imbas dari kemarau itu mengakibatkan kekeringan air serta gagalnya panen bahan makanan. 


Sebelum kemarau panjang melanda, ahli astronomi kekaisaran sudah memprediksinya dan melaporkan pada kaisar sehingga pihak istana pun sudah mempersiapkan semuanya dan mengirimkan bantuan agar tidak ada rakyat yang menderita selama kemarau.


Tapi hari ini Han Wang Yue merasa terkejut, saat mendapatkan aduan dari kedua pria yang mengatakan jika sudah satu tahun ini banyak rakyat yang tidak menerima bantuan apapun dan mereka bertahan hidup dari sisa-sisa bahan pangan seadanya, dan akibat dari tidak adanya bantuan apapun banyak rakyat baik anak-anak maupun orang tua meninggal karena kelaparan dan sebagian lagi jatuh sakit akibat kurangnya asupan gizi. 


Memikirkan kesengsaraan rakyat saat ini. Han Wang Yue jadi merasa curiga jika telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh pemimpin wilayah Qingnan, pasalnya setiap dua bulan sekali istana selalu menggelontorkan dana untuk membantu rakyat yang terkena imbas dari kemarau dan sudah memperhitungkan jika bantuan itu akan cukup untuk digunakan oleh rakyat, jika tidak ada kecurangan bagaimana mungkin kedua pria itu mau mengadukan keluhannya terhadap kaisar. 


"Tuan Wei, tuan Liu saya akan menyelidiki kasus ini terlebih dahulu dan jika saya menemukan kecurangan saya berjanji akan memberikan keadilan untuk rakyat Qingnan yang menderita, kalian beristirahatlah dulu disini … besok kalian bisa kembali ke qingnan, Yu Mu akan memberikan sedikit bahan pangan untuk kalian bawa pulang besok," tutur Han Wang Yue. 


Untuk sementara ini ia hanya bisa memberikan sedikit bantuan yang ia miliki agar bisa mengatasi masalah kelaparan itu sementara waktu, sampai dirinya mendapatkan izin dari kaisar untuk pergi ke qingnan dan menyelidiki kasus tersebut. 


Malam kian larut. Wang Yue yang tidak bisa tidur karena memikirkan rakyat Qingnan yang sedang menderita, duduk sendiri di samping pondok sembari menikmati arak ketan manis buatannya sendiri. 


"Wang Yue, kenapa kau belum tidur," sapa Xing'er berjalan terpincang dan duduk di samping Wang Yue yang sedang menatap langit malam berbintang. 


"Kau sendiri kenapa masih keluyuran di tengah malam seperti ini, bukankah kakimu sakit?" ujar Wang Yue balik bertanya pada Xing'er. 


"Malam ini panas sekali, aku jadi tidak bisa tidur dan ingin mencari udara segar tapi malah melihatmu disini," jawab Xing'er tersenyum. 


"Oke," sambut Xing'er mengambil cangkir berisi arak dari tangan Wang Yue dan meminumnya dalam sekali tenggak. 


"Xing'er, apa di tempat asalmu pernah mengalami musim kemarau panjang?" tanya Wang Yue dengan nada lembut namun terkesan ada keluhan di dalamnya. 


"Pernah, tapi tidak berlangsung lama … kenapa?" Xing'er menatap Wang Yue dengan serius. 


"Sudah satu tahun lebih kemarau panjang melanda Chang'an. Akibat dari kemarau kekeringan dimana-mana, para petani mengalami gagal panen dan tak sedikit rakyat yang menderita akibat kemarau panjang ini … sebelum kemarau melanda, kaisar sudah mempersiapkan semuanya agar tidak ada rakyatnya yang menderita tapi siapa sangka, hari ini aku mendapatkan laporan jika sebagian rakyat Qingnan tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari istana," papar Wang Yue mencurahkan isi hatinya pada Xing'er. 


Xing'er mengerutkan dahinya. "Kenapa begitu?" 


"Entahlah, mungkin ada orang yang melakukan kecurangan untuk kepentingan pribadinya." 


"Hmm, tidak di jaman modern atau abad pertengahan orang yang korupsi selalu saja ada," desah Xing'er melemaskan kedua bahunya.


Han Wang Yue melirik Xing'er ketika mendengar ucapan gadis itu yang mengeluhkan tentang orang-orang yang melakukan kecurangan dimana-mana. 

__ADS_1


"Jadi, di tempatmu juga ada yang berbuat curang?" 


"Banyak, mereka selalu menggunakan uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri … mereka tidak memperdulikan tentang rakyat yang mati-matian bekerja untuk membayar pajak, tetapi dengan seenaknya mereka malah menggunakan uang itu untuk memperkaya diri sendiri dan berjalan-jalan ke luar negeri," ungkap Xing'er.


"Lalu hukuman apa yang mereka dapatkan?" 


"Di penjara seumur hidup dan dipotong tangannya, tapi kau tahu hukuman seperti itu tidak pernah membuat mereka merasa takut sebab banyak sekali orang-orang yang melakukan hal sama secara berulang-ulang." 


"Uang memang sangat kejam, dia bisa merubah kelinci kecil menjadi rubah besar … menjadikan orang baik menjadi jahat, tanpa memikirkan resiko apa yang akan diterima. Dalam pikiran mereka hanyalah rasa kepuasan sesaat setelah memiliki banyak uang tanpa peduli dari mana uang tersebut berasal, mereka selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pundi-pundi uang sekalipun harus membuat orang lain menderita, mereka tidak akan memperdulikannya." kata Han Wang Yue sedikit tersenyum. 


Sebuah senyum kekecewaan karena dirinya belum bisa mengayomi rakyat dengan baik. 


"Kau benar, bahkan gara-gara uang sampai ada orang yang berani merampas kehidupan orang lain hanya untuk kesenangan dirinya sendiri, ck ck sungguh kejam." 


Kepala Wang Yue menunduk sesaat dan kembali menoleh pada gadis disampingnya. "Xing'er, kau pernah bilang padaku jika kamu memiliki atasan yang kejam lalu kenapa kamu tidak mengundurkan diri dari sana, apa karena uang juga kamu berani bertahan?" 


Xing'er menghela napasnya panjang, ia menjelaskan jika dirinya dan keluarganya memiliki sebuah hutang yang tidak bisa di bayar oleh uang dan sebagai ganti, atasannya meminta Xing'er untuk bekerja di perusahaannya. 


Ini memang terdengar aneh, tapi pada kenyataannya memanglah seperti itu. Entah apa yang membuat keluarga Xing'er memiliki hutang pada Yan Xun dan lebih anehnya CEO itu tidak ingin dibayar dengan uang melainkan meminta Xing'er untuk bekerja di perusahaannya dan yang lebih-lebih aneh lagi meskipun Xing'er bekerja di sana untuk membayar hutang gadis itu tetap mendapatkan upah serta banyak tunjangan tanpa dipotong sedikitpun. 


"Mungkinkah atasanmu menyukaimu," cetus Wang Yue membuat Xing'er tersedak. 


"Yan Xun menyukaiku? Tidak mungkin, orang itu selalu datang menggangguku aku sampai muak melihatnya … ck, kau tadi sedang membahas musim kemarau kenapa jadi membicarakan ku," ketus Xing'er sebal dan memukul bahu Wang Yue.


Han Wang Yue pun terkekeh saat melihat ekspresi wajah Xing'er yang kesal, keduanya pun kini melanjutkan obrolannya sambil menikmati sebotol arak yang terasa begitu manis. 


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2