
Malam menjelang. Seluruh kota Qingnan tampak bercahaya, karena dihiasi oleh banyaknya lampion yang menyala di sepanjang jalan dan disetiap sudut rumah.
Anak-anak yang kembali menemukan kebahagiaannya pasca menderita, terlihat berlarian kesana kemari sambil memegang lampion dengan karakter lucu. Para penduduk lain pun terlihat larut dalam festival tahunan yang begitu meriah dan suara canda tawa pun sontar terdengar.
Kota Qingnan yang semula kacau kini telah kembali damai. Tiada lagi suara tangisan anak-anak yang kelaparan, tiada lagi suara rintihan dari orang-orang yang menderita kini semuanya berganti dengan tawa bahagia nan penuh suka cita.
Di depan kamar milik Xing'er. Han Wang Yue sedang berdiri sambil merapikan pakaian serta rambutnya, ia bersiap untuk menjemput kekasihnya dan mengajaknya pergi ke festival tahunan Qingnan.
Diketuknya pintu kamar milik Xing'er, ia pun mundur beberapa langkah setelah mendapatkan sahutan dari sang pemilik kamar kemudian mengalihkan pandanganya pada bintang-bintang yang berkelip di langit.
"Wang Yue."
Pria itu membalikan tubuhnya dan menatap kekasihnya dengan mata berbinar, penampilan Xing'er malam ini terlihat sangat cantik bahkan mengalahkan cantiknya bintang yang ada di langit hingga membuat Han Wang Yue terkesima saat melihatnya.
"Wang Yue … honey … Wang Yue!" teriak Xing'er membuyarkan lamunan Han Wang Yue.
Pria itu langsung mengerjapkan matanya dan kembali meraih kesadarannya yang semula menghilang akibat tersihir oleh kecantikan Xing'er.
"Malam ini kamu cantik sekali," puji Wang Yue seakan tak ingin melepaskan pandangannya.
Gadis itu tersipu malu dibuatnya. "Kamu juga tampan sekali malam ini."
Wang Yue tersenyum, ia mengulurkan tangannya pada Xing'er yang langsung disambut hangat oleh tangan sang gadis.
Keduanya pun berjalan sambil bergandengan erat, menyusuri jalanan kota Qingnan yang ramai dengan orang-orang serta pedagang yang menjajakan dagangannya.
"Wang Yue, bisakah kita kembali ke penginapan," pinta Xing'er merasa tidak nyaman dengan tatapan para gadis yang terus menatap ke arahnya dan Wang Yue.
"Kenapa, apa kamu tidak enak badan?" tanya Wang Yue khawatir.
"Tidak, aku hanya takut."
"Apa yang kamu takutkan?"
"Aku takut jika kamu dicuri oleh gadis-gadis itu, mereka menatapmu dengan begitu haus," keluh Xing'er.
Pria itu tertawa kecil dan menyentuh bahu Xing'er, meyakinkan gadisnya jika dirinya akan selalu menjadi milik Xing'er sampai kapanpun.
"Kau berjanji?"
__ADS_1
"Aku berjanji, jika aku ingkar aku rela jiwa ku musnah untuk selamanya."
"Sut, jangan berbicara seperti itu aku percaya padamu … ayo kita lihat kesana." Xing'er menarik tangan Han Wang Yue dan membawanya ke berbagai pedagang untuk melihat-lihat.
Mereka pun berhenti di sebuah penjual jepit rambut, Xing'er melihat jepit-jepit dengan berbagai macam karakter dan mencobanya.
"Lihat, apa ini bagus untukku?" Xing'er menunjukkannya pada Han Wang Yue yang terus menatapnya.
"Bagus."
"Yang ini bagaimana?"
"Itu bagus juga."
"Ini?"
"Bagus, cocok sekali denganmu."
Xing'er menghela napasnya, ia terlihat kesal karena sejak tadi Han Wang Yue hanya mengatakan bagus dan bagus pada setiap benda yang ia tunjukan padanya.
Ia mengerucutkan bibirnya pertanda marah, melihat sang kekasih merajuk Wang Yue tersenyum hangat. Ia mengambil sebuah tusuk konde dengan hiasan bunga begonia dan memakainya di rambut Xing'er.
"Apapun yang kamu kenakan akan terlihat cantik dan cocok," tutur Wang Yue merapikan rambut Xing'er dan menatapnya penuh cinta.
Sambil bergandengan tangan, mereka kembali menikmati keindahan festival dan tidak lupa juga Xing'er membuat sebuah vlog mini bersama Han Wang Yue untuk ia upload nanti di media sosialnya.
Sepertinya Wang Yue sudah bisa beradaptasi dengan kamera ponsel, sebab selama Xing'er mengarahkan kamera ke arahnya pria itu terlihat santai dan melambaikan tangannya.
"Abao, apa didunia mu ada festival seperti ini?"
"Ada, bahkan lebih meriah dari ini dengan segala kecanggihannya tapi aku merasa festival disini lebih menyenangkan dibandingkan di duniaku."
"Kenapa begitu?"
Xing'er menghentikan langkah kakinya dan membalikan tubuhnya ke hadapan Han Wang Yue sambil tersenyum. "Karena disini aku ditemani pria tampan."
Han Wang Yue mencolek hidung Xing'er, ia terkekeh dan kembali mengajak gadisnya untuk berjalan-jalan dan melihat keindahan yang ada di festival.
"Wang Yue, aku mau itu," tunjuk Xing'er pada penjual tanghulu.
__ADS_1
Han Wang Yue pun menuruti keinginan Xing'er, ia membeli dua manisan buah tersebut dan mengajak Xing'er untuk melihat sebuah pertunjukan.
Pertunjukan yang menampilkan seorang pria menyemburkan api dari mulutnya seperti naga, semua orang berteriak kagum dan bertepuk tangan kala api itu kembali disemburkan oleh pria bertubuh besar tersebut.
Disela-sela menonton atraksi, tanpa sengaja Xing'er melihat seorang anak kecil membawa sebuah lampion dengan bentuk kucing. Han Wang Yue yang peka pada keinginan Xing'er walau tanpa meminta, menyuruh Xing'er untuk menunggunya sebentar.
"Tunggu disini sebentar, jangan kemana-mana sebelum aku pergi."
Xing'er mengangguk dan kembali menyaksikan pertunjukan yang kini menampilkan atraksi memutar piring di atas sebuah bambu.
Kala Xing'er dan Han Wang Yue berpisah dengan keadaan lengah, orang-orang yang sejak tadi mengawasi dan berbaur dengan masyarakat mulai melancarkan aksinya.
Seorang pria yang berdiri di samping Xing'er menoleh ke sebuah bangunan dan menganggukkan kepalanya, kemudian tiba-tiba pria itu langsung membekap mulut Xing'er dan mengancamnya dengan pisau yang diletakan di lehernya.
"Semuanya diam, jika ada yang berani mendekat aku akan membunuh wanita ini!" ancam pria itu yang secara perlahan mundur dari kerumunan, melihat pisau tajam berada di leher sang gadis semua orang pun tak mampu berkutik karena takut sehingga mereka pun hanya bisa menyaksikan gadis itu dibawa oleh penjahat.
Mendapat pengalaman menyeramkan seperti ini membuat Xing'er panik, sebab sepanjang hidupnya ini adalah kali pertama dirinya diculik seperti ini. Xing'er yang sedang dilanda takut mencoba untuk tetap tenang dan memikirkan sebuah cara untuk terlepas dari jeratan pria yang membekapnya.
Usai memperhitungkan keadaan, secara perlahan Xing'er mengambil sesuatu dari balik lengan bajunya dan dalam hitungan detik dia menyemprotkan cairan cabai ke mata si penjahat hingga membuat penjahat itu meringis dan melepaskan Xing'er saat merasakan matanya yang perih.
"Wang Yue!" teriak Xing'er berlari dari jangkauan penjahat itu, tapi siapa sangka dua orang bercadar mengejarnya dan menangkapnya kembali.
"Wang Yue, tolong aku!"
Bugh.
Tengkuk leher Xing'er dipukul oleh salah seorang penjahat tadi dan membuatnya tak sadarkan diri.
Dilain tempat tepatnya di kedai penjual lampion, Han Wang Yue yang telah selesai membayar sebuah lampion kelinci bergegas kembali menghampiri Xing'er tapi sebelum ia sampai ke tempat tadi dia melihat Xing'er tengah dibawa oleh orang asing dalam keadaan pingsan.
"Xing'er!" teriak Han Wang Yue, dia berlari sekuat tenaga dan mengejar orang-orang yang membawa kekasihnya pergi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.