Ku Lempar Benang Merah, Pangeran Tampan Ku Dapat.

Ku Lempar Benang Merah, Pangeran Tampan Ku Dapat.
Chapter 36.


__ADS_3

"Yeah, uhh


Halmahera rap, huu


Angel MC


Tobamia Rap-ku


Slaber, slaber, slaber, slaber


Everybody, everybody"


"Abao apa yang sedang kau baca?" tanya Wang Yue ketika mendengar Xing'er mulai mengucap mantra dengan bahasa yang sulit dipahami olehnya. 


"Sstt, ini adalah mantra pemanggil hujan … diam jangan ganggu aku," bisik Xing'er.


"Oh." Wang Yue mengangguk-angguk dan kembali mundur. 


Sambil menyanyikan lagu kutukan mantan sebagai mantra pemanggil hujan, Xing'er pun menggoyangkan badannya dengan asik. 


Tak hanya bergoyang sendiri, Xing'er yang merasa seru mengajak semuanya untuk bergoyang bersama dan mereka pun mengikuti perintah Xing'er termasuk Han Wang Yue dan kedua bawahannya yang setia.


Pria dengan image penuh wibawa itu larut dalam kesenangan dan berjoget dengan Xing'er sambil tertawa riang, namun saat semuanya sedang berpesta pora sembari menunggu hujan turun Han Zhaoyang malah terlihat kesal. 


Niatnya ingin mempermalukan Xing'er malah berbanding terbalik dengan apa yang diharapkannya, semua rakyat yang sejak tadi dia nantikan untuk mengolok-olok dan mencaci Xing'er kini malah larut dalam kesenangan yang diciptakan oleh kekasih adiknya tersebut. 


"Pangeran," lirih Nansu saat melihat raut wajah Zhaoyang penuh kekecewaan. 


"Langit masih cerah, masih ada kesempatan untuk menjatuhkannya," gumam Zhaoyang memerintahkan Nansu untuk memukul genderang guna untuk mengambil perhatian semua orang. 


Dung .. dung … dung..


Suara genderang dipukul sebanyak tiga kali, semua orang pun menghentikan nyanyian mereka dan memusatkan perhatiannya pada Han Zhaoyang. 

__ADS_1


"Nona Xing'er, sudah satu jam kamu melakukan ritual tapi tidak ada tanda-tanda akan datangnya hujan," ujar Zhaoyang dengan nada menyindir.


Semua orang pun menatap langit dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Zhaoyang. 


"Nona Xing'er, kami berada disini untuk melihat anda memanggil hujan bukan malah melihatmu bernyanyi apa jangan-jangan kamu sengaja mengalihkan perhatian semua orang agar mereka melupakan jika dirimu yang sudah gagal," tutur Zhaoyang mencibir.


"Pangeran pertama maafkan jika aku tidak sopan, tapi di rapat sebelumnya aku sudah mengatakan jika aku dan Xing'er tidak bisa menjamin datangnya hujan … mohon pangeran tidak menyalahkan Xing'er," sahut Han Wang Yue membela gadisnya. 


"Aku tahu, tapi sebagai putra mahkota seharusnya kamu mengerti jika saat ini kita sedang dalam keadaan kritis dan tidak sepatutnya bersenang-senang diatas penderitaan semua orang." Zhaoyang kembali mencibir. 


"Aiya pangeran pertama kenapa kau ini sangat kuno sekali, kami bersenang-senang bukan berarti kami sedang menertawakan penderitaan semua orang justru dalam keadaan terpuruk kita harus bersenang-senang agar tidak terlalu menderita, siapa tahu dengan bersenang-senang seperti ini kita bisa mendapatkan solusi hmm … benarkan?" tanya Xing'er meminta pendapat pada semua orang. 


"Benar, ya benar," sahut semua orang secara bersamaan. 


Kedua mata Zhaoyang menyipit, tangannya mengepal erat saat dirinya kembali kalah dari Xing'er. Namun, ini masih belum seberapa sebab Zhaoyang tipikal orang yang tidak mau kalah sehingga ia kembali melontarkan kata-katanya yang membuat Xing'er dan Han Wang Yue tak dapat berkata-kata lagi.


"Nona Xing'er, aku tidak tahu kau berasal dari mana tapi saat ini kau sedang berada ditempat kami dimana kau harus mengikuti semua aturan yang ada dan kau putra mahkota, kau adalah calon pemimpin di negara ini tidak seharusnya kau menari bersama seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya dan tidak seharusnya pula kau bersenang-senang diatas penderitaan rakyatmu sendiri," papar Zhaoyang terus mencecar kedua sejoli itu habis-habisan. 


Xing'er yang merasa kesal mengepalkan tangannya, dia hendak menimpali Zhaoyang tetapi Wang Yue menahannya. Pria dengan hati yang luas itu lebih memilih mengalah dan meminta maaf pada semua orang, dia pun menenangkan Xing'er dan memintanya untuk melanjutkan ritual. 


Hatinya terus memanggil pria berambut putih yang tak kunjung menunjukkan pertolongan padanya. 


"Ah astaga tidak seharusnya aku mempercayai si uban itu, jika saja aku tahu dia akan menipuku aku lebih baik kabur saja sejak kemarin," gerutu Xing'er menyesal karena telah percaya pada pria berambut putih yang mengatakan akan membantunya menurunkan hujan. 


"Lihat saja jika masih tidak menurunkan hujan, aku tidak akan membantunya untuk mencari bola kristal … aku tidak peduli jika harus terjebak disini selamanya, selagi itu bisa bersama Wang Yue aku akan bahagia," sambung Xing'er bermonolog dalam hatinya. 


"Nona Xing'er, sudah lama kita menunggu kenapa hujan masih belum turun!" teriak salah seorang penduduk. 


"Aiya kenapa kalian terus memaksaku untuk menurunkan hujan, bukankah aku sudah bilang aku tidak bisa menurunkan … hujan," lirih Xing'er saat merasakan ada setetes air jatuh ke atas wajahnya. 


Ia mendongakkan kepala ke langit dan kedua mata Xing'er membulat tak percaya ketika melihat jutaan tetesan air hujan turun membasahi bumi yang telah lama tandus akibat kemarau. 


Rasa tak percaya tidak hanya dirasakan oleh Xing'er, tetapi juga Han Wang Yue beserta jajaran yang lainnya. Mereka menatap penuh tanya sekaligus kagum terhadap Xing'er yang ternyata memang titisan dewi langit. 

__ADS_1


Sorak Sorai bahagia rakyat atas turunnya hujan terdengar begitu riuh, mereka menyambut hujan yang telah lama mereka nantikan dengan penuh rasa keharuan serta kebahagiaan. 


Kebahagiaan atas turunnya hujan tidak hanya dirasakan oleh rakyat Qingnan saja, tapi hampir satu negara Chang'an turut merayakan dan dibawah guyuran hujan yang lebat semua orang memanjatkan doa berharap hujan yang turun bisa menjadi berkah bagi umat manusia. 


Berita tentang seorang Dewi yang berhasil menurunkan hujan pun langsung tersebar keseluruh penjuru dunia, termasuk istana kekaisaran. 


Kaisar yang penasaran sekaligus ingin mengucapkan rasa terima kasihnya langsung menurunkan dekrit dan mengundang Dewi itu untuk datang ke istananya. 


Saat semua orang sedang berpesta pora atas turunnya hujan Han Zhaoyang malah  terlihat tidak senang, karena dengan bukti Xing'er bisa menurunkan hujan itu akan menjadi ancaman besar baginya untuk merebut tahta kekaisaran. 


Dengan status Xing'er sebagai seorang Dewi tentu saja akan berpengaruh pada kedudukan Han Wang Yue untuk mendapatkan kursi kaisar dengan cepat, sebab dengan melihat kemampuan Xing'er yang hebat para pejabat pasti akan membelot dan mendukung Han Wang Yue sepenuhnya. 


Han Zhaoyang yang tidak bisa menerima semua ini meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kediamannya untuk menyusun rencana selanjutnya. 


Sementara itu masih merasa tidak percaya jika dirinya berhasil menurunkan hujan, Xing'er hanya diam berdiri sambil menatap wajah penduduk Qingnan yang bahagia. 


Melihat semua orang bahagia membuat hati Xing'er ikut senang, dia bahkan sampai meneteskan air matanya karena baru kali ini tindakannya bisa membuat semua orang senang. 


"Abao." 


"Wang Yue lihat aku berhasil, aku berhasil memanggil hujan," seru Xing'er berjingkrak kegirangan dan memeluk Han Wang Yue membuat pria itu membulatkan kedua matanya saat mendapatkan pelukan dari Xing'er. 


Jantung Wang Yue berdebar tidak karuan kala tubuhnya merasakan hangatnya pelukan Xing'er, kedua sudut bibirnya mengembang dan ia pun membalas pelukan gadisnya itu dengan penuh cinta. 


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2