Kupilih Pintu Surga Yang Lain

Kupilih Pintu Surga Yang Lain
Malam Bahagia


__ADS_3

Nathan menghentikan langkahnya saat Rianti membuka mata dan memanggil namanya.


"Maaf aku membangunkanmu" ujar Nathan menatap dalam mata wanita yang ada dalam gendongannya saat ini.


"Kak, turunkan aku" Rianti berusaha melepaskan diri, wajahnya seketika memanas lagi-lagi belum terbiasa dengan perlakuan Nathan.


"Aku akan membawamu ke kamar"


"Tapi Kak aku berat, lagian aku juga bisa berjalan sendiri"


"Tapi aku mau menggendongmu" tanpa bicara lagi Nathan pun melangkah menuju kamar Rianti. Sementara Rianti hanya bisa memejamkan matanya merasakan tubuhnya melayang dalam gendongan laki-laki halalnya.


Sepuluh menit berlalu, Nathan sudah kembali ke atas tempat tidur, dia sudah membersihkan diri dan berganti baju.


"Kenapa menungguku? Harusnya kamu tidur saja" Nathan memulai obrolan, Rianti menunggunya di atas tempat tidur sambil membuka ponselnya.

__ADS_1


"Aku khawatir, tidak ada kabar dari Mas untuk menghubungi aku pun tidak cukup berani, jadi aku memutuskan untuk menunggu" jawaban Rianti menohok membuat dada Nathan kembali tercubit.


"Maafkan aku, tadi ada urusan yang tidak bisa kutinggalkan" jelas Nathan


"Untuk selanjutnya aku berharap Mas berkabar jika tidak berada di rumah, setidaknya mulai saat ini sebagai istri aku hanya ingin memastikan mas baik-baik saja" Rianti berucap dengan nafas tertahan, dia bahkan bicara sangat hati-hati karena takut menyinggung hati Nathan.


Rianti cukup tahu diri walaupun saat ini statusnya sebagai istri dari Nathan namun dia sadar betul posisinya. Sampai saat ini dia bahkan belum tahu atas dasar apa laki-laki itu tiba-tiba menikahinya.


"Maafkan aku" Nathan menghembuskan nafasnya, rasa bersalah kembali menyeruak dalam dadanya.


"Aku menginginkanmu" mendapat balasan pelukan dari istrinya hasrat Nathan mulai terpancing. Dia kembali merasakan gairah yang tadi siang sempat terjeda.


Tubuh Rianti kembali menegang saat tangan Nathan mulai bergerilia, dia melancarkan aksinya dengan sangat apik hingga membuat Rianti tak mampu mengelak jika dirinya pun menginginkan lebih.


Malam itu pun menjadi malam paling bersejarah bagi Rianti, dia menyerahkan sesuatu yang selama ini dijaganya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga. Rianti menyunggingkan senyum di sela-sela tangisnya yang dia tahan karena rasa sakit saat Nathan berhasil memasukinya, senyum bahagia karena berhasil menyerahkan kehormatannya pada lelaki yang telah menghalalkannya dalam akad suci pernikahan.

__ADS_1


Tidak berbeda dengan Rianti yang tersenyum di sela-sela rasa sakitnya, Nathan pun demikian. Dia tersenyum bahagia dan bangga menjadi laki-laki beruntung mendapatkan Rianti. Hatinya semakin yakin jika keputusannya menikahi Rianti tidak salah, dia akan mempertahankan apa yang sudah dipilihnya. Rianti adalah miliknya dan hanya akan menjadi miliknya.


Bayangan masa lalu kembali menghampiri, rekaman kebersamaannya dengan Mitha masih tersimpan baik dalam memorinya. Bagi Nathan apa yang terjadi malam ini bukanlah yang pertama baginya. Dulu Nathan pun pernah melakukannya dengan Mitha, walaupun itu sebuah kesalahan namun Nathan sangat menikmatinya. Tapi kenikmatan yang dirasakan saat ini bersama Rianti ternyata jauh lebih indah. Mungkin karena saat ini dia melakukannya dengan wanita yang halal disentuhnya, dan dengan wanita yang masih suci.


"Terima kasih" bisik Nathan tepat di telinga Rianti saat dia sudah menuntaskan apa yang ingin dituntaskannya. Rianti hanya mengangguk, rasa lelah membuat kantuk langsung menyerangnya. Rianti bahkan tidak mampu untuk membuka matanya lagi, dia terlelap dengan posisi masih berada dalam kungkungan suaminya.


"Hey, kamu tidur?" tanya Nathan yang tak merasakan pergerakan Rianti,


"Heumm"


"Bersihkan diri dulu setelah itu baru tidur" ucap Nathan sembari bangkit dari posisinya.


"Hey, Ri....bangun, bersihkan diri dulu" ulang Nathan namun tak ada respon apapun dari Rianti, dia benar-benar terlelap karena kelelahan.


Nathan tersenyum penuh arti menatap istrinya sudah tidak berdaya, bayangan percintaan mereka beberapa menit yang lalu membuat senyumnya semakin melebar. Dia pun beranjak dari tempat tidur, keluar menuju dapur dan kembali dengan wadah yang berisi air hangat, dia pun membantu Rianti membersihkan dirinya, sementara yang bersangkutan sudah bermimpi indah.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menjaganya dan memberikannya untukku, aku pastikan akan kamu hanya milikku dan akan selalu ada.di sampingku" ucap Nathan lirih dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Dia kecup kening istrinya dalam, kemudian merengkuhnya ke dalam dekapannya. Nathan pun turut memejamkan mata dan terlelap dengan perasaan bahagia memenuhi hatinya.


__ADS_2