
Rianti menjalani hari seperti biasa, titel perawat ramah dan murah senyum melekat pada dirinya. Tidak salah jika selama ini Rianti lebih sering bertugas di bagian perawatan anak-anak atau orang tua karena pembawaannya yang lembut dan penyayang.
"Assalamu'alaikum" baru saja Rianti akan membuka bekal makan siangnya, sebuah panggilan video call dari Tiara masuk ke ponselnya. Dia pun mengusap layar pipih itu dan tampaklah dua wanita berbeda generasi sudah tersenyum manis menjawab ucapan salamnya.
"Wa'alaikumsalam, apa kabar tante Anti...?" pekik Qiana dengan wajah yang terlihat menggemaskan di mata Rianti, gadis kecil itu memanggilnya dengan panggilan kesayangannya untuk sahabat bundanya itu.
"Alhamdulillah tante anti baik, Qia gimana? Semakin sehat dan shalehah kan?" Rianti balik bertanya, dia memilih meladeni putri pemilik rumah sakit tempatnya bekerja saat ini sebelum menyapa bundanya.
"Qia baik, kalau makin shalehah...." Qiana tampak berpikir, dia menoleh ke arah sang bunda,
"Bunda, gimana Qia hari ini makin shalehah enggak?" gadis kecil itu memilih kembali bertanya pada sang bunda, dia sudah terbiasa diajak refleksi semua aktivitasnya yang dilakukannya setiap hari, biasanya Tiara melakukannya menjelang tidur sang putri.
__ADS_1
"Eumhh..." Tiara tampak berpikir lama untuk menggoda putri tercintanya itu.
"Bunda...." Qiana pun merajuk manja dan berakhir dengan tertawa bersama tiga wanita yang terlibat obrolan secara virtual itu.
Kini ketiganya sudah berada di salah satu meja di kantin rumah sakit. Kantin yang khusus untuk para karyawan dengan beberapa ruang privat yang disediakan khusus untuk para dokter dan pimpinan rumah sakit.
Tiara dan Rianti memilih bergabung di meja tempat karyawan biasa, meskipun sebagian besar sudah mengetahui siapa dirinya namun Tiara tetaplah Tiara, dengan segala kerendahan hati dan kesederhanaannya nyatanya membuat suaminya semakin mencintainya.
"Kami sudah menikah" jawab Rianti santai, mereka berbicara saat Qiana pamit untuk bermain ayunan yang ada di dekat area kantin itu.
"Apa?" Tiara kaget, dia menjatuhkan garpu yang digunakan untuk menusuk buah potong sebagai sebagai makanan pembuka yang dipesannya saat itu.
__ADS_1
"Setelah malam itu, tengah malamnya Mas Nathan datang ke rumah dan bilang dia akan menikahiku. Aku tidak mempercayainya, sampai keesokan harinya pagi-pagi sekali Mas Nathan datang lagi ke rumah dengan dua orang MUA yang mendandaniku dan kami menikah di KUA terdekat. Dia sudah menyiapkan semuanya, entah kapan aku pun tidak tahu" Rianti menjelaskan panjang lebar perihal keadaannya saat ini, hubungannya dengan Nathan dan semuanya. Termasuk perihal keluarga Nathan yang sampai saat ini belum mengetahui pernikahan mereka.
"Huftt..." Tiara menghembuskan nafasnya, mendengar cerita sahabatnya ada bahagia sekaligus sedih bersamaan, bahagia karena akhirnya sang sahabat menemukan belahan jiwanya dan sedih karena ternyata pernikahan mereka tanpa restu bahkan tanpa diketahui keluarga Nathan.
Tiara faham betul bagaimana Rianti merindukan keluarganya, andai keluarga Nathan mengetahui dan merestui mereka, menerima kehadiran Rianti dengan suka cita tentu lengkaplah sudah kebahagiaan sahabatnya itu.
Tiara pun sangat tahu bagaimana kehidupan Rianti selama ini, gadis itu pun menjadi sumber motivasi untuk Tiara bertahan dalam masa-masa sulit dalam hidupnya. Dari Rianti Tiara seolah mendapat kekuatan untuk bertahan dan berjuang lebih keras menjalani takdir hidup yang menimpa dirinya dan keluarganya. Hingga Alhamdulillah sekarang kebahagiaan menghampirinya, mendapatkan pasangan yang sangat mencintainya, keluarganya pun sudah berkumpul kembali dan sekarang mereka hidup bahagia menanti kehadiran anggota keluarga baru mereka yang saat ini dikandung Tiara.
"Hey, gak usah dipikirkan. Aku hanya cerita, itupun karena kamu yang bertanya, sampai sekarang aku baik-baik saja. Rumah tangga kami juga baik-baik saja Mas Nathan sangat baik memperlakukanku, aku bahagia menjadi istrinya" Rianti meyakinkan sahabatnya bahwa dirinya balik-baik saja, dia tidak ingin masalahnya membuat sang sahabat turut kepikiran, apalagi Tiara sedang mengandung, sudah pasti kebahagiaanlah yang harus selalu dihadirkan bagi Tiara agar dia happy menjalani kehamilan pertamanya.
"Perihal keluarga Mas Nathan, aku yakin suatu saat nanti kami akan bertemu" senyum indah menghiasi wajah Rianti, senyum yang selalu dijadikan tameng olehnya untuk menutupi semua kesulitan hidup dan luka hati yang dimilikinya.
__ADS_1
Tiara pun menganggukan kepala, mereka saling menggenggam tangan, seolah saling mengalirkan kekuatan untuk satu sama.