
Perkataan Nathan ibarat batu besar yang menghantam dadanya. Sejenak Mikha tertegun meresapi kembali setiap kata yang diucapkan Nathan.
Dengan nafas memburu, Mikha menatap tajam ke arah Nathan yang memandangnya dengan lembut seperti biasanya.
"Tapi kenapa Kak? Bukankah saat aku sakit kakak berjanji akan selalu ada untukku?" Mikha mulai meninggikan intonasi bicaranya,
"Selalu ada bukan berarti aku akan menikahimu Mikha, kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri" jelas Nathan membuat Mikha semakin merasa kesakitan.
"Tidak Kak, aku tidak percaya. Aku yakin kalau kakak juga mencintai aku, sama seperti kakak mencintai Kak Mitha" Mikha menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak terima dengan penjelasan Nathan.
"Aku dan Mitha hanya masa lalu itu pun sebuah kesalahan. Aku tidak ingin membuat Mitha tidak tenang di sana, maka aku pun akan melupakannya dan berdo'a semoga Allah mengampuni dosa-dosa kami." suara Nathan terdengar parau, kala mengingat wanita dari masa lalunya itu dia selalu terpancing untuk mengeluarkan air mata. Bukan karena masih mengingat atau mencintainya, namun rasa bersalahnya semakin menggebu ketika bayangan mereka berdua yang larut dalam lautan dosa hingga terlahirlah Qiana melintas kembali di benaknya.
"Tapi aku mencintaimu Kak, aku tidak mau kehilanganmu, aku mau menikah denganmu" ucap Mikha lirih, air matanya semakin tumpah membasahi pipinya.
Nathan pun bingung bagaimana harus meresponnya, bayangan Rianti yang menunggunya di rumah kembali melintas. Sementara Falah sejak tadi hanya mendengarkan perdebatan mereka sambil memainkan ponselnya. Namun otaknya pun turut berpikir langkah apa yang harus dilakukannya untuk membantu bosnya itu.
__ADS_1
"Maaf, aku tidak bisa membalas cintamu Mikha"
"Tapi kenapa Kak? Kenapa?" teriak Mikha menggema, suaranya menggema mengisi setiap sudut ruangan tempat mereka berada saat ini.
"Karena aku sudah menikah"
Jedderrr.....pengakuan Nathan seketika membuat Mikha terlonjak kaget.
"Apa? Jangan main-main Kak!" serunya tidak percaya,
"Siapa dia Kak? Siapa wanita yang sudah merebut kakak dariku?" dalam tangisnya Mikha kembali bertanya, ada rasa tidak tega di hati Nathan namun kali ini dia harus berani mengambil sikap, walau bagaimanapun keberlangsungan rumah tangganya harus menjadi prioritas saat ini.
"Dia adalah wanita yang sudah aku kenal cukup lama, bahkan saat sebelum aku kembali bertemu denganmu. Jadi jangan bilang jika dia merebutku darimu karena aku yang memintanya untuk menikah denganku, lagi pula dia tidak merebut karena aku bukan milikmu. Aku mencintainya dan sangat menyayanginya sejak lama dan sekarang kami sudah sah menjadi suami istri baik di mata agama maupun di mata hukum" telak Nathan berkata, dalam hati ada kelegaan satu persatu sesuatu yang mengganjal dalam hatinya selama ini dapat dia ungkapkan.
Berbeda dengan Nathan yang merasa lega, Mikha justru semakin terpuruk, dia menangis semakin menjadi-jadi, Nathan bahkan sampai bingung bagaimana cara menghentikan aksi gadis itu.
__ADS_1
Nathan melirik ke arah Falah sorot matanya meminta solusi dari masalah yang sedang dihadapinya, namun sang asisten hanya mengangkat bahunya dia pun tidak tahu harus bagaimana.
Akhirnya Nathan memilih membiarkan Mikha menyelesaikan tangisannya tanpa berniat mendekat ke arah gadis itu. Dia pun kembali duduk di kursi kebesarannya dan melanjutkan mengkaji berkas yaang sempat tertunda.
Cukup lama Mikha menangis, setelah terlihat mulai tenang dia pun berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Nathan.
"Kak, aku tidak terima. Aku kecewa dan sakit hati sama kakak dan aku akan melaporkan hal ini sama mama dan papa. Kakak tunggu saja apa yang akan terjadi selanjutnya" ancam Mikha, tanpa menunggu respon Nathan dia pun beranjak meninggalkan ruangan dimana Nathan dan Falah hanya menatapnya menjauh dan menghembuskan nafas mereka dengan kasar.
"Astaghfirullah" ucap Nathan lirih, dia menyugar rambutnya frustasi sendiri.
Sementara Falah tersenyum mendengar kalimat yang diucapkan bosnya itu, dalam hati dia turut senang semenjak menikah Nathan berubah drastis. Lebih bijak dalam bersikap, lebih tenang dan lebih relijius. Keberadaan Rianti di sampingnya benar-benar memberikan vibes positif bagi pribadi Nathan dan kehidupannya.
Semenjak Nathan menikah tanpa disadari omset bisnis mereka pun semakin meningkat, mungkin ini yang dikatakan orang menikah membawa rezeki, ternyata memang benar adanya bagi Nathan.
"Sabar Bos" ucap Falah sembari mengusap bahu Nathan.
__ADS_1