
Setelah mengetahui kenyataan pahit tentang Nathan yang sudah menikah dengan wanita lain, Mikha langsung kembali ke luar negeri. Kenyataan menyedihkan yang didapatkannya membuat dia syok dan sempat kembali terbaring di ranjang rumah sakit. Untunglah keberadaan orang tuanya dan memotivasinya dengan perjodohan mereka memantapkan Mikha untuk tidak mengungkap alasan sakitnya.
Mikha sudah menyusun rencana dengan memanfaatkan kekuasaan orang tuanya untuk membuat Nathan kembali.
"Ma, Pa aku ingin pernikahan kami dipercepat, bolehkan tante, om?" Mikha kembali berbicara tentang pernikahan, dia mengalihkan pandangan ke arah orang tua Nathan yang tentunya langsung mengangguk mendengar permintaan calon menantunya itu.
Tingkah Mikha sungguh membuat Nathan jengah. Saat ini mereka tengah berada di sebuah restoran untuk menikmati makan siang bersama.
Hari yang ditakutkan Nathan pun ternyata tiba, dia dihadapkan pada keadaan yang jelas-jelas mengancam keutuhan rumah tangganya dengan Rianti.
"Eheumm" Nathan memecah kesunyian suasana makan siang itu. Dia tidak akan membiarkan semua ini berlarut-larut, bayangan wajah istrinya yang tengah tersenyum manis menari-nari di pikirannya.
"Kenapa Nak? Ada sesuatu yang mengganggumu?" mama Nathan menjadi orang yang paling peka terhadap sang putra, wanita yang masih tampak cantik di usianya yang tak lagi muda itu memang selalu tahu perubahan sekecil apapun yang terjadi pada sang putra melalui tingkahnya.
"Ma, Pa, tante, omm, sebelumnya aku minta maaf. Aku tidak bisa melanjutkan rencana perjodohan kalian" semua orang menatap Nathan dengan penuh tanya, bahkan ada kemarahan yang tersirat dari raut wajah kedua orang tua Mikha terutama papanya,
"Apa maksud kamu?" intonasi bicara papa Mikha mulai berubah tidak sehangat sebelumnya,
"Maaf omm, Mikha sudah tahu alasannya. Aku sudah memberitahunya bahwa perjodohan kami tidak bisa dilanjutkan" lanjut Nathan dengan tatapan tegas ke arah papa Mikha,
"Tapi kenapa Nak? Bukankah selama ini kalian sangat dekat? Mama masih ingat selama Mikha sakit kamu hampir tidak meninggalkannya, bukannya itu tandanya kamu mencintainya, heum?" kali ini mama Nathan angkat bicara, dengan nada lembut dia bertanya pada sang putra.
"Maafkan aku Ma, Pa, sebenarnya aku sudah..."
"Kak Nathan sudah menikah dengan wanita lain" potong Mikha menyambar membuat semua orang terutama orang tua mereka kaget seketika,
"Apa?" Papa Nathan semakin emosi mendengar penuturan putrinya, dia pun menoleh ke arah sahabatnya yang tidak lain adalah mama dan papa Nathan namun keduanya pun sama tampak syok dengan berita yang baru saja mereka dengar.
"Nathan? Apa maksudnya ini?" papa Nathan pun tidak tahan untuk mendengar penjelasan sang putra yang masih memilih diam.
__ADS_1
"Mikha benar Pa, aku sudah menikah Pa, Ma, dengan wanita pilihanku dan sekarang pernikahan kami sudah menginjak hampir empat bulan" jelas Nathan mantap, ada kelegaan dalam hatinya setelah mengatakan kebenaran yang selama ini disembunyikannya.
"Apa-apaan kamu!" sentak papa Nathan yang tidak terima dengan kelakuan putra satu-satunya itu, hampir saja dia beranjak dari kursinya dan hendak memburu Nathan namun dengan sigap dicegah oleh mama Nathan.
"Aku tahu papa dan mama pasti marah, tapi maaf bukan maksudku untuk menyembunyikannya dari kalian tapi semua ini terjadi begitu cepat, aku tidak mau kehilangan dia hingga akhirnya aku pun mengambil keputusan ini" Nathan menatap sang mama yang menatapnya dengan raut wajah sendu, ada kekecewaan terlihat jelas di bola matanya. Hal itu pun tertangkap oleh netra mata Nathan tentu saja dia pun sangat merasa bersalah karena sudah menyinggung perasaan ibunya.
"Brengsek kamu! Kamu tahu apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan kamu?" papa Mikha meradang, dia tidak terima dengan keputusan Nathan yang dianggapnya telah menyakiti hati putrinya.
"Pa!"
"Pa"
Mikha dan mama Mikha serempak menegur.
"Kenapa?" Papa Mikha memandangi anak dan istrinya bergantian.
"Papa jangan marah pada Kak Nathan, walau bagaimanapun dia tetap calon menantu Papa" Mikha berbicara dengan nada merajuk seperti biasanya dia bermanja pada papanya, sebagai anak satu-satunya selama ini Mikha menjadi anak kesayangan kedua orang tuanya. Dia selalu mendapatkan apa yang dia mau dan tentunya kedua orang tuanya selalu memenuhi apa yang diinginkannya.
"Aku akan tetap menikah dengan Kak Nathan walau pun harus menjadi istri kedua"
Sontak pernyataan Mikha membuat semua orang membulatkan matanya.
"Kamu jangan gila Mikha!" sentak Nathan, menjadi orang pertama yang sadar dari keterkejutannya,
"Aku tidak gila Kak, aku serius. Aku rela menjadi istri kedua kakak, aku tahu istri kakak pun sangat membutuhkan kakak, tapi aku pun tidak bisa mengabaikan dengan keinginan kedua orang tua kita. Aku pun sangat berterima kasih pada kakak, selama aku sakit kakak selalu ada membersamaiku dan sebagai bentuk ucapan terima kasihku, aku akan mengabdikan sisa hidupku dengan menjadi istri kakak. Aku mencintai kakak, seperti kakak mencintai Kak Mitha dulu dan aku yakin kak Mitha akan sangat bahagia dengan pernikahan kita." Mikha berbicara lembut, di sini dia seolah menjadi yang tokoh protagonis yang tulus dengan segala pengorbanannya.
"Mikha aku tidak butuh balas budimu, cukup dengan kamu menghentikan apa yang sudah kamu rencanakan ini dan jangan mengganggu rumah tanggaku" Nathan semakin meradang, dia tidak akan membiarkan Mikha terus melancarkan aksinya,
"Tenang Kak, aku tidak akan mengganggu rumah tangga kakak selama kakak bisa berbuat adil di antara kami aku akan ikhlas berbagi dengannya" jawab Mikha masih dengan nada yang sama, lembut dengan senyuman yang manis.
__ADS_1
"Gila kamu Mikha..."
"Cukup!" papa Mikha menghentikan perdebatan mereka berdua,
"Mikha, papa tidak akan mengizinkanmu untuk menikah dengan dia" Papa Mikha menunjuk Nathan dengan wajah marahnya.
"Papa..."
"Cukup Mikha"
"Tidak Pa, aku tetap akan menikah dengan Kak Nathan apapun yang terjadi" Mikha berdiri dan dengan lantang berkata, untunglah saat ini mereka berada di ruang privat jadi apa yang terjadi tidak mengganggu pengunjung restoran lainnya.
"Pokoknya aku akan tetap menikah dengan Kak Nathan" Mikha berlari meninggalkan ruangan itu dengan menangis,
"Mikha..."
"Mikha..."
Kedua orang tua Mikha serempak memanggil nama anaknya saat melihat putri mereka pergi dalam keadaan menangis.
"Pa, bagaimana ini?" mama Mikha histeris,
"Kamu" papa Mikha menunjuk Nathan dengan sorot mata yang mengancam,
"Jika terjadi apa-apa dengan putriku, kamu yang harus bertanggung jawab" telak papa Mikha, dia pun meninggalkan ruangan itu menggandeng istrinya tanpa memperdulikan kedua orang tua Nathan yang tampak syok dengan kejadian yang baru saja mereka saksikan.
"Nathan!" kini giliran papa Nathan yang mengintrogasi putranya,
"Jelaskan sekarang juga!" Nathan mengerti apa yang diperintahkan sang papa, dengan diawali tarikan nafas yang cukup dalam Nathan pun mengawali ceritanya tentang kisahnya dengan Rianti dari mulai pertemuan mereka sampai saat ini status mereka sebagai suami istri.
__ADS_1
Nathan lega akhirnya dia bisa mengungkapkan kebenaran tentang hidupnya saat ini, dia tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya, yang pasti sampai kapan pun dia akan memperjuangkan Rianti.