
"Maaf jika aku lancang" kata maaf menjadi pembuka obrolan serius Rianti dengan suaminya.
Menginjak usia pernikahannya yang ke dua bulan, Rianti memberanikan diri mengatakan apa yang selama ini mengganjal di hatinya.
"Sudah satu bulan lebih kita berumah tangga Mas, terima kasih atas semua perlakuan baik yang Mas berikan padaku dan pada adik-adikku. Sejak dulu tidak ada yang berubah, mas selalu baik pada kami. Terima kasih Mas, aku merasa menjadi wanita yang sangat beruntung menjadi istrimu" Rianti menatap Nathan yang sejak tadi menatapnya, menyimak semua kata yang terucap dari lisannya.
"Tapi..." Rianti menjeda ucapannya, pandangan mereka beradu. Rianti sedang menguatkan hati untuk mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya selama ini, sementara Nathan pikirannya bergelut menebak apa yang akan dikatakan istrinya itu.
"Tapi apa?" tanya Nathan lembut, dia akhirnya bersuara karena Rianti yang tak kunjung melanjutkan perkataannya.
"Tapi...kapan aku akan dikenalkan pada keluargamu?, terutama kedua orang tua Mas" akhirnya pertanyaan itu pun lolos dari lisannya, Rianti menarik nafas lega karena sudah mengatakan apa yang selama ini mengganjal di hatinya.
Saat pernikahan berlangsung Nathan hanya datang seorang diri ke rumahnya lalu membawa Rianti dan kedua adiknya ke KUA, di sana sudah ada asisten Nathan sekaligus orang kepercayaannya di perusahaannya dan dua orang saksi yang entah siapa, Rianti tidak mengenalnya.
Nathan menarik nafasnya dalam, pertanyaan Rianti sudah membuat dadanya sesak.
"Aku?"
"Apa pernikahan kita tidak mereka ketahui?" tanya Rianti menyela,
"Apa karena aku hanya wanita biasa yang tidak layak untuk menjadi seorang istri Nathan Alzaidan? Seorang pengusaha muda sukses yang pastinya digandrungi oleh banyak wanita. Dan pastinya jauh lebih segala-galanya dariku?" Rianti menghentikan ucapannya seiring tenggorokannya yang serasa tercekik karena tangis yang dia tahan.
Nathan terlihat frustasi, dia bingung harus seperti apa mengatakan kebenaran yang selama ini dia simpan sendiri perihal kedua orang tuanya.
flashback on
Malam sebelum kepergiannya ke luar negeri untuk mengantar Mikha untuk berobat Nathan sempat menemui kedua orang tuanya.
Mikha adalah adik dari Mitha, wanita yang sangat dicintainya di masa lalu bahkan mungkin sampai saat ini karena dari hubungan terlarang mereka nyatanya lahir bayi perempuan yang kini sudah tumbuh menjadi anak yang cerdas dan membanggakan.
__ADS_1
Mitha adalah wanita yang dicintai Nathan sejak masih remaja nyatanya harus menjadi istri dari sahabatnya Arzan karena memang Mitha sangat mencintai sahabatnya itu. Cinta yang bertepuk sebelah tangan tidak lantas menggugurkan rasa cinta yang ada di hati Nathan untuk Mitha.
Hingga suatu malam disaat Mitha, wanita yang sangat dicintainya itu terlihat frustasi karena kesibukan suaminya saat itulah Nathan hadir sebagai penghangat ranjang Mitha. Keduanya melakukannya dengan sadar dan tanpa paksaan hingga akhirnya Mitha hamil dan tentu dalam hal ini Arzan menjadi laki-laki yang paling bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.
Saat ini anak itu pun diurus oleh Arzan dan Tiara, istri kedua Arzan. Arzan sangat syok saat mengetahui jika dirinya bukan ayah biologis putri yang selama ini sangat dicintainya, dia pun sangat frustasi dan sempat tidak ingin bertemu putrinya alias putri dari Nathan dan almarhumah Mitha, namun dengan kegigihan dan ketulusan Tiara yang telah membantu dirinya move on dari Almarhumah Mitha akhirnya dia bersedia menerima dan merawat Qiana putri kecil yang disangka anak kandungnya itu dengan penuh kasih sayang sampai saat ini.
"Mah, Pah, Nathan mau menikah" ucap Nathan saat dirinya sudah duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya yang sengaja datang ke Jakarta untuk menengok keadaan Mikha yang kebetulan memang putri dari rekan bisnisnya.
"Apa? Maksud kamu apa? Bukankan Mikha masih koma Nak?" Mama Nathan sangat terkejut, dia langsung menodong putranya itu dengan beberapa pertanyaan sekaligus.
"Aku bukan mau menikah dengan Mikha Mah,ada wanita lain yang akan aku nikahi" jelas Nathan membuat kedua orang tuanya semakin terkejut.
Selama ini yang diketahui orang tua Nathan sang putra sedang dekat dengan Mikha, oleh karenanya mereka pun sempat merencanakan akan menjodohkan keduanya. Kedua orang tua Mikha sudah sangat kenal dengan keluarga Mikha sejak lama.
"Sayang ...benarkah?" Mama Nathan tampak kaget mendengar jika sang putra ternyata sudah memiliki pujaan hati.
"Sayang...tapi.."
"Aku akan segera menikahinya Mah"
"Tidak, kamu tidak bisa melakukannya. Kami sudah mengatur pernikahan kamu dengan Mikha setelah dia sehat nanti, dan besok kamu harus berangkat menemani calon istrimu berobat di luar negeri. Papa dan Om Erwin sudah mengatur semuanya."
"Tapi Pa, aku..."
"Tidak ada bantahan dan papa tidak mau mendengar alasan apapun, semuanya sudah diatur. Kamu tinggal melakukannya" tegas papa Nathan,
"Huhft..." Nathan menghembuskan nafasnya kasar. Dia faham betul dari intonasi bicara papanya jelas sudah tidak bisa dibantah lagi.
Nathan pun beranjak dari tempatnya bermaksud untuk meninggalkan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?" suara keras papa Nathan berhasil menghentikan langkahnya,
"Sayang tidurlah di sini, bukankah besok pagi kamu harus sudah pergi ke bandara?" mama Nathan berusaha melerai ketegangan antara suami dan putranya,
"Aku harus menyelesaikan sesuatu mah, tolong do'akan aku" Nathan memeluk sang mama sekilas lalu kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan kedua orang tuanya yang hanya bisa menghela nafas.
Tiga puluh menit berlalu, Nathan kini sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah Rianti. Dia hanya menatap rumah itu dari dalam mobil tanpa ada maksud untuk keluar dari dalam mobilnya.
Derrrt....derrrt....derrt...
Getaran ponsel di genggamannya membuyarkan fokus Nathan yang tengah anteng menatap rumah yang ada di depannya.
"Hallo..."
"..."
"Apa?"
"..."
"Baik aku akan segera ke sana" Nathan pun kembali menyalakan mobilnya dan meninggalkan halaman kediaman Rianti, tanpa pamit, tanpa kabar, hingga hampir satu bulan lebih dia meninggalkan Rianti dengan segala kekhawatirannya.
Flashback Off
"Kenapa Mas?" tanya Rianti yang melihat Nathan dengan kediamannya.
"Aku..."
"Mereka belum tahu dengan pernikahan kita?" tanya Rianti, Nathan menatapnya semakin dalam dan dengan wajah sendu perlahan dia pun menganggukan kepalanya.
__ADS_1