Kupilih Pintu Surga Yang Lain

Kupilih Pintu Surga Yang Lain
Kecewa


__ADS_3

Perhatian dan perlakuan Nathan semakin hari semakin manis, Rianti selalu berusaha menolak apapun yang diberikan Nathan karena merasa tidak pantas tapi lagi-lagi laki-laki itu paling tidak suka ditolak.


Tidak mampu mengelak, semakin baik dan manis Nathan memperlakukannya semakin sulit bagi Rianti untuk mengelak dari perasaannya. Semua yang Nathan lakukan membuat benih-benih cinta di hatinya mulai tumbuh untuk laki-laki itu.


Untuk pertama kalinya Rianti merasakan jatuh cinta pada lawan jenis, cinta yang sebenarnya. Dimana jantungnya berdetak lebih kencang saat berdekatan dengan laki-laki itu, pikirannya pun dipenuhi semua hal tentang laki-laki itu, kerinduan diam-diam menyelinap dalam dadanya saat laki-laki itu luput dari pandangannya.


Entahlah, mendapat perlakuan istimewa dari Nathan rasanya sangat sulit untuk Rianti agar tidak jatuh cinta pada laki-laki itu.


Ting....


Bunyi notifikasi pesan di ponsel Liani membuyarkan lamunan gadis itu tentang Nathan. Saat ini Liani sedang berjaga malam di rumah sakit.


'Sudah makan?'


'Jangan telat!'


Dua pesan berurutan diterima Liani dari nama yang sejak tadi bertahta dalam ingatannya. Bibirnya menyunggingkan senyum, bahagia membuncah di hatinya mendapat perhatian seperti itu dari Nathan.

__ADS_1


'Sudah Mas, mas juga jangan terlambat makan. Selamat istirahat'


Balas Rianti, dia melirik jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Biasanya Nathan sudah berada di rumah pada jam segitu.


'Aku ada di rumah sakit temanku kecelakaan'


Pesan balasan dari Nathan sontak membuat Rianti berdiri dari tempat duduknya, dia segera menghubungi Nathan.


"Mas, siapa yang kecelakaan? Bagaimana keadaan Mas? Sekarang mas ada dimana? Biar aku ke situ, bolehkan?" nada khawatir terdengar jelas dari suara Rianti, di seberang sana Nathan tersenyum mendengar kekhawatiran gadis itu.


Perbincangan mereka di telepon pun berakhir setelah Nathan mengubah panggilannya menjadi video call, dia menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja dengan memindai seluruh tubuhnya tidak lupa senyum manis menghiasi wajah tampan laki-laki itu membuat Rianti akhirnya bisa bernafas lega.


Hari-hari Rianti jalani dengan bahagia, perhatian Nathan padanya juga kedua adiknya tidak pernah terlewat setiap harinya walaupun sudah satu minggu itu Nathan tidak pernah datang menemuinya.


Kekhawatiran Rianti semakin menjadi ketika Nathan semakin jarang mengiriminya pesan, pernah suatu hari Rianti memberanikan diri mengirimi Nathan pesan lebih dulu, menanyakan kabar perihal laki-laki itu namun Rianti harus menelan kecewa karena Nathan tak kunjung membalas pesannya. Baru setelah dua hari berlalu, laki-laki itu membalas pesannya yang mengabarkan jika dirinya sedang berada di luar negeri menemani sahabatnya melakukan pengobatan.


Ada rasa penasaran di hati Rianti siapa sebenarnya sahabat Nathan, mengapa keberadaannya begitu istimewa sampai dia rela meninggalkan pekerjaannya untuk menemani sahabatnya itu.

__ADS_1


Seiring waktu tanpa sengaja Rianti pun akhirnya mengetahui perihal sahabat Nathan. Saat menemani Tiara menjaga putri sambungnya di rumah sakit, dia tidak sengaja mendengar obrolan antara Arzan suami Tiara dengan Arga asistennya.


Sekilas Rianti mendengar jika saat ini Nathan tengah menemani Mikha, dari namanya dia bisa menyimpulkan jika sahabat yang ditemani Nathan adalah seorang perempuan.


Ada rasa cemburu sekaligus sakit bersamaan di hati Rianti, dia tidak bisa mengelak dari rasa itu. Sebisa mungkin Rianti berusaha menekannya, dia tidak mau siapapun tahu tentang apa yang dirasakannya saat ini, termasuk sahabatnya.


Satu bulan berlalu, Nathan benar-benar menghilang. Rianti pun berusaha keras menahan rasa yang membuat hari-harinya galau. Dia berusaha sekuat hati dan jiwanya untuk tidak berharap banyak pada laki-laki yang akhir-akhir ini sudah mengisi hidupnya dan bertahta dalam hati dan ingatannya.


Sampai tiba pada satu waktu, di saat Liani turut berbahagia dengan kebahagiaan Tiara atas kehamilan sahabatnya itu, di saat yang sama rasa sakit bercampur kecewa seketika menggerogoti batin Rianti.


Setelah kurun waktu yang cukup lama tidak mendapat kabar tentang Nathan, malam itu laki-laki itu datang ke acara Tiara dengan menggandeng seorang perempuan cantik yang sudah dipastikan jika perempuan itu pasti orang yang selama ini dibersamainya.


Rianti tidak bisa mengelak dari rasa sakit yang teramat, dia tidak lagi mampu menyembunyikan keadaan hatinya pada sahabatnya. Dengan terpaksa Rianti pun akhirnya menceritakan keadaannya saat itu, tidak lupa kedekatannya dengan Nathan semuanya dia ceritakan pada Tiara. Tak sanggup lagi dirinya memendam sendiri semua rasa yang menyiksanya selama ini.


Kecewa, itulah yang dirasakan Rianti saat ini. Bukan kecewa karena Nathan datang dengan seorang wanita, Rianti justru kecewa pada dirinya sendiri yang justru merasakan sakit di hatinya ketika melihat kenyataan yang ada di hadapannya.


Flashback Off

__ADS_1


__ADS_2