Kupilih Pintu Surga Yang Lain

Kupilih Pintu Surga Yang Lain
Bertemu Lagi


__ADS_3

"Jika suatu saat nanti aku melepaskan genggaman tanganmu, itu artinya tanganku sudah benar-benar sakit. Dan saat itu kamu faham apa yang akan terjadi, Mas!" ucap Rianti, lembut namun penuh penekanan.


Terkesan plin plan, namun hatinya terlalu lembut untuk menutup mata dari ketulusan suami yang mencintainya. Bagi Rianti perceraian itu sendiri adalah kekalahan, saat dirinya memilih bercerai itu artinya dia kalah dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Namun kala takdir menyapa apa boleh buat terkadang tekad kuat dihancurkan oleh keadaan.


"Terima kasih sayang, do'akan selalu agar kita bisa melalui ini bersama" Nathan kembali mengecup kening istrinya penuh kasih. Hari yang sempat membuat ketegangan bagi keduanya kini berangsur membaik.


Rianti kembali menjalani hari-harinya seperti biasa. Saat ini rumah mereka kembali menjadi tempat ternyaman bagi keduanya. Dengan memohon, Nathan berhasil meyakinkan Mikha agar kembali tinggal di apartemennya, sementara mama Nathan kembali ke luar negeri karena sang papa yang memintanya.


Kedua orang tua Nathan pun sudah bertemu Rianti, dengan ramah papa Nathan menyambut pertemuan pertama dengan menantu alias istri pertama putranya itu. Dia bahkan berterima kasih pada Rianti dengan tulus karena sudah bersedia bertahan dan mempertahankan rumah tangga dengan putranya.


"Mas, aku ada pelatihan, rumah sakit mengutusku untuk menjadi perwakilan peserta." selepas makan malam, menjelang tidur menjadi waktu yang pas untuk mereka saling berbicara.


Sebulan sudah berlalu dari hadi dimana Rianti menyatakan keinginannya untuk bercerai, sejak saat itu bagi Rianti suaminya seakan kembali seperti dulu. Nathan lebih sering berada di rumahnya, kalaupun pulang terlambat suaminya itu selalu mengabarkan jika dirinya tengah lembur di kantor karena pekerjaan yang menumpuk.


Beberapa kali Rianti pernah bertanya perihal hubungan Nathan dengan Mikha, dia pun mengingatkan jika suaminya itu memiliki kewajiban lain selain terhadap dirinya. Namun jawaban Nathan selalu sama, jika dirinya akan selalu ada untuk Rianti. Nathan bahkan pernah kembali meyakinkannya bahwa dia akan berusaha meminta pengertian Mikha agar bersedia lepas dari pernikahan mereka.


"Kamu sendirian?" tanya Nathan, dia menaruh cangkir teh yang baru saja diseruputnya,


"Tidak, ada perawat lain juga dan beberapa staf yang akan ikut, kalau tidak salah jumlah keseluruhan utusan ada sepuluh orang mas" kawab Rianti menyampaikan informasi yang diterimanya dari bagian kepegawaian,


"Baiklah, aku akan mengantarmu" jawab Nathan akhirnya,


"Tidak perlu mas, kantor sudah menyiapkan bis karyawan untuk keberangkatan kami. Jadi kita akan berangkat sama-sama dari rumah sakit."


"Begitu? Baiklah, aku akan mengantarmu ke rumah sakit, selama di sana jaga diri baik-baik, jangan terlalu capek. Aku pasti akan sangat merindukanmu" Nathan meraih tangan istrinya lalu mengecupnya, obrolan mereka pun berlanjut dengan aneka topik bahasan sampai akhirnya keduanya menguap dan memutuskan untuk segera tidur.


Satu minggu lamanya Rianti berada di Bandung, kota yang dijadikan sebagai tempat dilaksanakannya pelatihan yang diikuti oleh seluruh perwakilan rumah sakit swasta maupun pemerintah.

__ADS_1


Sengaja tidak menghubungi dulu suaminya, Rianti berencana membuat kejutan kepulangannya.


Sabtu pagi menjadi waktu kepulangannya dari Bandung, lebih cepat satu jari dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Jarak Jakarta Bandung yamg tidak terlalu jauh membuat rombongan sudah berada di rumah sakit sekitar pukul sepuluh pagi menuju siang. Rombongan peserta pelatihan utusan rumah sakit tempat Rianti bekerja mengharuskan para peserta untuk melakukan lapor jika mereka sudah selesai mengikuti pelatihan.


Rianti memutuskan untuk langsung menuju kantor suaminya, dia berencana membuat kejutan dengan mendatangi sang suami ke kantornya dan akan mengajaknya makan siang di luar berdua.


Koper yang dibawanya dari Bandung sudah dia kirimkan ke rumah melalui aplikasi, setelah itu Rianti pun memesan taksi online menuju kantor sang suami.


Empat puluh lima menit taksi online yang ditumpangi Rianti sudah berada di parkiran kantor Nathan. Rianti pun berpamitan pada sng sopir dan bilang jika pembayaran dilakukan melalui aplikasi, tidak lupa ucapan terima kasih pun dia lontarkan pada sopir taksi itu karena sudah membuat perjalanannya nyaman dan tepat waktu.


Batu saja Rianti membuka pintu mobil, tanpa sengaja dia melihat sang suami yang keluar dari pintu utama kantornya. Senyum Rianti mengembang melihat orang yang sangat dirindukannya selama satu minggu ini kini terlihat nyata dan berada tidak jauh dari tempatnya berada.


Rianti pun berniat untuk turun agar bisa segera menghampiri suaminya, namun tiba-tiba dia menghentikan pergerakannya, dia memilih memerhatikan sang suami dari dalam mobil sementara satu kakinya yang sudah menyentuh tanah dia tarik kembali, senyuman yang menghiasi wajahnya pun perlahan memudar.


Deg


"Kenapa Bu?" tanya sang sopir heran karena Rianti masih berada di dalam mobilnya.


"Pak sebentar ya, nanti saya beri ongkos tambahan" ujar Rianti pada sang sopir dan dijawab anggukan kepala oleh sopir tersebut.


Rianti kembali memfokuskan pandangannya ke arah Nathan yang berjalan menuju mobilnya, hal yang membuat Rianti tersentak adalah karena Nathan kini tidak berjalan sendirian. Di sampingnya seorang wanita yang tidak asing baginya tengah bergelayut manja di lengan suaminya yang tampak tersenyum.


Rasa sakit kembali dirasakannya, walaupun Rianti tahu tidak ada yang salah dengan mereka berdua karena mereka adalah pasangan halal, wanita yang bergelayut manja di lengan suaminya adalah Mikha, istri kedua suaminya. Kendati demikian, tetap saja Rianti tak mampu menahan dadanya yang tiba-tiba sesak serasa dihantam batu besar.


"Pak, tolong antarkan saya ke rumah, ini alamatnya!" seru Rianti pada sang sopir, dia pun menyodorkan ponselnya.


"Baik Bu" jawab sang sopir setelah membaca alamat yang dimaksud Rianti.

__ADS_1


Tanpa menunggu Rianti mengirimkan pesan pada suaminya bahwa dirinya sudah kembali dari Bandung.


'Assalamu'alaikum'


'Mas, aku sudah kembali dan sekarang di perjalanan menuju rumah'


Pesan pun terkirim, namun setelah sepuluh menit menunggu tak kunjung dibaca oleh Nathan.


Rianti memilih memejamkan matanya sambil bersandar, pikirannya melayang pada saat Nathan mengatakan jika dirinya tengah berusaha terlepas dari pernikahannya dengan Mikha.


"Yaa Alah, ternyata hati ini belum juga ikhlas" gumamnya pelan.


Sang sopir pun melajukan mobilnya meninggalkan gedung kantor menuju alamat yang ditunjukkan Rianti.


Waktu sudah menunjukkan pukul lima, seharusnya Nathan sudah pulang namun sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda kepulangannya. Pesan yang tadi siang Rianti kirim pun belun juga dibacanya.


Ting tong....


Suara bel pintu membuat Rianti tersentak, dia sedang duduk di teras belakang setelah menyiapkan makanan untuk menyambut suaminya bergegas menuju pintu utama rumah.


Ceklek, pintu pun terbuka...


" Kamu?" ucap Rianti dengan wajah kaget,


" Apa kabar, Mbak? Akhirnya kita bertemu lagi, boleh saya masuk?" dua pertanyaan beruntun langsung menyambut Rianti yang baru saja membukakan pintu rumahnya,


"Mikha..."

__ADS_1


__ADS_2