
Waktu berlalu, tanpa ada satupun orang yang dapat menghentikannya. Kehidupan bahkan terus melaju tanpa bertanya apakah kita siap menjalaninya atau tidak.
Tiga tahun berlalu, Rianti pun menyelesaikan pendidikannya tepat waktu. Dia bahkan susah diterima bekerja di salah satu rumah sakit ternama di kota itu. Semua adalah karena peran Nathan, dengan segala kebaikannya Rianti akhirnya dapat mewujudkan cita-citanya satu persatu.
Kedekatan Rianti dan Nathan pun semakin terjalin dengan baik. Mereka tampak seperti pasangan kekasih, terlihat serasi menurut siapapun orang yang melihat mereka jalan berdua.
Rianti yang berniat menyewa rumah yang lebih besar mengurungkan niatnya ketika Nathan menghadiahi kerja kerasnya menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan sebuah kunci rumah di kawasan perumahan yang cukup elit.
Awalnya Rianti tidak menerimanya, dia merasa Nathan sudah sangat berlebihan. Sudah terlalu banyak kebaikan laki-laki itu untuk dia dan kedua adiknya. Namun Nathan tetaplah Nathan, dengan keras kepalanya dia tidak mau menerima penolakan Rianti. Terpaksa Rianti pun menerimanya, dia bahkan sangat terkejut saat mengetahui jika rumah itu sudah tertulis atas nama dirinya sebagai pemilik.
"Mas, ini sangat berlebihan" panggilan Rianti pada Nathan pun berubah atas permintaan laki-laki itu dan Nathan sangat suka saat mendengar Rianti memanggilnya dengan panggilan itu.
"Ini layak untuk kamu" balas Nathan yang lagi-lagi tidak menerima penolakan.
"Aku merasa tidak enak hati, sampai saat ini belum mampu membalas sedikitpun kebaikan yang Mas Nathan berikan untuk aku dan kedua adikku. Sudah terlalu banyak Mas, sepertinya aku tidak akan mampu membalasnya" Rianti berkata dengan suara bergetar karena menahan tangis, saat ini mereka sedang berada di restoran tempat dulu Rianti bekerja. Dia bersama Nathan datang sebagai tamu untuk menikmati makan malam merayakan kelulusan Rianti.
"Jangan merasa tidak enak, jangan terlalu dipikirkan juga. Lakukan apapun yang kamu mau, wujudkan apapun cita-citamu, aku bahagia melihat kamu dan adik-adikmu juga bahagia dan berhasil mewujudkan impian kalian. Aku akan selalu mendukungmu" ucap Nathan tulus, sia bahkan mengusap puncak kepala Rianti yang kini berlapis jilbab.
Sejak sang Ibu meninggal Rianti mantap untuk berhijab. Tentu saja keputusannya itu disambut gembira oleh kedua adik-adiknya juga tidak terkecuali Nathan.
"Oya, aku punya sesuatu buat kamu" Nathan berdiri dari tempat duduknya, sia berjalan ke arah panggung dimana grup band yang sedang menghibur malam ini menyambut kedatangannya dengan senang hati.
"Sebuah lagu spesial aku persembahkan untuk gadis berjilbab navy yang duduk di meja sana" Nathan menunjuk Rianti yang malam itu memang memakai gaun navy dengan jilbab warna senada.
Tepuk tangan dari para pengunjung restoran pun membahana mengisi setiap ruang hampa di tempat itu.
Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang menaklukkan hari-hari mu yang tak mudah
Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
Nathan menatap ke arah Rianti duduk, dengan senyum mengembang menghiasi wajah tampannya, dia menunjuk dan bernyanyi untuk Rianti.
__ADS_1
Rianti sungguh sangat terkejut, dia tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari Nathan. Merasa semua orang memerhatikannya, Rianti pun menutup muka dengan kedua tangannya.
Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
__ADS_1
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia hah
Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Sumber: LyricFind
Nathan mengakhiri lagunya disambut dengan tepuk tangan semua pengunjung. Entah darimana asalnya sekarang laki-laki itu sudah berdiri di hadapan Rianti dengan sebuah bouqet bunga mawar merah di tangannya.
"Untukmu, wanita hebat yang pernah aku kenal. Selamat atas pencapaianmu!" seru Nathan sambil mengulurkan bouqet bunga tepat di depan wajah Rianti.
Keharuan kembali melanda, seumur hidupnya Rianti belum pernah mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini. Dia menerima uluran bunga itu dengan mata berkaca-kaca. Tidak ada kata yang mampu terucap dari bibir Rianti selain ucapan terima kasih.
Rianti masih belum mampu mengembalikan kesadarannya saat Nathan kembali mengajaknya duduk, pikirannya masih melayang ke waktu Nathan datang di hari kepergian ibunya, memberinya pendidikan yang layak, bahkan juga untuk kedua adiknya.
Sekarang laki-laki itu bahkan menghadiahinya rumah dan momen makan malam yang indah. Kehadiran Nathan dalam hidupnya benar-benar datang sebagai hadiah Tuhan setelah setiap kelelahan yang dia jalani selama ini.
__ADS_1
"Terima kasih Ya Allah, terima kasih telah Kau hadirkan orang baik ini dalam hidup kami" batin Rianti dengan tatapan yang masih tertuju pada laki-laki baik di hadapannya itu.