
Makin hari aku semakin jatuh cinta kepadanya,meskipun aku selalu di porotin tentang ini tentang itu,tapi aku semakin membucin padanya.kemana mana aku ingin selalu bersamanya aku tak ingin sedetikpun pisah dari dia,aku yang selalu membucin membuatnya serasa di kekang.tiap jam pasti aku mengirimkan chat untuknya,aku tak mau tau dia itu lagi apa mau apa sedang apa dan dimana yang penting aku selalu chat dia.
Waktu itu dia kerja padahal hari libur,aku menyuruhnya supaya kerja saja,karna aku pikir itu yang terbaik supaya aku bisa mengontrol diriku untuk tidak mengganggunya,tapi keinginanku tidak terkontrol sama sekali.aku ingin sekali ketemu dia walaupun hanya sebentar saja.
Malam itu cuaca sangat dingin,angin berhembus menusuk tulangku,aku yang membawa secangkir kopi di tanganku segera ku sruput sambil melihat lihat Handphone yang ada di tanganku.tak sengaja aku melihat seorang pasangan kekasih yang sedang bertengkar di depan kontrakanku.
( karna emang kos nya di depan kontrakanku makanya aku lihat heheheheheehehe)
Si cewek menampar dan melemparkan tas si cowok dari kos nya,akupun pura pura tidak lihat apa yang terjadi supaya cowoknya ngak malu,pura pura ku panggil cowoknya.
"hai bang,ngapain disitu..akh belum juga jam 20.00 Wib udah kangen aja...ujarku sambil nyurut kopi yang ada di tanganku."
"eh kamu,kamu kontrakannya disitu ya?"
sembari muka nya merah dan agak sedikit menunduk
"ia loh bang tapi ngak lama lama amatlah disini rencana mau pindahlah ini bang"
"kok pindah?"
"ea soalnya ada sesuatu yang tak bisa ku ungkapkan hahahhhahhahhhah " aku tertawa manja
"ehhhhh kau cewek kegatelan sama cowokku" ujar ceweknya
etssss sontak ku hentikan minum kopinya dan ku letakkan gelas yang ada di tanganku dan ku menatapnya dari atas dan aku bilang
"panas...kipas sayang kipas....ehhhh asal kamu tau ya dia itu satu kampungku pisang...." (pisang itu bahasa yang enak di dengar dan sering di gunakan sebagai akhir kata disini.)
"ea yah itu satu kampungmu" tanya cewek itu ke cowok nya
"ea,dia satu kampungku makanya dia ku tanya terus sama mu,dia masih keluarga kami."
cewek itu pun langsung diam,ternyata dia cemburu sama pacarnya karna aku selalu di tanya cowoknya tiap datang ke kontrakanya
Akupun maklum akan hal itu,siapa sih cewek yang ngak cemburu jika nanyain cewek yang ngak kita kenal,dari situ kami selalu saling sapa dengan ceweknya.
Duhhhh indahnya malam itu membuat aku tak sadar kalau pacarku sudah mau pulang kerja,ih kebucinanku makin menggila,langsung dia ku chat dan ku bilang pulang kerja menemuiku dengan berbagai alasan pokoknya dia harus temui aku malam itu.
__ADS_1
Karna kebucinanku pacarku semakin membuatku sakit,dia semakin meraja lelah untuk menyuruhku datang ke kontrakannya untuk ngantar makanan.karna kebucinanku semua kata katanya aku iakan,yang penting aku dekat dan ketemu sama dia,aku ngak mau tau jam berapa mau dia ngimanain itu semua aku ngak mau tau,sebanyak apapun dia bohong dan meminta duitku aku ngak peduli.
ntah kenapa cowokku sekarang suka sekali menyuruhku pulang kerja langsung ke tempat dia kerja padahal dia biasanya ngak seperti itu,semenjak itu aku sering pontang panting sana sini untuk menemuinya seakan akan aku tak bisa hidup tanpa dia sedetikpun itu.
Rasa ini semakin tak karuan,aku semakin di buat seenak jidatnya saja,dia pun ngomong kadang tidak berpikir lagi tak menjaga hatiku.tak disangkah hari demi hari aku semakin mengilai dia aku semakin cemburuan tapi sebenarnya aku buat buat sih supaya dia itu pikir aku sangat mencintainya,dan dia semakin mempermainkan hatiku,dia semakin ingin di beliin ini beliiin itu.tiba saatnya kebucinanku di manfaatkan dia
"yank..."ujar pacarku
"ia cayank...apa "ucapku dengan lembut
Dia memengang jemariku dan mendekatiku lebih dan lebih dekat lagi, tak kuasa aku segera menutup mata lalu dia tepuk jidatku dan tertawa terbahak bahak.aku yang sudah di buatnya salting tertipu malu jadinya.
Tiba tiba mamaknya menelponnya...
"akhhhh ngak jadi aku di cium dalam pikirku " hahhahahhahh
Menyebalkan dalam benakku hehehehhehee, tapi mamaknya udah nelpon jadi ngimana ...
hehehehhehe otakku ini memang.tiba tiba dia datang dan aku kaget dia udah di depanku sambil ku peluk dia,dia pun kembali memelukku,
"ea ngomong aja"
"ini penting sekali"
"ia ngomong aja aku akan dengar"
"mamak minta duit yank,darimana kudapat sebanyak itu aku aja udah minjam duit sama teman buat makan"
"minjam duit? berapa yank di pinjam sama temannya kok minjam emang duitmu yang kemaren yang aku kasih udah habis?" kaget dong aku baru di beri duit dah habis.
Dengan berbagai alasan jawaban yang dia berikan tetap aku membucin dan percaya padanya.
"ngimana itu yank" sahut nya dari dapur sembari mengambil makanan dari dalam kulkas,aku pun segera duduk memikirkan dia harus ngimana.pacarku pun langsung duduk juga, sambil memakan makanannya dia selalu berkata bagaimana bagaimana.
"emang mama minta berapa?" pertanyaanku padanya
"mama minta satu juta yank"
__ADS_1
"tanggal tua begini minta satu juta,buat apa"
"yah buat orang itu makan"
"emang bapak ngak kerja yah, kalau di kamping kan cari makanan begitu masih bisalah lain di kota ini,kan kalau di kampung bisalah makan apa aja kan masih bisa minta sayur sama tetangga gratis."
Dia langsung diam dan mulai mengotak atik handphone nya.
akupun langsung diam,lalu dia memulai pembicaraan lagi.
"yank aku pinjam duitmu lah yank "
"aku ngak ada duit sekarang,ini udah tanggal 27 loh yank mana ada lagi duit segitu."
"pinjamlah dari temanmu."
"kok jadi aku yang minjam? kamulah masa aku sih"
"ea....aku mana ada orang mau minjamin duitnya"
"kan temanmu banyak"
"teman banyak yank tapi mereka hanya datang pas ada maunya doang,tolonglah yank"
Akupun mengatakan "ia "apa yang dia mau selalu ku turutin,dan malam makin larut kami selalu dekat dekat terus karna kebucinanku sudah membutakan mataku.esok harinya aku pun memberanikan diriku untuk minjam duit sama temanku.
"lara...aku bisa minta tolong ngak?"
"tumben apa yang mau di tolong?"
"aku pinjam duit satu juta lara,nanti gajian aku bayar"
"idih ini udah tanggal tua loh mana ada duit begitu banyak"
"gitu ya,ya udahlah"
Beberapa teman ku tanya mereka tidak punya duit sebanyak itu,hingga temanku ada yang nawarin aku minjam ke rentenir jaminannya surat surat berharga,akupun cerita sama pacarku bahwasannya duit ngak ada,lalu ku bilang minjam rentenir begitu dan segini bunga nya.diapun mengarahkanku ke jalan gelap itu,aku dan pacarkupun di bawa temanku untuk datang langsung ke rumah rentenir itu dengan bunga 25 persen kami pun mengiakan hal tersebut yang penting duit itu di kirim secepatnya karna mamaknya sudah nelpon terus,hari itu juga kami keluar dari rumah rentenir langsung menuju link transfer,kami pun langsung transfer duitnya dan pacarku segera menelepon mamaknya bahwa duitnya sudah di transfer.habis setelah itu kami pergi dari tempat itu dan kembali membucin.
__ADS_1