
Ntahlah hidup ini tidak pernah berpihak sama saya,seakan akan angin berhembus menusuk tulang-tulangku,aku mengambil jaketku dan ku pakai di badanku,lalu aku duduk terdiam di dekat pintu,seperti menghitung hujan turun yang tidak bisa terhitung tanganku gatal untuk scroll scroll sosmed dan setelah ku scroll trus ternyata bukan nya aku terhibur tapi semakin aku galau di buatnya,dan ku letakkan handphone ku dan ku seduh secangkir teh dan ku minum perlahan lahan,beberapa jam kemudian perutku sudah bergendang ria untuk minta jatah khusus pagi ini tapi memang untuk pergi keluar untuk beli makanan sungguh dingin melalui hujan yang terus menerus semakin deras,aku berdiri di depan pintu dan segera ku ambil handphone ku dan aku kembali ke dalam kamarku "ohhh pantai kapuk enaknya kau di singgahi dulu waktu kecil aku tak ingin engkau kenapa setelah dewasa aku menginginkanmu bahkan ingin selalu di sini" aku berkata kata kecil,kucoba chat semua teman temanku tapi tidak ada satu pun yang balas dan aku pun mengganggu temanku yang sering ku ajak video call an kalau aku lagi galau tapi akhir akhir ini dia sibuk juga karna mau nikah,tapi tiba tiba mantanku chat.
"tumben aktif,lagi dimana,ngapain"
"pertanyaan yang rumit yah di jawab banyak sekali" jawabku dalam chatingan nya.
"otakmu lah"
"kenapa dengan otakku"
"jawab itu aja banyak kau bilang"
"ummm satu aja dong tanya jangan semua"
"ea ea deh...udah maem ngak"
"apa maem"
"makan "
"ohhhh hahahahahaahaha kau dapat bahasa itu dari tunanganmu ya maem,hahahhahhahahahahahhaah" sembari aku ketawa
"berisik kali kau"
"emang aku nelpon samamu ngak kan,bilang berisik lagi"
"jadi"
"chatingan bloon chatingan...."
"ohhh ia ya,aahahahahaahaha"
"ehhh ke danau yuk"
"ngapain... hujan dingin ini"
"bosan di rumah pengen yang dingin dingin"
"yah udah mandi hujan sana,peduli setan sama kamu"
"hah.....peduli setan"
"ia peduli setan"
"kamu sudah bosan ya sama ku"
"ia aku malas sama mu aku bosan juga"
"kan kita ngak pacaran lagi katamu"
"karna itulah aku malas sama bosan,kalau lagi pacaran mana pernah aku malas sama bosan kalau lagi samamu"
"kamu memang baik kali"
"ngak usah muji,jika aku nanti untuk orang lain juga"
"nyindir dong,ea kan"
"ia dong nyindir"
"hujan udah reda ntar aku kesana ya,tapi masak dong,aku lapar"
"boleh,mau di masakin apa tapi nanti minta duit ya"
"aku minta di masakin karna aku ngak ada duit untuk makan lah"
"hohohoho aku aja nganggur ini kau minta duit lagi"
"tapi kan bentar lagi kau kerja"
"ea tapi belum tentu kan di panggil"
"ia sih,udah akh masak lah aku mau datang kesitu"
"datang aja nanti masak sendiri"
"halah mak masakanmu enak loh"
__ADS_1
"kan kan nge gombal"
"udah akh datang aja nanti aku kepasar dulu beli ikan kalau begitu"
"ok aku mau mandi dulu biar nganteng kau lihat"
"ummmm"
seketika ku tutup handphone,lalu kulihat ada di depan kontrakanku seseorang yang tidak ku kenal lalu aku bertanya.
"maaf bu,sedang mencari siapa?" sekalian ku kunci pintu kontrakanku karna aku mau pergi ke pasar.
"ngak dek,aku mau minta bunga mu ini,bisa dek"
"oh silahkan bu"
"ngak apa apa ya dek udah lama ku lihat bunga mu ini sih,cuma kamu ngak pernah ada di rumah"
"iya bu,aku ngak pernah di rumah akhir akhir ini"
"ia yah pantasan"
"oia bu,aku tinggal ya bu,aku mau pergi ke pasar soalnya"
"oh ia ia dek,terimakasih ya"
"ia kak,pamit ya kak"
"ia dek"
lalu ku gas motor ku dan aku menuju pasar untuk membeli perlengkapan dapur,tapi mungkin tiba tiba mantanku datang dan ibu itu masih di depan kontrakanku,dan mantanku seperti kesal gitu,di kirain ibu itu tidak minta bunga nya dari aku.
"ibu ngapain bu" ujar mantanku dari atas motornya
"oh ibu ngambil bunga ini nak,tadi udah ibu minta sama adek itu"
"oh ia ya bu kirain,soalnya dia kalau ngak izin dia bisa marah"
"adek itu baik kok"
"dia baik bu tapi kalau ngamuk kayak harimau heheheheheh"
"ngak bu bercanda"
"bukan nya kalian sudah putus ya,kamu itu cowok yang kemaren kan kata orang dengar dengar yah kamu udah tunangan"
"ummmmm ia bu tapi..."belum siap mantanku ngomong ibu itu sudah menasehatinya.
"nak ngini yah,dia wanita yang baik,yang ku lihat kalian cocok saling melengkapi,kenapa kamu bisa nyakitin dia begitu"
"itulah bu aku pun tak tau dengan apa yang aku lakukan semua sekarang tinggal penyesalan"
"itulah nak,waktu akan menjelaskan kepada kalian berdua dengan baik bahwa kau lihatlah cinta tulus dia sekarang,walaupun kau sakiti dia tapi dia mau memaafkanmu padahal dia itu sebenarnya sudah hancur di dalam dan seumur hidup dia akan di ingatnya semua yang kamu lakukan"
"ia bu,aku tau itu makanya aku menghiburnya,dengan begitu dia melihatku dia bisa berpikir untuk meninggalkanku"
"kalian berdua saling menyakiti tapi kamu lah yang paling menyakitinya,dia sekarang menyakitimu karna hatinya sekarang ngak percaya samamu,tapi kamu menyakiti nya sudah sampai ke akar akarnya.
"ia bu"
"ya udah bilang sama adek itu aku ketemu kamu"
"ia bu ia"
"ok nak ibu pamit"
ibu itu pun pamit dan tak seorang pun yang tau omongan mereka apa,tak berselang lama aku pun masih ketemu sama ibu itu di jalan dan ibu itu bilang
"dek,cowokmu dah datang di rumahmu"
"oh ia bu ia,makasih bu.
lalu kami pun jalan dengan bawa motor masing masing meskipun begitu aku cepat cepat pulang ke kontrakan karna mantan ku sudah menunggu,sesampai di rumah.
"ehhh disini siapa kok pintu kontrakanku terbuka ya" ngomong sendiri padahal sudah tau,lalu tiba tiba dia.
"darrrrrdorrrrrrrrr"
__ADS_1
"aahahhaahahhahaa kaget aku"
"lama kali pulang dari pasar,beli apa aja sih"
sambil mengambil belanjaanku dari tanganku dan meletakkannya di atas meja masak.
"oia tadi ada ibu ibu ngambil bunga"
"oh udah tau,tapi ibu itu tadi kami papasan kok di jalan"
"oh ia dia cerita tadi"
"oia kamu lapar kan,ini ada gorengan ku beli,makanlah"
"ih trimakasih yah"
"ia loh"
tak lama berselang waktu demi waktu aku sudah siap memasak dan kali makan dan lahap sekali,sembari kami makan kami cerita cerita dan dia bercerita tentang ibu yang tadi,dan aku mendengarkan semua ceritanya dan dia menangis.
"kenapa menangis,kita lagi makan loh"
"aku telah banyak melewati semua suka dan duka bersamamu,tapi Tuhan tak mengizinkan kita bersatu"
"mmmmmmmm "aku menarik nafasku dan ku beri dia kekuatan untuk mengerti semua.
"ngini yah,kamu mungkin di ciptakan untukku hanya singgah bukan untuk selamanya"
"aku yang salah,meskipun aku meninggalkanmu tapi hatiku hanya untukmu"
"bahagialah dengan pilihan mu dan orangtuamu,aku bisa apa,aku tak bisa apa-apa selain mendoakanmu dari jauh"
"aku ngak bahagia kiss" sambil mengusap airmatanya.
"ingat omonganku ini yah,mereka yang bahagia itu adalah mereka yang bisa berdamai dengan dirinya sendiri dan menerima takdirnya"
"tapi kamu yang lebih sakit disini"
"aku ngak apa-apa sakit demi orang yang aku sayang,kamu harus tau meskipun kita di pisahkan orangtuamu tapi yang terbaik hanya itu jangan menangis lagi,doain saja aku dapat yg lebih baik darimu"
"aku sudah bilang aku ngak rela kamu sama cowok lain kiss"
"kamu ngak bisa begitu,kamu punya hidup sendiri aku juga begitu"
"tapi aku selalu teringat apa kata ibu ibu yang tadi"
"sudah apapun yang ibu itu bilang,jangan ingat lagi,ambil positifnya dan jalanilah hidupmu"
"kenapa kau baik sekali padahal aku sudah menyakitimu begini"
"aku pun ngak tau tapi Tuhan hanya memberi aku suatu nasihat bahwa aku akan memaafkan orang yang menyakiti aku 70x7 kali"
"kita hanya manusia kiss"
"ia aaaaa...."
"stttttttt bapak nelpon"
"lanjut lanjut"
"aku pulang yah bapak mau Video call ini,nanti beda di lihat kontrakannya dia jadi curiga"
"ohhh ok ok silahkan pergi aku akan beresin ini semua"
"makasi yah,nanti aku datang lagi"
"nanti aku pergi,besok aja"
"ok ok,mau kemana"
"kerumah kakak"
"ok ok ntar hati hati yah"
"yah"
"bye" dia langsung menaiki motornya dan pergi dari hadapanku.
__ADS_1
Setelah dia pergi aku memberesin piring serta yang lainnya dan aku mulai berpikir kenapa dia selalu menyesali apa yang dia lakukan sendiri.