KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 33.Mimpi Buruk


__ADS_3

Setelah semuanya berlalu begitu saja,akupun berjalan keluar untuk sekedar melihat bunga bunga di pekarangan kontrakanku yang sudah mulai mekar.aku melihat bunga mawar yang pernah pacarku belikan untukku buat ku rawat,tapi ketika aku ingin memotongnya aku tertusuk durinya,aku merintih kesakitan dan meneteskan airmata,dan aku berkata mengapa sulit untuk ku bisa melupakan kenangan yang selalu membayangiku setiap harinya.


Dua hari tiga hari bahkan sudah seminggu dia tidak ada kabar,aku pun ngak membiarkannya datang ke kontrakanku sekalipun dengan alasan apapun,dan benar saja ternyata orangtua nya selalu mengawasi dia dengan semua orang yang mengenalnya,temannya yang mengatakan ini semua kepadaku seakan akan ikut sedih dengan hubungan kami yang serumit ini,sebisa ku aku berusaha ngak akan mengganggu dia dan ngak akan ku usik kebahagiaan dia dengan siapa pun lagi,bahkan aku sudah ikhlas dia dengan tunangannya karna aku udah tau bahwa dia hanya manfaatin aku dengan semua ketulusanku dan dia yang dulu aku cinta sekarang aku berubah menjadi membencinya,ntah apa yang membuat ku ingin menyudahi semua pencarian ingin tahu ku tentang perbuatan mereka terhadapku,perjalanan hidup ini ngak bisa ku ubah jika memang kehendak Tuhan aku akan menjalankannya aku akan mampu dengan ini semua.


hari semakin senja,aku mulai mengangkat jemuranku yang ada di luar rumah,kulihat ada sosok yang ngak ku kenal sma sekali di rumahku,tapi sekejab saja aku ngak melihatnya lagi dan akhirnya aku berpikir akh hanya halusinasiku saja kayaknya.malam harinya aku pun tertidur dan di dalam tidurku aku gelisah,panas,gatal semua hingga akhirnya aku terbangun,dan aku mengambil segelas air es di dalam kulkas dan ku makan anggur satu buah ehhhh nambah lagi jadi banyak,habis kenyang aku tertidur lagi tapi aku terbawa mimpi,mimpi yang sangat menyeramkan buat ku,sosok seseorang yang aku kenal ini membawa pisau di tangannya dan mengejarku hingga aku harus memanjat pohon untuk menghindarinya,dan mimpi ku bersambung lagi orangtua nya melarang ku ketemu anaknya dan memberikan uang untuk ku pakai sehari hari asal jangan nganggu anaknya karna sudah tunangan,aku ngak menerima duitnya karna aku benar benar sayang sama anaknya dan aku segera pergi meninggalkan orangtua pacarku itu dan di jalan aku ketemu sosok yang menyeramkan lagi dan ingin menangkapku dan ingin membuangku ke dalam lautan luas,aku ketakutan aku berteriak sekuat tenaga dan aku pun terbangun lagi,di dalam mimpi pun di siksa di nyata pun di hajar oleh kenyataan pahit,aku ngak mau tidur lagi setelah mimpi itu aku langsung pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan duduk sebentar di kamar mandi untuk merenung itu mimpi apa,akhhhh menyeramkan memang tapi susah untuk di lupakan.


Berjalannya waktu aku ketemu dia di warung,aku menghentikan langkah ku dan mempersilahkan dia untuk duluan.


"silahkan duluan" ujarku padanya


"duluan aja aku cuma beli rokok" sambil melihat lihat kantongnya


"owh ok kalau begitu,mbak aku mau roti sama kopi itu satu yach" sambil menunjuk apa yang ingin aku makan


"owh ia ia sebentar ya mbak tunggu" sambil melayani yang lain


"ia mbak" aku menggaruk kepala ku


"mmmmmmm kenapa kepala nya makanya keramas"ujar dia


"siapa pula yang ngak kramas cuma gatel aja,kayak kau gatel"


"hahhaahahhhahh kok jadi aku pulak yang gatel"


"ia kau kan bangsat belom bertobat"


"udah loh buktinya sekarang hanya satu"


"ea satu satu disini satu disana"


"ia imut kamu disini dia di sana"


"ikhhhhh jijik"


"ikhhhh kok jijik" sambil cubit tanganku


"apa ini anak cubit cubit"


"bayarin dong rokok ku ini kurang duit nya"


"suruh aja tunangan mu bayar nya,ngak sanggup bayar jual celana mu itu"


"astaga itu itu lagi makanya aku ngak pernah datang ke tempat mu lagi karna itu aja yang kau bahas"

__ADS_1


"lah mati segan hidup tak mau ku lihat sendal mu ini" sembari ahlikan pembicaraan


"ummmmmm ngejek matamu ngejek"


"ini mulut bos bukan mata"


"tapi dari mata turun ke mulut bos" senyumannya menggugah hatiku


"Biawak memang kau"


"kau yang biawak sana kau pulang kembaliannya sama ku ya mbak jangan kasih sama dia"


"buset dah yang punya duit siapa,yang belanja siapa dia yang mau dapat kembaliannya"


"ini kembalian sama belanjaannya mbak"kata tukang warungnya


"sini sini mbak"ujar dia


"akhhhhhh kau masih banyak itu enak kali semua untuk mu" ujungnya kembaliannya di kasih sama ku


"ngak tau malu duit ku di ambil"


"idih kau yang ngak tau malu duit duit ku juga"


"akh bye lah,oh ia minta dong sedikit aja"


"ehhhhh buaya" teriakannya masih kedengaran di telingaku


Malam semakin dingin ku mencoba membuka laptopku untuk main game tapi tiba tiba orangtua ku menelpon bawasanya mereka butuh sedikit bantuan,aku pun langsung menuju ATM terdekat ku lihat disitu teman temannya banyak dan aku menyapa mereka.


"kak benar yah begini"


"tanya sama dia" ujar ku sambil merogoh kantongku


"belum juga di tanya udah di jawab ngimana sih"


"karna aku udah tau apa yang akan kamu tanya bukan lain dia kan dia sambil menunjuk ke arah temannya"


"ea ea aku ngerti sekarang kak sakit hatimu itu"


"ummmmmmmm begitulah jadi harap maklum jangan ungkit itu lagi"


"kamu tau ngak kalau orangtuanya itu jahat"

__ADS_1


"lebih dari yang kamu tau aku tau"


"astaga kamu itu sekarang keras yach"


"lebih dari yang kamu lihat,sekarang jauh akh aku ngak mau dekat sama kalian semua"


"ikh sombong kali matamu"


"mataku sombong hahhhhhhahahhha hatimu yang sombong "


"kayak bukan dirimu lagi ini"


"maksudmu aku kerasukan setan?"


"kayak nya begitu"


"ngak ada ahklak manusia manusia ini"


"emang kau ngak manusia"


" kalau ngak kenapa sudah akh bau kamu"


"hehehhehhehehe emang blom mandi dari semalam"


"makanya aku malas ngomong samamu,udah bau,gigi kotor ada mentega,kulit kusam dekil ihhhhhhh sorry"


" kau yah terlalu kali samaku ngak ada pernah baik baiknya kulihat sekarang"


"udah akh bye aku mau pulang mau tidur,silahkan lanjutkan kebodohan dan kebobrokan kalian semua di simpang jalan sana"


"ikut loh si ummmm"


"matipun dia ngak apa apa bagiku"


"yakin biar kami matikan nanti"


"matikan saja aku ngak akan larang malah aku kasih uang turut dukacita 2999 ( dua ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan perak) satu perak lagi darimu"


"hahhhhahhhahahhahaha bajingan loh"


"aku kau lawan mati kau nanti"


"aahahahhhhaahaahahaa pantasan dia suka samamu ternyata kamu pinter ngelucon"

__ADS_1


"ummmmmm" lalu aku pergi dari tempat itu


sesampai di rumah aku menelpon orangtua ku sudah transfer duit yang mereka mau,dan orangtuaku pun mengatakan trimakasih dan aku menjelaskan semua masalahku lagi dan orangtuaku hanya bisa berdoa dan menjadi semangat di hidupku saat inj,dan aku berkata dalam diriku semua akan baik baik saja ketika aku selalu mengandalkan Tuhan.


__ADS_2