KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 35.Dia Punya Masalah di Tempat kerjaannya


__ADS_3

Burung burung berkicau dan mataharipun sudah mulai terik aku memperhatikan dia dengan teliti kenapa dia belum bangun juga dan kasihan dia kalau ku bangunin nanti dia marah atau ngimana,aku yang perhatian sama dia mencoba membuat puding untuknya dan mencuci pakaiannya yang semalam di muntahinnya karena dalam keadaan mabuk apa apa tidak akan tau kejadianya.


Selesai semua ku bersihkan kulihat dia tak kunjung bangun,dan aku takut dia ngak kerja aku mulai membangunkannya dan dia ternyata libur kerja,oh itu pikiranku.tiba tiba handphone nya berbunyi dan ku lihat itu tunangannya dan aku memberikan handphone nya untuk dia.


"cringggggg cringggh cringgggggh"


"apaan sih ini nelpon"


"angkat aja" sahutku dari dalam kamarku


"ngak akh brisik dia ini"


"angkat aja manatau penting"


"ok"Dia langsung mengangkat telponnya


"apa..?"


"kau ngak kerja " sahut tunangannya keras


"kenapa apa yang mau kau omongin"


"kau ngak kerja jawab dulu"


"ngak"


"kenapa"


"yah ngak kenapa napa"


"kau malas kali kau kerja ngimana mau nikah"


"yang mau nikah sama mu siapa,udah akh " dia langsung mematikan handphone nya


Berulang ulang kali tunangannya menelponnya dan beberapa chat masuk ke handphone nya dia tidak hiraukan,aku memperhatikannya dan dia mulai tidur lagi,tak berselang lama dia memanggilku


"yank"


"ummmm apa"


"ada makanan"


"ada itu udah kusiapin di atas kompor masih belum di angkat"


"belum mateng yah"


"belum"


"ohhhhh nanti kalau mateng bilangin yah"


"ia "


"masuk kerja jam berapa"


"masuk malam"


"ok ok nanti aku antar"


"ngak usah aku bisa bawak motor sendiri"


"aku serius ini"


"ia aku serius"


"oke lah"


Diapun beranjak dari tempat tidurnya dan langsung mengambil makanan yang aku siapkan.


"ihhhhh enak kali ini,pas buat perutku yang lagi lapar,ini semua untukku"


"ia ,makanlah"


"ikh baik kali"


"bawa aja semua ke kontrakanmu"


"bisa yah"


"yah "


Dia dengan lahapnya memakan makanan itu dan akhirnya dia kenyang dan dia memanggilku lagi.


"yank"

__ADS_1


"ummmm apa"


"kamu pinter masak yah"


"ummm"


"kok ummmm terus jawabmu"


"kau mau jawaban apa dari mulutku"


"ia sayang kek"


"halah kau itu udah punya tunagan pulak selalu menggatal,aku sekarang cuma kasihan samamu bukan cinta"


" halah kau ini,nanti kangen kau kalau aku ngak datang kesini"


"mati aku"


"apa kok mati"


"itu baju ku belum ku cuci,cuci dulu yah soalnya kalau ngeladenin kamu lama lama rontok rambutku"


"oalah,sana lah main game dulu aku"


Akupun bergegas mencuci semua bajuku,dan aku menyibukkan diriku supaya dia ngak banyak tanya dan segera pergi dari kontrakanku tapi tidak untuk dia,dia betah berjam jam duduk sambil minum kopi di barengi rokoknya lalu aku bertanya.


"selain kerja di perusahaan apa yang kau dapat kerjakan"


"apa ajalah "


"yang kulihat kau bukan pekerja kayak anak orang kaya"


"akh masa ia"


"ia,soalnya kamu ngak nampak orang susah"


"emang ia karna aku nganteng"


"idih kamu itu pantang di puji sedikit langsung naek telingamu"


"kan emang ganteng aku"


"ia ganteng tapi jahat"


"emang kenyataan kok"


"ia ia...kau menang,udah blom kerjaan kamu itu"


"kenapa rupanya"


"aku mau makanannya di bungkus,aku mau pulang"


"bungkus aja sendiri kan kamu punya tangan"


"ya sudahlah ngak ku bawa itu"


"ya sudah siapa yang lapar nanti"


"ia ia aku bungkus sendiri aja"


"udah jangan pengang aku aja yang buatin"


"ummmm gitu dong"


"udah ini ambil lah,cepat pergi aku muak liat kamu lama lama disini"


"kok muak kan aku pacarmu"


"sorry kau bukan pacarku"


"ya sudah"


"aku pergi dulu yah"


"ok hati hati"


Dia pun pergi dengan cepat,rasa ini tak lagi sama kayak dulu lagi,rasanya sudah berubah dan tidak sama kayak dulu lagi,salahkan bila aku seperti ini mencintainya tanpa ada rasa,ingin ku berteriak tapi tak sanggup,aku sudah menahan semua rasa sakit ini dengan senyuman yang tidak seorangpun tau bahwa aku tak baik baik saja.


Malam pun sudah datang jam demi jam ku nikmati sendiri di dalam kamarku dengan memutar lagu lumayan kecil dari handphoneku,dan aku segera bersiap siap untuk pergi kerja dan keesokan harinya aku pun pulang kerja dan dia juga pergi kerja aku tertidur dan dia mengirim chat bahwa dia lembur kerja.


Dua hari tak bertemu aku merasa aman aman saja tapi entah kenapa hatiku menginginkan kabar darinya dan kehadirannya tak disangkah sangkah motornya pun langsung kedengaran stop di depan rumahku.akh mungkin aku halu saja itu pikiranku ehhh ternyata dia benar benar datang aku senang tapi aku menyembunyikan kesenangan itu darinya.


" ngapain kesini"

__ADS_1


"ngak bisa biar pulang aku"


"bisa "


"ya udah jangan tanya itu"


"kamu kenapa datang marah marah"


"aku kena warning di tempat kerja"


"kenapa bisa "


"itu cewek gila nelpon terus" tunangannya


" kan bisa kau bilang nanti aku lagi kerja"


" udah ku bilang tapi dia ngak ngerti ngerti juga"


" jadi ngimana"


"aku ngak bisa OT satu bulan ini"


"ngak ada dong nanti gajimu"


"ia habis itu"


"sabar ajalah toh itu juga tunanganmu kan"


"tunangan tunangan masih bisa itu putus"


"janganlah sampai begitu"


"dia orang gila menurutku"


"kau itu jelekin dia trus sih"


"karna aku ngak suka sama dia"


"ehe"


"ia kalau bisa diulang aku ngak mau kenal sam dia"


"ia karna dia kacau semuanya"


"apa yang dia kacauin kan dia baik"


"ngak dia ngak baik dia belum dewasa"


"lah kamu aja pun belum dewasa ku lihat"


"ia ia ikut kau hina aku,bikin anak juga udah bisa aku"


"ayam pun pintar bikin anak banyak lagi anaknya"


" akh sudahlah ngak bisa itu di proses otakmu"


"hahhhh emang otakku error"


"buatin kopilah karna bulan ini aku ngak bisa dapat duit yang banyak karna udah di warning"


"beuhhhhhhh kapan kau ada duit"


"kalau gajian banyak duitku"


"numpang lewat ia,palingan di dompet mu tinggal 500 ( lima ratus )"


" ihhhh ngak loh,juta yang tinggal"


"ahaahahahhhahhaahhaa udah kenal aku samamu jangan begitu"


"kenallah orang kau pacarku"


"ummmmm sekarang kau bilang begitu dulu kau darimana"


"ehhhhhhheeeeee kau tak bisa begitu walaupun sekarang beda tapi nanti pasti enak"


"apanya yg enak"


"tidurannya besti bestiku"


"astaga kau ini"


Diapun mulai gondok dengan tingkah ku yang begitu bodoh amat dan dia benci dengan semua yang terjadi.Dan aku selalu menasehatinya,di kalah dia sedang berbuat ngak baik aku selalu menasehati nya,di kalah di butuh support akupun selalu memberi dukungan untuknya supaya kelak dia udah menikah dia bahagia di samping istrinya.

__ADS_1


__ADS_2