KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 41.Aku di Finiskan dari pekerjaan


__ADS_3

Indahnya dunia yang tak bergelimangan harta,makan seadanya dan sederhana itu menyenangkan,kadang punya banyak teman tidak menentukan kita bahagia,dimana banyak teman yang hanya memanfaatkan kita saja sebut aja si A.saya mempunyai teman sejak saya merantau ke tempat ini yah dia baik baik sekali,tapi terkadang dia menjengkelkan.lain cerita mantan pacarku yang seratus persen berubah membuat aku sempat bahagia karna tidak di bebani olehnya lagi,dia marah bahkan aku senang karna aku tau aku ngak akan menghabiskan duit banyak untuk segala keperluannya,yah seperti ATM berjalan,hahahhahaaha lucu yah aku,tapi itulah didalam perjalan ke suatu tempat saya bertemu mantan saya ini lagi saya pura pura tidak melihatnya,lalu dia memanggil saya.


"kissss....kisssss" ( saya langsung berhenti dan melihat ke arahnya)


"apa" jawab saya dengan ketus


"mau kemana"


"mau tau atau mau tau banget"


"mau taulah"


"apa pedulimu,udah reda marahnya"


"akhhh kau itu cepat sini dulu"


"akhhh ngak ada waktu"


"aku mau ngomong"


"ngomong apa chat aja nanti"


"ngomong penting"


"semenjak kau tunagan semua omongan mu penting tapi ngak ada yang berbobot"


"srius aku,mendekat dulu"


"kau aja yang kesini"


lalu dia memutar balik motornya dan menemui ku.


"apa"


"pinjam duit kisss"


"matamu,itu aja penting bagimu"


"ikh kurangloh duitku kiss beli rokok"


"idihhh kerja tapi ngak punya duit,harga diri boss dimana"


"mulutnya ini loh kayak gitu kali"


"ehe emang kau siapa "


"aku masih pacarmu"


"kata siapa,itu kamu aja yang ngaku,aku ngakkk layau,orang macam kau udah ku kluarin dari daftar hatiku"


"masih bisa dia bercanda Tuhan sebaik inikah cewek ini"


"kau darimana aja selama ini,kok ngak tau aku siapa"


"itulah aku bingung aku siapa"


"lah kok jadi dia yang bingung dia pulak yang di pertanyain dia siapa,ngak nyambung"


"sinilah duitmu "


"ngak ada duit q"

__ADS_1


"lima ribu aja kiss ayok lah"


ahhh nahhhh" aku merogoh kantong jaket ku dan kuberi recehan.


"recehan pulak y olllo " ujarnya


"olllo ollo matamu udah lumayan itu"


"hmmmmmm mata ja trus"


"sebaiknya kau sadar diri siapa sekarang masih baik aku samamu"


"kau kan kayak malaikat "


"emang"


"pantang di puji dikit langsung mekar"


"bahaya kau minta duit trus tiap ketemu aku"


"ihhhhh jangan gitu akh,btw kau mau kemana sih"


"mau beli makanan"


"ikutlah"


"kau ikut kemana kayak ekor aja ikut ikut"


"beli makanan,lapar aku"


"mmmmmmmm ayoklah daripada cacingmu nanti teriak teriak"


"mmmmm ikuti aku"


"yah tuan putri"


setelah beberapa menit saya berhenti di sebuah rumah makan padang dan disitu saya menawarkan makanan sama dia.


"kita makan di sini atau di sini"


"bukan disini disini kiss"


"jadi"


"di rumah "


"itu maksudku akhhh kau"


"kan tadi kau yang bilang disini disini"


"aku dah tua lupa ngomongnya"


"ohooooo" sambil mengusap kepalaku


"ikan tongkol atau apa"


"apa aja"


sembari merogoh kantongku aku memesan makanan kami dan mulai bercerita kepadanya bahwa aku ngak di sambung kontrak,dia hanya mengangguk saja dan mengulurkan tangannya untuk selalu ada membantuku selagi dia belum menikah.selesai memesan makanan kami segera pulang dan di perjalanan pulang dia sempat bilang aku akan selalu ada untukmu selama aku tak menikah nanti,tapi perkataannya kayak di sayat pisau saja dan aku menangis di atas motorku dan kami segera sampai di kontrakanku dan dia berkata


"aku masih ada"

__ADS_1


"kau tidak akan pernah ada lagi untukku"


"aku masih ada untukmu,buktinya aku masih disini bukan"


"ia kau disini karna mau makan sama ku aja,biar cacingmu ngak teriak teriak"


"hhehheheehehh kau itu selalu aja bercanda"


"ayok makan lapar aku"


"berdoa masing masing"


"kok gitu"


"yah"


"jangan aku yang buat doa"


"ngapain sih berdoa bareng lagi kan kau udah punya orang"


"aku mau berdoa untuk kamu"


"berdoalah di sepertiga malam mu tanpa aku ketahui"


"ialah ya udah masing masing saja"


kami sudah selesai makan dan aku tak henti hentinya memperhatikan dia aku memalingkan pandanganku ketika dia melihatku,sontak dia menciumku dan aku menamparnya.


"kau kenapa cium aku lagi aku ini bukan siapa siapa mu lagi ingat itu"


"aku tau aku udah tunangan sama cewek lain tapi aku masih sayang sama kamu"


"kamu egois yah,kamu ngak pernah hargai sedikitpun orang di dekatmu"


"mereka saja ngak menghargai aku bagaimana aku menghargai mereka"


"kau harus tau aku itu masih mau ngomong sama kamu karna kamu belum nikah,aku ngak ada maksud untuk merusak hubunganmu"


"aku tau itu,maka dari itu aku baru mengerti bahwa kau memang tulus mencintai aku tapu aku ngak tau itu selama ini"


"kau ngak tau...??? jadi selama 4 tahun kita pacaran kau ngak tau aku tulus samamu"


"aku baru tau"


"jadi apa yang aku berikan dan apa yang aku korbankan kau ngak tau aku tulus,mati ajalah kau"


"ehe udahlah,aku pulang ya nanti kita berantam trus"


"pulanglah lagian aku udah mau berangkat kerja"


"ia ia dah yah aku pulang" sambil mengambil rokok nya dia berdiri dan dia memelukku lagi tapi aku melepaskannya.


"maafin aku "


"ia pergilah"


lalu dia pergi dan aku pun mulai berkemas kemas untuk merapikan dan membersihkan rumahku dan akan segera pergi ke tempat kerjaan,3 (tiga) jam kemudian aku sudah tiba di tempat kerjaan ku lihat di mading sudah ada namaku bahwa aku tidak disambung kerja dan finis kontrak,aku ngak mau menangis di tempat kerjaan aku diam tapi hatiku berteriak kesakitan,aku tertawa tapi hatiku di sayat sembilu,satu harian aku diam dan tak banyak ngomong,aku bicara seadanya dan tiba pulang kerja aku segera pergi ke parkiran dan langsung pulang kekontrakan,di kontrakan ku luapkan segala kesakitanku,seakan akan aku tak mengerti maksudnya Tuhan bagaimana,disaat aku punya masalah,masalah yang lain sudah ada lagi,aku mulai menangis terisak isak,lain lagi motor ku yang belum lunas,lain lagi pacarku di tunangin,lain lagi bapakku yang harus di operasi,aku berteriak sekencang kencangnya dan menutup mulutku dengan bantal,hampir aku putus asa aku capek dengan keadaan,dua hari setelah ada pengumuman finis kontrak mantan pacarku selalu menyemangatiku,aku pun selalu meresponnya dengan baik,aku tak mau dia melihatku lemah,aku mau dia melihatku tegar dan tidak ada sedikitpun rasa sakit hati,dia mulai menyemangatiku dengan semua yang dia tau untuk menghiburku,tapi aku hanya berkata sama dia.


"tinggalkan aku sendiri aku butuh sendiri"


lalu dia tak tau harus bagaimana lagi untuk membuat aku ketawa

__ADS_1


__ADS_2