KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 32.Penyakit nya kambuh lagi


__ADS_3

Setelah semua ketauan bahwa dia sebenarnya pacaran sebelum tunangan sama itu cewek,dia stress karna aku ngak mau bertemu dia lagi,aku yang sudah menghindar dari dia membuatnya kacau,dia sering mabuk dan dia sering juga diluar kontrakannya sampai subuh tanpa tidur,kadang dia mengetok pintu kontrakanku baik hujan dia tetap datang,dan dia bercerita kepada temannya bahwa dia menyesal dengan semua keputusannya dan menuruti kata orangtua nya, lalu orangtua nya menelpon aku berkali kali gara gara hal itu.


"hallo"


"ya "


"ini kamu kiss"


"ia mak,ada apa"


"apa kabar"


"baik"


"oh mamak mau bilang begini yah,kau sudah berhasil buat anak saya sakit begitu"


"maksudnya"


"kau sudah berhasil membuat dia menjadi seorang pemabuk setiap harinya"


"yang bilang siapa?,mamak jangan asal tuduh ya mak"


"aku tau dia begitu karna kamu?"


"kalau itu aku ngak mau tau mak,yang aku tau kalian semua membohongi aku dan membuat aku setrauma ini"


"trauma mu ngimana,masa gara gara ngak jadi nikah kamu trauma?"


"heh mak asal mamak tau ya,mamak juga seorang perempuan,jika mamak di posisi ku apa yang kamu perbuat,aku masih baik loh ngak laporin kalian ke polisi karna tindakan penipuan "


"hahahhhahahahhahahahaa dasar cewek yang ngak laku lagi ini kayaknya makanya anak saya kau kejar terus udah tunangan anak saya tetap kamu kejar"


"mamak salah yah bukan saya yang mengejar tapi anakmu yang mengejar aku sampai sekarang,aku juga ngak mau sama dia kok apalagi mamaknya kayak ngini ngak lah"


"ehe cewek gila kau"


"sukak hatimu lah mak mau ngomong apa"


"tuttttt tuttttt tutttt"


Handphone nya pun di matiiin seketika itu juga,aku berpikir syukur aku ngak jadi nikah sama anakmu,kalau aku nikah kian aku akan tersiksa dan jadi babu di rumah kalian dan jadi Mesin ATM di keluarga kalian,huhela nafasku panjang panjang dan ku keluarkan lagi,dan akhirnya aku terdiam di tempat tidurku berselang beberapa jam ada suara motor di depan rumahku mengetok kontrakanku ,yang udah larut malam aku ngak mau membukakan kontrakanku lagi,orang itupun pergi,dan setengah jam kemudian handphone ku berbunyi dan isinya mengatakan bahwa pacarku sakit dan penyakitnya kambuh kayak kemarin,aku ngak respon dan tiba tiba ada lagi motor yang berhenti di depan kontrakanku mengetok kontrakanku,dan mereka juga ikut mengetok jendela kamarku,aku bangkit dari tempat tidurku dan membukakan pintu.


"ada apa kalian tengah malam kayak ngini"


"kak tolong abang kak"


"maksudnya"


"abang sakit"


"kalau sakit bawa ke rumah sakit,aku bukan perawat dia"


"cuma kakak loh yang bisa rawat abang itu,udah sesak kali dia"


"kalau sesak bilang aja tunangannya ngerawat dan sembuhin dia,kenapa harus saya"


"kak tolong kak jangan keraskan hatimu kak"

__ADS_1


"ok ok aku akan kesana"


"ia kak kami duluan kak"


"bareng aja soalnya udah larut malam ini,tunggu aja"


"ia kak"


Mereka tak lama menunggu aku pun langsung menutup pintu kontrakanku,dan kami bergegas untuk segera pergi,sampai di kontrakannya ku lihat udah banyak orang di dalam kontrakannya,aku langsung berlari kedalam,dan ku lihat dia udah kayak mau mati dan tidak ada yang berani memengangnya,dan akhirnya aku mengambilkan minum untuknya dan memberi dia minum dia baru kelihatan bergerak dan ku usap air ke kepalanya dan mengurut kepala nya dan ku beri lagi dia minum dan akhirnya dia sadar,di dalam sadarnya aku memesan kepada temannya supaya dia di jaga,dan aku langsung pergi dari tempatnya.


Semua orang pun satu persatu mulai pergi dari tempatnya dan melihatku seperti kasihan,lalu keesokan harinya dia datang ke kontrakanku akan tetapi aku sengaja tidak membukakan pintu untuknya,aku sibuk dengan handphone ku dan mengabaikannya,orangtua nya yang tidak memikirkan perasaanku membuat hatiku tak ingin tau lagi tentang anaknya.lama berdiri di depan kontrakanku ku dengar handphone nya berbunyi dan dia langsung mengangkat telepon tersebut.


"ngimana nak masih sakit"


"udah sehat"


"udah makan"


"udah"


"semalam sama siapa dan siapa yang rawat kamu nak,udah mama bilang kurangi merokok"


"ia...siapa lagi kalau bukan kiss"


"kenapa harus cewek itu,ngak ada yang lain"


"dia yang buat aku sembuh ma,malah mama keberatan"


"dia itu ngak cocok sama mu nak"


"menurut mama ngak menurutku ia"


"kalau tadi nya aku tau mama dan papa kayak ngini aku ngak bakalan mau tunangan sama dia"


"emang mama kenapa kan kau yang terima"


"apa ancaman kalian"


"akh sudahlah orang kayak dia juga kau pertahanin"


"karna mama ngak tau sakitnya ngimana jadi aku dan dia ma"


"yang penting sekarang kau sudah sembuh,dan mama ngak peduli siapa yang rawat kamu"


"mama egois"


"dari dulu kamu udah tau"


"permintaaku hanya satu ma jangan nganggu dia dan sakiti dia"


"permintaan mama hanya satu juga jangan dekati dia lagi"


"udahlah mama ngak bakalan ngerti"


pacarku langsung mematikan handphone nya dan langsung mengetok pintu kontrakanku dan dia memamggil dari pintu kontrakanku.


"aku tau kamu di dalam ,buka pintu nya"

__ADS_1


"udahlah pergi dari depan rumahku"


"aku pengen ngomong samamu"


"ngak ada ngomong ngomong sekarang,pergilah"


"kau itu dengar aku sekali saja,buka pintunya"


akupun membuka nya dan dia langsung memelukku,aku menangis dan segera ku lepas pelukannya dan ku usap airmataku.


"kau mau apa lagi"


"aku mau kamu dengar aku sekali ini"


"ia duduk lah aku akan mendengarkanmu terakhir kalinya"


"aku berterima kasih samamu karna lagi lagi kau menyelamatkanku"


"bukankah aku perawat gratis mu,setelah sembuh kau akan pergi meninggalkan nona ini"


"jangan bicara begitu aku ngak anggap kamu seperti itu"


"hahaahahhah sampai kapan kau berbobong trus"


"aku ngak bohong"


"kau lupa yah apa kata kataku kemarin"


"aku ngak pernah lupa itu,seandainya kamu mengerti"


"aku ngak akan pernah mengerti hatimu sampai kapanpun"


"aku sudah akhiri semua dengan tunanganku itu"


"kenapa"


"aku ingin bersama kamu"


"tapi itu pilihan orangtua mu"


"aku ngak mau tau,aku akan memperjuangkanmu"


"sudah telat...telat banget"


"belum ada kata telat di kamus hidupku,aku ngak pernah terbayang akan begini jadinya"


"makanya kalau kamu ambil keputusan tanya Tuhan dulu"


"itu ngak bisa lagi ku jawab"


"sepertinya kamu udah mulau errorr deh..."


"ia aku udah error dan juga stress gara gara mencintaimu"


"kalau kamu mencintai aku ngak mungkin kamu selingkuh"


"kau luar biasa memang jadi cewek ngak ada habis habisnya masalah untuk kamu ungkit ungkit lagi"

__ADS_1


"silahkan pergi jika tidak mau aku ungkit semua"


Diapun terdiam dan dia segera memakai sendalnya dan berdiri di depan dan aku bertanya kenapa belum pergi,dia hanya diam dan di tempat ramai dia ngak sapa siapa siapa lagi.dia pun pergi dan aku menutup pintu kontrakanku dan semua yang terjadi ku abaikan begitu saja meskipun sakit nya luar biasa.


__ADS_2