KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 59 : Belanja Terakhir Dengannya


__ADS_3

Alunan musik di iringi dengan kipas angin yang muter muter di kamarku membuat suasana hatiku makin ingin memejamkan mataku,tidak lupa ku senderkan kakiku ke dingding dekat tempat tidurku dengan tinggi,ku buka handphoneku dan mulai ku coba bernyanyi walaupun fales hahhhhahahahhhaa lucu yah nyanyi tapi kayak kaleng kaleng,tidak berselang lama aku bersin


"hahhhahahahhha cimmmmmm,aduhhh jodohlah yang tua pun jadi asal yang kaya"


tapi tiba tiba orang dari luar dengar dan mereka ketawa,aku pun ikut tersenyum di kamarku sendiri,ku coba untuk tidur tapi tidak bisa rasanya semua badanku sakit dan aku juga ingin minum bandrek biar badan ini fit lagi,berharap ada yang beliin gitu,tapi ngak bakalan ada karna sendiri itu harus mandiri,aku bangkit dari tempat tidurku,ku pake jaketku dan ku ambil kunci motorku eh tiba tiba.


"pesan dari hengky" bunyi handphoneku


dan langsung ku buka dan ku baca


"kiss dimana"


"di rumah" langsung ku balas


"aku kesana ya"


"ngapain,aku mau keluar"


"kemana? ikut dong"


"ngikut aja kerjaanmu,ayok lah"


"tunggu yah,jangan kemana mana"


"ea ea bawel"


"hehehehehehe ia ia ini aku gerak"


"okay cepat yah"


"okay okay matikanlah"


handphone ku pun segera ku matikan,dan aku mengunci pintuku sembari ku masukkan anjingku dan kutunggu dia di depan rumah lama tak kunjung datang aku mulai mondar mandir karna ingin cepat pulang karna kerja harus masuk pagi,lama lama aku mulai gondok sama dia,dan akhirnya dia datang muka ku sudah mulai cemberut.


"ikh cantik kok cemberut"


"ialah lama sekali,ngapain nelpon tunanganmu"


"halah jangan bahas itulah"


"ia ia,ayoklah ayok"


akupun segera menaiki motor nya dan motor ku yang sudah berada di dalam rumah sudah ku kunci dengan aman,dia pun segera melaju dan kami mengobrol semua yang kami jalani rasanya ingin berteriak sekuat kuatnya dan akhirnya di boncengannya aku menangis dan dia tidak tau akan hal itu,di perjalanan dia berbincang bincang tentang aku yang selalu menemaninya.


"kiss...terima kasih yah sudah merawatku selama ini"


"aku ngak merawatmu kok"


"jadi kamu ngak ngaku kalau kamu itu baik sekali udah merawatku sampai sekarang"


"ngak lah ngak"


"gitu kali,ngak ngaku dia"


"ia ia supaya kamu bahagia"


tiba di tempat kami ingin beli makanan dia membelikanku sebuah makanan kesukaanku dan aku bertanya,


"untuk siapa pecalnya"


"untukmu lah"


"ikh kok baik kali"

__ADS_1


"kau juga baik samaku"


telponnya pun berdering dan aku sontak segera melihatnya dan dia merogoh kantongnya dan melihat bahwa tunangannya nelpon,dan


"angkat aja,buat apa masukin kantong lagi"


"ngak lah,ngak penting"


"ohhh "


"ayoklah,kita beli apa lagi"


"yang ini,sembari menunjuk anggur"


"diapun langsung merogoh kantongnya dan membayar anggur yang aku ambil"


Sembari kami belanja dia selalu asik dengan handphone nya,dan dia selalu aja ada alasan itu chatingan bukan sama tunangannya padahal nyatanya ia,hati ini sakit tapi tidak bisa di katakan,semua sudah terjadi apa yang harus di buat nasi sudah jadi bubur,aku yang dulu mencintainya tanpa syarat dan aku rela habis habisan demi cinta nya tapi bagaimana lagi kami di pisahkan oleh orangtuanya dan sampai saat ini aku tidak tau kenapa dan pertanyaan itu kenapa,dan aku tidak mengerti arti semua ini,dan aku berpikir malam itu akan ku sampaikan apa yang ada dalam hati ini selama ini dan aku berserah sama Tuhan apa yang di rencanakan itu akan lebih baik daripada rencanaku.


"kiss,bisa ngak kita makan itu"


"bisa,ayoklah tapi beli bandrek dulu pegal semua badanku"


"ia tapi ini bukan terakhir kita datang kesini kan"


"mungkin ia,karena kamu akan segera menikah dengan pilihan orangtuamu"


"ia sih,tapi aku berharap kita bisa berteman kayak ngini kalau aku sudah nikah"


"maaf,aku ngak mau"


"kenapa"


"karena itu hal yang akan menghancurkan rumah tanggamu kelak"


"kamu ngak tau malu yah,udah nikah mau lagi temanan sama ku"


"aku ngak bisa melupakanmu apapun itu"


"kenapa"


"karena kamu sudah punya ruang sendiri di hati ini"


"dan untuk saat ini jangan bahas itu dulu disini rame ntar kedengaran di telinga orang"


"jadi ngomongnya dimana"


"di kontrakan saja"


"okay okay"


kami pun segera menyelesaikan belanjaan kami,setelah semua selesai kami melaju untuk pulang ke kontrakan,tiba di kontrakan kami segera kemas kemas barang dan dia duduk termenung di dekat pintu,aku menyapanya tapi tetap tidak di respon,lalu kulihat dia meneteskan airmata,ku dekati dia dan kupengang tangannya.


"sudah jangan merenung semua yang sudah terjadi,jangan berpikir kalau Tuhan itu tidak baik untuk kita"


"maksudnya"


"Tuhan sudah merencanakan dan menulis skenario tentang hidup kita,lalu jalani saja apa kehendak yang diatas untuk dirimu"


"tapi bagaimana dengan dirimu,apa kamu akan baik baik saja tanpa aku di sampingmu"


"yah aku akan baik baik saja,kamu tau walaupun kita bersama mungkin tidak akan seperti dulu lagi"


"kenapa berkata begitu"

__ADS_1


"dengar,ibaratkan kertas yang lurus tidak ada keriputnya terus kamu dan orang lain remas remas dan setelah itu kamu luruskan lagi,lihat apa yang terjadi pada kertas itu"


"dia akan keriput tapi tidak keriput sekali"


"begitulah hati ini,meskipun kau baikin aku selama ini dan sudah mau menemaniku sepanjang trauma ku ini,tapi hati ini tidak akan pernah bisa kamu miliki lagi"


"maafkan aku kiss" sambil meneteskan airmata


"sebelum kamu dan orangtua kamu minta maaf aku sudah memaafkan kalian"


"dari orangtuaku aku minta maaf kiss sedalam dalamnya yang sudah melukai hatimu seperti ini"


"semua orang bisa sembuh dari luka nya ky tapi tidak dengan trauma nya kamu harus tau karma sudah berada di belakangmu"


"aku tak mengerti dengan hidupku ini sekarang,aku ingin mati saja"


"buat apa kamu mati untuk saat ini,apa kamu ngak kasian sama orang yang sudah menyanyangimu,apa pemikiranmu sependek itu"


"aku pasti tidak bakalan hidup lama"


"kamu ngak boleh ngomong gitu,kamu harus tegar,biar aku saja yang menanggung semua yang telah kamu perbuat ini"


"mereka hanya ingin aku menikahi pilihan mereka"


"tapi sebelum itu,kamu sudah pacaran sama tunanganmu sewaktu kita masih pacaran"


"yah,kalau itu aku minta maaf"


"okay okay ,jadi kamu kapan pulang kampung"


"aku tak tau tapi aku harus jujur samamu"


"jujurlah,aku akan mendengarkan semua ceritamu"


"bapak nelpon aku,katanya aku harus menikahi tunanganku secepatnya,dan kalau aku tidak pulang mereka akan jemput paksa aku dari sini"


"pulanglah,nikahilah pilihan orangtuamu itu aku senang kamu nurut orangtua daripada memilihku"


"kau kenapa"


"aku berkata yang sebenarnya,karna buat apa kau memilihku sedangkan kita hanya berteman atau kenal hanya empat tahun saja,sedangkan orangtua mu sudah melahirkanmu,merawatmu,menyekolahkan kamu dan jadi seperti ini,apa kamu ngak mikir hal itu,lagian walaupun kamu memilihku jika orangtuamu tidak suka,luka di hati untuk mereka akan selalu ada"


"aku tidak tau kenapa "


"kau tidak tau atau tau,jelaskan saja aku tidak akan marah,kapan aku marah,ngak pernahkan"


"bapak tidak suka dengan hubungan kita karna beda suku,karna bapak ketua adat di sana,adekku hamil di luar nikah dan kakakku juga kawin lari dari rumah dan pamanku yang buat ada mereka"


"bilang aja bapakmu itu hutang budi sama pamanmu jelas bukan?"


"aku tidak tau akan hal itu"


"tapi banyak sekali loh bohongmu,aku ngak percaya sama semua ucapanmu"


"ya udahlah kalau begitu aku pulang capek mikirin semua hidup ini,mana makananku ntar ku makan di kontrakan"


"bilang aja mau nelpon,gitu aja bohong"


"ia ia puas kau"


"nah gitu dong,pulanglah sana besok kau kerja cari dollar"


diapun pergi tanpa pamit,mungkin sudah jengkel dengan semua perkataanku,akhirnya aku menutup pintu rumahku dan merebahkan badanku dan ternyata aku lupa memberikan sesuatu untuk nya tapi dalam pikiranku esok hari masih ada waktu lalu ku pejamkan mataku sejenak hingga tertidur.

__ADS_1


__ADS_2