KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 52 : Mantanku Ngak Ada Kabar


__ADS_3

Beberapa hari ini aku ngak melihatnya,sepi rasanya ngak ada dia di hari hariku,tapi ku coba menyibukkan diriku lagi dengan semua kegiatan yang aku sukai,tapi tetap saja aku keingat dia,kucoba juga lewat dari kontrakanya tapi ngak ada siapapun disana,mondar mandir kian kemari aku tak menemukannya,aku kangen sekali dengan canda nya walaupun akhirnya bertengkar,hari demi hari dia tidak ada kabar,aku pun mulai terbiasa dengan kesendirianku,ngak ingin berlarut larut seperti itu,ku akhiri rasa ingin tahuku dia dimana,sedang apa dan bagaimana keadaanya,aku ngak mau tau lagi tentang dia,seminggu berlalu mungkin dia sudah asik dengan dunianya dengan tunangannya tapi tanpa ku sadari orangtua nya menelpon aku lagi.


"cringgg " langsung ku angkat


"yah"


"kau dimana"


"eleh nanya kenapa tante"


"kau dimana ku bilang"


"aku yah di kontrakanku"


"benar kau,kau ngak bohong ini"


"ngak,ngapain bohong ngak ada guna"


"ok"


"emang kenapa"


"kau tau dimana si hengki"


"oh ngak tau,ngak ada dia ku pake cctv kemaren"


"ehe cewek gila"


"lagian ngapain nanya aku,aku kan bukan siapa siapa dia kali"


"tapi kau kan masih dekat sama dia"


"heleh dekat ...ngak tuh"


"ngak usah bohong kau"


"ngapain bohong...dosa tau tante"


"dulu ngak kayak ngini kau ngomong sama ku"


"lah kan tante yang bilang jangan begitu,yah jangan begitu,ini malah salah lagi aku"


"sudahlah ngak guna ngomong sama cewek macam kau"


"tanyalah tunangannya,jangan aku,apa guna tunangannya itu"


"diamlah kau"


"atau jangan jangan penyakitnya kambuh dan langsung matttttiii hahhhhahahahhaha"


"gila " langsung mematikan handphonenya


tapi tiba tiba di telpon lagi.


"kau tau kan dia dimana"


"udah mati dia"


"kau jangan macam macam ya"


"kan kan nginilah ibu ibu sekarang belum juga tau udah nuduh"


"soalnya ini udah seminggu"


"ohhh yah,baguslah"


"orang gila ngak tau aturan ngomong sama orangtua"


"lah orang goblok kok di ajak ngomong kan aku goblok"


"ngaku juga dia goblok"


"aku goblok karna ngomong sama orang goblok juga kale"


"jadi menurutmu mama goblok"


"eitsss bukan mama tapi tanteee....tanteeee"


"diamlah kau"


"emang mau aku jadi mantumu lagi makanya manggil mama"


"maaf ngak mau aku kau mantu ku"


"nah gitu dong harus begitu ngomongnya"


"diam lah kau"


"kalau ngak ada yang mau di omongin tutup aja telpon nya"


ngak ngomong apa apa lagi langsung di tutupnya telpon nya,dan aku pun bertanya jadi dia kemana orangtuanya juga kecarian,anehnya dia minjam duit pulak kemaren habis itu dia menghilang,aku makin penasaran dia dimana,dan ku coba telpon dia ternyata masuk.


"apa"

__ADS_1


"lah apa,kau dimana"


"di kontrakan"


"kau kenapa ngak ada kabar udah lama kayak ngini"


"baru seminggu"


"seminggu juga kan lama"


"kangen juga kamu sama aku yah"


"bukan kangen tapi orangtua mu nelpon aku karna kamu ngak ada kabar"


"biarin aja orang itu"


"emang masalahnya apa"


"ngak ada masalah"


"terus kenapa menghilang juga dari mereka"


"aku ngak suka sama mereka itu aja"


"itu orangtuamu loh"


"tapi mereka hanya memikirkan egonya saja ngak mikirin perasaanku"


"kesinilah kita cerita"


"ngak aku mau tidur,aku masuk malam kerja nya"


"oalah"


"udah akh aku pengen sendiri"


"yah sudahlah"


"nyanyi pulak dia makjang"


"yah sudah matiin "


"okay lah"


kami pun sama sama tak peduli satu sama lain lagi,dan ngak ingin lagi tau menahu apa yang sedang di rasakan,rasanya ingin sekali menjerit sekuat kuatnya,dan ingin rasanya menangis dan tak henti henti,rasanya seperti ngak bisa hidup lagi dan ngak ingin lagi hidup,tak kusangkah dia datang tiba tiba.


"hello"


"kok tiba tiba datang"


"kan tadi bilang ngak datang karna masuk malam"


"aku cuma mau lihat muka mu aja kok"


"akh kau itu terlalu mengatakan hal bodoh kayak gitu"


"yah jelas"


"kau bukan nya masuk malam"


"ea masuk malam"


"yah sudah pulanglah sana jangan datang kesini "


"besok ajalah aku datang yah"


"boleh"


"aku pagi pulang langsung kesini yah"


"okay okay sana lah pulang"


"okay aku pulang yah"


"ia ia"


dia pun pulang dan hanya ngomong itu saja,dan aku yang agak sedikit gondok dengan sikapnya,tak mengerti hatinya dia begitu sekarang,dan tak seharusnya dia bersikap begitu,tapi emang dia ngak peduli dengan semua yang dia alami,dan lagi lagi ku hanya berpikir kenapa dia terus begini,dan sekarang dia berubah seratus lima puluh derajat,bila dia tak berubah apa jadinya nanti keluarga dia,emang dia agak keras sih tapi ngak pernah sekeras ini,keesokan pagi nya dia menelpon aku lagi.


"cringggg cringgg cringgg"


"apa"


"baru bangun yah"


"ia ,ini baru bangun"


"masak lah aku mau pulang ini"


"buat apa aku masak"


"kan aku mau datang kesana"


"akh kau nganggu hidupku aja"

__ADS_1


"ya udah aku ngak usah kesana"


"datanglah...langsung ngambek"


"ummmm aku datang yah"


"ok ok"


Aku pun langsung bergegas membersihkan kontrakanku dan segera juga mengeluarkan motorku dari kontrakan dan langsung cus ke pasar untuk beli bahan dapur yang mau dimasak nanti,dan aku berpikir dia ini selalu merepotkanku mending menghilang kayak kemaren ngak repot,lama di pasar membuat dompet ku kosong juga tinggal dua ribu,dan aku segera pulang dan di tengah jalan aku ketemu temannya dan tersenyum padaku dan berkata


"kak dia udah di rumahmu tadi ku antar"


"ia bang" tapi dalam pikiranku kok diantar


dan nyampe rumah dah ku lihat dia duduk di kursi rumah depan,dan ku sapa dia.


"udah nyampe"


"udah lama pun"


"mana motornya"


"di rumah"


"kok ngak di bawa,kenapa"


"habis minyak"


"oh,ayok masuklah jangan disitu terus"


"ngak lah disini aja"


"oho "


"kau masuk ngak,kalau ngak masuk ku lempar kau pake sendal ini"


"halah sendal sendal....ia ia aku masuk"


"kan gitu enak"


"ada makanan ngak kamu beli"


"ada lihat aja disitu" sahut ku dari kamarku


tiba tiba orangtua nya nelpon ke handphone nya dan dia tidak angkat sama sekali,dan aku bertanya kenapa dia ngak mau angkat telpon orangtuanya.


"kau kenapa ngak mau angkat telpon orangtua mu"


"kenapa rupanya"


"kasian sih kamu buat orangtuamu kayak gitu"


"kenapa emangnya kamu keberatan"


"ngak juga sih,cuma kasian aja gitu"


"ngapain kasian sama mereka"


"kok gitu alasannya apa"


"yah alasanya yah alasannya"


"ngak omongan omonganmu"


"oho sehat sehat lah kau hidup"


"ngak sehat lagi aku apalagi otakku"


"ayok ceritalah kalau kau ngak cerita ngimana aku bisa ngertiin kamu"


"mereka ingin menang sendiri dan tunanganku juga selalu ngadu sama mereka"


"ooo itu"


"kan ooo gitu juga kan"


"jadi aku bilang apa sekarang"


"sekarang kamu pikirkan ngimana caranya menghilang dari dunia ini"


"ohhh gampang,bunuh diri aja di bawah pohon terong sana"


"gilak ini mana bisa aku bunuh diri di bawah pohon terong yang ada ngak mati oon"


"karena kamu juga oon kan mau bunuh diri gitu"


"akh sudahlah,bisa ngak aku tidur sebentar"


"pulang aja sekalian"


"kan aku belum makan ngimana mau pulang,masak lah"


"ia ia sembari nunggu masak semua istirahat ajalah dulu"

__ADS_1


"ok"


Diapun beristirahat dan aku mulai memasak untuk dimakan.dan tak disangkah dia selalu melihat lihat handphone nya dan tidak tidur tidur dan setelah semua siap dia baru pulang ke rumahnya.


__ADS_2