KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 51: Aku Dipanggil Dua Perusahaan


__ADS_3

Dengan rasa sedih melihat penyakitnya kambuh lagi,sejenak ku memandanginya dari tempat ku menulis,ku hentikan gerakan tanganku dan ku pejamkan mataku untuk mendoakannya,ku tarik nafasku dalam dalam dan ku hembuskan kembali dan kulihat lagi dia begitu nyenyaknya tidur,aku berpikir bila kelak kami berpisah dia menikah dengan pilihan orangtuanya apakah kami akan berteman baik,akhhh ngak mungkin itu dalam pikiranku,ku pandangi wajahnya dan ku mulai berpikir lagi,ternyata ketampanan tidak menjamin kita bahagia,tapi hatilah yang harus di lihat,yah banyak orang bilang kalau pacar kita tampan atau cewek kita cantik bisa merubah keturunan tapi tidak dengan kenyamanan ternyata,semakin dewasa kita tidak ingin yang tampan lagi tapi yang berjuang,yang menghargai,dan berkomitmen,dan satu lagi bertanggung jawab,kala itu aku menangis lagi mengingat apa yang sudah dia perbuat untukku dan keluargaku,membohongiku dan juga keluargaku,sungguh tidak terpuji perbuatan mereka,lalu mantanku pun bergeser serentak mataku pun langsung berkedip dan aku sadar bahwa dari tadi aku memandanginya.


Ku lanjutkan lagi tulisanku yang sudah ku mulai dari tadi,dan mantanku pun tidak kunjung bangun,aku sibuk dengan tulisanku dia sibuk dengan dengkurannya,matahari sudah mulai terbenam,aku segera merapikan buku buku ku,mengangkat jemuran dan membersihkan rumah,selesai semua itu aku memperhatikan handphone nya,kok di balik yah,dan tanpa sepengetahuannya aku buka handphone nya dan ku lihat panggilan masuk dan keluar dan nama ku di buat disana Nakhi Nacu...


Nama yang bagus tapi apa artinya aku mulai bertanya tanya juga apa arti Nacu itu,dan ku lihat lagi semua foto dia dengan tunangannya,oh Tuhan sakit sekali everybody,dan kulihat chatingan mereka ternyata mereka lagi berantem,oh oh begitu rasanya menelan pahit pahit pill pahit,tapi aku biasa biasa saja mulai itu,dan tak lama kemudian dia bangun.


"eh udah sore ya"


"ummm"


"maaf lama kali aku tidurnya"


"ia ngak apa apa"


"kiss udah masak belum"


"udah"


"tulisannya udah siap yah"


"belum tinggal sedikit lagi"


"lapar aku,makan yuk"


"makan ajalah aku belum lapar"


"sediain lah"


"enak aja sediain,kalau mau makan yah ambil sendiri dong masa harus di sediain,kan punya tangan,mata,kaki apa salahnya ngambil sendiri,manja"


"ehhh kok nge gas gitu "


"ia dong,kau datang kesini baik baik sama ku karna kamu lagi berantem sama tunanganmu"


"ehhh itu mulut ngak bisa diam apa"


"ehe ngaku aja lah dia tadi nelpon aku soalnya"


"hahahahahaha nelpon lah gigimu itu nomor watshap mu aja dia ngak tau"


"aku yang nelpon tadi dari handphonemu"


"bercandanya jangan bodoh"


"kok bodoh"


"kau itu tiap ketemu ungkit tunangan goblok itu"


"lah apa lagi yang mau di ungkit,kalau tidak mau di ungkit jangan datang kesini"


"udahlah aku mau makan diam dulu nanti ngak masuk nasi ku ini ke perut"


"ummmm makanlah"


"masakanmu emang enak sekali"


"makasi"


lalu tiba tiba handphoneku berbunyi.


"selamat sore bu,benar ini dengan ibu kiss"


"ia benar"


"kami mengundang ibu untuk interview di perusahaan kami yang beralamat....,apa ibu bisa hadir"


"saya akan hadir bu"

__ADS_1


"kami tunggu ya bu,terima kasih,selamat sore"


"selamat sore kembali bu"


hatikupun senang sekali mendengar bahwa aku di panggil interview,dan dia juga tersenyum dan bahagia mendengarnya,dan keesokan harinya aku pun pergi untuk interview dan lolos tapi menunggu panggilan untuk join kerja,tiga hari setelah interview aku di panggil untuk join pas tiba tiba saya tutup telponnya perusahaan yang dahulu aku bekerja pun memanggilku kembali,dan aku merasa sudah nyaman di perusahaan yang dulu pernah aku bekerja dan keesokan harinya aku langsung di interview juga,dan seminggu itu aku langsung join bekerja lagi di tempat yang sama,aku tak henti hentinya bersyukur sama Tuhan atas berkatnya,dan setelah aku bekerja aku dan mantanku sudah jarang ketemu bahkan chatinganku pun sudah sekedar saja dan aku ngak mau ambil pusing lagi dengan dia dan tunangannya,perlahan lahan aku mulai terbiasa dengan semua yang terjadi,aku kebal dengan yang namanya sakit hati,semakin ku sadari buat apa aku selalu membantunya toh juga dia bukan milikku dan bakalan di miliki wanita lain,hatiku pun makin hari makin hambar airmatakupun seakan akan berhenti sejenak.tiba waktunya gajian dia langsung menelponku dan bertanya.


"kiss udah gajian belum"


"kenapa"


"aku butuh duit,untuk mama bayar arisannya di kampung"


"ulu ulu arisan arisan,kebiasaan"


"ih ngak di paksa loh"


"kamu ngutang atau ngimana ini"


"ngutang"


"ok aku TF sekarang ( Transfer)"


"ngak usah di transfer uang kes aja"


"banyak permintaan ini anak tak tau diri"


"ia ngak tau diri aku"


"ialah "


"kepalamu"


"datang aja ke kontrakan,ambil sekarang besok aku masuk pagi,oia bayar kalau udah gajian"


"ia ia cerewet"


"hahhahhaahahahahha ada lagi kamman,ia aku datang sekarang"


"yah aku tunggu"


Tak lama dia sudah datang,aku pun kaget kok cepat kali datang kalau soal duit.


"kapan kamu kaya" tanyaku


"maksudnya"


"ia kamu itu minjam duit terus alasannya mamak bapak adiklah huhhh"


"jadi ini keberatan ni biar pulang aku sekarang"


"lebih baik kamu ngak datang sekalian kan aman"


"ihhh maumu emang kayak gitu"


"mantap yah"


"mantap bangetlah" handphonenya bunyi


"huhhh angkat telponmu"


"ngak penting itu"


"ngak penting ngak penting nanti nikah beranak kau"


"yah harus beranak lah masa nolak"


"ulu ulu kamu bilang tolol tunaganmu"

__ADS_1


"emang tolol"


"ngak tolol kan kalau beranak"


"hhuhuhuhuhu kan enak"


"enak bagi orang yang akan kena karma kayak kau"


"kan ku tangkis karmanya"


"hahahahahhaha kemana pun kamu pergi karma mu udah di belakang"


"siapa bilang di depan yah di belakanglah"


"hahahhahhahahahhh ngomong sama kamu itu sama kayak ngomong sama orang tolol"


"hahahhahaahahh baru tau dia"


"iakan emang tolol kamu nya"


"tolol sudah mencintaimu kan"


"eheheheheh,ngomong ngomong itu anjing makin gede aja"


"ia kayak kamu gede"


"janganlah samakan aku sama anjing"


"ialah"


"makan apa sih kamu buat dia itu makanya segede itu"


"makan ya makan apa lagi"


"ngak ngerti deh aku jalan hidupmu kiss"


"jalan hidupku sudah gelap"


"oalah di mulai lagi"


"setidaknya kamu mengerti orang yang kamu sakiti ini,meskipun kamu begitu menyakitiku aku masih memaafkanmu"


"itu karna emang kamu masih cinta samaku"


"cinta....hahahahhahahahha cinta itu ngak aku inginkan lagi"


"wah mati rasa dia"


"yang buat mati rasa siapa"


"ngak tau"


"otakmu itu mikir longor"


"akhhh mana ada yah buktinyakan aku disini bersama kamu"


"sering seringlah kau mengatakan hal bodoh itu"


"itu bukan bodoh"


"jadi maksudmu itu suatu kebanggaan"


"udahlah,mana duitnya biar aku kirim"


"bayar ya"


"ia ia"

__ADS_1


seketika aku berikan pinjaman,dia langsung pergi entah kemana,dan di dalam perjalananya pun dia tidak kasih tau dia dimana,aku pun menelponnya berkali kali tapi dia tidak mengangkatnya dan ku coba chating dia juga tapi dia tidak menjawabnya,mengerikan sekali ini anak itu dalam benakku.


__ADS_2