KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 58: Ternyata Biaya Nikah Dari Orangtuanya


__ADS_3

Setelah Dia pulang dari rumahku,sedetikpun aku tak bergerak dari tempat dudukku,dan segera aku tersadar bahwa sebentar lagi kami akan benar benar akan berpisah,aku meneteskan airmata ternyata mengiklaskan seseorang yang selama ini kita cinta begitu sakit dan begitu sakit mencintai tapi tidak memiliki,ku hela nafasku dalam dalam dan ku hapus air mataku,ku langkahkan kaki ku keluar kontrakan dan ku lihat sekelilingku tertawa tawa tapi bagiku sepi dan tak bisa senyum,tapi dalam pikiranku aku ngak bisa seperti ini karna mungkin rencana Tuhan akan lebih indah untukku nanti kedepannya,mencintainya penuh tapi aku tak bisa berbuat apa apa karna takdir kami berbeda,tapi mungkin aku tak bisa melupakannya untuk seumur hidupku,karna luka bisa di obati tapi trauma ini akan membekas untuk selamanya ,lama menghayal di depan kontrakan tetangga ku menghampiriku.


"kak,ngapain ? ini kak ada makanan"


"ohhhh ia,makasi yah"


"ngomong omongkan sini kita duduk dulu"


"ia,boleh"


"aku dengar si itu akan pulang minggu ini dan akan menikahi tunangannya"


"aku ngak tau itu kak,kalau minggu ini dia pulang"


"tapi kalian sering ketemuan kok ngak tau"


"dia ngak pernah terbuka samaku kak"


"ia yah,yang aku dengar begitu,tapi nanti kalau dia sudah berumah tangga janganlah mau ketemuan lagi kak"


"ngak kok kak,aku juga tau aturan main kak"


"ialah kak,nanti akan Tuhan gantikan dengan yang lebih baik dari dia"


"semoga aja kak,lagian walaupun misalnya kami nikah jika orangtua nya ngak suka dan ngak restu buat apa aku masuk di keluarga nya"


"ia benar banget itu kak,tapi dia dan keluarga nya sudah ngak punya hati kayaknya"


"ia sih"


"ia kak tapi karma ngak bakalan salah alamat kak,mungkin sama anak nya nanti"


"ngak berharap begitu sih kak cuma yah mungkin karma selalu ada dan ngak bakalan hilang dari setiap manusia"


"itulah makanya kita harus baik baik,kita berbuat baik pun kadang yang datang yang ngak baik"


"betul itu kak"


"jangan menyerah kak coba lagi untuk cowok lain masih ada yang menerima kita apa adanya"


"mungkin waktu yang akan menjawabnya kak"


"betul banget kak,kita harus sabar dalam hidup ini"


"sepertinya,obrolan kita sampai disini saja dulu kak aku mau beres beres rumah dulu "


"oh ia kak lanjut lanjut kak"


"okay okay"


aku pun beranjak pergi dari tempat dudukku,tak berselang lama hujan pun datang aku langsung berlari mengangkat jemuran yang ada di depan selesai itu aku tidak langsung beres beres rumah dan ku rebahkan badanku dan berkata kecil "Tuhan apa mau mu,hingga aku harus mengalami semua ini" airmataku menetes tak henti henti,mungkin dia tidak mengingat bahwa dia mencintaiku waktu dia belum selingkuh dengan tunagannya,dan ku scrooll lagi aplikasi yang rame sekarang ku lihat tunangannya buat kata kata lagi dan sungguh menyayat hatiku,kenapa mereka kenapa ngak bosan menyakitiku,pikiranku mulai oleng,Waktu itu dia bilang ingin menjalani hidup bersamaku selamanya tapi orangtua nya dan dia membohongiku dengan sejuta kebohongan mereka sepertinya sudah menyiapkannya matang matang,aku sudah bersabar dan kesabaranku sudah sampai batas,dan dia tidak sama lagi seperti yang dulu sejak pertama aku mengenalnya,aku berpikir harus ku sudahi semua ini lalu aku mandi dan segera pergi ke rumahnya.


"tok tok tok tok " aku mengetuk pintu kontrakanya


"siapa" sahut dia dari dalam kontrakannya


"aku ini"


"ohhh ,kenapa datang kesini"


"ngak apa apa"


"tumben sekali gitu loh"


"ngapain"


"ini beres beres rumah"

__ADS_1


"oh aku bantu yah biar cepat selesai"


"boleh lah"


"oh ia,kamu udah makan"


"udah tadi,aku goreng telor,andai saja aku tau kamu datang tadi udah ku bilang beli makanan"


"oh..."


setelah satu jam berlalu kami sudah siap membersihkan kontrakannya,aku duduk dan diapun duduk sembari dia baik sekali membuatkan teh untukku.


"ini teh untukmu yah"


"oh ia terimakasih ya"


"terimakasih juga udah membantuku beres beres"


"itu yang akan kamu bawa pulang"


"ia.."


"kapan jadi pulang"


"ntarlah aku kabari"


"oh bolehlah"


"sebenarnya aku udah mau ngomong ini sama mu kiss,tapi aku takut menyakitimu kedua kalinya"


"ngapain takut,aku kan sudah terbiasa di sakiti,dulu aku sudah pernah bilang samamu aku sudah pernah pacaran delapan tahun dan itu tidak sangat mudah ku lupakan,lalu kamu datang menawarkan hati lagi dan karna aku percaya sama kamu tidak menyakitiku aku terima lalu" aku mulai menangis


"maaf"


"lalu kamu datang membawa diriku bagaikan orang paling beruntung di dunia ini,dan akhirnya kaulah orang yang paling melukai ku paling dalam,kalau cuma aku aja yang kamu sakiti,aku tidak apa apa,tapi orang tua ku juga"


"kamu udah gede udah kerja udah bisa cari duit sendiri tapi kamu tidak bisa berdiri di atas kaki mu sendiri,kau hanya bisa mementingkan orangtua mu saja"


"jangan hina mereka"


"aku tak menghina mereka,emang ada yah aku hina mereka"


"tapi tolong jangan hina mamakku"


"aku tak menghina mamakmu kapan aku menghina mamakmu ngak ada kan,bahkan mamakmu membohongiku aku yang minta maaf tapi mamakmu sama sekali tidak"


"maaf"


"kata maaf yang berulang kali aku dengar itu hanyalah modus dari mulut manis mu"


"mungkin aku akan datang lagi kesini"


"kau ngapain lagi datang kesini,apa kau akan melihat aku menderita karna perbuatanmu"


"disana tidak ada kerjaan"


"jadi duitmu nikahin dia darimana yang aku tau duitmu tidak ada sama sekali bahkan kau hanya minta minta dariku"


"mereka sudah menyiapkan semuanya,asalkan aku menikahi cewek itu"


"ohhh murse ya"


"maksudnya"


"murah sekali nikah itu"


"kau jangan ngomong kayak gitu"

__ADS_1


"jadi aku ngomong apa,bukannya murse itu namanya,mau nikah tapi sudah di biayain pihak cewek dan keluarga,uhhh maulah kalau gratis"


"bukan gratis itu,tapi mereka sudah merencanakan sedemikian rupa"


"hhahhahhahaa bodoh kali lah emang anak mama ini"


"bodohnya dimana"


"mikirlah kok jadi oon kamu"


"ia ia lah"


"maafkan aku yah ngak jadi nikahin kamu"


"ngak apa apa juga karna aku juga ngak mau nikah sama anak mama yang seperti kamu yang selalu nurut sama orangtuanya"


"mmmmm"


"oh ia kamu harus tau yah segala sesuatu nya Tuhan sudah rencanakan jadi tinggal jalani saja nasibmu nanti,kamu yang akan terima atau anakmu nanti"


"jangan mengutuki aku kiss"


"aku tidak mengutukimu aku tak mau mengotori tanganku karnamu"


"kini aku akan jauh darimu"


"kenapa,sedih akh bohong kamu"


"aku akan cepat mati nanti kalau kayak ngini"


"aduhhh nanti istrimu cepat janda kalau kamu mati"


"biar puas orang itu,sepertinya hatiku ini sudah sangat rapuh"


"apakah kau merasa apa yang ku rasakan ini,seberapa sakit aku ini"


"seandainya semua berubah apakah kamu mau menikah denganku"


"tidak,apapun itu tidak aku tidak ingin masuk pada lingkungan dan keluarga yang tidak menerima ku dan jika pun aku mau itu sudah sangat beda"


"kenapa pikiranmu ngak mau berjodoh denganku sekarang"


"karna aku tau ,walaupun aku jungkir balik di lapangan sana jika kamu bukan jodohku,kamu bakalan bukan jodohku,jika kamu jodohku aku tidur pun kamu akan datang jadi jodohku"


"sesimpel itu jawabanmu"


"jadi harus bagaimana lagi"


"aku semakin terluka karna kamu tak bisa ku miliki"


"yah udah kalau mau pulang kabari aku"


"ia"


"oh ia aku mau pulang dulu,aku mau ada tamu bentar lagi"


"cowok/cewek"


"dua dua nya"


"oh ya udah terimakasih"


"oh besok datang ke rumah ada yang mau ku kasih"


"okay okay"


aku pun segera pamit dan menaiki motorku tapi kekesalanku tidak ada lagi dan rasa sakitku sudah ngak ada lagi sama halnya aku seperti tidak punya hubungan lagi sama dia,dan akhirnya sampai di rumah aku duduk termenung lagi.

__ADS_1


__ADS_2