
Aku yang sudah terbiasa tanpa hadirnya,membuat banyak orang berkata kalau aku sudah kuat menghadapi semua masalahku tapi tiba tiba terdengar di telingaku bahwa dia menelpon temannya dan menanyakan kabarku,tak kusangkah temannya videon aku dan mengirim video nya untuk pacarku itu.
Aku langsung menghampirinya dan berkata
"kau kenapa videoin aku"
"ngak apa apa kak"
"trus kenapa ngak di hapus"
"ia kak akan ku hapus"
"siapa yang nyuruh kamu videoin aku"
"aaabang kak"
"siapa abangmu"
"bang hengki kak"
"ohhhh dia masih hidup yah,kirain dia dah mati di tabrak mobil"
"ngak kak sungguh abang itu yang bilang kakak di videoin"
"oh gitu yach,suruh dia telpon aku yach"
"ia kak"
Setelah aku berbicara sama temannya,aku masuk kedalam rumah dan temannya langsung menelepon pacarku itu dan ceritain smua apa yang terjadi.melihat dia begitu masih mau minta video ku aku ada kesempatan untuk masuk ke hidupnya lagi,aku akan menyelidiki kenapa dia meninggalkan aku tanpa satu kata pun dan kenapa orangtuanya membohongiku.
aku diam seribu bahasa dan tiba tiba ada chat yang datang dan itu bukan no wa pacarku yang aku tau.
"hai"
"ummm"
"ini aku"
"ia"
"aku minta maaf"
" sebelum kau minta maaf aku udah maafin semua kesalahanmu dan apa yang perlu di maafin"
"aku minta maaf"
"ia aku maafin kamu bisa baca ngak"
"aku mau ketemu kamu bisa ngak"
"emang kamu udah dimana"
"di kampung"
"oh di kampung ya"
"kapan kamu balik ke sini,bawa tunanganmu ngak,eh lupa selamat yah atas pertunagannya"
"ia trimakasih ya"
"ia"
"aku mau ketemu sama kamu,tapi kapan"
"aku akan pulang kok nanti kita ketemu,tunanganku ngak ku bawa "
"kenapa"
"ngak,buat repot aja lagian aku ngak cinta sama dia"
"aahahhhahahhhaha kamu lucu ngak cinta tapi tunangan"
"aku di paksa"
"di paksa...hahhhhahahhhha siapa yang maksa"
"nanti ku ceritain kalau kita ketemu"
__ADS_1
"cepatlah datang kesini aku dah kangen samamu"
"ia aku akan datang,udah yah mama dan adek datang nanti jangan telpon soalnya mereka mengawasi aku"
"its okay" tapi dalam hatiku pembohong
setiap malam dia menghubungiku dan setiap aku ada waktu aku juga menghubunginya,tak bisa langsung melepaskan dia dalam hidupku aku masih penasaran kenapa mereka begitu kejam menyakiti aku begitu.aku selalu respek sama dia kayak ngak ada yang terjadi dan ngak ada kesalahan yang dia perbuat,aku selalu memujinya dan selalu mendukungnya dan bahkan dia minta duit untuk beli rokok aku masih mau karna aku ingin melaksanakan misi ku buat mengetahui semua.
"Yank" dia masih memanggilku dengan sebutan Yank
"siapa sayangmu" sambil tersenyum sinis dia masuk dalam perangkatku
"kamu lah"
"oh ia yah lupa kalau kita belum putus kamu dah tunangan sama cewek lain"
"haoahhaiahaahah janganlah kayak gitu akh"
"jadi maunya ngimana,saya bilang pucuk pucuk gitu"
"yank"
" yank yank yank...PEA kamu"
"ia deh,disini signal ngak bagus karna dekat pantai"
"aku mau kesana tapi aku ngak ada ongkos kesana"
"mintalah dari tunangan mu"
"ngak berguna dia nyusahin kerjaannya"
"hahahhhhhaha tunangan sendiri di jelek jelekin"
"orang juga terpaksa"
"ok ok kapan kamu mau datang kesini"
" secepatnya aku udah kangen sama kamu"
"ok udah dulu yah aku ada kerjaan"
"ok"
handphone pun di matiin dan saya berpikir ini anak hidupnya ngak jelas masa tunangan saja di jelekin.its ok itu di pikiranku dan segera mengambil segelas air dan ku siram ke mukakku sendiri,supaya aku tau aku tak akan menyesal melakukan hal sebodoh ini demi mendapatkan keterangan yang bikin aku sakit dan setrauma ini.
Keesokan harinya aku mulai memberanikan diri menghubunginya
"cringggggg crinnngggg cringgggg" bunyi handphone nya
dan dia langsung merespon
"hello.."
"hei hellow" aku tersenyum sinis
"kau lagi ngapain"
"ini lagi tidur tiduran"
"enaknya hidupmu,tidur tiduran,makan di tanggung mama papa,tunangan di kasih wissss hidupmu kayak sultan"
"idihhh ini yang ngak aku suka"
"jadi sukakmu apa"
"aku suka jangan ceritain tunanganku udah ngak berguna hidup lagi"
" aahhhahahhaahahahhha gitu banget hidup mu dapat tunangan tak berguna,buang aja kelaut"
"kalau bisa ku buang hahahhahhaah"
"matikan saja baru kubur diam diam,kalau ngak ikat tangannya baru campakkan ke laut aahahhahahhaha"
"sadis sadis kamu"
"sadisan mana....kamu ,keluargamu atau aku"
__ADS_1
"kok gitu ngomongnya"
"elehhh kita kan cuma bercanda jangan bawa hati" tapi di otakku awas kau kalau datang kesini
"ehhh nanti aku datang kesitu penuh dengan harapan ketemu kamu kita main bareng lagi"
"main...aahhaahaha main...main aja sana"
"benci kali aku kayak gitu akh,janganlah begitu omonganmu yank"
"hehhh biawak kamu tau bercanda kan.aku bercanda"
"bercanda tapi suaramu itu kayak mau nerkam loh"
"harimau aummmmmmm hahahhahahah"
"ahhahhhhaahahhha kamu makin pinter ngelucu yah"
"ia dong,siapa lagi kalau bukan pacarmu yang cantik ini"
"ia loh cantik,baik gemesin lagi"
"andai saja yah aku punya pacar satu"
"ehhh jadi aku apa"
"ehhh kau itu rongsokan hahahhhhhhaha yang sudah berbekas"
"astaga ngeri ngeri"
"kan enak punya pacar dua,kan kamu dua satu aku satu tunaganmu"
"akhhh tunangan mulu kau bahas"
"wehhh marah"
"marah lah,tunangan mulu"
"orang yah kalau tunangannya di ceritain dia itu senang kau ngak"
"aku muak loh dengar namanya dia itu"
"hahhhhahahahhh kau penghianat cinta"
"kau yah kulihat sekarang ngak ada lagi cintanya buat aku"
"hahhhhahahhhhaha cinta...apa itu cinta"
"begitu yah sekarang"
"aku masih sangat mencintaimu makanya aku mau jadi ynng kedua hhhhahahhhhahaha enak juga yang kedua ini"
"jangan pernah kamu bilang kamu yang kedua kamu ngak pernah ada saingannya di hatiku"
"jadi ituuu tuuuuuu siapa"
"udahlah yank kau itu menyebalkan terkadang"
"tapi kamu sayang kan"
"ia dong"
" ok lah...nanti kita lanjut lagi yah aku ingin pergi cari cowok dulu"
"begitu yah cari cowok"
"udah dong jangan begitu"
"oklah aku off dulu "
" ok"
Aku terdiam aku seperti dilema menyakiti dia dan juga menyakiti tunagannya,aku merasa tak enak hati untuk menyakiti tunangannya tapi rasa sakit ini membuat aku terpaksa menyakitinya karna aku ingin tau kenapa aku di bunng kayak sampah oleh mereka semua.aku tak peduli apa yang akan terjadi kedepannya.penyesalan pacarku semakin menjadi hingga dia menangis dan mengakui bahwa dia menyesal telah membuat keputusan tanpa melibatkan aku dalam situasi terpuruknya,aku hanya bisa mengangguk dan berkata dalam hatiku
"maaf sayang nasi sudah jadi bubur"
apa yang dia jelasin aku tidak pernah mendengarkan bahkan menangis pun aku,aku tak ibah lagi sama dia.hatiku sekarang membatu seperti tak tau arah jalannya kemana sekarang
__ADS_1