
Semakin hari semakin aku merasa sakit,dimana aku selalu kehabisan duit padahal belum waktunya gajian,mulutku selalu terkunci tanpa suara kalau di tanya temanku mana duit mu? aku tak siap untuk menjawab semua pertanyaan itu,bila saja nafasku berhenti dan jantungku pun mungkin tak berdaya lagi aku memilih untuk memilih lari dari kenyataan ini.
Tiba gajian aku menghitung berapa utang yang harus ku bayar demi membahagiakan dia dan memenuhi kebutuhan orangtuanya,seberapa banyak gaji yang ku dapat tidak sedikit pun dapat ku tabung kayak dulu sebelum mengenalnya,aku menghapus airmataku dan berusaha menutupi semua kesakitanku kepada orangtuaku,aku selalu menutupi dari orangtuaku berapa gaji yang ku terima hingga mereka tidak pernah tau berapa gaji yang ku trima tiap bulannya.
Sesungguhnya aku sangat lelah dan sangat butuh hiburan pengen ada yang selalu buat tertawa lepas,tapi seketika pacarku hanya inginkan kebahagiaan dia saja,dia egois dan hanya orangtuanya yang dia pentingkan,aku terkadang memetik bunga dan menghitungnya seakan aku berharap pacarku bisa berubah dari tingkahnya yang selalu memorotiku demi orangtuanya.
Tak lama kemudian pacarku datang dan membawa seuatu di tangannya
"itu apa...?" sambil menghapus airmataku
"kok kamu nangis,kenapa?"
"ngak kok aku ngak nangis,cuma tadi ada flim sedih aja makanya menetekan air mata"
"ooo ...nonton aja bisa nangis yah,lembut banget jadi cewek"
"itu apa" ku ulang lagi pertanyaanku
"oh ini makanan untukmu,tadi aku beli dari tempat aku kerja,enakloh"
"tumben...mau bawa makanan sama ku"
"emang ngak bisa yah,aku loh kamu selalu perhatikan masa kamu ngak sih"
Aku ngak tau angin apa yang datang sama pacarku,aku mulai memakan makanan yang dia berikan padaku,aku heran dia memberikan gajinya semua untukku,
__ADS_1
"ini apa,kok gajimu kamu kasih samaku"
"ea mulai sekarang kamu yang mengang duit ku"
"maksudnya,ea kamu yang mengang duitku"
"Astaga ngak usah pengang aja duit mu,duitmu kamu simpan tabung"
"yank aku sadar kok aku selalu membebanimu,aku tau orangtuaku selalu minta duit "
"ngak akh,mereka ngak ada memmbebaniku."
"yank,sekarang lihat aku,aku tau kamu sedih gara gara mau bayar utangku dan duitmu tidak ada lagi tersisa,jadi duitku ini juga duitmu sekarang"
"Akh kamu terlalu berlebihan memberikan duitmu kepadaku padahal belum tentu nanti aku bisa menyimpan duitmu dengan baik"
"akh gitu kali mati aja aku lebih baik "
"jangan aku harap jangan mati nanti yang ngurus aku siapa"
"mmmmmmmm gombal..."
"ngak loh" dia langsung berikan duitnya semua padaku
"yah sudah,kalau begitu,yakinkan duitmu aku pengang"
__ADS_1
"Yakin sayang,yakin banget"
Akupun langsung menyimpan duitnya,karna dia gajiannya tidak mengunakan ATM malahan uang kes jadi keesok harinya aku langsung ke Link untuk menyimpan duitnya.
tapi kesakitan yang dia berikan kemaren kemaren belum bisa terhapus oleh waktu,bila mungkin esok akan datang kan menjemputku aku akan mengutarakan kesedihanku ini padanya.semakin hari dia semakin baik dan dia menjadi lelaki yang bertanggung jawab,dia sudah tidak pedulikan semua permintaaan orangtuanya,hingga tabungan dia pun ada semua hutang lunas dan kami bisa beli ini beli itu,kami sampai membeli motor Gede yang harga nya tidak tanggung tanggung,demi kebahagiaannya aku pun ikut senang,setiap gajian aku selalu menerima semua gajinya,tiada pernah aku berpikir bahwa dia akan berubah tidak meminta duit lagi padaku.
Beberapa bulan berlalu kami sudah mengumpulkan banyak duit,dan kami bisa memberikan orang juga untuk minjam,semua temannya pun mendekatinya dengan semua alasan yang berbeda,aku pun bertanya pada dunia,entah apa nanti maksud dunia dengan semua ini.
Aku menghembuskan nafas panjang dan berusaha menutupi kesedihanku selama ini,kukira selama ini kami bisa beli ini beli itu orangtua nya bahagia dengan kejayaan anaknya dan menerima aku sebagai pacar anaknya,ternyata orangtuanya hanya manis di bibir saja,ternyata bukan aku pilihan orangtua nya,semua sudah aku ketahui sebelum orangtuanya mengatakan hal yang tak ingin ku dengar.aku manusia yang perasa,aku tak ingin meyakiti orangtuanya dengan mengatakan pada anaknya bahwa orangtuanya tidak menyukaiku.
Orangtuanya pun menelponnya panjang lebar aku heran dengan siapa pacarku menelpon sepanjang itu,ngak biasanya tapi aku dengar bahwa dia memberontak dengan omongan orangtuanya,aku meneteskan airmata bahwa jauh dekat kami akan di pisahkan tanpa syarat,aku datang menghampirinya dan duduk di dekatnya,dan di dalam hatiku sudah hanya ada dia,tak peduli sulitnya hubungan kami nanti aku memengang tangannya,dan dia melihatku berkaca kaca,dan dia berkata
"kenapa yank,pada waktu aku mencintaimu dengan benar benar tulus dan hanya kamu yang terima aku apa adanya,kamu yang merawat aku tapi akan ada suatu kendala di keuangan terus untuk hubungan kita,aku tak ingin meminta uang darimu terus menerus untuk keluargaku"
"yank,aku ini milikmu aku ini pacarmu,dan aku ingin kamu jadi suami ku kelak mereka juga orangtuaku,aku juga ikut membahagiakan mereka bukan cuma kamu doang yank"
"ea yank tapi mereka tak mengerti pengorbananmu"
"aku tau itu yank,pada akhirnya kita akan mengatakan bahwa kita akan ke jenjang serius nanti mereka mungkin akan senang dengan kabar itu."
Ternyata orangtuanya ingin datang ke perantauan ini untuk menikahkan anak adiknya dan ketemu dengan aku,aku yang minder akan kejelekanku mencoba menutupinya dari pacarku,aku seolah olah senang orangtuanya datang dan aku seolah olah tidak apa apa.padahal aku sudah pernah bilang sama dia supaya kelak aku jangan di pertemukan dengan orangtua nya jika janur kuning belum melengkung,tapi melihat dia bahagia itu satu hal yang membuat ku tersenyum lepas aku selalu mendukung apa yang dia inginkan.
Orangtuanya pun selalu meneleponnya dengan berbagai alasan supaya mengirimkan duit untuk mereka di pakai,kini aku merasa dia itu selalu di kekang sama keluarganya hingga akhirnya segala cara dia lakukan supaya dapat duit dariku dan di kirim untuk keluarganya,aku berdiri di hadapannya dan memberikan duitnya untuk dia kirim ke orangtua nya,pertama dia menolak karna itu dia tabung untuk kami melanjutkan ke jenjang serius,tapi karna orangtuanya minta dan harus di perlukan secepatnya,hari itu aku juga berdamai dengan diriku sendiri,aku berkata pada diriku sabar mungkin nanti tidak begitu,lalu pacarku menjamah kepalaku dan berterima kasih karna aku perhatian dan pengertian tentang dia dan keluarganya.
"kamu hebat yank,kamu baik aku beruntung punya cewek kayak kamu" bisik nya di telingaku
__ADS_1
Akan tetapi senyumku yang jadi senjata bahagia yang dia lihat sekarang tanpa melihat di lubuk hatiku sakitnya dan luka nya membekas dan semua itu karna duit dan duit,dan orangtuanya selalu meneleponnya supaya langsung di transfer duitnya,akupun langsung pergi transfer duit yang orangtuanya minta.
lalu pacarku segera ikut untuk menemaniku ketempat Link dan ku relakan duit itu habis begitu saja,aku sakit dan semakin sakit dengan semua yang terjadi terulang kembali,dan setelah kami transfer orangtuanya menelepon dia lagi dan cerita panjang lebat tapi pacarku menjauh dariku ketika mereka berbicara lewat telpon tanpa kata aku langsung pergi dari dekatnya.