KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 38.Dia ( mantanku ) marah


__ADS_3

Dari kejadian dan perkataan orangtuanya aku mulai tidak peduli dengan kesehatan anaknya,tapi sebenarnya lebih legah sih ngak ada dia,aku bisa beli ini bisa beli itu,tapi entah kenapa di dalam kesendirianku aku merasa kesepian,apalagi yang biasanya malam minggu keluar jajan sana jajan sini,sekarang beda banget,kemana mana sendiri,ku angkat satu kaki ku keatas dan ku bungkukkan pundak serta kepalaku kebawah dan disitu aku mulai menangisi hidup dan takdirku kenapa begitu,seakan akan hidupku ini ngak ada artinya lagi dimata semua orang ku hapus airmataku dan ku lihat kanan kiri muka depan ada orang atau tidak dan akhirnya aku tegak duduk lagi dan ku scroll scroll handphoneku dan kulihat lihat lagi fhoto kami dan satu persatu mulai ku hapus dan tiba tiba anjingku datang menghampiriku membawa seekor burung yang di tangkapnya,aku ketawa dan mengelus kepala nya sebagai tanda aku bangga punya anjing kayak dia.


Pagi Itu udara lumayan dingin ku coba untuk memasak masakan yang hangat hangat tapi ngak terasa waktu udah mulai siang aku heran kok hari ini mendung tak beraturan kadang langitnya gelap kadang cerah ada apa ini.aku capek angkat jemuran bolak balik itulah istilahnya,aku gondok sendiri dengan cuaca pagi ini ngak bersahabat gitulah,sangkin capeknya kainku ku bawah semua ke dalam dan ku taruh di dalam ember besar,lalu matahari mulai cerah lagi ku angkat dan ku jemur lagi kain ku keluar kontrakan,disana kulihat udah ada dua orang cowok yang mengendarai sepeda motor mendekat dan berhenti di depanku.


"ada apa kalian kemari,cari siapa"


"hengki ada kak"


"ngapain kalian cari kesini dia,emang aku tunangannya makanya kalian cari dia disini"


"bukan gitu kak tapi kami ingin nanya sesuatu"


"sesuatu apa"


"adalah kak kami mau ketemu abang itu aja"


"ohhhh baiklah"


"kami pulang ya kak"


"ok ok take care"


Dua orang itupun segera pergi tapi seseorang datang dari kejauhan dia itu adalah saudara mantanku.


"eh kakak rajin kali"


"ehhh kamu ia"


"ngimana kabarnya kak,baik"


"oh seperti yang kamu lihat"


"ngimana kabar abang"


"tanya dan lihag aja abangmu"


"jangan begitu kak,aku salut sama kakak bisa setegar itu"


"hehheheehh ea aku tegar karna Tuhan bukan karna dia"


"ea kak aku tau kakak kuat"


"ummmmm ngomong ngomong mau kesini ngapain"


"kak aku pinjam duitmu boleh"


"ngak ada duitku"


"please lah kak,aku butuh sekali kak"


"oh kamu butuh,tapi maaf aku ngak ada duit"


"seriuslah kak ada yang penting kak mau ku beli untuk anakku"


"apa itu"


"susu nya kak sama obatnya"


"ya udah beli lah"


"itulah kak makanya aku mau pinjam duit kakak"

__ADS_1


"berapa"


"100 aja kak"


"itu cukup emangnya"


"ngak sih kak cuma segitu aja dulu"


"oh tunggulah aku jemur kain ku dulu yah nanti ku ambil bentar lagi"


"ea kak"


"duduk aja dulu,kalau ngak masuk ke rumah ada makanan disitu,ambil lah sesuka hatimu"


"ngak kak aku disini aja"


Tak lama menunggu aku mengambilkan duit yang ingin dia pinjam,sembari ku ambil makanan yang bisa dia bawak ke rumahnya,dan melihat dia begitu ambil minuman botol baru ku kasih.


"ini nah,ngak usah bayar" sambil menyodorkan duitnya


"akh masa kak,harus di bayar lah"


"kalau kau tau malu bayar kalau tidak ngak usah,lagian udah di bilang ngak di bayar ini mau di bayar"


"ok ok kak terima kasih kak"


"nanti kalau si hengki kamu lihat bilang ada orang yang nyariin dia"


"dia tadi di kontrakannya kak marah marah tak jelas soalnya aku tadi dari situ baru kesini"


"kenapa bisa marah"


"dia nelpon kayaknya sama orangtua nya atau tunangannya"


"kakak masih ada hubungan sama dia ya,janganlah kak orang dia udah punya tunangan"


"ngak aku ngak pacaran lagi kok sama dia"


"lalu kenapa kalian masih boncengan"


"aku hanya ingin menjaganya selagi dia belum nikah"


"habis nikah"


"aku ngak akan mau kenal dia lagi"


"kayak security aja"


"ooooo ku campakkkan nanti air ini sama mu"


" hahahhhaahahaha soalnya gitu jawabnya"


"jadi"


"bilang aja kau penasaran kenapa bisa dia tunangan diam diam"


"ehhhh kamu tau ya kenapa"


"utang budi kalau ngak itu apalagi" sambil tertawa


"pergilah banyak kali omonganmu"

__ADS_1


"ok kak makasih ya"


Saudaranya ini pun pergi dan aku sudah siap jemur kain,dan kulihat handphoneku 25 panggilan tak terjawab dari dia dan pesan 28 masuk,ku baca semua caption nangis ku telpon balik tapi ngak di angkat lalu aku inisiatif sendiri pergi ke kontrakannya,sesampai disana,kulihat motornya ada lalu ku buka pintunya dengan gorengan yang ada di tanganku dia mengejutkanku dan ku hantam dia dengan apa yang aku bawa dan dia merasa kesakitan.


"hengki....hengkkiiiii....hennnnnnggggggkkiiii"


"tarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr" suara dia dari balik pintu


"akkkkkkkkkkkkk " langsung ku hantam dia dengan tanganku di sertai gorengan yang aku bawak"


"ngapain tumben ke sini"


"ngimana keadaanmu baik"


"baik seperti yang kau lihat"


"tadi ada loh temanmu cariin kamu"


"dua orang yah"


"ia,itu siapa"


"itu mau nagih utangku"


"hahahaahahahaaha utang lagi utang lagi mau nikah tapi ada utang"


"diam lah kau"


"kok kau diam diamin aku,kenapa salah aku bilang gitu"


"ia itu semua gara gara kau"


"loh kok gara gara aku"


"ia kalau kau mau kasih aku duit kemaren dua jutaan untuk ku kirim sama mamakku ngak bakalan di kejar mereka aku"


"heeeeeeeeeehhhhh kau diam sekarang ya,aku yang ngomong,emang aku ini siapamu....aku ini siapamu ku kau jawab dulu aku"


"pacarku"


"aku bukan siapa siapamu,kau sudah memilih cewek lain daripada aku"


"itu aku terpaksa udah ku bilang"


"itu bukan terpaksa,tapi kau yang gatel,kalau kau memang mau nikahi aku waktu itu kau akan nikahi tapi belum juga kita nikah kau udah selingkuh"


"kau itu penyebabnya"


"kok kau jadi kambing hitam kan aku sekarang ini"


"ia kalau kau dulu ngak terlalu mencintaiku ngak bakalan kayak ngini"


"aahahhhahahhahaa ini alasanmu ngak bener di luar nalar"


"jadi apa kalau kau tau"


"karna ngak ada keluargamu yang beres"


"ku tampar nanti kau"


" tampar aja tampar nah nah,dan ingat coba tanganmu kena ke mukakku awas kau aku bukan siapa siapamu dan bagaimana kian aku jadi istrimu kau bunuh lah aku"

__ADS_1


"ku bunuh juga kau nanti"


Dia tak sengaja sih mengenakan tangannya ke tanganku tapi aku langsung marah,ku cubit tangannya dan dia ngak tahan kayaknya nahan sakitnya kipas angin yang di dekatnya pun jadi sasaran dia ambil kipas itu lalu di hempaskan dan dia marah sekali dan hampir saja ingin menonjokku,tapi aku pelototin dia dan ku tampar mukanya lalu aku pergi dari kontrakannya.tak berselang lama dia menghubungiku lagi dan dia minta maaf atas apa yang dia perbuat tapi hatiku yang sudah sakit tak mampu untuk membendung airmataku,di atas motorpun aku menangis karna dia dan ku berhentikan motorku lalu ko nonaktifkan handphoneku dan ku laju motorku entah kemana.


__ADS_2