
Siang yang cerah menggigit kulit ku menutup mataku dan ku elus dadaku dan ku ucapkan pada diriku masih banyak orang yang hidupnya lebih sulit dan lebih sedih dari apa yang aku alami saat ini.tak mengerti aku akan hidup ini dan aku sepertinya aku tak paham tentang cinta apa aku akan menyakiti orang yang aku aku cintai,tapi alam semesta mungkin tak pernah berpihak denganku dengan semua ini walau semesta berkata benar tapi aku harus sanggup menghadapinya,aku sadar kalau aku sudah salah dengan semua yang kulakukan ini,tapi aku tidak bisa lepas dengan dia dengan segala cintanya,meskipun aku terluka tapi aku ingin dia sembuh dari penyakitnya,aku meneteskan airmata dan ku telpon dia karna sangkin aku merindukannya.
"cringggg cringgg cringgg"
"mmmmmm apa aku baru bangun"
"lama sekali bangunnya,emang tidur jam berapa semalam"
"ummmmmm jam 04 aku masih ngantuk"
"ya udah tidurlah"
"ngak lagi,aku mau temani kamu ngomong"
"kan ngantuk,ya udah tidurlah nanti satu jam lagi aku telpon lagi"
"ngak akh aku mau sama kamu aja telponan sekarang"
"apakah aku masih pantas menanyakan kabarmu sekarang"
"kamu ngomong apa sih"
"ea aku merasa aku sudah cukup menemani kamu sampai di titik ini"
"janganlah begitu,kenapa kamu selalu sedih sih"
"aku rasa kita akan berpisah sebentar lagi"
"ngak akh aku ngak mau cepat cepat nikah,aku masih ingin temani kamu"
"sudahlah kita hanya di pertemukan Tuhan mungkin hanya sebagai pengalaman hidup"
"berserahlah pada Tuhan karna kamu kan anak Tuhan,aku anak iblis"
"aduhhh kau ini"
"aku ngak ingin kamu itu sedih loh,aku ingin lihat sinar matamu yang indah itu tertawa"
"emang sekarang ngimana kau lihat"
"aku lihat matamu ngak ikut tertawa lagi"
"aku begini karna kamu lagi"
"tapi kan aku masih mencintaimu sampai saat ini"
"tapi pria sejati tidak akan pernah sanggup untuk menyakiti wanita yang dia cintai"
"harus berapa kali lagi aku ulang dan ulang lagi"
"ia "
"jangan cuma ia lah akh,udahlah aku tutup telponnya lah kalau begini"
"semoga kamu bahagia dan ingat aku cuma satu di dunia ini yah"
"ialah kau cuma satu"
"udahlah"
"ayok kita main main yok naik motor biar ngak sedih lagi lagi"
"boleh"
"kalau di ajak jalan cepat sekali"
"ialah,cepat yah"
"ia,aku cepat"
aku merasa dia itu beda dari kemaren yang kurasa hati ini tercela untuk dia miliki lagi semua sudah hampa dan tak akan semua jadi kenyataan perlahan cintaku memudar untuknya,dan suatu saat nanti aku dan dia akan benar benar berpisah,tapi benar ya cinta tak meski harus memiliki,dan tiba tiba dia nongol di depan pintu kontrakanku.
"dorrrrrrrrrr" suara dia di depan pintu
"idihhh gantengnya,mau kemana"
"kan mau jalan kita"
"ada duit ngak"
__ADS_1
"ada dong,50 rebo"
"rebooooo hahahhhahahahahahhhhahahahahhhhahaha"
"minyak satu kilo,nasi satu bakulllll,bawang 5 kiloooooo hahhahaahaja" dia coba menghiburku dengan nyanyianya
"lagu apa itu"
"lagu ala aku aahahhhhahahaha,suka ya"
"suka dari lobang monyet"
"hahahahhahaha mana ada lobang monyet"
"ada dong"
"lobang pipet ada "
"ia ia aku siap siap dulu yah"
"ia"
sembari aku siap siap dia menerima telpon dari sepupunya.
"cringggg cringgg cringgg"
"apa" sahut mantanku
"abang dimana"
"kenapa"
"mama mau ngomong"
"udah bilang aja aku di telpon ke no handphone ku"
"ialah"
"mau ngomong apa rupanya mama"
"mana aku tau"
"ok." handphonenya langsung di matikan"
tak berselang lama dia langsung menelpon orangtua nya.
"cringg" langsung di angkat mungkin udah nunggu orangtua nya
"hallo"
"hallo ma...apa mama sayang"
"jangan bilang sayang sama mama kalau kau tak nurut sama mama"
"kenapa lagi sih ma..."
"mikirlah apa yang kau perbuat itu"
"apa yang aku perbuat loh ma...."
"kau di bilang si N.....masih berhubungan sama si kiss,maksudmu apa apaan ini"
"ma..itu ngak ada,aku aja ngak pernah ketemu dia,mana mungkin yah orang yang udah begitu sakit dan terluka karna kita masih mau maafin aku,ngak kan ma"
"kau kira mama ngak tau yah semua dari si N...bahkan dia foto kalian berdua"
"akh bukan dia itu,itu teman aku"
"kenapa kamu selalu bohongi mama sih,apa begitu pentingnya perempuan itu dari pada mama ini"
"ma...ini rahasia kita ma,aku masih bersama dia karna aku mau dia sembuhin dulu dari penyakit ini ma,mama mau aku sakit ngak di beri obat sama dia,mau mama aku mati"
"ohhhh jadi kamu rela kehilangan tunanganmu asal dia itu ngobatin kamu,emang kamu ngak bisa berobat sendiri"
"obatnya kan dari orangtua nya ma...rempah rempah itu yang pernah mama minum itu"
"ok kalau begitu,mama paham tapi awas nanti kau ngak mau nikah gara gara dia yah"
"ok ok ma tenang aja,aku ngak akan langgar dan maluin mama kok" tapi dia menangis
__ADS_1
"udah,mama paham kalau begini" langsung mematikan handphone nya
dia langsung menaiki motornya dan gas motornya,aku bertanya dia kemana kok ngak bilang bilang anak ini,lalu ku telpon.
"cringgggg cringgg"
"hallo,aku ke rumah bentar tunggu aja ya"
"oh ok ok"
langsung mematikan handphone nya,"anak ini ntah apa kerjaanya lagi ke rumahnya" tapi dalam pikiranku dia mungkin mau video call an sama tunangannya.sesampai di rumah mantanku langsung dobrak pintu kamar sepupunya.
"N.....Keluar dulu kau"
"apa bang" dari dalam kamar
"keluar kauuuu ku bilang"
"ia ia bang" sepupunya pun keluar
"kau kenapa ngadu sama mama kalau aku masih berhubungan sama mantanku"
"siapa yang ngadu bang"
"siapa lagi kalau bukan kau,kau kirain kau hebat hahhhhhhhh ku tonjok muka mu ini nanti kalau main main kau sama aku yah"
"mama cuma nanya abang aja kemana yah aku bilang keluar"
"tapi kau bilang keluar sama mantanku kan,kau cowok harus tau juga yah artinya kehidupanku yang menyedihkan ini,aku sangat mencintai nya bahkan mencintai diriku sendiri,tapi aku terpaksa tunangan sama cewek itu ngerti kau...."
"terus kalau abang terpaksa kenapa abang mau"
"aku tak akan tau ketulusan cinta nya jika aku tak begini ternyata dia benar benar tulus kepadaku"
"akh bulsithhh itu tulus"
"coba lihat dia apa dia berdaya lagi kau lihat,apa ada senyum nya lagi,aku hanya menemaninya untuk sesaat ini lagi,tapi ingat bagaimana pun dia sudah punya hati yang selalu ada buat dia disini"
"kalau gitu batalinlah pertunangan itu bang ngapain juga abang itu pertahanin ini pertahanin itu"
"kau mau tau aku ngak batalin pertunangan itu mau tau.....atau mauuuuu kau aduh lagi sama mama,Karna dia yang bilang aku jangan batalin pertunangan itu,mending dia yang sakit dari pada tunanganku ini,dia rela menderita karna aku padahal dia yang nyembuhin aku dari penyakitku,dan siapapun ngak bakalan tau ngimana merawat aku selain dia"
"mmmmmmmm aku ke kamar lagi lah terserahmu lah mulai sekarang bang aku ngak akan ikut campur lagi"
"bagus ku dengar kau ikut campur lagi tentang kami berdua ku usir kau dari tempat ku ini"
pintu pun terdengar kayak di hempaskan kuat kuat,dan dia mantanku langsung datang ke kontrakanku dan menghampiriku.
"lama yah"
"ia aku emosi"
"emosi kenapa,ada masalah"
"si N buat ulah"
"ohhhhh ya udahlah kita pergi yuk dah sore ini"
"kemana sih kita sayangku"
"kemana ajalah,tapi kamu ngak ada maunya ini kan"
"ngak lah"
"oh ia,tadi mama nelpon ke handphone ku loh"
"buat apa"
"ngak tau,aku lagi di luar tadi jadi aku ngak angkat,ku telpon sudah ngak di angkat"
"ohhhh lain kali ngak usah angkat"
"marah yah"
"ngak loh"
"owh ok ok lah"
Kami pun melaju kencang dan di tengah perjalanan dia selalu buat candaan sama ku dan memohon aku jangan sedih sedih lagi.dan aku mengangguk saja tapi didalam hatiku bagaimana aku tak sedih,ibumu selalu menelpon ku hari ini,tapi lukaku ku tutupi dengan semua senyuman palsuku hanya untuk melihatmu tertawa lepas dan tak ada beban sedikit pun,dan kami pun sampai di tempat tujuan dan pemandangannya sangat indah sekali dan ku foto serta ku upload ke sosial media tapi beberapa menit tunangannya melihat uploadanku dan mantanku pun mengupload hal yang sama dengan upload anku,dan dia langsung di telpon tunangannya tapi tidak di angkatnya.
__ADS_1