KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 29.Adeknya Lagi Lagi Minta Bantuanku


__ADS_3

Setelah kejadian itu,kami melupakan semua yang terjadi dan kembali seperti biasanya,untuk semua yang terlewati aku berusaha profesional dalam pekerjaanku aku ngak pernah menampakkan hatiku yang hancur di depan banyak orang,aku mencoba menghirup udara segar dan menghembuskannya lagi,tak terasa hari semakin sore didalam perjalan menuju rumah aku sempat melihat pacar ku di bonceng sama sepupunya dan aku melihat handphone ku ngak ada pesan masuk dan aku mulai bertanya tanya dia kemana,tapi akh biarin ajalah itu pikirianku waktu itu,karna aku yakin akan datang saatnya nanti aku menemukan orang yang mencintai aku lebih dari dia,tapi walaupun aku tau dia sudah tunangan sama orang lain aku masih sayang sama dia dengan maksud mengetahui apa yang membuat dia begitu itu tak akan pernah aku lupakan sampai aku mati.


sesampainya di rumah aku mengambil handphone ku dan ku telpon dia handphone nya ngak aktif,ku chat sepupunya dan juga temannya ngak ada respon sama sekali,kucoba lagi nge chat dia tapi centang satu.aku mulai lagi berpikir dia ini kenapa,dua jam kemudian dia sudah di depan kontrakanku lalu aku bertanya dia darimana dia hanya menjawab main main sama teman.aku diam saja dan langsung mengambil cucian yang mau ku cuci,dia menyuruhku buatkan kopi dan dia duduk sambil main game kayak seperti raja,aku tersenyum dan menghela nafas lagi.lalu langsung ku seduhkan segelas kopi untuknya dan dia memuji kopi buatanku,dan aku pun tersenyum dan duduk di dekatnya,dan kulihat lihat dia asik sekali main game nya sambil melihatnya ketawa dan memenangkan permainannya aku melihatnya dan meneteskan airmata,di dalam benakku kenapa orang yang kucintai menyakiti hatiku seperti ini,walaupun dia sekarang ada di dekatku tapi jauh dekat dia akan di pisahkan dari aku,dan dia langsung menyapaku dan


"yank...kamu kenapa menangis"


"akh kok menangis ngaklah"


"itu airmatanya"


"keliilipan"


"mmm bohong lagi"


"ada obat ngak di lemari yah"


"buat apa"


"kepalaku sakit"


"lihat ajalah kan kau yang tau dimana obat"


"ea dong masa kamu"


"astaga emang kau bah"


"hahahahhahahhhaha oia itu yang di game mu cewek itu cantik ya"


"yang mana sih"


"itu yang ngikutin kamu"


"owh itu,aku pun ngak kenal"


"tapi cantik ya"


"ih di ulang ulang lah,hanya kamu yang cantik di hidupku"


"hohohoho andai benar begitu"


"buktinya aku nyaman sama kamu"


"nyaman itu bukan berpedoman kamu ingin selamanya mau samaku"


"aduh mulai lagi"


"udah akh,oia kalau nanti aku lama pulang ntar tutup pintu nya ya"

__ADS_1


"ia ia aku disini kok sampai kamu pulang"


"bawa makanan ya"


"boleh"


Aku langsung menaiki motorku dan langsung pergi ke pasar,tak heran dia selalu meminta aku beli makanan kalau aku ke pasar,tapi apapun itu aku selalu membeli makanan untuknya,masih di pasar handphone ku berbunyi dan aku langsung mengambil handphone ku dari kantongku ternyata adiknya aku langsung mengirim chat bahwa aku masih posisi di pasar lalu adiknya mengerti dan nan kembali nanti telpon.


pulang dari pasar kulihat pacarku masih ada di kontrakanku,dan aku langsung memberikan makanan yang dia suka dia pun tersenyum dan bilang terima kasih,dan aku tak lupa dengan adiknya segera ku chat


"dek tadi mau ngomong apa"


"ini kan aku mau minta tolong kak,aku ngak makan lagi kak anakku juga bapaknya juga begitu"


"trus"


"aku minta duit kakak lah kak untuk melamar kerja"


"emang suamimu ngak kerja"


"ngak kak,dia baru saja finis kontrak"


"owh ia yah"


"bisa ngak kak bantu aku"


"bukan itu kak ada lagi"


"apa lagi itu"


"minta kak no handphone abang"


"ia ia nanti aku kasih ya"


"kak duitya kapan kakak kasih"


"besok aja ya di rekeningku ngak ada duit lagi"


"ia kak"


"ia "


"kak ketemu dimana besok"


"aku kerja masuk pagi besok jadi pulang kerja datang aja ke halte dekat tempat kerjaanku nanti kita ketemu disitu"


"ok kak"

__ADS_1


seketika pacarku sudah di belakangku dan mengambil handphone ku dan dia melarangku pergi dan memberikan duit itu pada adiknya.


"biarkan saja mereka begitu,udah tau suaminya ngak mau kerja hamil lagi sama dia"


"astaga yank itu mereka sudah jodoh yank,siapa yang dapat melawan takdir yank"


"akh sukakmu lah disitu,mau aja kau di bodohin mereka"


"bukan cuma dia yang bodohin yank"


"hohohoho ujungnya aku juga ikut trus "


"ia lah kau lebih parah dari mereka"


"dasar kamu"


"udah akh aku pulang ya besok pagi aku kerja".


"sama aku juga kerja besok"


"udah udah jangan ingat itu lagi"


"emang kau ngak bisa di bilangin "


Dia pun segera pergi dari kontrakanku,dan setelah itu aku keluar sekedar membuang sampah yang ada di dapur rumahku dia menelpon dengan siapa aku ngak tau tapi dia sungguh marah,aku mendekatinya ternyata yang menelpon itu adiknya


"bangsat kau ya berani nelpon aku lagi "


"bang maafin aku"


"sampai mati pun ngak akan ku maafin dirimu"


"bang aku hanya ingin minta maaf bang"


"maafmu ngak di terima disini,udah kuanggap kau mati"


Dia lgsg mematikan handphone nya dan menatapku dengan tajam.


"akhhh kauuuuu " dia pergi dengan kesal


"yank..."


"diam kau diam jangan ngomong"


"astaga"


Akupun langsung pergi di pikiranku supaya mereka berdamai dan melupakan semuanya makanya aku memberi no watshapnya untuk adiknya tapi malah ngak enak hati yang ada,aku pun menggelengkan kepala dan masuk ke kamarku.

__ADS_1


keesokan harinya adiknya menghubungiku lagi supaya bisa ketemuan untuk memberi sedikit duit untuknya,aku yang belum pulang sedikit gondok melihat chat adiknya karna terlalu memaksa,habis pulang kerja aku mengajak temanku untuk menemui adiknya dan disitu aku gondok lagi karna adiknya ngak tepati janji di bilang di halte jadi ngak di halte karna minyak motor nya ngak sanggup untuk menempuh jarak jauh sampai ke halte dekat tempat kerjaanku,dan badanku yang capek dan mataku yang sudah ngantuk karna kurang tidur membuat rasanya terpaksa menemui dia tapi karna sudah janji aku akan menepati kata kata yang sudah ku janjikan,dan sesampai di tempat aku ngak melihatnya disana,dan seakan akan aku di permainkan aku sempat gondok lalu mereka chat duluan bahwa motor mereka sudah mogok dan mereka menyuruhku untuk beli minyak motornya dan aku berpikir masa aku sebodoh ini mau di suruh suruh padahal udah ku kasih duit di bilang lagi aku beliin minyak motornya dengan sangat terpaksa aku menuruti kemauannya.Dan setelah itu aku pergi dari tempat itu dan meninggalkan mereka dengan cepat,dan temanku berkata aku sudah terlalu baik untuk keluarga yang sudah buat aku sakit dan terluka dalam,tapi aku hanya bilang biar Tuhan yang balas.


__ADS_2