
Kami yang sudah berdamai dengan perasaan kami masing masing tanpa ada rasa cemburu terhadap tunangannya kami jalani berdua seperti pacaran,kami saling cinta dan saling menghargai satu sama lain,dia sering ke kontrakanku dan aku juga sering kekontrakannya,kami melewatinya tanpa ada pertengkaran dan sindir menyindir tentang itu lagi,kami jalani bersama apa yang harus kami jalani,kami kayak seperti dulu jalan kesana jalan kesini,kami tak menghiraukan kata tetangga bagaimana lagi,kami hanya mengikuti apa takdir kami,baik kami bersatu atau tidak itu udah resiko kami melakukan hubungan tak di restu ini.
Dia yang tak menghiraukan apa kata orangtuanya lagi .membuat orangtua nya marah dan selalu meneleponnya,dan semua orang yang mengetahui hubungan kami menjadikan kami bahan gosip setiap harinya.dia yang merasa bersalah terhadap apa yang dia perbuat membuat dia selalu meminta maaf jika aku sudah diam karna omongan orang.
Dia yang selalu melindungiku dengan semua omongan orang membuat ku semakin tau bahwa dia masih sangat menyayangiku,semakin ku selidiki cara dia melindungiku semakin aku berhenti untuk mengetahuinya.
Suatu saat aku yang sibuk dengan pekerjaanku dan dia yang selalu menemaniku dengan tulus membuat kami saling berpelukan seakan akan kami tak mau di pisahkan lagi.
"pink"
"pink"
"pink"
terdengar bunyi handphone pacarku.
"siapa yank" sahut ku dari belakang pintu
"ini "
"siapa" tanya ku balik
"taulah "
"boleh aku baca"
"boleh"
aku pun membaca nya eh tiba tiba tunangannya langsung menelepon dan langsung ku angkat dan ku berikan pada pacarku,dan pacarkupun turut speaker handphone nya supaya aku ikut mendengarnya.
"kau dimana lagi ngapain"
"kenapa membentak kayak gitu"
"ia lah kau ngak pernah balas chatku"
"kenapa rupanya"
"aku tunanganmu apa ngak bisa balas chat"
"eh kau masih tunanganku dah kau bentak bentak aku"
"kenapa apa aku lapor sama keluargaku kelakuanmu ini"
" lapor aja aku ngak takut"
__ADS_1
"ok"
"lagian kamu jangan berharap deh "
"maksudnya"
"jangan berharap lebih bahwa aku mau nikahin kamu,itu karna terpaksa"
"bodoh kamu terpaksa kamu bilang "
"ia..."
"terus kenapa kau mau tunangan samaku"
"karna itu semua karna orangtuaku"
"awas kau ku lapor sama keluargaku"
pacarku langsung mematikan handphone nya,ternyata tunangannya tidak sebaik yang aku tau.dia kalau ada apa apa langsung main lapor aja.
pacarku yang takut sama bapaknya langsung mematikan data handphone nya dan memang tiba tiba bapaknya langsung nelpon lewat selular dan cowokku langsung mengangkatnya.
"ea pa"
"kau dimana"
"dengan siapa"
"sendiri"
"benar kau sendiri"
"ia pa"
"kau kenapa ngomong kayak gitu sama tunanganmu"
"ngomong apa"
"kau bilang dia jangan berharap"
"dia yang marah marah terus pa,lagian kenapa dia langsung ngadu kayak gitu"
"ok lah lain kali kalau dia ngadu kayak gitu lagi awas kau"
Bapaknya langsung mematikan handphonenya,dua bercerita kalau bapaknya kejam dan keras membuat mereka semua takut sama bapaknya.seperti biasa dia masuk kerja malam dan tiba tiba handphone ku berbunyi dan aku keluarkan dari kantong celanaku ku lihat adik nya pacar ku yang manggil aku langsung mengangkatnya di depannya dan dia terdiam.
__ADS_1
"hallo"
"hallo kak"
"ia kenapa"
"tolong aku kak tolong aku"
"kenapa ayok ngomong jelas jangan nangis"
"Ini aku lari dari rumah kak"
"kenapa lari"
"suami ku kak mukulin aku,udah bengkak semua muka ku kak,aku ngak tau mau kemana ini"
"kamu dimana sekarang "
"aku mau ke rumah kawan kak"
"dimana tempatmu biar datang aku kesana"
"nanti ku share ya kak"
"ok"
"kak kalau datang nanti bawak makanan ya kak"
"makanan apa"
"nasi kak aku blom makan dari pagi"
"ok ok"
"udah ya kak"
aku langsung mematikan handphone nya dan pacarku melarangku pergi menemui adiknya tapi aku ngak setega itu,aku tetap meminta izin sama pacarku supaya aku kesana,dan pacarku pun mengizinkan hal itu dan dia pamit pergi kerja,aku pamit untuk menemuinya.
sesampai di lokasi tempat dimana adiknya menumpang tidur di rumah temannya aku menghampirinya dan dia menangis terseduh seduh dan aku melihat muka nya sudah memar dan bukan cuma muka nya kepala sama badan nya juga memar,dan itu semua karna tidak ada makanan sama sekali di siapkan adiknya pacarku ini sedangkan suaminya tidak bekerja dan akhirnya karna kelaparan mereka berantem,keesokan harinya aku bercerita pada pacarku bahwa adiknya menderita dengan suaminya tapi pacarku yang dendam akan adiknya membuatnya tidak meresponnya,dan ketika aku ingin membantu ekonomi mereka dengan memberikanya uang pacarku langsung memarahiku,dan adiknya juga selalu menghubungiku dan kali ini dia minta tolong di berikan makanan karna dia belom makan dan temannya belum pulang kerja jadi makanan tidak ada di tempatnya.
aku tidak izin lagi sama pacarku,karna kalau izin aku bakalan ngak di bolehin kesana untuk sekedar membantu,diam diam aku pergi ke warung dan membeli semua perlengkapan dapur dari beras gula kopi minyak semua aku beli dan aku pergi mengantarkannya ke tempat adiknya.dan adiknya juga senang sekali melihat aku membawa makanan dan perlengkapan dapur untuknya.dia tidak henti hentinya berterima kasih dan di sela sela pembicaraan kami adiknya menanyakan abangnya dan aku mulai cerita bahwa abangnya belum bisa maafin dia dan dia bertanya kenapa kami bisa bersama lagi sedangkan abang nya udah di tunagin sama orang lain.aku pun menjawab bahwa abangnya tidak ingin kami putus dan dia tidak ingin kami berpisah dan adiknya paham akan hal itu,dan panjang lebar adiknya menceritakan ke kejaman bapaknya untuk mereka semua bahwa bapaknya sudah tidak sayang lagi sama mereka bapaknya hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak memikirkan apa yang mereka rasakan,semua kemauan bapaknya harus mereka turutin dari A-Z harus di turutin kalau tidak mereka akan tanggung akibat karna mereka di anggap melawan orangtua nya.
Sore pun sudah semakin enak untuk di jalanin angin berhembus kian kemari dan aku berpamitan sama adiknya dan berpesan jangan sampai berpisah dari suaminya karna itu ngak di kehendaki sama Tuhan akhirnya dia menganggukan kepala sembari mengantarkanku ke pintu disitu dia menangis dan aku segera berpamitan.
Setelah sampai di kontrakan pacarku sudah ada di depan kontrakanku sontak aku kaget dia ini kenapa tiba tiba datang,dan dia langsung menanyakan aku darimana kok bisa lama sekali,aku terpaksa berbohong karna kalau aku jujur dia bakalan marah dan aku tak mau hal itu terjadi,aku hanya bilang dari rumah kakak ku dan dia pun mengangguk dan segera membuka helm dari kepala ku sambil mencium keningku dan ketika aku masuk rumah telepon ku pun berbunyi dan dia langsung memengan handphone ku dan melihat itu pesan atau inbox siapa.
__ADS_1
Aku yang ngak takut handphone ku di pengang sama dia membuat dia merasa nyaman,dan memberikan kembali handphone itu ke tanganku.disitu kami cerita lucu sambil kami tertawa menutupi semua yang telah terjadi.