KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 53 : Orangtua Nya Semakin Marah


__ADS_3

Ruangan yang dingin berubah jadi panas karna AC ruangannya tidak berfungsi,mantan pacarku yang dulunya baik pada orang tua nya kini menjadi dingin,yah sedingin hatiku ini,kini dia tertidur di kontrakannya walaupun bising dengan suara motor yang lalu lalang dia tetap saja bisa tertidur,hingga pagi harinya aku buka jendela kamarku dan ruangan tengah terasa sejuknya udara pagi ini,ku hidupkan musik dengan alunan yang enak di dengar oleh telinga dan ku nikmati lirik tiap lirik lagunya.


"doorrrrrr" seseorang mengagetkanku dari belakang


"apaan sihhh"


"ikh gitu aja marah"


"marahlah kau pagi pagi udah datang ke kontrakanku"


"ia aku mau cerita"


"cerita apa"


"cerita cowokku"


"kenapa lagi cowokmu,hilang satu itunya"


"apanya,kau selalu negatif ngak pernah positif"


"ummm duduklah biarku buatin minuman"


"ngak usah repot repot,tapi mau makan lontong"


"ngak usah repot repot tapi makan lontong"


"ia"


"kepalamu lah makan lontong,orang saya itu ngak ada duit"


"ih pelit kali"


"bukannya pelit tapi ngak ada duit"


"bohong kan"


"ngapain bohong,dosa tau"


"kau tau dosa yah,kirain ngak tau dosa kepalamu"


"udahlah akh,makan apa aja boleh lah"


"gitu dong,baru bagus"


setelah lama berbincang bincang kamipun melanjutkan semua aktivitas kami yaitu tidur,ngak nyangkah juga bahwa mantan pacarku sudah datang dan aku sama temanku kaget dia datang langsung tidur.


"lah ini anak kenapa?" kata temanku


"ia,,,ini anak kenapa yah,kok datang datang langsung tidur"


"diamlah biar tidur dulu aku" sahut mantanku


"ummmm tidurlah"


"jangan nganggu yah"


"capek ngangguin orang macam kau"


"brisik kau"


"ini anak "


"makanya diam,orang mau tidur juga"


"bingung aku bingung aduhhh bingung" temanku bernyannyi


"diam nanti dia marah"


"biarin ngapain dia tidur disini,kenapa ngak di kontrakannya"


"akupun bingung kenapa dia datang dan tidur disini"


"iakan"


"apa iakan"


"iakan aku juga bingung,oon kali"


"eh aku mau pulang bisa yah"


"yah pulang kan aku ngak ngelarang loh"


"biar bisa kau pelukan sama ciuman sama mantanmu kan"


"kepalamu bilang gitu ngak mikir dulu"


"mikir dong,mikir banget kali,ngak mungkin kau ngak ciuman sama dia,ngaku aja lah"


"mulut itu jangan sembarangan"


"hohoho ngaku aja "


"sana pulang...ngak sopan"

__ADS_1


"aku pulang tapi ngaku lah dulu"


"ea ea ngaku jadi anak baik aku"


"aahhhhhahahhhja bahaya"


"aahahhhhahhhhhhaha pulanglah"


"ea ea aku pulang"


"bye maksimal"


Setelah teman saya pulang aku mulai bersih bersih rumah,seketika beberapa jam mantan saya bangun karna deringan telpon yang berbunyi di handphone nya yang membuat dia bangun dari tidurnya.


"yah"


"kau dimana" suara keras dari handphone nya


"kenapa"


"kau manusia ngak tau di untung memang yah"


"kok ngak tau di untung bapak ini ngomong apa"


"apa perlu bapak keluarkan kamu juga dari kartu keluarga"


"kalau bapak mau,keluarkan saja ngak apa apa,dari dulu itu yang bapak ancam samaku"


"kau udah mulai ngak nurut sama bapak ya"


"kalau kalian semua begini siapa yang ngak membangkang"


"benar benar kau anak ngak tau diri yah,apa kau lagi sama cewek itu makanya kau ngelawan bapak"


"ngak sama diapun aku akan gelawan bapak kalau begini terus"


"jadi benar sekarang kamu lagi sama dia"


"apa gunanya aku jujur sama bapak,tetap aja bapak ngak bakalan mau percaya"


" yah jelas bapak ngak percaya,karna kamu itu tukang bohong"


"aku bohong apa sama bapak"


"banyak bohongmu sama bapak"


"apa saja ku bilang"


"behhh kau bentak bapak sekarang ya"


"jadi itu suaramu tinggi bukan nya itu membentak"


"bukan"


"ialah kau sudah di pengaruhi suku lain makanya suaramu juga kuat begitu"


"dia itu lembut,bukan kayak yang bapak duga"


"hohoho kau selalu belain perempuan itu tapi tunanganmu sendiri yang bapak sama mamak pilih kau hiraukan,bukan itu namanya anak durhaka"


"bukannya aku melawan semua keinginan bapak sama mamak tapi takdir akan menjawab semuanya"


"takdir bisa saja di rubah dan kamu harus nikahin dia"


"emang kenapa kalau aku ngak mau nikahin dia"


"akhhh anak durhaka memang kau ini,kalau kau tidak mau nikahin dia awas kau,jangan buat malu keluarga"


"ta..." handphone pun mati seketika


mantanku yang sudah geram lihat perlakuan bapak nya membanting gelas yang ada di sekitarnya,aku cuma diam saja dan memperhatikan tingkahnya.dan tiba tiba dia menangis dan aku mulai mendekat dan menghapus airmatanya dan bilang.


"ikutilah kata orangtuamu jangan melawan mereka"


"kenapa kau bilang begitu,apa kau ngak mau lagi hidup bersamaku"


"bukan ngak mau,tapi"


"tapi apa,kau ngak mau bilang aja"


"kamu sudah terikat janji dengan seoarang cewek yang di inginkan oleh orangtuamu,dan mustahil aku bisa masuk dalam keluargamu"


"tidak ada yang mustahil,apa aku harus hamili kamu dulu biar kamu mau"


"gila kau yah,ini omonganmu sudah kelewatan"


"tenang saja aku akan hamili kamu"


"meskipun tak mudah kamu hadapi kamu ngak akan sendiri aku masih disini sampai kamu nikah,dan aku bertahan untuk menemani setiap hari hari yang kamu lalui sebelum kamu pergi dari hidupku hingga nanti"


"percayalah aku ngak akan pernah mau"


"kamu ngak boleh begitu,kamu sudah menjatuhkan pilihanmu dengan orang lain jadi kamu harus jadi cowok yang bertanggung jawab"

__ADS_1


"hanya kau dan aku yang tau tentang perasaan ini dan arti cinta yang telah kita jalani selama ini,mereka hanya ingin kebahagiaan mereka saja tidak memikirkan rasa sakitku yang sebenarnya"


"walaupun begitu,mereka adalah orangtuamu"


"kini kau tau semua yang kau lakukan itu menyakiti hatiku,kenapa ngak dari dulu"


"aku ngak tau dan aku ngak akan menyerah sampai disini"


"aku udah tau kau siapa,apa kamu butuh apa apa"


"kamu mikir apa sih,kau kira aku minta duitmu lagi,aku benar benar serius ini"


"kamu kan pinter bohong"


"kapan aku bohongi kamu"


"semua kamu bohongi aku,aku hanya diam saja"


"jadi kamu ngak mau lagi sama ku karna aku bohong sama mu"


"bukan,tapi kalau di pikir pikir juga aku ngak akan mau sama cowok kayak kamu"


"coba ngomong sekali lagi"


"ia...aku ngak mau"dia langsung potong pembicaraanku


"coba lagi....lagi..."


"aku ngak mau sama cowok pembohong"


"bacot kau"


"ngomong kayak ngini aja kau udah ngak sopan apalagi nanti aku sudah jadi istrimu mati aku"


"ahhahahhahahaha kau itu terlalu takut"


"lagian kau terlalu banyak menghayal membahagiakan anak orang padahal kerjaan kamu aja cuma begini"


"kau udah mulai remehin kerjaanku yah


"bukan,aku tanyalah dulu kau,selain kerjaan itu kau tau apa lagi"


"bacot kau,kau juga orang bodoh ku lihat sekarang"


"kan omonganmu kayak gitu,ngak ada gunanya kau datang kesini"


"aku datang kesini mau makan"


"ngapain makan,kan banyak duitmu"


"karna ngak ada duitku makanya aku datang kesini"


"oh jadi kau cuma manfaatin aku biar kau bisa makan di perantauan ini yah"


"enak aja bilang begitu" sambil berdiri dan mengambil sebuah piring dan mencuci tangannya di wastapel


"habis makan kamu langsung pulang aja yah aku mau istirahat dulu"


"ia tapi jangan telpon aku yah"


"ngak bakalan ku telpon kok tenang aja,tanganku juga ngak bakalan gatal nelpon nelpon orang kayak kamu"


"gilak "


"kau yang gilak"


"ok lah aku yang gila,dan mohon cepat makan aku udah mau pergi ini"


"mau kemana kamu"


"kemana aja sukakku"


"awas kau main cowok yah,ku hajar cowok itu nanti"


"gilakkk,udah ada niat nya begitu"


"harus soalnya dunia ini sementara"


"udahlah capek"


"udah lah,aku sudah udah siap makan,dan nanti cuci piringku ini yah"


"ia,cepatlah pulang aku mau nelpon"


"nelpon sama siapa"


"ada dong"


"brisik kau pergi sana"


"ya udahlah aku pergi aja,tapi nanti aku bawa dinasku kesini yah nanti setrika"


"sukakmu"

__ADS_1


"ok lah ok"


Dan akhirnya dia pulang,dan kami pun berpisah disitu untuk mendapatkan informasi lagi aku berusaha mendapatkan dari temannya tapi seminggu berlalu terus ngak ada respon ku lagi untuk dia...


__ADS_2