
keesokan harinya aku pun datang lagi ke kontrakannya membawa gorengan,sampai di depan rumahnya dia tersenyum lalu mempersilahkan aku duduk di depan rumahnya.
"kenapa ngak di dalam" tanyaku
"panas disini saja"
"sebenarnya kamu mau ngomong apa"
"ngini loh,aku itu mau pulang kampung jadi aku harap kmmu jaga diri"
"kok tiba tiba kamu pulang,ada apa"
"orangtuaku kangen,karna aku dah lama ngak pulang jadi orangtuaku ingin aku pulang secepatnya,apalagi kan aku habis kontrak"
"owh,kirain"
"tapi kayaknya aku ngak pulang lagi yank"
"kok gitu,kan bisa cari kerja lagi disini"
"ea sih"
"btw kapan pulang,aku mau beli oleh oleh sama orang mama"
"Ngak usah,mending duit sama mereka itu"
"gitu yach"
"eh yank,"
"apa.."
"klo ada cowok yang serius sama kamu,kamu terima aja"
"kok omonganmu kayak gitu,aneh"
"ea...soalnya mana tau aku ngak pulang lagi"
"begitu x yank,eh kalau aku gila ku pacarcin temanmu biar kau tau"
"hahahhhahahah jangan"
"kan mantap kayak gitu"
"gitu kali lah,ya udah pulanglah sana,jangan begitu otaknya"
Akupun segera pergi dari rumahnya,dan istirahat,hati yang selalu bertanya ku beranikan diriku menghubungi orangtua nya...
"crunggggg cringggg cringgg cringggg"
"Hallo"
"Hallow ma,apa kabar"
"baik nakku,ini kiss ya"
"ia mak"
__ADS_1
"mau ngomong apa nakku makana nelpon mamak"
"ngini mak,si hengki kan mau pulang kampung ya"
"oh ia...kami yang bilang dia pulang kampung"
"kapan ma"
"katanya hari minggu"
"ohhh ia ya mak, "
"ngak lama kok itu,cuma lima hari aja disini pacarmu,nanti dia kerja apa kalau disini"
"ea yah mak"
"ngak usah kwatir kami hanya kangen saja makannya kami bilang dia pulang"
"bapak mana mak"
"ini nakku,mau ngomong".
"bolehlah mak"
Bapaknya pun langsung menerima handphone nya dari istrinya.
"hai pak,salam "
"salam"
"bapak sehat,ea yah pak hengki cuma lima hari di sana"
Sambil teriak kecil adeknya memanggilku,
"kak...." Bapaknya langsung memberi handphone nya ke anaknya
"ea dek"
"beliin aku kartu paket internet kak"
"idih minta minta dia sekarang yach"
"tolonglah kak"
"ok ok nanti ya"
"ok kak"
"ya udah kakak matiin telponnya yach"
"ea kak"
Lalu ku mematikan handphone ku dan aku keluar dari kamar di luar aku melihat teman akrabnya pacarku dan aku mencoba menyapa nya.dan dia menyapa balik,dan aku menanyakan tentang pacarku
"tau ngak kamu kenapa pacarku pulang"
"yang dia bilang orangtuanya kangen kak"
__ADS_1
"oh ia yach"
"ia kak"
"ok lah kalau begitu"
Akupun berbincang bincang lumayan lama dengan temannya tapi tidak ada hasil yang aku tau dari mereka,semakin aku mencari tau semakin kepalaku pusing di buatnya,lalu malam harinya aku pergi lagi ke kontrakan pacarku,kulihat dia sedang mencuci motor dan aku segera masuk kekontrakannya dan dia senyum,tapi aku melihat dia cemberut dan aku bertanya "kenapa" dan dia bilang "apa aku harus jadi orang lain terus"
Aku bingung dengan perkataaanya itu,dan aku pergi ke dapur dan menyeduhkan se cangkir kopi untuknya,dan di depan kaca aku melihat dia mengusap air mata nya dan berpura pura senyum di hadapanku,aku bertanya sekali lagi tapi dia tetap ngak mau jujur.
Aku berpikir adakah cara lain untuk tau apa yang terjadi antara aku dan dia,tapi aku tak bisa menyakiti dia yang ku kasihi jika aku memaksakan untuk bertanya pada nya dia akan marah.malam pun semakin larut aku pamit pulang dia mengusap matanya lagi,dan aku bertanya lagi
"yank apa yang kau sembunyikan dari diriku"
"enggak kok yank...aku hanya ingin melihatmu pergi sekarang"
"oh ngak usah di lihat aku akan pergi"
"maksudku hati hati cayank"
"oh itu,ia cayank"
Lalu di tengah jalan handphone ku berbunyi supaya aku cepat cepat ke kontrakan karna temanku ada di kontrakan. menungguku,dan mereka menanyakan sampai kapan aku akan mencintai orang yang ngak peduli sama sekali sama ku.aku pun hanya tersenyum pada temanku,supaya mereka tak menjelekkan pacarku aku selalu mengalihkan perkataaan mereka,bagai bintang di langit memancarkan cahaya begitulah teman temanku berbahagia malam itu di kontrakanku.
Tapi aku selalu kepikiran kenapa pacarku menangis malam itu,tak sengaja aku ketemu sama teman satu kerjaannya,dia ku ajak singgah ke rumah dan disitu temannya tak cerita banyak tapi dia sudah cerita bahwa pacarku akan tunangan sama cewek lain.
"kak yakinlah perkataanku,dia itu pulang kesana mau tunangan"
"akh abang ini ngada ngada"
"ia kak percayalah"
"bang aku ini pacarnya mamaknya aja udah ku telpon kemaren"
"trus ngomong apa"
"katanya cuma kangen doank mereka"
"lihatlah nanti kak kalau datang kesini"
"abang inilah"
"ia ucapin aja nanti selamat buat dia"
"astaga abang ini sudahlah kalau begitu"
"ok lah aku pulang lah istriku menungguku".
"ok bang,trimakasih ya"
" ok "
Akupun jadi kepikiran dengan omongan temannya itu,dan aku mulai mengusap usap tanganku karna di gigit nyamuk,ingin ku ungkapkan apa yang ada di hatiku supaya pacarku tau aku sangat mencintainya,aku yang dia perlakukan sesuka hatinya,aku selalu sabar tapi kali ini aku belajar memaafkan lagi,dan aku bertemu temannya yang lain tapi mereka smua berbohong,mereka menutupi semua dariku.
Keesokan harinya pacarku menghubungiku dan mengatakan kalau dia pergi bareng temannya kumpul kumpul,dan malam itu dia mabuk,dia datang ke kontrakanku dan menangis aku heran dia kenapa mabuk dan menangis.Aku menanyakan hal itu kenapa dia nangis,dan belum ku tanya dia langsung muntah dan segera ku lap dan ku memberi minum dia oh bau nya muntahan itu membuat isi perutku naik,tapi aku menahannya dan dia menangis dan sambil melihat wajahku dan memengang wajahku,aku mulai mengusap kepalanya.
Dia mempunyai seekor anjing yang kupelihara namanya Snowy dia takut pacarku kenapa napa,anjingku ini menyeretnya pake mulutnya tapi ngak bisa,lalu anjingku ini menunggunya hingga dia sadar dari tempat dia tergelak tanpa tau ujungnya hidup dua bagaimana,dia yang tadinya mabuk dan sekarang dia sudah sadar mungkin dia pusing lalu ku beri dia minum dan di dalam sadarnya aku bertanya kenapa dia menangis tapi dia ngak jawab apa apa.
__ADS_1
Hari minggu nya aku ngak sempat mengantarkan dia ke bandara karna aku masuk malam pulang pagi,dia tidak pamit sama sekali dia tidak chat atau apa apa dia diam membisu dan aku menangis kenapa dia begitu,aku yang sangat mencintainya sepertinya terluka dalam tapi tak berdarah,kucoba menutup mata dan tak mengingat smua tapi aku ngak bisa semakin ku ingin lupakan tangisannya semakin tergiang giang di telingaku,melihat wajahnya yang cemberut juga membuatku bertanya apa yang terjadi.
akhirnya dia membalas chat ku dan berkata kamu baik baik ya jangan lupa makan.akupun segera membalas chat nya tapi mungkin dia sudah di pesawat dan chat nya centang satu,akupun menutup mataku dan mulai tidur.