
Terkadang manusia tidak memikirkan hati orang lain apakah dengan perkataannya baik untuk di lontarkan atau tidak,di perjalanan mau pulang kerja aku dapat pesan dari ibu mantanku.
"hei kiss jangan kau bantu anakku yah ku tau apa tujuanmu untuk mengambil hati kami saja,kamu kirain kami sudi punya mantu kayak kamu"
Aku langsung mematikan handphoneku dan ku tancap gas supaya segera tiba di kontrakan,aku yang sudah panas membaca pesannya segera ingin ku balas tapi aku menghormati orangtua ngimana pun sifatnya,sesampai di rumah ku duduk termenung dan berdiri sebentar duduk sebentar,aku teringat akan mamaknya yang ku bawa kesana kemari pas orangtuanya datang ke kota ini,jujur aku tak ingin semua jadi seperti tapi aku hanya manusia biasa yang bisa terluka,menangis dan itu semua harus aku terima,berat sekali rasanya balas pesan mamaknya ini tapi ku usahakan baik baik untuk membalasnya.
"ma...bukan nya begitu,aku bantu karna aku ngak tega lihat anak mama menderita"
lama tak di balas dan setelah ku beranjak dari tempat dimana aku duduk,aku merasa mereka tak tau di untung udah di bantu malah menyalahkanku tiba tiba handphone ku berbunyi lagi.
"udahlah kiss kau ngak bisa yah cari cowok selain anakku"
oh begitu geramnya aku di bilang begitu
"jangan ngomong begitu ma atau ku telpon ya ma" lalu ku telpon orangtuanya
"cringggggg cringggg cringggh"
"cringggg..... ( langsung di angkat)
"ada apa"
"ma...omongan mama kenapa begitu samaku"
"aku hanya ingin anakku ngak kau nganggu"
"yang nganggu anakmu siapa? ngak ada,aku hanya bantu anakmu supaya dapat makan"
"maksudku anakku si hengki"
"lah...malah kesitu jurusannya yang ku bantu siapa kemaren yang di bahas siapa"
"pokoknya jangan nganggu mereka"
"aku ngak nganggu mereka loh ma"
"aku bukan mamakmu stop bilang mamak sama saya"
"lah aku bilang mamak bukan karna aku mau sama anakmu lagi tapi supaya sopan"
"yang penting jangan bilang mamak sama ku dan jangan lagi nganggu dan bantu anak anakku aku ngak butuh kami bisa bantuin mereka"
"ngimana mau bantuin orang mamak uppppsssss tante yah ,ok tante kan minta duit juga sama mereka"
"diam kau apa yang kau tau dari keluarga kami semua"
"tahu dong,tahu banget malah"
"kau mulai melunjak ku lihat sekarang yah ngak ada sopan mu kulihat ngomong samaku sekarang"
"kan mama yang duluan ngomong tak beretika lantas aku ngimana"
"lantas kau diam saja"
"aku dah sopan sama ma eh tante loh tapi tante ituin aku "
"kau ku apain jawab aku"
"aku dari tadi jawab tante loh"
"kau jawab kayak orang bodoh"
"tante ngini yah aku sekarang sadar kalau tante itu sebenarnya licik,dulu tante begitu baiknya sekarang tante begitu liciknya,aku dah maafin semua kesalahan kalian terus apa yang membuat kalian menuduh aku nganggu anak tante harus nya tante itu berterimakasih udah ku rawat anak tante dan ku bantu ekonominya kalau ngak mati kelaparan mereka disini"
"diamlah kau"
"udahlah ma habis pulsa nya" ujar anaknya yang lain
"ummm habis pulsa nya nanti minta sama siapa ini eehehehh"
"darimana aja yang penting tidak darimu"
__ADS_1
"ahhh sudahlah capek"
"awas kau kalau kau nganggu anakku lagi"
"siapa lah yang nganggu anakmu ihhh jijik"
"diammmmm ka" handphone nya langsung mati mungkin habis pulsa.
Setelah dimatiin handphone nya aku pun mulai merasa ada sesuatu yang aneh siapa yang kasitau hal itu pada orangtuanya.segera ku ambil jus yang aku sediain semalam di kulkasku ku buka dan langsung ku teguk,tak berselang lama ada pesan masuk lagi dan ternyata dari mamaknya.
"jangan macam macam sama saya,kalau ngak kau akan mati ku buat dari sini,jangan nganggu anak anak saya mengerti"
lalu langsung ku balas
"aku tak pernah nganggu anak anda,dengarkan saya kalau anda memang benar benar ibu yang baik bagi anak anak anda,anda ngak bakalan paksain kehendak anda yang harus di turuti anak anak anda sehingga mereka menjadi tak nurut sama anda,pikirkan apa yang anda ingin omongin,saya yang selama ini biayai anak anda disini supaya dia bisa ngirim duit pada anda supaya anda bisa makan di kampung sana,jadi jangan pernah berani ancam saya"
pesanku cuma di baca dan tidak di balas dan ku bungkam orangtuanya dengan semua apa yang sebenarnya,hitung tak hitung jam pun mulai menunjukkan magrib aku masuk ke rumah dan di dalam rumah kulihat ada makanan di atas lemari kamarku aku berpikir ini apa ku buka lalu kulihat ada anggur makanan kesukaanku aku bingung ini dari siapa dan aku ngak berani memakannya dan ku plototin aja disitu tapi sambil ku pengang,dan ku beranikan nelpon dia yaitu mantanku.
"cringggggg cringggg cringggg"
"heh kau tadi kerumah yah"
"ia"
"ngapain"
"ngantar anggur itu ada di atas lemari"
"buat apa itu"
"itukan makanan kesukaanmu"
"bukan itu bukan makanan kesukaanku sekarang"
"kau kenapa"
"ngini yah jangan bawa apa apa kesini aku ngak butuh"
"kau kenapa aku kangen loh"
"emang mama bilang apa"
"tanya sama mamakmu"
"kok tumben kasar begitu ngomongnya"
"yah sekarang aku kasar karna yang ngomongpun kasar samaku"
"siapa yang kasar,aku yang kasar ngomongnya ya"
"tanya ajalah ngapain sih "
"ngapain apa sih banyak pikiranku loh tambah lagi aku lapar"
"lapar itu ngak di pungkiri lagi"
"ada makanan"
"mamak bilang ngak bisa lagi kau ku bantu soal apa saja jadi tolong jangan datang makan lagi kesini"
"kok mamakku bilang kayak gitu"
"makanya tanya jangan ngoceh mulutmu disitu"
"ngoceh apa lagi diriku ya Allohhhh"
"udah akh sudah sudah matiin handphonenya"
"ooooo ok ok aku mau nelpon mamakku dulu yah"
"telponlah ngak kularang"
__ADS_1
"ok ok tunggu yah"
"ummmmmmm" langsung mematikan handphonenya.
Lama tak ada kabar lagi dari dia mungkin dia telponan sama orangtua nya,akupun yang ngak sabaran menunggu kabar ngimana respon nya terhadap orangtuanya ngomong kayak gitu dan bolak balik ku buka handphone ku tapi ngak ada kabar juga,ku coba kesana kemari ku cuci ini ku cuci itu,mondar mandir ntah kemana dan tiba tiba dia nelpon lagi.
"apa"
"ummmm ketus lagi"
"apa"
"ngak di angkat mamak telponya"
"kenapa"
"mungkin sibuk kalau ngak di tempat lain"
"emangnya mamakmu tukang gosip yah"
"kepala mu tukang gosip"
"wah mana tau iakan"
"aku datang kesana ya"
"jangan nanti marah mamakmu "
"akhhh mereka ya mereka lah itu"
"omonganmu itu sama sekali tidak baik"
"jadi ngimana"
"dari dulu kenapa ngak bijak"
"itulah aku ngak tau"
"bodohnya dirimu ngak tau apa apa"
"oh ia utangmu udah kau bayar yang itu"
"utang mana"
"utangmu semua samaku"
"halaahhhhhhhh kau memang terlalu "
"lah bayar dong"
"menurutmu itu utangku ya"
"ialah itu utang di bayar kalau yang aku keluarin buat makan yah itu bukan utangmu tapi utangmu yang kau bilang pinjam"
"ooooo itu akh kapan kapan lah itu"
"ummmm baru ngaku"
"ialah ngaku"
"untung ngaku"
"sudahlah ngak ada gunanya ngomong samamu aku mau tidur"
"aku lapar loh"
"kalau lapar makan lah"
" ngak ada makanan disini"
"tanah itu aja makan biar enak kenyang kau"
__ADS_1
"kasar kali kau ngomong" langsung dimatikannya
Akupun ngak rayu atau bujuk dia aku cuci muka ku lepas semua yang ingin di lepas ,ku masukkan anjingku dan kututup pintu rumahku dan ku rebahkan badanku di tempat tidur dan akhirnya sampai pagi aku pulas tertidur tanpa nganguan siapapun.