KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 36.Orangtuanya super dupel kejam


__ADS_3

Malam ini aku duduk sendiri memikirkan yang tak perlu sebenarnya di pikirkan,kulihat lampu kamarku sudah mati aku duduk dan melihat sebagian cahaya dari luar masuk ke dalam kamarku,aku berpikir aku sudah tua ternyata kapan aku nikah kayak teman temanku,kapan aku punya rumah sendiri serta anak anak yang lucu yang selalu menemaniku nanti,tapi itu hanya hayalanku saja sebab aku tak punya pacar yang ku temani sekarang mantan pacarku yang butuh aku sebelum dia menikahi tunangannya,dan aku meneteskan airmata lagi dan ku coba mengiklaskan dia tapi belum bisa,aku masih ingin bersamanya meskipun selalu di sakiti olehnya.


separuh hati dengannya selalu aku berusaha menjadi yang terbaik baginya dan aku sadar bahwa aku bukan pilihan orangtuanya,tapi aku terpaksa melakukan semua ini supaya aku tau kenapa orangtuanya sekejam itu padahal kami sudah mau nikah.semoga selama ini dia ngak tahu bahwa ini semua kulakukan supaya aku bisa tahu semua yang mereka sembunyikan selama ini,aku menghapus airmataku dan mengambil segelas air dan langsung meminumnya dan malam itu juga aku susun rencana bagaimana supaya aku tahu apa yang mereka rencanakan dulu karna aku ngak tahu bahasa mereka jadi mungkin mereka dengan pinternya membuat ancangan kejahatan.dan setelah minum aku berdiri di depan pintu ada seseorang yang lewat dari depan rumahku dan ku lihat dan tiada yang hebat dari cowok itu tetapi kenapa ceweknya selalu jagain dia seperti berlian,aku tersenyum sendiri dan aku selalu mendengar cerita tentang mereka yang sangat menggelikan di telingaku,belum nikah udah manggil yang aneh aneh.


Aku masuk kembali ke rumahku tapi aku berpikir mereka itu darimana kok malam begini masih bareng aku kepo aku keluar lagi eh mereka ngak disitu lagi,akh sial mereka kemana mau ku lihat dulu hahhhhahhahaha sifat jailku kembali lagi,kembali lagi aku masuk dan kulihat anjingku tertidur dan ku hampiri anjingku dan ngomong bahwa tuannya tidak akan kembali lagi untuk kami berdua dan anjingku pun seperti tau apa yang aku omongin.


Keesokan harinya adeknya nelpon bahwa mereka tak punya makanan sedikit pun untuk dimakan dan aku sebagai manusia punya perasaan tapi ku coba slow respon dan adiknya langsung hapus chatnya padahal aku sudah baca chatnya dan terkadang aku hilang rasa dan rasanya aku tak mampu menyelamatkan diriku dari kesakitan mereka dan aku tak bisa minta tolong kepada siapa untuk menyelamatkan hatiku ini,aku bisa apa kalau begini,aku yang selalu di mintain tolong padahal mereka sudah membunuh ku tanpa berdarah dan luka ini akan ku bawa sampai aku mati nantinya.


Aku menghela nafas dan ku balas chatnya dengan kesal sih tapi bagaimana lagi aku ngak kuat kalau di bilang ngak makan.


"kenapa chat nya di hapus"


" ngak apa apa kak soalnya kakak lama balas".


"ummmm trus apa yang kau inginkan dariku"


"kasihlah aku makananmu kan anakku belum juga minum susu"


"ummmmm kenapa kau minta tolong trus samaku padahal kamu tau abangmu dan semua keluargamu sudah menyakiti aku"


"maafkan mereka kak aku tau abang kayak gitu karna aku hamil di luar nikah jadi abang yang nanggung semua nya"


"sekejam apa orangtuamu makanya begitu"


"orangtuaku kejam kak apalagi bapak nanti kalau ada masalah mama yang jadi incarannya padahal mamak ada penyakit darah tinggi"


"apa kau ngak kangen sama mereka"


"aku kangen kak tapi bagaimana aku ngak di bolehin nelpon sama mereka"


"siapa yang ngak bolehin"


"adik cowok yang dirumah,aku selalu nelpon mereka tapi mereka ngak pernah mau ngomong samaku dan orangtuaku juga selalu bilang matikan handphone nya kalau mereka tau aku yang nelpon"


"oh...trus tiga hari ini ku perhatikan abang mu berantem terus sama mantannya"


"cemburu ya kak"


"ngak cuma aku pengen abangmu cepat pergi dari hidupku"


"kenapa begitu sekarang kak bukannya kakak sayang sama abang"


"itu dulu dek sekarang ngak"


"apa kakak ada maksud tertentu makanya berteman sama abang atau pacaran sama abang lagi"


"bukan aku hanya ingin tau kenapa keluarga kalian tega buat begini sama saya"


"sebenarnya bukan abang yang salah kak aku yang salah"

__ADS_1


"kenapa kau permasalahkan dirimu sendiri bukankah kamu baik ngak gugurin anak yang kamu kandung"


"ia kak tapi bagi mereka itu aib besar"


"mereka lah aib besarnya yang selalu mengusir dan tak menganggap anak anaknya lagi seperti kalian ini"


"bapak memang kejam kak kejam sekali kami udah malas berurusan sama bapak bayangkan dia itu harus semua di turuti nanti kalau ngak di turuti dia bisa ngamuk"


"ohhh ok ok sekarang mana no rek mu aku ngak bisa datang kesana "


"ini kak rek 528839**********"


"ok tunggu sebentar"


"ok kak"


sementara waktu adeknya selalu menunggu transferan dariku padahal duit di ATM ku ngak ada lagi dan aku berusaha untuk minta tolong sama temanku dan uang kes ku kasih sama temanku tapi mereka ngak ada yang punya duit lagi dan segera ku hubungi adiknya


"cringghhh cringggg cringggg"


"kau dimana"


"aku di rumah kak"


"nanti pulang kerja temui aku di halte ini"


"kok ngak jadi di transfer kak"


"ok kak"


"ok"


Aku mulai lagi mengerjakan pekerjaanku dan akhirnya pulang kerja aku langsung memakai switerku dan ku ambil helm ku dan temanku memanggilku.


"kiss kau kemana tumben buru-buru"


"ini aku ada urusan"


"akh sibuk terus kamu padahal aku mau di temani kamu ini"


"besok besok aja yah"


"ia lah,hati hati ya"


"ok ok"


akupun mengambil motorku dan melaju cepat dan di perjalanan ayahnya menelpon ke no handphoneku dan aku berhenti sejenak.


"yah hallo pa"

__ADS_1


"aku bukan bapakmu"


"oh ia ada apa om"


"ini istri saya mau ngomong"


"ia ngomong aja ada apa"


"ini aku mama nya hengki ya mau bilang sama kamu jangan nganggu dia lagi kalau tidak akan patal nanti"


"eh ma aku bilang mama aja yah ngak enak bilang tante,aku ngak pernah dekatin anakmu lagi tapi dia yang selalu butuh bantuanku"


"bantuan apa itu"


"anakmu itukan sakit,jadi tanya dia siapa yang rawat dia"


"sakit apa dia"


"tanya sama anakmu apa penyakitnya,orangtua yang hanya bisa menuntut tapi anaknya ngak di perhatikan"


"diam kau,untung dia mau kami jodohkan daripada kamu"


"aku pun beruntung ngak punya mamak mertua kayak mama kalau sempat hancur dunia,dan Tuhan itu baik sekali ma karna memperlihatkan orang macam apa kalian ini semua"


"diam aja kau kurang ajar sekali ngomong kayak gitu sama orangtua"


"kan mama yang duluan"


"diam kau ingat jangan nganggu anakku"


"lihat aja ngimana ku buat anakmu"


"sedikit kau sentuh kau sakiti dia awas kau kepalamu ngak di situ lagi"


"ihhhhh ngeri ini orangtua akhh"


"diamlah kau" langsung mematikan handphonenya


Dan aku tersenyum dan aku berpikir ngak bakalan ku sakiti anakmu karna bagaimana pun Tuhan sudah takdirkan apa yang harus ku lalui sebelum aku lahir di dunia ini,dan aku melaju lagi dan ku dapati adiknya sudah di halte itu dan ku berhentikan motorku dan aku duduk di sampingnya.


"dek ingat yah aku ngak bisa terus terusan bantuin kamu,kamu harus dapat kerjaan dari duit ini"


"ia kak" sambil nangis


"jangan nangis,tetaplah menjadi seorang ibu yang baik bagi anak anakmu nanti jangan buat kayak begitu sama anakmu nanti"


"ummmm sekarang aku pamit yah"


"ia kak makasi ya kak"

__ADS_1


"ia hati" pulangnya"


Akupun segera pergi dari tempat itu dan sesampai dirumah ku rebahkan tubuhku dan ku pejamkan mataku dan aku berkata dalam hati " ma maaf atas ucapanku tadi" lalu aku tertidur tanpa membuka baju dinasku.


__ADS_2