KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 44.Tangisanku Pecah untuknya


__ADS_3

Sore semakin indah Aku bersihkan semua rumah dan pekaranganku,karna aku akan pergi dengan dia ( mantanku ) jalan makan di luar,aku buru buru cepat karna aku tau sifatnya dia tidak ingin menunggu lama,beberapa jam ku tunggu dia ngak datang datang,aku mondar mandir kesana kian kemari kayak daun kesana kesini,ku berdiri duduk dan berdiri lagi,ku sadari kembali aku bukan prioritasnya lagi,apa yang ku tunggu darinya dan ku akhiri penungguanku kayak nunggu tuyul dapat duit,sampai mau ku ganti baju ku eh tiba tiba motornya terdengar dan aku langsung berdiri di depan pintu.


"wahhhhh cantiknya,mau kemana neng"


"neng neng lama kali hampir mau luntur make up ku"


"aduh sampai segitunya cantik"


"cantik cantik ...awas jangan sentuh mukakku nanti luntur kecantikannya"


"idihhhhh ayok kunci pintu nya kita pergi aku dah lapar ini"


"makan apa sih kita"


"ayam penyet yukx yang di sana"


"wah jauh kali"


"ngak apa apa sekali ini kok"


"emang kamu mau kemana kok sekali ini lagi"


"ada deh"


"kau udah mau nikah yah"


"ngakkk tapi adek mau datang kesini"


"adek siapa"


"anak paman,jadi nanti kita ngak bisa kayak ngini lagi"


"ummmm jangan cemberut dong"


"ikh ngapain cemberut aku kan bukan siapa siapamu"


"kiss jangan begitu,ayok turun dari motor ku"


"yang bayar siapa,jangan bilang aku yang bayar"


"ngak...aku yang bayar serius"


" kau ulang tahun yah"


"kau lupa kan ulang tahun ku"


"sebenarnya ngak sih,tapi pura pura aja,kan bukan sekarang kan ulang tahun mu"


"ia bukan hehehehehee oia kamu mau makan apa"


"ayam penyet aja"


"owh ok ok aku pesan dulu yah,bentar jangan kemana mana nanti aku kecarian"


makanan pun segera di antar penjualnya dan kami biasanya selalu berdoa dimanapun kami pergi makan tapi kali ini aku langsung makan makanan yang dia pesan.


"husss ....berdoa dulu"


"akh ...berdoa aja masing masing"


"ok ok..."

__ADS_1


Sambil makan aku meneteskan air mata,dan dia melihatku dan mendekatiku,jangan menangis disini aku tau apa yang kamu rasain jangan menangis disini,aku mohon jangan sakiti hatimu disini.


"ea..cepatlah makan aku ingin menangis"


"aku bingung sama kamu nangis terus padahal aku masih ada disampingmu"


"udah blom makannya nanti kamu pusing lagi kalau lapar kali"


"eeheeehehehehheh ia ia masih kental yah di ingatanmu kalau aku pusing jika lapar"


"asam lambung itu"


"pintar kali"


"pintarlah,ayok bayar kita pergi"


"ia ia tunggu yah,ini aku mau bayar biar pergi kita pulang"


"aku ngak mau pulang"


"jadi mau kemana,aku mau ke danau"


"astaga ini dah malam kok kedanau,mau bunuh diri kamu"


"ia mau bunuh diri karna kamu"


"kamu itu yah,kita di rumah aja yah"


"ia...ayoklah kita kerumah"


"udah ayok naek peluk aku dong kali ini"


"enak sekali,ayoklah"


"ngak ku bilang ngak"


Dalam perjalanan aku menangis dan


"Tuhan...ini arahnya mau kemana,aku butuh bantuanmu,aku benar benar bingung Tuhan"


ku hapus airmataku karna udah dekat rumah lalu dia segera memutar balik arah dan menghentikan motornya.


"kenapa berhenti disini"


"kau nangis terus,malas aku boncengnya"


"jangan malas aku kuat kok"


"maafin aku loh kiss jangan buat aku makin terpuruk begini"


Aku hanya diam saja dan dia menghidupkan motornya lagi dan kami melaju ke rumah,sesampai di rumah aku langsung duduk dan diam.


"cantik...coba lihat aku"


"ngak"


"cantik...coba jawab aku ..."


"jawab apa" sambil menangis


"aku tau kamu ngak baik baik saja"

__ADS_1


"lalu kenapa"


"jawab aku sekarang yah"


"ummm"


"kenapa kamu selalu cari tau semua yang membuat hati kamu sakit hati"


"dengar yah biar kamu paham dengan hatiku ini,aku lebih baik tau daripada tidak tau karna lebih baik aku disakiti karna kejujuran daripada aku di sakiti dan di hantui oleh kebohonganmu,walaupun itu sakit aku akan terima dan akan ku telan itu semua meskipun sakit"


"maafin aku yah,tapi baru aku sadari bahwa kita tidak akan bisa bersama"


"aku pun tak ingin bersamamu"


"Tuhan,apa kamu sesakit itu"


"bukan cuma sesakit ini aku klen perlakukan tapi juga orangtuaku kalian permainkan"


"maafin aku,aku yang salah di sini"


"salah satu yang harus kau ingat,aku akan berjuang mati matian untuk menyembuhkan luka ku ini,dan melawan pikiran buruk di dalam hatiku dan itu tidak akan sebentar tapi lama bahkan seumur hidup ku aku akan mengingatmu serta seluruh keluargamu yang menyakiti hati perempuan ini"


Tak henti hentinya airmataku menetes,dan dia merangkulku dan menangis.


"maafin aku ...maafin aku kiss maafin aku menyia nyiakan cintamu yang tulus itu"


"semoga kamu bahagia dan ingat,aku cuma satu di dunia ini dan semoga kelak anak cucumu tidak dapat pembalasan atas apa yang kalian perbuat ini"


"kisss kumohon jangan mengutuk ku"


"bukan aku yang mengutukmu,aku hanya ingin kau dapat pembalasan dari Tuhan saja,bukan aku yang balas tapi Tuhan lah,aku ngak mau ngotorin tanganku untuk orang macam kalian semua"


"kamu bukan yang dulu lagi yang aku kenal"


"jadi maksudmu aku dah kalian hancurkan,aku masih bisa bersikap baik untuk kalian semua,apa aku sebodoh itu menurut kalian semua makanya sesuka hati kalian membohongi keluargaku dan juga perasaan perempuan ini..??? jawab aku"


"itu semua bukan inginku,yang aku inginkan hanya kamu"


"ngak ada bunga mawar tumbuh dalam satu hari,makanya jangan bermain api jika kamu takut terbakar,begini jadinya kau ngak bisa milih antara aku dan dia,tapi jikapun kau memilihku aku tidak akan mau"


"aku berharap kamu bisa maafin aku,dan aku tau jika kamu tidak suka cowok seperti aku,meskipun aku memohon kamu pun ngak bakalan mau balik samaku,sebaik apapun aku sekarang,kamu tidak akan percaya lagi kepadaku,dan aku yang salah meninggalkan bidadari demi setan disana"


"bukan kamu yang salah,tapi dirikulah yang salah yang ngak pernah ada waktu sama kamu,bukan kamu yang salah menerima semua ini,tapi aku yang salah memilih kamu dulu menjadi pemilik hatiku,dan aku kira kamu penyembuhku,tapi bukan kau malah pembuat trauma mendalam di hidupku,dan kumohon lupakan lah aku jika kelak kamu akan menikah"


"melupakanmu itu sangat sulit,dan biarpun aku belajar melupakanmu itu sangat akan menyakitiku"


"kau tau sakit,coba remas kertas itu dan luruskan lagi coba lihat bisa kayak semula ngak,ngak kan begitulah hatiku ini,sebaik apapun kau sekarang tapi percuma hatiku ini ngak bakalan bisa kayak dulu lagi"


"Tuhan,aku baru mengerti semua apa yang selalu kau bilang,jangan sampai bunga itu layu"


"ia...aku selalu bilang samamu jangan sampai bunga itu layu,akulah bunga itu yang selalu kau petik dan selalu tumbuh lagi begitulah selalu kau sakiti tapi aku selalu memaafkanmu,bahkan kamu sudah tunangan aku masih bisa dan mau ketemu kamu tapi bukan untuk mencintaimu lagi tapi karna rasa penasaranku"


"jadi rasa penasaranmu sudah cukup"


"belum"


"oh kalau gitu besok kita lanjut,soalnya udah larut malam dan aku akan kerja besok,ingat jangan menangis lagi aku ngak suka".


"mmmmm pergilah"


setelah dia pergi aku menangis terseduh seduh dan berharap semua kembali membaik kayak dulu tapi itu tidak akan mungkin,jika pun ada kesempatan tapi aku seorang wanita dan aku tidak ingin menyakiti tunangannya.

__ADS_1


"


__ADS_2